Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ners Muda

Penerapan terapi brandt daroff untuk menurunankan resiko jatuh pada pasien benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) Ritun, Auliya Deseiz; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.10539

Abstract

Pasien Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) banyak dijumpai di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro dengan keluhan pusing berputar-putar. Tiga bulan terakhir ini angka kejadian BPPV di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro sebanyak 25 kasus. Gangguan yang sering muncul pada BPPV adalah gangguan keseimbangan yang berisiko tinggi untuk mengalami jatuh. Salah satu terapi fisik non farmakologi yang dapat diterapkan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala BPPV ialah menggunakan terapi Brandt Daroff. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien BPPV dengan memberikan intervensi salah satunya terapi brandt daroff. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek berjumlah dua orang, pengambilan kasus dilakukan di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro. Terapi brandt daroff dilakukan maksimal 1 x 6 jam dengan dengan frekuensi pemberian terapi 1 set terdiri dari 5 kali gerakan dan dilakukan tiap 20 menit sekali. Pengukuran skala vertigo dan penilaian resiko jatuh dilakukan sebelum dan sesudah melakukan terapi brandt daroff. Alat ukur skala vertigo dan penilaian resiko jatuh menggunakan VSS SF dan MFS. Studi kasus ini menunjukan setelah dilakukan terapi brandt daroff pada kedua subjek studi kasus didapatkan hasil adanya penurunan skala VSS SF, sedangkan skala MFS belum mengalami penurunan setelah di berikan terapi brandt daroff karena latihan ini perlu dilakukan secara rutin dan waktu latihan yang lebih lama. Intervensi ini berpengaruh dalam mengurangi gangguan keseimbangan pada pasien BPPV.
Perubahan frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen pada klien dengan asma menggunakan terapi pursed-lip breathing Adawiah, Aam Zakiah; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i3.6325

Abstract

Pasien Asma memiliki resiko gangguan inflamasi kronis yang menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak nafas, dada terasa berat. Pursed lip breathing ini merupakan salah satu terapi intervensi non farmakologi dan non invasive yang dapat mengurangi sesak nafas (menurunkan frekuensi pernafasan), dan meningkatkan saturasi oksigen. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen pada klien dengan asma menggunakan terapi pursed-lip breathing. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien asma. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang. Subjek studi kasus telah menandatangani informed consent sebelum dilakukan pengambilan data. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan frekuensi pernafasan dan meningkatkan saturasi oksigen. Terapi Pursed lip breathing mampu menurunkan frekuensi pernafasan dan meningkatkan saturasi oksigen.
Penerapan Pijat Effleurage Menggunakan Virgin Coconut Oil Dalam Menurunkan Risiko Pressure Ulcer Pada Pasien Dengan Stroke Non Hemoragic Fernanda, Muhammad; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i2.10296

Abstract

Pressure ulcer merupakan cedera pada kulit atau jaringan yang ada dibawahnya (biasanya diatas penonjolan tulang) sebagai akibat dari tekanan dan gesekan. Luka tekan dapat menimbulkan infeksi, rasa nyeri dan dampak psiokologis pada pasien. Pijat effleurage menggunakan virgin coconut oil mampu menurunkan pressure ulcer. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan pressure ulcer menggunakan pijat effleurage menggunakan virgin coconut oil. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif. Subjek studi kasus ini adalah pasien dengan diagnosa medis stroke non hemoragic dengan risiko tinggi pressure ulcer yang melakukan Rawat Inap. Subjek studi kasus ini terdiri dari 2 pasien yang didapatkan secara random. Instrumen yang digunakan dalam studi kasus ini menggunakan Braden Scale dan indikator gangguan integritas kulit dengan pengambilan data sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan Pijat effleurage menggunakan virgin coconut oil dua kali sehari dalam waktu 20 menit selama 4 hari. Berdasarkan hasil studi kasus didapatkan terjadi penurunan pressure ulcer antara sebelum dan setelah diberikan intervensi Pijat effleurage menggunakan virgin coconut oil pada kedua subjek studi kasus dengan rata-rata skore braden scale 10,5 (risiko tinggi) menjadi 16,5 (risiko rendah), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada penerapan pijat effleurage menggunakan virgin coconut oil dapat menurunkan risiko pressure ulcer pada pasien dengan stroke non hemoragic.
Implementasi oral hygiene untuk meningkatkan nafsu makan pasien lansia dengan hematochezia melena di rumah sakit Wijdan, Syarafina Ata; Al Jihad, Much Nurkharistna; Samiasih, Amin; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16623

Abstract

Melena dan hematochezia merupakan gejala klinis yang disebabkan oleh pendarahan saluran pencernaan. Pendarahan ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti malnutrisi dan anemia. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan lansia pada pasien perdarahan saluran cerna hematochezia melena dengan masalah keperawatan defisit nutrisi, dengan keluhan utama nafsu makan berkurang dan BAB berdarah hitam. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nutrisi meliputi identifikasi status nutrisi, oral hygiene, dan edukasi diet. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan tiga subjek klien lansia dengan kriteria inklusi pasien dirawat inap yang menderita Melena Hematochezia dengan indeks masa tubuh < 10% dari indeks masa tubuh ideal, skor Mini Nutrional Assesment (MNA) < 17, Hb <13.0 g/dL pasien lansia dengan masalah defisit nutrisi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi kasus didapatkan implementasi manajemen nutrisi dengan mengidentifikasi status nutrisi terdapat peningkatan skor MNA dan Hb pada ketiga subjek, melakukan oral hygiene pada ketiga subjek setelah tiga hari tampak bersih area gigi dan mulut. Edukasi diet terdapat peningkatan  porsi makanan  nafsu makan dan pola makan pada ketiga subjek.  Implementasi  manajemen nutrisi dengan masalah keperawatan defisit nutrisi dapat menurunkan tingkat gangguan kebutuhan nutrisi pada lansia
Kombinasi Terapi Relaksasi Napas Dalam dan Musik Suara Alam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi: Studi Kasus Pramono, Rizal Hendro; Baidhowy, Arief Shofyan; Machmudah, Machmudah; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16637

Abstract

Hipertensi pada lansia menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Hipertensi yang tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan pada ginjal, jantung dan otak. Penanganan hipertensi pada lansia bisa menggunakan terapi non farmakologi yaitu pemberian kombinasi terapi musik suara alam dan relaksasi napas dalam. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui perubahan pada tekanan darah setelah diberikan terapi kombinasi relaksasi napas dalam dan suara alam. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus ini berjumlah 3 pasien lansia di Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta. Tekanan darah dievaluasi sebelum dan sesudah terapi dengan menggunakan sygmomanometer digital yang telah di kalibrasi. Hasil studi menunjukkan ada penurunan tekanan darah pada subjek studi setelah diberikan kombinasi selama 3 hari, dilakukan 1 kali sehari selama 15 menit pukul 11.00 WIB. Pasien berbaring ditempat tidur, melakukan napas dalam (pola 4-4-4 detik) sambil mendengarkan musik suara alam melalui speaker atau earphone tiap sesi mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 11,45 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 3,89 mmHg. Kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan musik suara alam dapat menjadi salah satu intervensi untuk menjadi tindakan mandiri yang aman untuk diberikan ke pasien oleh perawat maupun keluarga seseorang yang mengalami hipertensi.