Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Kompres Air Hangat dan Air Dingin terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Remaja Putri dengan Dismenore Amalia, Amrina Rosyadana; Susanti, Yulia; haryanti, Dwi
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 1 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.662 KB) | DOI: 10.33490/b.v1i1.207

Abstract

Dysmenorrhea is pain during or before the start of menstruation. The incidence of dysminorrhea in adolescents in Central Java by 2015 is estimated to be 12% to 35% of teenagers, while in Kendal regency as many as 11,565 people (29.8%). Methods of hot and cold water compress ispart of the non-pharmacological methods that are effective, easy, and cheap to overcome dysmenorrheal pain. The purpose of this research was to know the difference of warm water compress and cold water compress to decrease pain intensity of adolescent girl with dysmenorrhea in MAN Kendal. This research usei Quasi Experimental design with Pretest-Posttest design, Non-Equivalent Control Group Design. The sample in this study is 17 people in each treatment group whith was collected with the reasareh uset questeonnare bowbonais as researeh instrument pair schale.the consecutive sampling. Data analysis used Wilcoxonand Man Withn. The results showed that there was a difference in pain intensity before and after being given warm water compresses in adolescent girls with dysmenorrhea in MAN Kendal (p value 0.000 <0.05). There was a difference in pain intensity before and after being given cold water compresses on adolescent girls with dysmenorrhea at MAN Kendal (p value 0.000 <0.05). Warm water compresses are more effective at reducing the intensity of pain than cold water compresses in adolescent girl with dysmenorrhea at MAN Kendal. It is expected that adolescent girls who experience dysmenorrhea can use warm compress cold water compress therapy independently when experiencing dysmenorrhea pain that can reduce the consumption of painkillers.
Hak Pasien dalam Menentukan Layanan Kesehatan dalam Hubungannya dengan Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan Susanti, Yulia; Syofyan, Syofirman; Khairani, Khairani; Hermanto, Bambang
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2190

Abstract

Bentuk upaya negara dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga negara Indonesia diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan melakukan pembaruan aturan dan kebijakan, salah satunya adalah perubahan skema kelas rawat inap yang sebelumnya terbagi menjadi kelas 1, 2, dan 3 menjadi kelas rawat inap standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan serta hak pasien dalam menentukan pelayanan kesehatan yang diperlukan dalam konteks Kelas Rawat Inap Standar tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu dengan menganalisis peraturan perundang-undangan dan data hukum sekunder lainnya untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelas Rawat Inap Standar merupakan standar minimum pelayanan yang diterima oleh peserta BPJS Kesehatan berdasarkan 12 kriteria yang harus dipenuhi oleh rumah sakit menuju kelas tunggal. Penerapan standar ini mencerminkan prinsip sosial dan ekuitas dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional. Namun, pelaksanaan ini dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan tanggung jawab negara dalam menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak, sehingga setiap individu dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal. Pasien, sebagai penerima layanan kesehatan, memiliki hak untuk memilih fasilitas kesehatan yang diperlukan secara mandiri dan bertanggung jawab, sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang kesehatan.
Doctor's Responsibilities With the Issuance of A Health Certificate Based on Law and Medical Ethic Susanti, Yulia; Azheri, Busyra; Mannas, Yussy Adelina; Hasbi, Muhammad; Syofyan, Syofirman
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 4 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i4.3201

Abstract

This study examines the responsibilities of doctors in issuing health certificates, which often become a source of legal and ethical issues. The background of the problem is the importance of health certificates as administrative documents that can influence various decisions, yet specific regulations regarding their issuance have not been deeply regulated. The objective of this research is to analyze the responsibilities of doctors in issuing health certificates based on Indonesian law and medical ethics. The research method used is normative juridical by examining secondary legal materials. The results indicate that a doctor's responsibilities encompass ethical, professional, and legal aspects (administrative, civil, criminal). Violations can result in ethical, administrative, civil, or criminal sanctions. In conclusion, doctors must issue health certificates accurately, honestly, and based on careful medical examinations, in accordance with the law and professional ethics to avoid harm to related parties and legal claims.