Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak nabati yang kaya asam lemak rantai sedang dan senyawa bioaktif, namun rentan mengalami oksidasi lipid selama penyimpanan, khususnya dalam sistem emulsi. Oleh karena itu, penentuan masa simpan emulsi VCO menjadi penting untuk menjamin mutu dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi masa simpan emulsi VCO yang diformulasikan dengan emulsifier campuran Tween 80 dan Span 80 berdasarkan perubahan bilangan peroksida sebagai parameter kritis. Prediksi masa simpan dilakukan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan pendekatan kinetika reaksi dan model Arrhenius. Emulsi VCO disimpan pada tiga suhu penyimpanan, yaitu 30, 45, dan 55 °C. Perubahan bilangan peroksida dianalisis dan dimodelkan menggunakan kinetika reaksi ordo nol, selanjutnya digunakan untuk menghitung konstanta laju reaksi dan energi aktivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan bilangan peroksida mengikuti model kinetika ordo nol dan sesuai dengan model Arrhenius. Masa simpan emulsi VCO, berdasarkan batas kritis bilangan peroksida 3 meq/kg, diprediksi sebesar 89,84 hari pada suhu 30 °C, sebesar 57,54 hari pada 45 °C, dan sebesar 43,73 hari pada 55 °C.