Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap intensitas nyeri pada remaja putri dengan dismenore primer Dyah Ayu Kun Werdining Tyastuti; Pawestri Pawestri; Machmudah Machmudah; Reina Dhamanik
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i1.15670

Abstract

Dismenore adalah nyeri diperut, tepatnya di daerah hipogastrik atau daerah genitalia yang menjalar ke panggul atau pelvis. Penanganan dismenore salah satunya menggunakan teknik non farmakologi menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan skala nyeri. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien dismenore yang berjumlah 3 orang subyek studi yang diperoleh dari pre-test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dismenore yang dirasakan diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi dengan dismenore setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 1 hari dan lama waktu yang digunakan 30 menit terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum dilakukan terapi hasil yang ditemukan adalah dismenore sedang dengan nilai rata-rata 4,3 dan setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif nyeri dapat menurun menjadi dismenore ringan dengan nilai rata-rata 2,3. Terapi relaksasi otot progresif ini menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan dismenore pada remaja.
Edukasi “PERISAI” Pendidikan Perlindungan Anak dari Ancaman Kekerasan dan Predator Seksual Reina Dhamanik; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i2.20508

Abstract

Perilaku menyimpang yang menargetkan anak-anak sebagai objek pelecehan dan kekerasan seksual disebut pedofilia. Fenomena pedofilia memerlukan perhatian segenap elemen masyarakat untuk memutus rantai kasus karena kerap ditemukan pelaku pedofilia merupakan korban tindakan pelecehan seksual di masa lalu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan  anak sekolah tentang pencegahan dari korban pedofilia dan pendeteksian pelaku pedofilia. Pengabdian ini dilakukan karena banyak munculnya kasus korban pedofilia pada anak sekolah yang masih membutuhkan edukasi terkait pencegahan perilaku menyimpang seksual pedofilia. Proses kegiatan pengabdian masyarakat diawali pengkajian, ceramah mengenai materi pentingnya menjaga system reproduksi anak dan upaya pencegahan dari pedofilia, serta berlatih cara mendeteksi pelaku pedofilia yang dihadiri oleh 25 anak di wilayah desa Pilangsari Demak. Hasil pengabddian masyarakat menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan anak setelah diberikan edukasi meningkat dari kurang menjadi baik (92%). Rekomendari dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan pemberian Edukasi “PERISAI” dapat dilakukan berkelanjutan sehingga baik anak ataupun orangtua memahami konsep pedofilia dan berani untuk melaporkan apabila menemui kasus terkait perilaku penyimpangan seksual.
Penerapan Strategi Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup pada Penderita Kanker Serviks Nida'un Taqwiyani Ashshofiyyah; Reina Dhamanik; Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.21233

Abstract

Latar belakang : Pasien kanker serviks mengalami beban medis danpsikososial berat yang berdampak pada rendahnya kualitas hidup dibandingjenis kanker lainnya. Psikoedukasi merupakan intervensi terapeutik yangmengintegrasikan informasi klinis dan dukungan psikologis untukmembangun koping adaptif serta otonomi pasien. Ringkasan kasus : Ketigasubjek studi adalah pasien dengan kanker serviks yang memiliki masalahdisfungsi seksual (D.0069) dan gangguan citra tubuh (D.0083). Diterapkanintervensi konseling seksualitas (I.07214) dan promosi koping (I.09312)melalui lima sesi psikoedukasi terstruktur yang dievaluasi menggunakankuesioner EORTC QLQ-CX24. Simpulan : Penerapan lima sesi intervensipsikoedukasi menggunakan media booklet yang mengintegrasikan SIKIPromosi Koping (I.09312) dan Konseling Seksualitas (I.07214) terbuktiefektif dalam meningkatkan kualitas hidup subjek, khususnya pada dimensifisik dan psikologis. 
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Menyusui pada Ibu Buruh Migran Indonesia dengan Pendekatan Experiential Learning Machmudah Machmudah; Reina Dhamanik; Cut Imanda Niya Taqwa Alifa; Safna Fahmae Afinda
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.21278

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan buruh migran Indonesia melalui penyuluhan dan pelatihan praktis guna meningkatkan praktik menyusui. Buruh migran Indonesia di Kuala Lumpur masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan menyusui akibat akses informasi kesehatan, tuntutan kerja yang tinggi, dan kesulitan dalam membagi waktu. Metode pengabdian amsyarakat meliputi penyampaian ceramah dan pelatihan bagi buruh migran Indoensia di Malaysia dengan total sebanyak 50 buruh migran yang sedang hamil atau menyusui mengikuti sesi interaktif yang mencakup materi tentang manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, dan manajemen produksi ASI. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif, termasuk diskusi kelompok, simulasi menyusui, dan bimbingan individu untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan pemahaman sebesar 80% tentang manfaat ASI, posisi menyusui yang benar, serta teknik untuk mengatasi tantangan dalam menyusui. Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan dan edukasi berkelanjutan dapat memberdayakan ibu migran untuk menjalankan praktik menyusui eksklusif secara efektif, meskipun mereka menghadapi berbagai tantangan. Inisiatif ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang terfokus untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di komunitas pekerja migran.