Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Sukrosa terhadap Kadar Piperin pada Kalus Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) Dewi, Kartika Puspita; Nugroho, Laurentius Hartanto; Sasongko, Aries Bagus; Hidayati, Lisna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i2.6347

Abstract

Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman herbal yang mengandung alkaloid utama piperin. Prospek cabe jawa sebagai bahan obat belum didukung oleh ketersediaan bahan baku yang cukup, karena rendahnya produktivitas tanaman. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan kultur kalus. Kalus dapat memproduksi metabolit sekunder relatif cepat dan berkelanjutan. Efektivitas produksi metabolit sekunder seperti piperin pada kalus dapat dilakukan dengan meningkatkan konsentrasi sukrosa dalam medium kultur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa pada morfologi kalus, pertumbuhan kalus, dan produksi piperin pada kalus cabe jawa. Medium Murashige and Skoog (MS), dan zat pengatur tumbuh naphtalene asetic acid (NAA) dan benzyl aminopurin (BAP) 1:2 digunakan untuk menginduksi kalus dari daun cabe jawa. Kalus yang terbentuk berwarna hijau muda dan kompak. Kalus disubkultur selama 35 hari pada medium MS dengan konsentrasi sukrosa 30 g/L, 40 g/L, 50 g/L, dan 60 g/L. Setelah inkubasi warna kalus berubah dengan tekstur tetap kompak. Berat segar dan berat kering dari kalus menurun dengan bertambahnya konsentrasi sukrosa. Piperin pada kalus diekstraksi dengan etanol 96% dan diukur kadarnya dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-Densitometri. Peningkatan konsentrasi sukrosa pada medium kulur tidak berpengaruh pada kadar piperin dari kalus cabe jawa. 
Therapeutic Effects of BRC Functional Food from Indonesian Black Rice on Body Weight and Haematological Parameters in Obese Rats Sofyantoro, Fajar; Syam, Adi Mazdi; Adania, Baik Aisyah; Almunawar, Muhammad Fikri; Nasution, Nurlita Putri Bela; Hidayat, Rheina Faticha Asyamsa; Mataram, Made Bagus Auriva; Maharesi, Chesa Ekani; Nurhidayah, Septika; Purwestri, Yekti Asih; Nuriliani, Ardaning; Hidayati, Lisna; Pratiwi, Rarastoeti
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.85847

Abstract

Obesity increases the risk of various diseases. Black rice, renowned for its high anthocyanin content, is considered a potential functional food for preventing metabolic disorders. The current study investigated the effects of black rice crunch (BRC) on body weight and haematological profiles in obese rats. Rats were fed with high-fat diet to induce obesity and supplemented with different concentrations of BRC for 4 and 8 weeks. The results showed that high-fat diet effectively induced obesity, as evidenced by significant increase in body weight. Importantly, 75% BRC supplementation resulted in significant weight reduction in obese rats. Further analysis revealed an increase in erythrocyte numbers in obese groups supplemented with 75% BRC, but no significant changes in haemoglobin concentration or haematocrit percentage. Further investigation showed that 75% BRC led to a decrease in mean corpuscular haemoglobin (MCH), mean corpuscular haemoglobin concentration (MCHC), and mean corpuscular volume (MCV), potentially affecting the size and concentration of haemoglobin within erythrocytes. The total leucocytes count increased with the high-fat diet, while BRC supplementation alone did not have significant impact. Lymphocyte percentage remained stable across the groups, indicating minimal influence of the dietary interventions. Neutrophil percentage varied initially but was not specific to BRC or the high-fat diet. Platelet count and distribution width were not significantly influenced, but mean platelet volume (MPV) increased after 8 weeks of BRC treatment, suggesting larger platelet sizes associated with obesity. Overall, the study provides important insights into the effects of BRC supplementation on body weight and haematological parameters related to obesity. 
Pengaruh Konsentrasi Sukrosa terhadap Kadar Piperin pada Kalus Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) Dewi, Kartika Puspita; Nugroho, Laurentius Hartanto; Sasongko, Aries Bagus; Hidayati, Lisna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i2.6347

Abstract

Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman herbal yang mengandung alkaloid utama piperin. Prospek cabe jawa sebagai bahan obat belum didukung oleh ketersediaan bahan baku yang cukup, karena rendahnya produktivitas tanaman. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan kultur kalus. Kalus dapat memproduksi metabolit sekunder relatif cepat dan berkelanjutan. Efektivitas produksi metabolit sekunder seperti piperin pada kalus dapat dilakukan dengan meningkatkan konsentrasi sukrosa dalam medium kultur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa pada morfologi kalus, pertumbuhan kalus, dan produksi piperin pada kalus cabe jawa. Medium Murashige and Skoog (MS), dan zat pengatur tumbuh naphtalene asetic acid (NAA) dan benzyl aminopurin (BAP) 1:2 digunakan untuk menginduksi kalus dari daun cabe jawa. Kalus yang terbentuk berwarna hijau muda dan kompak. Kalus disubkultur selama 35 hari pada medium MS dengan konsentrasi sukrosa 30 g/L, 40 g/L, 50 g/L, dan 60 g/L. Setelah inkubasi warna kalus berubah dengan tekstur tetap kompak. Berat segar dan berat kering dari kalus menurun dengan bertambahnya konsentrasi sukrosa. Piperin pada kalus diekstraksi dengan etanol 96% dan diukur kadarnya dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-Densitometri. Peningkatan konsentrasi sukrosa pada medium kulur tidak berpengaruh pada kadar piperin dari kalus cabe jawa.