Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Kehidupan Komunitas Nelayan (Studi di Desa Masaloka Selatan Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana) Sri Wulandari; Dewi Anggraini; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.36487

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas kehidupan komunitas nelayan ditinjau dalam  tiga aspek yaitu aktivitas sosial, aktivitas budaya dan aktivitas ekonomi. Artinya, penelitian dimaksudkan untuk melihat rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh komunitas nelayan yang ada di Desa Masaloka Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi kehidupan masyarakat pesisir dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dari sisi budaya, komunitas  nelayan adalah multietnis. Interaksi yang terjadi antar warga ditopang oleh keberadaan rumah warga yang cukup rapat, kesamaan mata pencaharian, dan kepemilikan komunitas secara bersama. Komunitas nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri di dalam kehidupan masyarakat seperti nelayan mempunyai solidaritas dan etos kerja yang tinggi. Dari sisi ekonomi hasil tangkapan nelayan masih jauh dari memadahi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan karena minimnya modal yang dimiliki nelayan, tekanan dari pemilik modal, sistem bagi hasil yang tidak adil, perdagangan atau pelelangan ikan yang tidak transparan (dikuasai tengkulak) dan otoritas tidak punya wibawa untuk mengatur dan menegakkan aturan. Serta pola atau budaya kerja yang masih apa adanya. Kondisi kemiskinan yang dialami nelayan menyebabkan mereka rentan konflik dan hanya menjadi objek.
Eksistensi Sarung Tenun Muna pada Masyarakat di Desa Mabhodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna Sri Wulandari; La Niampe; Rahmat Sewa Suraya
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2, Desember 2023
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v6i2.2480

Abstract

This study aims to analyse the form and meaning of the motifs of Muna woven sarongs in Mabhodo Village, Kontunaga District, Muna Regency. A qualitative descriptive method was used with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and recording. Informants were selected purposively from traditional leaders and craftsmen. The results showed that Muna woven sarongs have bhotu, bhia-bhia, ledha, manggo-manggopa, samasili, kambeano banggai, lante-lante, bharalu, dhalima, panino toghe, kagholeno ghunteli motifs. These motifs have symbolic meanings that relate to rank, crown, class, and kabhantapi. Muna woven sarongs also have an attractive colour combination that reflects the three levels of Muna society.
Hubungan Antara Gaya Belajar Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Harjun Harjun; Muliha Halim; Sri Wulandari; Hesti Ananta; Elza Andriani; Wa Nuraeni; Cina Armelia Putri; Nurul Mayang Sari
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yvas6265

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Gaya Belajar Terhadap Minat Belajar Mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2025, yang jatuh pada hari Kamis. Lokasi penelitian bertempat di Universitas Haluoleo. Berdasarkan analisis data dari 132 responden mahasiswa dan uji hipotesis yang telah dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif, kuat, dan signifikan antara gaya belajar terhadap minat belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi Pearson sebesar r = 0,678 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Lebih lanjut, analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa gaya belajar secara signifikan memengaruhi minat belajar, di mana 46% variasi dalam minat belajar mahasiswa dapat dijelaskan oleh variasi dalam gaya belajar (R² = 0,460). Persamaan regresi Ŷ = 28,45 + 0,59X mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada skor gaya belajar, minat belajar mahasiswa akan meningkat sebesar 0,59 satuan. Distribusi gaya belajar menunjukkan bahwa gaya visual adalah yang paling dominan (39,4%) di antara responden, diikuti oleh gaya auditorik (31,1%) dan kinestetik (29,5%). Temuan ini menguatkan paradigma bahwa keselarasan antara metode pembelajaran dengan preferensi gaya belajar individu merupakan faktor krusial dalam menumbuhkan dan mempertahankan minat belajar mahasiswa.