Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Numerical Investigation of Consolidation Settlement for Runway Construction on Soft Soil: A Case Study in Sumbawa, Indonesia Farichah, Himatul; Hutama, Dio Alif; Alextrianto, Vandi; Satyanaga, Alfrendo; Ghifari, Fikri
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 3 (2025): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i3.1805

Abstract

Runway construction on soft soil presents significant engineering challenges due to excessive settlement, which can affect structural stability and long-term performance of transportation infrastructure. This study investigates the settlement of a runway in Sumbawa, Indonesia using the Finite Element Method (FEM) in Plaxis 2D. The Hardening Soil Model was applied to realistically capture nonlinear soil behavior. Input parameters were derived from a series of N-SPT data and laboratory test results. The findings indicate that during the operational phase, the maximum and minimum settlement were 307.1 mm and 2.491x10-3 mm, respectively. Meanwhile, consolidation-induced settlement reached a maximum of 357.97 mm and a minimum of 10.6 mm. The distribution of total settlement along the runway varied depending on soil characteristics. Sections with predominantly clayey soil exhibited greater settlement, whereas areas with sandy soil experienced significantly lower settlement.
Studi Muka Air Tanah dan Kemiringan Lereng terhadap Faktor Keamanan Isnaniati, Isnaniati; Darmawan, Zainal Riki; Hutama, Dio Alif
Konstruksia Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.2.73-82

Abstract

Bangunan diatas lereng rentan terjadinya kelongsoran. Hal ini dikarenakan sudut lereng semakin besar maka semakin besar komponen gaya gravitasi yang bekerja sejajar dengan permukaan lereng yang menyebabkan longsor dan tegangan geser yang  bekerja pada permukaan lereng yang mengakibatkan longsor juga semakin besar.  Kemiringan lereng dan tinggi Muka Air Tanah (MAT) akan mempengaruhi stabilitas lereng yang dapat mengakibatkan terjadinya kelongsoran. Kondisi tersebut diperlukan evaluasi untuk mengetahui faktor keamanan lereng. Faktor keamanan merupakan suatu cara untuk mendefinisikan  stabilitas lereng. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh muka air tanah dan sudut kemiringan lereng terhadap kestabilan lereng yang diwujudkan berupa nilai faktor keamanan atau Safety factor (Fs). Di dalam menganalisis stabilitas lereng digunakan program bantu Geostudio 2012 dengan memberikan variasi sudut kemiringan lereng (30°, 45°, 60°) dan variasi tinggi muka air tanah (+4m; +2m; 0m; -2m). Hasil perhitungan menunjukkan angka Fs semakin besar terjadi pada elevasi MAT yang semakin rendah atau mendekati dasar timbunan (berturut-turut MAT= +4m; +2m; 0m), sedangkan saat elevasi MAT berada dibawah timbunan (MAT= -2m) tidak terjadi perubahan Fs atau praktis nilai Fs tetap. Hal ini dikarenakan saat elevasi MAT berada dibawah timbunan tidak ada perubahan kuat geser tanah maupun gaya yang menyebabkan longsor. Kemiringan lereng  (o) yang semakin curam dengan sudut lereng berturut-turut (30o; 45 o; 60 o) menunjukan adanya penurunan nilai faktor keamanan. Hal ini dikarenakan semakin curam sudut lereng semakin beresiko terjadinya longsor.
SOSIALISASI DAN EDUKASI MENGENAI DAMPAK MIKROPLASTIK DAN BAHAYA PLASTIK SEKALI PAKAI PADA SISWA SMP ISLAM NURUL IMAN DI PULAU GILI IYANG Hutama, Dio Alif; Rahman, Danar Arifka; Kartika, Tri Setya Ayu; Aryasatya, Axelle Herwit Fawwaz; Xaviera, Bintang Kent
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai telah menyebabkan akumulasi mikroplastik di berbagai ekosistem, termasuk wilayah pesisir dan pulau kecil. Mikroplastik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga diperlukan upaya edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Islam Nurul Iman, Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya mikroplastik dan dampak penggunaan plastik sekali pakai. Metode kegiatan meliputi tiga tahapan, yaitu diskusi awal permasalahan, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa sebesar 44,5 meningkat menjadi 68,5 pada posttest, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,44 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang isu lingkungan, khususnya bahaya mikroplastik dan pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6, khususnya pada aspek perlindungan kualitas air dan pengurangan pencemaran melalui pemahaman siswa mengenai dampak mikroplastik terhadap sumber daya air. Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan potensi pendidikan lingkungan berbasis sekolah sebagai sarana strategis dalam membangun kesadaran ekologi di komunitas pesisir.