Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN PENYAPIHAN DINI DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 2-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM Ricca Nophia Amra; Rizka Sititah Rambe; Fitriani Bancin
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1490

Abstract

Usia dini merupakan periode emas tumbuh kembang anak mengingat pada tahapan ini akan terjadi perkembangan yang sangat pesat pada anak. Perkembangan anak yang normal sangat tergantung pada lingkungan pengasuhan anak meliputi stimulasi dan interaksi ibu dan anak yang merupakan variabel utama yang mempengaruhi perkembangan anak. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa persentase anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik kasar di Indonesia sebesar 12,4% dan perkembangan motorik halus sebesar 9,8%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penyapihan dini dan status pekerjaan ibu dengan perkembangan motoik halus anak usia 2-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam. Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 2-3 tahun yang ada di 5 desa di Wilayah Kerja Puskesmas Penanggalan dengan jumlah sampel 63 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan program statistik SPSS dengan kemaknaan 95% (p˂0,05). Hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan penyapihan dini (p=0,662) dan ada hubungan status pekerjaan ibu (p=0,035) dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam.
PERBANDINGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN NON EKSKLUSIIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM Rizka Sititah Rambe; Ricca Nophia Amra; Fitriani Bancin
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1500

Abstract

ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI sejak umur 0-6 bulan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan (MP-ASI) yang sesuai. Namun terkadang ibu sudah memberikan MP-ASI pada bayinya sebelum berusia 6 bulan. Berdasarkan studi awal di wilayah kerja Puskesmas Penanggalan terdapat 230 bayi usia 6-12 bulan, dimana 83 bayi mendapatkan ASI eksklusif dan 147 bayi diberikan ASI non eksklusif. Rendahnya pencapaian ASI eksklusif disebabkan para ibu menganggap bayi yang diberi MP-ASI akan lebih sehat karena berat badan yang lebih gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan Retrospektif. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif, dengan menggunakan rumus Slovin maka ditetapkan 70 bayi yang diberikan ASI eksklusif dan 70 bayi yang diberikan ASI non eksklusif. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 April s/d 22 Mei 2023. Analisa data menggunakan Uji T Independent. Berat badan bayi 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam mengalami peningkatan sebanyak 46 bayi (65,7%), sedangkan berat badan bayi yang diberi ASI non eksklusif tidak mengalami kenaikan berat badan sebanyak 38 bayi (54,3%). Ada perbedaan kenaikan berat badan bayi 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam dengan nilai p-value = 0,017 (p < 0,05).
The Impact of Flood Disasters on Public Health in Sultan Daulat District Subulussalam City in 2025 Ricca Nophia Amra; Fitriani Bancin; Rahayu Ningsih; Irma Noviana; Ira Sanjaya
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1336

Abstract

Indonesia is a country prone to flooding, which has wide-ranging impacts on public health, including in Subulussalam City, Aceh Province. This study aims to describe the impact of flooding on community health and the form of post-disaster health service responses in Sultan Daulat Subdistrict in 2025. The study uses a descriptive design with a case study approach based on data from community service activities carried out by lecturers and students of the Medica Bakti Persada Midwifery Academy. Data were obtained from official reports on the number of affected residents and displaced persons, observations of environmental conditions, and documentation of health services provided to 50 affected residents, with a primary focus on pregnant women, toddlers, and the elderly. The results show that the flood led to disrupted access to health services, declining environmental quality, and an increased risk of infectious diseases such as acute respiratory infections, skin diseases, and digestive disorders. Free health services in the form of medical check-ups and simple counseling on personal hygiene, clean water management, and prevention of infectious diseases received a positive response from the community. This activity also demonstrates the strategic role of higher education institutions as partners of local government and as field-based learning centers for students in disaster management. It is concluded that flooding in Sultan Daulat Subdistrict has the potential to cause serious health problems, thus requiring a rapid, well-planned, and sustainable health response, as well as strengthened collaboration between government, health facilities, and higher education institutions in disaster preparedness and management. Further research with more detailed clinical data recording is needed to support evidence-based policy formulation.
Analisis Penyebab Stunting pada Balita di Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Ricca Nophia Amra; Fitriani Bancin
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i3.523

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya Prevalensi stunting di Aceh tergolong buruk karena melebihi ambang batas yang ditetpkan standar WHO sebesar 20 Persen Berdasarkan wilayahnya Kota Subulussalam merupakan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Aceh pada tahun 2002 yakni mencapai 47 9 Persen Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Penanggalan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2024 Penelitian ini bersifat analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional menggunakan data primer dan data sekunder Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita yang berumur lt;5 tahun Setelah pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 89 responden Alat ukur yang di gunakan adalah kuesioner Hasil uji statistik menggunakan Uji Chi square didapatkan nilai p value 0 000 lt;0 05 maka dapat disimpulkan keputusannya adalah Ha di terima dan Ho di tolak yang artinya ada hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2024 Penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan menerapkan pola asuh yang sesuai dan dapat mencegah kejadian stunting
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi KADARZI Ns. Rahayu Ningsih; Ricca Nophia Amra; Nely Ananda
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 3 No. 1: Maret 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i1.1020

Abstract

p Keluarga Sadar Gizi KADARZI merupakan suatu gerakan yang terkait dengan program Kesehatan Keluarga dan Gizi KKG Disebut KADARZI jika sikap dan perilaku keluarga dapat secara mandiri mewujudkan keadaan gizi sebaik baiknya yang tercermin dari pada konsumsi pangan yang beraneka ragam dan bermutu gizi seimbang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi KADARZI Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan crossectionalmengunakan data primer dan sekunder Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan simple randomsamplingyang berjumlah 89 responden Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Berdasarkan Hasil uji Statistik dengan menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95 Persen menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan 0 001lt;0 05 dan Sikap 0 030lt;0 05 Ibu Balita Dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi KADARZI Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap KADARZI dengan cara dilakukannya penyuluhan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada ibu balita tentang perilaku KADARZI p
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Ricca Nophia Amra; Ulfa Maqfirah; Ernita Berutu
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 4 No. 1: Maret 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i1.1023

Abstract

p Menurut Word Health Organizaton WHO pada tahun 2021 sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global Data ini menunjukkan 5 9 juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009 Sementara di Indonesia jumlah anak yang belum di imunisasi lengkap sejak 2017 sampai tahun 2021 adalah 1 525 936 anak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Sikelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2024 Jenis penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan cara pendekatan cross sectional menggunakan data primer dan sekunder Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Desa Sikelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2024 Teknik pengambilan sampel digunakan ialah Total Sampling yang berjumlah 38 responden Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapati hasil tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi didapatkan nilai p value 0 010lt;0 05 Maka dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Sikelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2024 Diharapkan kepada orang tua terutama ibu agar dapat lebih aktif mencari tau mengenai manfaat imunisasi macam macam imunisasi dan jadwal pemberian imunisasi sehingga dapat memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada bayi p
Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Keputihan pada Remaja Putri Ricca Nophia Amra; Rizka Sititah Rambe; Siti Aisyah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 1: Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i1.1033

Abstract

p Menurut World Health Organization WHO prevalensi keputihan pada remaja putri tertinggi terdapat di Indonesia sebesar 90 Persen Indonesia merupakan Negara yang mempunyai iklim tropis Dari 90 Persen wanita yang mengalami keputihan 60 Persen diantaranya dialami oleh remaja putri dan dapat meningkat setiap tahunnya Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Keputihan Pada Remaja Putri Di SMK Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam Penelitian ini bersifat analitik korelasional dengan desain cross sectional menggunakan data primer dan data sekunder Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMK Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling berjumlah 69 responden Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Hasil penelitian menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95 Persen didapatkan hasil Pengetahuan dengan nilai p value 0 006 lt;0 05 faktor Sikap 0 043 lt;0 05 dan faktor Personal Hygiene 0 081lt;0 05 Maka dapat disimpulkan faktor pengetahuan sikap dan personal hygiene memengaruhi terjadinya keputihan pada remaja putri di SMK Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam Diharapkan dari hasil penelitian ini tenaga kesehatan terkhususnya Bidan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dengan serta penyuluhan tentang pencegahan terjadinya keputihan pada remaja putri p
Literasi pentingnya menjaga ekosistem pohon mangrove dan Kegiatan Donor Darah dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Pantai Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Serdang Bedagai Alistraja Dison Silalahi; Pangeran Pangeran; Jarungjung Hutagaol; Ricca Nophia Amra; Khairuddin Tampubolon; Anto Tulim
Journal Liaison Academia and Society Vol 4 No 2: Juni 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v4i2.862

Abstract

p Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang vital dengan peran ekologis dan ekonomi yang krusial. Namun, keberadaan hutan mangrove di Indonesia saat ini terancam oleh berbagai faktor, seperti alih fungsi lahan, pencemaran, dan eksploitasi berlebihan. Menjaga kelestarian hutan mangrove menjadi sebuah keharusan untuk melindungi keseimbangan alam dan menjamin keberlanjutan manfaatnya bagi manusia. Literasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove perlu ditingkatkan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian. Menjaga kelestarian ekosistem mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi swadaya diperlukan untuk memastikan kelestarian hutan mangrove dan manfaatnya bagi generasi sekarang dan masa depan. Peningkatan literasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove menjadi kunci utama untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Primipara dengan Kemampuan Cara Memandikan Bayi Ricca Nophia Amra; Ulfa Maqfirah; Nurul Al Fary
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/s2y2q561

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang dilalui oleh setiap wanita setelah melahirkan. Masa ini berlangsung sejak plasenta lahir sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran atau 40 hari setelah kelahiran. Masa nifas merupakan masa yang cukup penting untuk pemantauan pada ibu karena pelaksanaan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu berbagai masalah. Memandikan bayi adalah suatu cara membersihkan tubuh bayi dengan air dengan cara menyiram, merendam diri dalam air berdasarkan urut-urutan yang sesuai. Memandikan bayi baru lahir bukanlah hal yang mudah, terutama bagi ibu-ibu baru. Memandikan bayi dengan cara yang salah dapat mengakibatkan kondisi yang buruk seperti celaka (jatuh dan tenggelam), air masuk dalam telinga atau hidung dan dapat mengalami hipotermi. Menjadi seorang ibu baru memang tak mudah. Banyak pelajaran baru yang harus perlahan-lahan dipelajari ibu untuk merawat sang buah hati dengan baik. Salah satu pekerjaan yang tergolong banyak ditakuti ibu baru adalah saat memandikan bayi. Kondisi fisik bayi yang masih ringkih membuat ibu jadi takut untuk memandikannya (Alawiyah, 2018). Hipotermi merupakan salah satu angka penyebab mordibitas dan mortalitas pada neonatal, sekitar 7% bayi baru lahir dari 21,17/1000 KH. Saat ini telah dikembangkan tindakan untuk mencegah hipotermi pada bayi yaitu dengan menunda memandikan bayi sampai dengan suhu stabil. Disamping itu infeksi neonatorum pada saluran pernafasan juga merupakan salah satu penyebab dari memandikan bayi yang tidak bersih sekitar 11,56%-49,9% merupakan kematian bayi karena infeksi tersebut (Silaban, 2017). Dari hasil survei yang dilakukan melalui wawancara di beberapa desa yaitu, desa Suka Makmur, Tangga Besi, Suulussalam Timur dan Pegayo dari 10 ibu nifas primipara yang memiliki bayi baru lahir terdapat 6 orang ibu nifas tidak mampu memandikan bayi dengan sendirinya dikarenakan ibu nifas tersebut masih ragu- ragu dalam mempraktekkan bagaimana cara memandikan bayi, tali pusat bayi belum lepas/puput sehingga ibu tidak berani memandikan bayinya dengan sendirinya dan biasanya ibu nifas dibantu oleh tenaga kesehatan dan juga keluarganya untuk memandikan bayi tersebut, dan 4 ibu nifas yang mampu/sudah mengerti cara mandikan bayinya sendiri dikarenakan ibu mengetahui tahapan- tahapan cara memandikan bayi dengan benar.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Ricca Nophia Amra; Ulfa Maqfirah; Ernita Berutu
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 2: Juni 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/0ha9na29

Abstract

Menurut Word Health Organizaton (WHO), pada tahun 2021 sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009. Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum di imunisasi lengkap sejak 2017 sampai tahun 2021 adalah 1.525.936 anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Sikelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan cara pendekatan cross sectional menggunakan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Desa Sikelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2021. Teknik pengambilan sampel digunakan ialah Total Sampling yang berjumlah 38 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapati hasil tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi didapatkan nilai p-value (0,010<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Sikelang Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Tahun 2021. Diharapkan kepada orang tua terutama ibu agar dapat lebih aktif mencari tau mengenai manfaat imunisasi, macam-macam imunisasi dan jadwal pemberian imunisasi sehingga dapat memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada bayi.