Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh digitalisasi akuntansi dan literasi keuangan terhadap kinerja keuangan usaha mikro di daerah pedesaan Jawa Barat. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data primer yang dikumpulkan dari 135 pemilik usaha mikro melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa digitalisasi akuntansi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, dengan koefisien regresi sebesar 0,384 dan nilai signifikansi 0,000. Literasi keuangan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien regresi yang lebih tinggi sebesar 0,421 dan nilai signifikansi 0,000. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi kinerja keuangan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F sebesar 52,67 (Sig = 0,000). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,555 menunjukkan bahwa 55,5% variasi dalam kinerja keuangan dijelaskan oleh digitalisasi akuntansi dan literasi keuangan. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan praktik akuntansi digital dengan pengetahuan keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan usaha mikro. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk mendorong adopsi digital dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelaku usaha mikro, terutama di daerah pedesaan.