Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Pembersihan Biogas Menggunakan Larutan NaOH terhadap Performa Motor Bensin: Studi Komparatif RPM, Torsi, Konsumsi Bahan Bakar, dan Emisi Gas Buang Yudhi Chandra Dwiaji
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/6t3chv51

Abstract

Biogas merupakan sumber energi terbarukan yang menjanjikan untuk aplikasi motor bakar, namun kandungan kontaminan seperti CO₂ (25-45%), H₂S (10-40 ppm), dan H₂O mengurangi nilai kalor dan dapat merusak komponen mesin. Penelitian ini menganalisis pengaruh pembersihan biogas menggunakan larutan NaOH terhadap performa motor bensin 4-tak. Pengujian dilakukan pada motor bensin dengan variasi konsentrasi NaOH (0%, 10%, 20%, 30%) untuk pembersihan biogas. Parameter yang diukur meliputi RPM, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (KBBS), suhu gas buang, dan emisi gas (CO, CO₂, HC, O₂). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH optimal sebesar 20% dapat menurunkan kandungan CO₂ hingga 71,9% dengan peningkatan kemurnian CH₄ mencapai 87,76%. Performa motor dengan biogas terproses menunjukkan stabilitas putaran yang lebih baik, torsi meningkat 8-12%, dan emisi CO₂ turun 15-22% dibandingkan biogas tanpa pembersihan. Efisiensi konsumsi bahan bakar dengan biogas terproses mencapai 144,625 g/kW.jam, lebih efisien dibanding bensin premium. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk optimalisasi pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan.
Perancangan Model Turbin Air Dengan Sistem Sirkulasi Tertutup Muh Anhar; Yudhi Chandra Dwiaji
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/edzfhx92

Abstract

Masyarakat modern sangat lekat dengan kemajuan teknologi, dengan teknologi masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan energi, salah satu contoh adalah energi listrik hasil engolahan mesin konversi energi air dengan menggunakan turbin.Tujuan perancangan ini sebagai pemecahan masalah yang dihadapi pada daerah yang tidak ada aliran sungai ataupun air terjun untuk membuat turbin air dengan model sirkulasi tertutup. Adapun metodologi dalam perancangan ini adalah eksperimen yang di dukung oleh program autocad 2010.Dari hasil perancangan diperoleh daya turbin sebesar 1,56 watt dengan tandon sebagai patokan perancagan dan penggunaan pompa (positive displacement pump) sebagai alat pensirkulasi
Studi Komparasi Efisiensi Termal Motor Bakar Bensin dan Diesel dengan Variasi Laju Aliran Bahan Bakar dan Beban Kerja Yudhi Chandra Dwiaji; Muh Anhar
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1643

Abstract

Motor bakar masih menjadi sumber tenaga utama pada sektor transportasi dan industri kecil-menengah. Motor bensin (spark-ignition) dan motor diesel (compression-ignition) memiliki karakteristik efisiensi termal yang berbeda akibat perbedaan mekanisme pembakaran, rasio kompresi, dan sifat bahan bakar. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi termal motor bensin dan diesel melalui variasi laju aliran bahan bakar dan beban kerja guna menentukan kondisi operasi optimal serta kinerja efisiensi. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif pada engine test bench. Mesin bensin silinder tunggal dan mesin diesel silinder tunggal diuji dengan empat variasi laju aliran bahan bakar (0,8–2,2 kg/jam) dan beban kerja (25%, 50%, 75%, dan 100% torsi maksimum). Parameter yang diamati meliputi efisiensi termal brake, konsumsi bahan bakar spesifik, dan suhu gas buang. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi termal motor diesel berkisar antara 28,4% hingga 37,2% (rata-rata 33,1%), sedangkan motor bensin berkisar antara 22,1% hingga 29,5% (rata-rata 25,8%). Efisiensi tertinggi dicapai motor diesel pada laju aliran bahan bakar 1,5 kg/jam dan beban 75%. Variasi laju aliran bahan bakar dan beban kerja terbukti memengaruhi efisiensi termal secara signifikan, dengan motor diesel menunjukkan kinerja unggul pada kondisi beban sedang hingga tinggi. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam optimalisasi konsumsi bahan bakar dan pengembangan mesin pembakaran dalam yang lebih efisien.