Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Dampak Negatif Konsumsi Minuman BOBA Terhadap Kesehatan Di SMPN 16 Kota Jambi M.Dody Izhar; Ummi Kalsum; Rizalia Wardiah
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v4i1.23006

Abstract

Boba is a contemporary drink that is popular in Indonesia, especially among teenagers. Boba drinks contain high levels of sugar and calories, because they are part of the Sugar Sweetened Beverage (SSB) group or sweetened drinks that generally contain sweeteners in the form of high fructose corn syrup / HFCS (55% fructose, 45% glucose) or sucrose (50% fructose, 50% glucose). Therefore, socialization related to the dangers of boba consumption was carried out which aims to minimize the incidence of illness due to consumption of contemporary drinks at SMP N 16 Jambi City. The method used in this activity is educational counseling on the negative impact of boba drinks on 40 students at SMP Negeri 16 Jambi City. The result of this activity is that students know better that boba drinks contain high sugar and have risks to health such as digestive disorders, obesity, dental and oral health. This activity is known through evaluation with the question and answer method and the message chain game method. There were 2 monitoring and evaluation sessions in this community service activity, the first was a debriefing from the resource person asking 5 questions, then those who could answer regarding the dangers of boba drink were given a reward. And the second session made two game groups consisting of 4 students each. Then each representative was given a clue or sentence by the speaker, which would then be followed up by whispering it to the next student. Thus, monitoring and evaluation in PPM activities can be carried out properly, and all students are more aware of the dangers of drinking boba.Keywords : Dangers of Boba, Contemporary Drinking, Sugar Sweetened Beverage (SSB)
Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami Berhubungan dengan Keikutsertaan Ibu dalam Pemeriksaan IVA di Kota Jambi Tessa levy Marcely; M. Dody Izhar; Muhammad Syukri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.739 KB)

Abstract

Cakupan pemeriksaan IVA di Puskesmas Kebun Handil tergolong masih cukup rendah, dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami dan tingkat pendapatan dengan keikutsertaan WUS dalam Pemeriksaan IVA. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 150 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel yang diambil ialah pasangan usia subur. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-April 2021 dengan metode wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,000; PR=5,160; CI 95%=2,832-9,402) dan dukungan suami (p=0,000; PR=1,828; CI 95%=1,448-2,307) dengan keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA dan tidak hubungan yang signifikan pada variabel tingkat pendapatan (p=0,991; PR= 1,025; CI 95%=0,795-1,321) dengan keikutsertaanWUS dalam pemeriksaan IVA. Pengetahuan dan dukungan suamiberhubungandengankeikutsertaanWUSdalampemeriksaanIVA.
Smartphone Addiction dan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Siswa Avridayanty Christ Partiani Tondang; M. Dody Izhar; Marta Butar Butar; Fajar Akbar
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.615 KB)

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang berdampak bagi masalah kesehatan. Dari masalah kesehatan yang sederhana, hingga masalah kesehatan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara smartphone addiction dan stres dengan kejadian insomnia pada siswa kelas IX di SMP Negeri 8 Kota Bekasi 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 8 Kota Bekasi Tahun 2021 sebanyak 347 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan google form dan di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Sebanyak 63 (76,8%) responden mengalami insomnia. Sebagian besar responden mengalami smartphone addiction 71 (86,6%), dan mengalami stres sedang 64 (78,0%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara smartphone addiction dengan kejadian insomnia (p=0,116; PR=1,472; 95%CI=0,848-2,555), tidak ada hubungan stres sedang dengan kejadian insomnia (p=0,268; PR=0,333; 95%CI=0,395-28,108), dan tidak ada hubungan stres tinggi dengan kejadian insomnia (p=0,301; PR=4,000; 95%CI=0,288-55,471).
EDUKASI PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN DALAM UPAYA MEMUDAHKAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN (BPJS KESEHATAN) DI SMA N 11 KOTA JAMBI Rizalia Wardiah; M Dody Izhar; Marta Butar Butar; Minarni Minarni
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2023.4.1.25-31

Abstract

Masih terjadinya permasalahan aplikasi Mobile JKN terhadap antrian panjang masyarakat yang hendak menyelesaikan semua urusan BPJS kesehatan, menjadi hal yang perlu di evaluasi dengan solusi dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Oleh karena itu dengan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat memiliki tujuan memberikan edukasi mengenai penggunaan Aplikasi Mobile JKN. Metode yang dilakukan adalah edukasi dan pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilakukan di SMA 11 Kota Jambi sebanyak 40 orang. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa stakeholder sangat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang meningkat yaitu uji paired t-test, diketahui t-value = -15,750, df= 39 dan p-value= 0,0001.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Depresi pada Penderita Tuberkulosis Paru Kurnia Gusti Nanda Nanda; M. Ridwan; Helmi Suryani Nasution; M. Dody Izhar
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1245

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah yang ditimbulkan oleh meningkatnya prevalensi tuberkulosis di negara berkembang, khususnya Indonesia. Dibandingkan dengan populasi umum, pasien tuberkulosis lebih cenderung mengalami depresi. Karena resikonya yang tinggi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada penderita tuberkulosis. Metode penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 847 orang dan sampel yang dipilih secara random dengan metode Stratified Proportional Random Sampling sehingga mendapatkan sampel berjumlah 150 orang dengan instrumen kuesioner PHQ-9 (Patient Health Questionnare) yang telah teruji validitas dan reliabilitas oleh peneliti sebelumnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square, menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian diketahui sebagian besar penderita tuberkulosis yang mengalami depresi sebanyak 53,3% dan ada hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,002), pendidikan (p-value = 0,000) dan pendapatan (p-value = 0,048) dengan kejadian depresi pada penderita tuberkulosis. Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian depresi pada penderita tuberkulosis paru di Kota Jambi berhubungan signifikan dengan umur, pendidikan, dan pendapatan.
MULTIPHASIC SCREENING: CLINICAL SYMPTOMS AND MENTAL HEALTH PATIENT TUBERCULOSIS IN JAMBI CITY, INDONESIA: Multiphasic Screening: Gejala Klinis dan Kesehatan Mental Pasien Tuberkulosis di Kota Jambi, Indonesia M. Dody Izhar; Rizalia Wardiah; Usi Lanita; Herwansyah
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V11I32023.205-214

Abstract

Background: Multiphasic screening with GeneXpert MTB/RIF and PHQ-9 is a solution for achieving successful conversion of intensive phase sputum examination. Purpose: To determine the effectiveness and feasibility of multiphasic screening for clinical symptoms and mental health in patients using the Tuberculosis Directly Observed Therapy (TB-DOTS) strategy. Methods: This study used a survey approach with a one-sample multiple testing screening method on the case finding and mental health of patients with TB. This screening was carried out in two stages: Stage I, suspected TB screening, and Stage II, mental health screening of TB patients undergoing intensive treatment (two months). Samples were taken from 160 TB suspects who came to health centers in Jambi City from August 1 to October 1, 2022, using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using statistical software to determine the accuracy and feasibility of screening. Results: Sputum conversion (Smear [-]) was 97.78% and the prevalence of mental health problems in patients was 22.22%. Stage I screening (suspected TB [GeneXpert MTB/RIF]): cough >2 weeks sensitivity, 94.84%; PPV, 97.35%; and accuracy, 92.50%. Stage II screening (patient mental health [PHQ-9]) with a validity of 9 items in the range of 0.17-0.66; ICC (interclass correlation coefficient [ICC], 0.60-0.83; Cronbach's a coefficient, 0.88). Multiphasic yield screening is recommended to achieve a better treatment success rate. Conclusion: Early detection of cases and mental health problems of TB patients in the early phase of treatment is a solution for developing a TB-DOTS strategy at first-level health facilities.
Determinan Kejadian Hipertensi Primer Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tarutung Kab. Kerinci Arto, Jeki; Izhar, M. Dody; Butar Butar, Marta; Syukri, Muhammad
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v1i2.15

Abstract

Latar belakang: Pada 2025 diperkirakan kasus hipertensi meningkat menjadi 1,5 miliyar dengan 9,4 juta kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah responden adalah 170 orang yang dipilih dengan menggunakan stratified proportionate random sampling. Variabel independen penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, asupan garam, aktivitas fisik, obesitas dan kualitas tidur, sedangkan variabel dependennya adalah hipertensi. Data diambil melalui kuisioner, pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan α < 0,05. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur (p=0,000; PR=9,186; 95%CI 3,946-21,387), riwayat keluarga (p=0,000; PR=4,316; 95%CI 2,122-2,774), asupan garam (p=0,012; PR=2,522; 95%CI 1,272-5,001), obesitas (p=0,000; PR=4,480; 95%CI 2,208-9,092), dan kualitas tidur (p=0,013; PR=2,761; 95%CI 1,289-5,914). Sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,113; PR=1,946; 95%CI 0,921-4,109), merokok (p =0,836; PR=0,844; 95%CI 0,375-1,900) dan aktivitas fisik (p=0,188; PR sedang =0,471; 95%CI 0,194-1,142; PR ringan=1,089; 95%CI 0,477-2,485) bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi. Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah umur, riwayat keluarga dan obesitas. Disarankan bagi masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah dan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan hipertensi
HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DAN STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI: The Association between Lifestyle and Stress with Dyspepsia Syndrome in Students of the Public Health Sciences Study Program, Faculty of Medicine and Health Sciences of Jambi University Vania Julia Permatasari Putri; M. Dody Izhar; Sitanggang, Hendra Dhermawan
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v2i1.42

Abstract

Dyspepsia is a set of symptoms such as pain and discomfort in the upper abdomen. The prevalence of dyspepsia among students ranges from 16.86-66.6%. This study aims to determine the association between lifestyle and stress with dyspepsia syndrome in students of the Public Health Sciences Study Program, Faculty of Medicine and Health Sciences of Jambi University. This study used an observational analytic study design with cross sectional approach. The population of this study was all active students of the Public Health Sciences Study Program, Faculty of Medicine and Health Sciences of Jambi University class of 2017, 2018 and 2019, as many as 954 students with a total sample of 366 respondents. The sampling technique was done using proportionate stratified random sampling. Data were collected using google form and analyzed univariately and bivariately using chi square. A total of 197 (53,8%) respondents reported having dyspepsia. Most of the respondents have a good diet (50,8%), non-smokers (95,9%) and stress (74,6%). The statical test results showed that there was association between stress and dyspepsia syndrome (p=0,005;PR=1,425;95%CI=1,094-1,857). There were no association between dietary habits (p=0,583;PR=1,065; 95%CI=0,881-1,288) and smoking (p=0,451;PR=1,251;95%CI=0,863-1,813) on dyspepsia syndrome. Lifestyle improvements are needed to reduce the risk of dyspepsia syndrome in students.
Children Under 5 Years as Predicting Dengue Transmission in Kebumen District, Indonesia: Case Study Mapping Approaches Susanto, Nugroho; Izhar, M. Dody; Manangsang, Frans
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.03.02

Abstract

Background: Dengue disease is still a problem in the world. Factors affecting population main importance for dengue transmission. The dengue cases severity 34.40% in Indonesia, and the study area is an endemic dengue. The study aimed to determine factors causing dengue transmission in the Kebumen district, Central Java Province.Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted in 460 villages in Kebumen district, Central Java. The study was conducted in 2024 by taking dengue data from medical records in the period January 2023 to December 2023. The number of dengue cases during the study period was 395 cases that were diagnosed. The dependent variable is transmission zone. The status village transmission is a number of dengue cases> 2 cases in the village during the study based on medical records. The independent variables are children under 5 years, the incidence rate of dengue, the incidence rate area, the incidence rate density, and population age > 70 years (elderly). Data of dengue cases were obtained from medical record. The data were analyzed with an independent t-test, linear regression test, and survival test (Cox proportional hazards).Results: The incidence rate averaged 30.17 higher than the government standard, with 10 cases/ 100,000 population for each village, and was higher in March. The population, density, children under 5 years, elderly upper 70 years, incidence density, incidence case, incidence areas, and large no significant differences between village transmission and no transmission p≤0.050, and variable contributing to dengue transmission R2= 0.39 or 39.20%. The hazard time for infection (HR = 0.62; CI95%= 0.46 to 0.83).Conclusion: The zone is high risk for dengue transmission, 24.6% of the 460. The factors significantly related to dengue transmission in the village as population size, population density, children under 5 years, elderly upper 70 years, incidence density, incidence case, and incidence area contributing to dengue transmission, R2= 0.39. The main factor contributing to dengue transmission is incidence density, β= 69.95.
Determinants of Adolescent Resilience Levels in Surabaya City, East Java Province, Indonesia Rachmayanti, Riris Diana; Dewi, Fatwa Sari Tetra; Setiyawati, Diana; Izhar, M Dody; Ramani, Andrei
Kesmas Vol. 20, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessing adolescent resilience may provide valuable insights into adult resilience. This study aimed to analyze the relationship between determinants and adolescent resilience in Surabaya City. The participants of this cross-sectional study were 277 adolescents aged 12–19 years who were in senior high school. The outcome was the resilience levels. This study's findings indicated relationships between resilience levels and stress experience (p-value = 0.01), access to mental health information (p-value = 0.00), life satisfaction (p-value = 0.00), family harmony (p-value = 0.03), presence of adults to share (p-value = 0.04), feeling safe at home, school, and community (p-value = 0.00), perception of ideal body image (p-value = 0.03), and suicidal urges (p-value = 0.00). The multivariate analysis showed that a variable related to resilience was satisfaction with life (p-value = 0.04, 95% CI 1.07–24.22). Adolescents dissatisfied with their lives had a 5.09-fold greater risk of developing into established categories of resilience. Therefore, intervention efforts are necessary to increase adolescents’ resilience levels.