Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI IN-SILICO SENYAWA UMBI LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) SEBAGAI KANDIDAT ANTI INSOMNIA Noer Fauziah Rahman; Nurzadrina Wahyuddin; Marwati Marwati
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30048

Abstract

Insomnia adalah gangguan tidur yang umum dan tersebar luas yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko.Insomnia jangka panjang dapat menyebabkan masalah serius termasuk kecemasan, nyeri kronis, penyakitkardiovaskular, hingga gagal jantung. Pengobatan insomnia konvensional memberikan kemanjuran moderattetapi dapat menyebabkan berbagai efek samping termasuk sedasi, penambahan berat badan, keluhangastrointestinal, insomnia rebound dan efek samping lainnya. Penggunaan bahan alam dipercaya memilikiefek samping minimal sebagai pengobatan alternatif. Salah satu bahan alam yang dipercaya memiliki efeksebagai anti insomnia adalah lobak (Raphanus sativus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasisenyawa dari umbi lobak (Raphanus sativus L.) sebagai kandidat obat anti insomnia. Dilakukan penelusuransenyawa melalui studi docking in-silico menggunakan aplikasi AutoDock®. Hasil penambatan senyawa R.sativus menunjukkan semua senyawa dapat berinteraksi dengan sisi aktif reseptor GABA. Interaksi terbaikditunjukkan oleh senyawa 13, 14, dan 16, dengan nilai energi bebas ikatan -9.73, -9.38, dan -7.74 kkal/mol,sedangkan ligan alami diazepam memiliki nilai energi bebas ikatan -8.4 kkal/mol. Interaksi antar molekuldengan residu asam amino yang paling mirip dengan ligan alami adalah Tyr58, Val203, Tyr210, Tyr160, Phe100,Phe77, His102, Ser205. Dapat disimpulkan bahwa ketiga senyawa tersebut diprediksi berpotensi sebagai agenanti insomnia.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUKAN (Paederia Foetida L.) TERHADAP KADAR BLOOD UREA NITROGEN DAN KREATININ MENCIT (Mus Musculus) Suwahyuni Mus; Nurzadrina Wahyuddin; Sitti Rahimah; Elisabeth Melani
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30054

Abstract

Sembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Namunsebelum diolah menjadi bahan obat sangat penting untuk menguji keamanan daun sembukan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efek toksik pemberian ekstrak etanol daun sembukan terhadap kreatinin danBlood Urea Nitrogen pada mencit. Mencit yang digunakan sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompokyaitu kelompok I kontrol (aquades), dan 3 kelompok uji yang diberi ekstrak etanol daun sembukan dengandosis 500 mg/KgBB (kelompok II), 1000 mg/KgBB (kelompok III), dan 2000 mg/KgBB (kelompok IV) selama 14hari lalu diukur kadar Blood Urea Nitrogen dan kreatinin. Hasil penelitian menunjukkan kadar Blood UreaNitrogen dan kreatinin tertinggi terdapat pada kelompok IVdosis 2000 mg/KgBB yaitu sebesar 55.6 mg/L danKreatinin 0.52 mg/L. Nilai ini masih termasuk dalam rentang kadar normal sehingga dapat disimpulkan bahwapemberian ekstrak etanol daun sembukan pada dosis 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB dan 2000 mg/KgBB tidakmenyebabkan efek toksik pada ginjal mencit.
OPTIMIZATION OF ANTIOXIDANT ACTIVITY OF 96% ETHANOL EXTRACT OF Chromolaena odorata L. ABTS RADICAL PROPHYLACTIC Usman, Yuri Pratiwi Utami; Rahmah Mustarin; Imrawati; Nurzadrina Wahyuddin; Suhaera; Besse Yuliana
JURNAL KATALISATOR Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Katalisator Volume 9 No.1, April 2024
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v9i1.2817

Abstract

Choromolaena odorata L. is one of the plants used as an antioxidant. This research aims to determine the optimization of the antioxidant activity of 96% ethanol extract of C. odorata L. leaves using the ABTS method, a variety of drying techniques. Previous research has tested antioxidant activity using one drying technique, whereas this research uses a variety of drying techniques because the sample drying technique will affect its activity. Simplicia is obtained from various drying techniques. Then the simplicia was organoleptically tested and its water content was measured using the distillation method. The ethanol extract of Tacklean leaves was carried out using the maceration method using 96% ethanol solvent, then phytochemical screening was carried out using the TLC method and the antioxidant activity test of the ethanol extract of C. odorata L leaves was carried out using the ABTS method. The formation of the ABTS radical cation [2,2′-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) forms the basis of one of the spectrophotometric methods that has been applied to the measurement of total antioxidant activity of plants. The research results from the three drying techniques (50°C oven, direct sun drying, and air drying) showed organoleptic results in successive colors (brown, chocolate and dark green), while for shape and odor, namely dry leaves and a distinctive odor. The water content of simplicia ranges from 7.52-9.31%, soaked extract 8.4-10.3% and IC50 23.287-29.064 µg/mL and quarcetin as a comparison with IC50 2.292 µg/mL. Phytochemical screening results contain alkaloids, flavonoids, steroids and tannins. Oven drying at 50°C produced the greatest antioxidant activity with an IC50 value of 23.287 µg/mL which indicates very strong antioxidant power, although the antioxidant activity with a variety of drying techniques was all in the very strong category because it was <50 µg/mL.