Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Inisiasi Koperasi untuk Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal di Wilayah Perdesaan: Studi Kasus Kelompok Masyarakat Dawagung, Desa Mangunreja Tengku Ahmad Riza; Mochamad Teguh Kurniawan; Cindy Muhdiantini
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15803857

Abstract

Pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan penting untuk mengurangi kesenjangan sosial. Di Indonesia, UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Namun, daerah pedesaan seperti Kampung Kaum Selatan, Desa Mangunreja, masih menghadapi tantangan ekonomi. Untuk mengoptimalkan potensi lokal, pendampingan dan pembentukan koperasi menjadi strategi efektif. Koperasi dapat memberdayakan UMKM melalui kepemilikan kolektif dan pengambilan keputusan demokratis. Kelompok Masyarakat Dawagung (KMD) memiliki potensi besar seperti produksi pupuk cair dari kotoran walet, pelatihan kemasan gula semut, desain produk kaligrafi, dan budidaya lele gentong. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dalam mendirikan koperasi agar masyarakat dapat mengakses dukungan pengembangan ekonomi lokal. Program pengabdian masyarakat dari Fakultas Rekayasa Industri bertujuan memberikan dukungan menyeluruh bagi KMD untuk membentuk dan mengelola koperasi sebagai langkah strategis menuju kesejahteraan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Desa Mangunreja
ANALYSIS OF QUALITY OF SERVICE IN SOFTWARE DEFINED NETWORKS USING THE OPENDAYLIGHT CONTROLLER WITH PREPARE, PLAN, DESIGN, IMPLEMENT, OPERATE, OPTIMIZE METHOD Saputra, Dewaldi; Kurniawan, Mochamad Teguh; Fathinuddin, Muhammad
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6475

Abstract

The research presented in this paper analyzes QoS in SDN with an OpenDaylight controller through the Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize (PPDIOO) method, which analysis limited to the Design stage. The emulator in the simulation is utilizing Mininet, and the tree topologies are examined and tested for their relative QoS under normal and abnormal traffic, or during DDoS attacks, using Hping3. Under normal condtions with three hosts, the bandwidth remains at 99.8 Mbits/s, jitter 0.018ms, packet loss 0.143%, and throughput 95Mbit/s. Using seven hosts, the average bandwidth was 74.9 Mbit/s, with a jitter of 0.448 ms and a packet loss of 0.257%, for a throughput of 71.5 Mbit/s. With 13 hosts, the bandwidth drops to 41.7 Mbit/s, with jitter of 5,768 ms per packet. With one attacker, the band-width reduced to 526 Mbit/s, jitter to 0.021 ms, packet loss to 0.3%, and throughput to 490.7 Mbit/s. There was 63.9 Mbit/s bandwidth, 2563 ms jitter, 20% packet loss, and 59.4 Mbit/s throughput with three attackers. Seven attackers reduced the bandwidth to 11 Mbit/s, with jitter of 3814 ms, packet loss of 60%, and a throughput of 10.5 Mbit/s. In the event of 12 attackers, bandwidth dropped to 3.24 Mbit/s, jitter to 21,544 ms, packet loss to 80%, and throughput to 3.1 Mbps. Generally, QoS on SDN with OpenDaylight controller is significantly degraded during DDoS attacks; thus, an excellent management plan is required to maintain optimal QoS.
Analisis Komparatif Snort dan Suricata Sebagai Signature-Based Intrusion Detection System Muhammad Hafizh Kamil; Rd. Rohmat Saedudin; Mochamad Teguh Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya ancaman siber seperti serangan Denial of Service (DoS), penerapan Intrusion Detection System (IDS) menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan keamanan jaringan. Penelitian ini membahas perbandingan kinerja dua sistem deteksi intrusi berbasis signature, yaitu Snort dan Suricata, dalam mendeteksi serangan SYN Flood pada lingkungan jaringan simulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PPDIOO, yang mencakup tahapan dari perencanaan hingga pengoperasian sistem. Lingkungan pengujian dibangun menggunakan GNS3 dan Virtual Machine dengan sistem operasi Ubuntu dan Kali Linux. IDS dikonfigurasi dengan aturan khusus untuk mendeteksi paket SYN dari protokol TCP, dan pengujian dilakukan sebanyak lima kali dengan durasi 30 detik tiap pengujiannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Snort memiliki tingkat akurasi rata-rata 72%, sementara Suricata berada pada 65%. Snort unggul dalam empat dari lima pengujian dan menunjukkan akurasi tertinggi sebesar 83%. Perbedaan performa ini menunjukkan bahwa Snort lebih unggul dalam hal konsistensi dan akurasi deteksi serangan dibandingkan Suricata. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memilih IDS yang tepat untuk kebutuhan jaringan organisasi. Kata kunci— Keamanan Jaringan, IDS, LAN, Suricata, Snort, GNS3
Analisis Penggunaan Rate Limiting Untuk Mengurangi Dampak Serangan Icmp Flood Pada Software-Defined Network Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin; Rafif Rasalhague
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Software-Defined Network (SDN) memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan lalu lintas data melalui kontrol terpusat, namun juga memunculkan tantangan keamanan baru, seperti serangan Internet Control Message Protocol (ICMP) Flood. Penelitian ini menganalisis penerapan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk mendeteksi lalu lintas anomali, serta teknik rate limiting sebagai mitigasi terhadap serangan ICMP Flood pada SDN berbasis POX Controller. Simulasi dilakukan di Mininet dengan lima skenario (dua penyerang tanpa mitigasi, tiga hingga lima penyerang dengan mitigasi), mengirim hingga 100.000 paket ICMP berukuran 5.000 byte dengan interval 1–2,5 ms. Parameter yang diuji mencakup packet length, ICMP count, packet loss, dan round-trip time (RTT). Tanpa mitigasi, durasi gangguan mencapai 1.323 detik dan false positive (FP) sebanyak 23.134, menunjukkan kegagalan dalam membedakan traffic sah dari flood. Dengan mitigasi, lonjakan delay berkurang menjadi 45–94 detik dan FP turun ke kisaran 1.396–2.589. Selain itu, packet loss tetap di bawah 72%, dan akurasi deteksi SVM mencapai 93,48%–95,82%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi SVM dan rate limiting efektif menekan dampak serangan tanpa mengganggu lalu lintas normal, menjaga kestabilan jalur komunikasi meskipun berada di bawah tekanan flood. Kata kunci— Software-Defined Network, ICMP Flood, DDoS, POX Controller, Rate Limiting, Keamanan Jaringan
Implementasi dan Analisis Mitigasi serangan DDoS UDP Flood pada Software Defined Network dengan Ryu Controller menggunakan Rate Limiting Muhammad Farhan Guslim; Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan DDoS jenis UDP Flood merupakan ancaman serius bagi arsitektur Software Defined Networking (SDN) karena sifat pengelolaannya yang terpusat, menjadikannya rentan terhadap serangan. Penelitian ini mengembangkan sistem mitigasi serangan UDP Flood dengan menggabungkan metode Rate Limiting pada Ryu Controller dan deteksi berbasis Support Vector Machine (SVM). Simulasi dilakukan pada topologi tree di Mininet. Hasil evaluasi menggunakan confusion matrix menunjukkan akurasi deteksi rata-rata sebesar 87,62% dengan 0% false positive. Akurasi mencapai 90% pada dua penyerang dan menurun menjadi 82% pada tujuh penyerang. Pada sisi pemulihan, ditemukan pola koneksi normal → unreachable → normal yang berulang, akibat aktivasi mitigasi. Rata-rata waktu pemulihan koneksi normal adalah 5,19 menit (2 penyerang), 2,30 menit (3 penyerang), 2,00 menit (5 penyerang), dan 1,48 menit (7 penyerang), namun dapat melebihi 15 menit pada kondisi ekstrem. Trafik normal baru pulih sepenuhnya setelah seluruh serangan dimatikan dan tidak ada lalu lintas mencurigakan. Sistem juga dilengkapi dashboard visual untuk pemantauan serangan dan mitigasi secara real-time. Kata kunci— SDN, DDoS, UDP Flood, Ryu Controller, Rate Limiting, SVM
Implementasi dan Analisis Mitigasi Serangan Distributed Denial of Service SYN Flood pada Software Defined Network Menggunakan Rate Limiting Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin; Evandani Giantino Rafif
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Software Defined Network (SDN) memisahkan control plane dan data plane, menjadikan kontroler sebagai pusat pengendali sekaligus titik rawan serangan. Serangan DDoS jenis SYN Flood dapat membanjiri kontroler dengan koneksi palsu, menguras sumber daya, dan menghentikan pemrosesan paket normal. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dan mitigasi berbasis Support Vector Machine (SVM) dan rate limiting dengan algoritma token bucket. Model SVM dilatih menggunakan dataset publik dengan skema train-validation-test dan optimasi hyperparameter menggunakan Optuna, menghasilkan akurasi 96,64%. Sistem diuji pada 23 skenario serangan, masing-masing 4 kali, mencakup IP statis, acak, dan kombinasi. Rata-rata false negative tercatat hanya 1,2–1,5 paket per trial, dengan mitigasi serangan mencapai 98–99%. Paket normal berhasil dikirim tanpa kehilangan pada 83 dari 92 trial, dan sisanya hanya mencatat packet loss sebesar 0,83%. Sistem dilengkapi Prometheus, Grafana, dan notifikasi Telegram, memungkinkan pemantauan kontroler secara pasif. Hasil menunjukkan sistem mampu menjaga layanan SDN secara otomatis, efisien, dan tangguh saat menghadapi serangan SYN Flood Kata kunci— Software Defined Network, SYN Flood, Rate Limiting, Support Vector Machine
Implementasi ISO 27001:2022 sebagai Kerangka Manajemen Keamanan Informasi untuk Meningkatkan Kepatuhan Regulasi di PT XYZ David Tri Wijayanto; Rd. Rohmat Saedudin; Mochamad Teguh Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan financial technology (fintech) seperti PT XYZ menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga keamanan informasi akibat tingginya ketergantungan terhadap sistem digital dan tuntutan regulasi dari UU ITE, PP PSTE, serta peraturan OJK dan Bank Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022 guna meningkatkan pengelolaan keamanan informasi dan kepatuhan regulasi. Pendekatan yang digunakan adalah siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan metode kualitatif pada divisi IT Security & Operation, IT & Network, serta IT Planning & Development. Hasil studi menunjukkan bahwa dari 93 kontrol pada Annex A ISO/IEC 27001:2022, sebanyak 76 kontrol telah diterapkan, sedangkan 17 kontrol lainnya belum diimplementasikan, sehingga tingkat kesiapan mencapai 82%. Penelitian ini menghasilkan dokumen Statement of Applicability (SoA) yang mencakup status implementasi serta justifikasi kontrol, dan juga merekomendasikan perbaikan strategis dalam pengelolaan keamanan informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi ISO 27001:2022 dapat memperkuat ketahanan sistem, menjaga integritas data, serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap layanan digital PT XYZ. Kata kunci—ISO 27001:2022, keamanan informasi, regulasi, SOA, manajemen risiko, fintech
Cybersecurity Policies Differences in Indonesia: A Systematic Literature Review of Public and Private Sector Rambe, Rahmat; Kurniawan, Mochamad Teguh
Elkawnie Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v12i1.31730

Abstract

Abstract: Rapid digital transformation has increased the reliance of various sectors on information technology, while simultaneously giving rise to increasingly complex cybersecurity risks. Threats such as malware, ransomware, and attacks on critical infrastructure not only result in economic losses but can also disrupt national stability and undermine public trust. In this context, both the public and private sectors play crucial roles through their implemented cybersecurity policies. The public sector, represented by institutions such as the National Cyber and Crypto Agency (BSSN), has a primary mandate to safeguard public interests and national resilience through a top-down approach based on formal regulations. Meanwhile, the private sector is more driven by market demands, the need for innovation, and efforts to maintain customer trust. Therefore, its cybersecurity policies tend to be adaptive, adopting international standards such as ISO/IEC 27001 or the NIST Cybersecurity Framework. This study uses a descriptive-qualitative method with a Systematic Literature Review (SLR) approach to identify, evaluate, and synthesize findings from scientific journals, national policy documents, and recent cybersecurity reports. The results reveal fundamental differences in motivation, governance, and risk mitigation strategies between the public and private sectors in Indonesia. The public sector places greater emphasis on legal compliance and protecting vital infrastructure, while the private sector focuses more on speed of response and protecting business reputation. However, both sectors face similar challenges, such as limited cybersecurity expertise, technology adoption gaps, and weak cross-institutional coordination. This study recommends strengthening public-private collaboration through strategic partnerships to comprehensively and sustainably enhance national cybersecurity resilience. Abstrak: Percepatan transformasi digital meningkatkan ketergantungan berbagai sektor pada teknologi informasi sekaligus memperluas kompleksitas risiko siber. Ancaman seperti malware, ransomware, dan serangan terhadap infrastruktur kritis tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam stabilitas negara serta kepercayaan publik. Dalam situasi ini, sektor publik dan swasta berperan penting melalui kebijakan keamanan siber. Sektor publik, melalui lembaga seperti Badan Siber dan Sandi Negara, bertugas melindungi kepentingan masyarakat dan ketahanan nasional dengan pendekatan top-down berbasis regulasi. Sebaliknya, sektor swasta didorong oleh kebutuhan pasar, inovasi, dan kepercayaan pelanggan sehingga kebijakannya lebih adaptif dengan standar internasional seperti ISO/IEC 27001 dan NIST Framework. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan SLR untuk menelaah dan mensintesis temuan dari jurnal, dokumen kebijakan, dan laporan terbaru. Hasil menunjukkan perbedaan mendasar pada motivasi, tata kelola, dan mitigasi risiko di Indonesia: sektor publik menitikberatkan kepatuhan hukum serta perlindungan infrastruktur vital, sedangkan sektor swasta pada respons cepat dan reputasi bisnis. Meski demikian, keduanya menghadapi kendala serupa berupa keterbatasan ahli, kesenjangan teknologi, dan lemahnya koordinasi. Studi ini merekomendasikan penguatan kemitraan publik-swasta guna memperkuat ketahanan siber nasional secara berkelanjutan.
Strategies for Human Resources Information System Management with Work Unit-Based Performance Management Ridwan Setiadi; Muharman Lubis; Mochamad Teguh Kurniawan
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 12 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i12.52567

Abstract

Effective human resource management (HRM) is crucial for enhancing organizational performance, especially in the digital transformation era. Many Indonesian institutions still use uniform administrative performance management systems without considering the specific functions and tasks of work units. This research aims to design an HRIS management strategy with work unit-based performance management to improve fairness, transparency, and employee motivation. A qualitative case study was conducted at University XYZ in West Java, focusing on non-teaching staff in one faculty. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants, document analysis, and direct observation. Thematic analysis identified three main problems: (1) uniform performance assessments that do not accommodate work unit task diversity, (2) low integration of IT and performance assessment systems, and (3) lack of objectivity and transparency in the evaluation process. Based on these findings, the research proposes an HRIS design with a work unit-specific KPI module, real-time performance monitoring dashboard, automated evaluation workflow, and transparent reporting system. The system architecture follows a three-tier model: presentation layer, application layer, and data layer. The implementation of this HRIS is expected to improve performance assessment accuracy by 35%, reduce administrative time by 40%, and increase employee satisfaction with the evaluation system by 50%. This research contributes to HRM literature, especially in integrating information systems with contextual performance management, and offers guidelines for designing fairer and more effective performance assessment systems in higher education.
Increasing the Turnover of MSMEs in Healthy Beverages Through Digital Marketing Strategies: A Case Study of Shuguci and WHF MSMEs Dr. Mochamad Teguh Kurniawan, ST., MT; Samia Fadilah
SITEKNIK: Sistem Informasi, Teknik dan Teknologi Terapan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15537420

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of applying Digital Marketing strategies in increasing the revenue and brand awareness of the Healthy Beverage MSMEs, Shuguci and WHF. The method used is qualitative with a case study approach, where data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of the MSMEs' digital marketing activities.The results show that after the mentoring program, the MSMEs' revenue increased by 50%, accompanied by improved understanding among owners and employees regarding digital marketing strategies. They are now more adept at using hashtags, determining optimal posting times, segmenting markets, and utilizing trending music in digital content. Additionally, customer interaction significantly improved, as indicated by the growing number of customers reaching out via direct messages during promotions and actively participating in live sessions on social media. The referral program offering discounts to customers who recommended the products also proved effective in increasing the number of new customers. It can be concluded that implementing Digital Marketing strategies can be an effective solution for MSMEs to increase their revenue and brand awarene