Claim Missing Document
Check
Articles

Found 46 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Kebutuhan Layanan Indihome Pt Telekomunikasi Indonesia Sto Tegalega Menggunakan Integrasi Service Quality Dan Model Kano Rahmad Perdana Harianja; Husni Amani; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indihome adalah produk yang terdiri berbagai jenis produk dalam satu paket yang membantu konsumen untuk memutar tayangan televisi yang terlewatkan 7 hari yang lalu. Dalam rangka memberikan pelayanan dan jasa yang terbaik untuk konsumen, Indihome tidak bisa hanya berfokus untuk mengembangkan produknya saja tetapi perusahaan juga harus memperhatikan pelayanan yang diberikan agar menimbulkan kepuasan terhadap produk dan layanan yang telah diberikan. Berdasarkan hasil in depth interview yang dilakukan oleh penulis, diperoleh keluhan pada layanan Indihome yang menunjukkan ketidakpuasan pelanggan terhadap layaanan Indihome. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan perbaikan kualitas layanan Indihome menggunakan integrasi Metode Servqual dan Model Kano. terdapat 20 atribut kebutuhan konsumen yang didapatkan berdasarkan Voice of Customer (VoC). Atribut kebutuhan digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan, tingkat kenyataan, dan tingkat harapan layanan Indihome lalu mengklasifikasikan atribut kebutuhan berdasarkan dimensi Servqual dan Model Kano dan menentukan atribut kebutuhan yang dijadikan sebagai True Customer Needs. Berdasarkan hasil pengolahan Kuesioner Servqual didapatkan 8 atribut kuat dan 12 atribut lemah. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data yang berisi atribut kebutuhan yang diprioritaskan dan dikembangkan sebagai True Customer Needs. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, Indihome, Servqual, Model Kano, Integrasi Servqual dan Model Kano. ABSTRACT Indihome is a product that consists of various types of products in one package that helps consumers to play a television show missed 7 days ago. In order to provide the best services and services to consumers, Indihome can not only focus on developing its products alone but the company must also pay attention to the services provided in order to give satisfaction to the products and services that have been given. Based on the results of in depth interview conducted by the author, obtained a complaint on service Indihome which shows customer dissatisfaction with Indihome layaanan. Therefore, in this research, Indihome service quality improvement is done using integration of Servqual Method and Kano Model. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 6492there are 20 attributes of consumer needs obtained based on Voice of Customer (VoC). The needs attribute is used to measure the level of importance, the level of reality, and the expectation level of the Indihome service and then classify the needs attributes based on the Servqual and Kano Model dimensions and determine the attribute needs that serve as True Customer Needs. Based on the results of Servqual Questionnaire processing found 8 strong attributes and 12 weak attributes. Recommendations are formulated based on the results of data processing containing priority needs attributes and developed as True Customer Needs. Keywords : R Analysis, Indihome, Servqual, Kano Model, Integration Servqual and Kano
Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran Brownies Kukus Rasa Cokelat Brownies Vannisa Menggunakan Metode Benchmarking Reza Fajrul Rahmadi; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Usaha Kecil Menengah (UKM) Brownies Vannisa memproduksi brownies kukus dimana salah satu produk yang memiliki penjualan paling tinggi yaitu brownies kukus rasa cokelat (original). Produk brownies kukus rasa cokelat ini sangat digemari dibandingkan dengan brownies kukus lainnya. UKM Brownies Vannisa memiliki target untuk meningkatkan penjualan, namun UKM Brownies Vannisa memiliki keterbatasan pengetahuan dalam mempromosikan produk brownies kukus yang dimilikinya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan perbaikan komunikasi pemasaran yang tepat untuk UKM Brownies Vannisa agar dapat memberikan informasi kepada target pasar, menarik minat pembeli dan dikenal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode benchmarking terhadap UKM lain yang memiliki produk sejenis, dan telah sukses dipasaran. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan wawancara mendalam dan observasi, serta memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan melalui berbagai publikasi ilmiah, buku, dan literatur. Berdasarkan hasil analisis gap, dapat dirumuskan bahwa rekomendasi program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan oleh UKM Brownies Vannisa adalah penggunaan spanduk, optimalisasi penggunaan media sosial Facebook, Twitter, Instagram dan menjadi partner GO-FOOD untuk memperluas jangkauan pemasaran. Rekomendasi selanjutnya adalah pemberian potongan harga dan paket harga untuk mendorong konsumen dalam melakukan pembelian dan mengikuti kegiatan bazaar guna menjangkau pasar dalam jumlah yang cukup besar. Kata kunci: UKM Brownies Vannisa, komunikasi pemasaran, benchmarking
Perancangan Peningkatan Kualitas Layanan Wifi Flashzone Seamless Menggunakan Metode Quality Function Deployment(qfd) Ibnu Junaresi Falah; Husni Amani; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Akses internet saat ini sudah menjadi kebutuhan hampir setiap orang. Dengan meningkatnya jumlah pengguna jaringan seluler, maka operator seluler berlomba- lomba untuk terus meningkatkan teknologi mereka yang bertujuan untuk memberikan layanan baru dan memfasilitasi semua pelanggan.Wifi flashzone seamless merupakan sebuah teknologi terbaru yang memanfaatkan koneksi wifi Telkom sebagai jaringan seluler tambahan untuk mempercepat data seluler telkomsel. Wifi ini digunakan dengan tujuan memberikan koneksi jaringan internet dengan kecepatan tinggi dan stabil sehingga memberikan kepuasan kepada pelanggan ketika menggunakan paket data. Namun, layanan Wifi flashzone seamless menghadapi permasalahan dengan jumlah pelanggan yang tak kunjung mencapai target yang telah ditentukan oleh pihak internal Telkomsel. Jumlah pelanggan layanan Wifi flashzone seamless tidak mengalami kenaikann bahkan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pengembangan peningkatan kualitas layanan berdasarkan dua belas true customer needs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama adalah QFD iterasi satu, yaitu House of Quality untuk menentukan prioritas karakteristik teknis. Tahap kedua adalah pengembangan konsep untuk membuat beberapa konsep alternatif yang akan dipilih oleh Telkomsel untuk dikembangkan. Tahap terakhir adalah QFD iterasi dua, yaitu Part Deployment yang bertujuan untuk menentukan prioritas critical part. Hasil dari penelitian ini adalah tujuh karakteristik teknis prioritas dan sembilan critical part prioritas yang menghasilkan sebelas rekomendasi akhir. Kata kunci : Quality Function Deployment, True Customer Needs, House of Quality, Part Deployment, Wifi flashzone seamless Abstract Internet access today has become almost everyone's need. With the growing number of mobile network users, mobile operators are competing to continue improving their technology aimed at delivering new services and facilitating all customers. Wifi flashzone seamless is a new technology that utilizes Telkom's wifi connection as an additional cellular network to accelerate cellular data of Telkomsel . Wifi is used with the aim of providing internet connection network with high speed and stable so as to provide satisfaction to customers when using data packets. However, Wifi flashzone seamless service faces problems with the number of customers who never reach the target set by Telkomsel's internal party. The number of customers Wifi flashzone seamless service did not increase even decreased. This study aims to provide recommendations on improving the quality of service based on twelve true customer needs. The method used in this research is Quality Function Deployment (QFD). QFD method is done with three stages. The first stage is QFD iteration one, namely House of Quality to determine the priority of technical characteristics. The second stage is the development of the concept to create some alternative concepts to be ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 6834 chosen by Telkomsel to be developed. The last stage is QFD iteration of two, namely Part Deployment which aims to determine the priority of critical part. The results of this study are seven priority technical characteristics and nine critical priority parts that result in eleven final recommendations. Keywords: Quality Function Deployment, True Customer Needs, House of Quality, Part Deployment, Wifi flashzone seamless
Analisis Kebutuhan Produk Brownies Zebra Di Vannisa Brownies Dengan Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Qisthi Mahran Harahap; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu pengembangan unit usaha yang sedang menjadi fokus pemerintah Jawa Barat, karena keberadaan UKM dapat menjadi solusi utama pemerintahan Jawa Barat dalam mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Barat. Salah satu UKM yang bergerak pada bidang kuliner khususnya pastry adalah Vanissa Brownies. Vanissa Brownies merupakan salah satu pelaku bisnis pastry yang mengeluarkan produk Brownies Zebra. Vanissa Brownies harus mampu mengetahui dan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan agar dapat bertahan di pasar bisnis kuliner khususnya di bidang pastry. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk Brownies Zebra di Vannisa Brownies menggunakan integrasi Product Quality dan model Kano dengan menentukan atribut kebutuhan pelanggan terhadap produk Brownies Zebra. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi 20 atribut kebutuhan produk Brownies Zebra yang digunakan untuk mengukur kinerja existing perusahaan dan mengategorikan atribut kebutuhan. Setelah itu, ditentukan atribut kebutuhan yang perlu diprioritaskan dalam pengembangan produk Brownies Zebra di Vannisa Brownies. Kata kunci: Brownies Vannisa, Analisis Kebutuhan, Product Quality, Model Kano.
Analisis Kebutuhan Layanan Website E-commerce Pada Dkantin.com Menggunakan Integrasi E-service Quality Dan Model Kano Putri Aprilia; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DKantin.com merupakan salah satu perusahaan e-commerce di Kota Bandung, yang menyediakan layanan pesan antar makanan secara online. DKantin.com memasarkan layanan pesan antar makanannya melalui website. Berdasarkan hasil survei pendahuluan diperoleh keluhan pada website DKantin.com yang menunjukkan ketidakpuasan konsumen terhadap website. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan kualitas layanan website DKantin.com. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen DKantin.com sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan website dengan menggunakan integrase E-Servqual dan Model Kano. Terdapat 22 atribut kebutuhan konsumen yand didapatkan berdasarkan voice of customer. Atribut kebutuhan digunakan untuk mengukur tingkat kepentinga, tingkat kepuasan, dan tingkat harapan layanan website, mengklasifikasikan atribut kebutuhan berdasarkan dimensi E-Servqual dan Model Kano dan menentukan atribut kebutuhan yang dijadikan sebagai True Customer Needs. Berdasarkan hasil pengolahan E-Servqual didapatkan 11 atribut kuat dan 11 atribut lemah. Sedangkan berdasarkan klasifikasi Model Kano diperoleh 11 atribut yang diprioritaskan dan 2 atribut yang perlu dikembangkan. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data yang berisi atribut kebutuhan yang diprioritaskan dan dikembangkan sebagai True Customer Needs. True Customer Needs yang diperoleh adalah website dirancang dengan perpaduan warna yang menarik, penggunaan ukuran dan jenis huruf yang mudah dibaca pada website Dkantin.com, kesesuaian tampilan website dengan tema tertentu (ramadhan, natal, nyepi), kesesuaian antara gambar makanan dengan produk asli, ketepatan waktu pengiriman pesanan ke konsumen sesuai, tombol navigasi pada website berfungsi dengan baik, ketersediaan pilihan contact center pada website, tampilan kategori menu tersusun dengan baik, registrasi dapat terhubung langsung dengan facebook atau twitter, deskripsi mengenai makanan tersedia pada website, website DKantin.com terbebas dari virus. Kata kunci : E-Commerce, Website, E-Servqual, Model Kano, Integrasi E-Servqual dan Model Kano.
Usulan Perbaikan Komunikasi Pemasaran Pada Humeera Hijab Dengan Menggunakan Metode Benchmarking Dan Tool Analytical Hierarchy Process Anggia Ghassani; Husni Amani; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Humera Hijab merupakan salah satu home industry yang bergerak di bidang produksi hijab/jilbab yang berdiri pada tahun 2015 di Bandung. Humeera Hijab adalah brand hijab dengan harga yang ekonomis dan mempunyai kualitas yang baik. Masalah pada Humeera Hijab yaitu penjualan Humeera Hijab yang jauh di bawah target penjualan dan paling sedikit bila dibandingkan dengan brand kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi program komunikasi pemasaran bagi Humeera Hijab untuk meningkatkan penjualannya dan membentuk kesadaran mereknya. Perancangan program komunikasi pemasaran tersebut menggunakan metode benchmarking dan menggunakan Analytical Hierarchy Process untuk memilih partner benchmark-nya beserta dengan bauran komunikasi pemasarannya. Pada penelitian ini disusun kriteria AHP yang dibentuk dari bauran komunikasi pemasaran. Alternatif partner benchmark yang digunakan dalam AHP merupakan pesaing dari Humeera Hijab karena penelitian ini menggunakan competitive benchmarking. Rekomendasi program komunikasi pemasaran dari penelitian ini adalah dengan menerapkan copywriting yang sesuai, menambah jumlah alternatif promosi yang digunakan (free shipping), memberikan diskon pada hari-hari besar tertentu, membuat blog, mengevaluasi dan menerapkan e-marketplace yang akan digunakan, membuat website, mengikuti expo dengan skala daerah/regional dan menjadi sponsor acara, membuat rencana untuk menambah dan menentukan frekuensi posting, menerapkan endorsement, dan membuat store atau bekerjasama dengan store yang menjual produk yang sama. Kata kunci: Analytical Hierarchy Process, Benchmarking, Hijab, Program Komunikasi Pemasaran, UKM. Abstract Humera Hijab is one of the home industry engaged in the production of hijab/veil that stands in 2015 in Bandung. Humeera Hijab hijab with brand is an economical price and good quality. Problem on Humeera sales Humeera i.e. Hijab Hijab which is far below the target of selling and least when compared to its competitors brand. This research aims to formulate recommendations for Humeera marketing communications program to increase sales and Hijab forming the consciousness of its brand. The design of the marketing communication programs using the method of benchmarking and using Analytical Hierarchy Process to select his benchmark partner along with her marketing communication mix. Research on the AHP of criteria was developed which was formed from the marketing communication mix. Associate alternative benchmark used in the AHP is a competitor of this study because of the Hijab Humeera using competitive benchmarking. Marketing communications program recommendations from this research is by applying the appropriate copywriting, increase the number of alternative promotion used (free shipping), provide discounts on certain holidays, make a blog, evaluate and implement an e-marketplace that will be used, create a website, follow the expo with the scale area/regional and become a sponsor of the event, making plans to add and determine the frequency of posting, applying the endorsement, and create a store or in collaboration with the store selling the same products. Key words: Analytical Hierarchy Process, Benchmarking, Hijab, Marketing Communications Program, SMES
Preferensi Konsumen Dalam Menggunakan Layanan Website Bukalapak Dengan Metode Conjoint Arrazzaq Bardo Batavio; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di Indonesia, terlihat dengan adanya internet berdampak bagi perkembangan teknologi informasi di lingkungan masyarakat, salah satunya adalah E-commerce (electronic commerce) atau biasa disebut sebagai aktivitas belanja yang dilakukan secara online, e-commerce adalah salah satu pemanfaatan teknologi internet yang dilakukan oleh masyarakat. Dengan e-commerce, masyarakat dapat melakukan pembelian ataupun penjualan sesuai dengan keinginannya. Bukalapak salah satu perusahaan di Indonesia yang berdiri sebagai perusahaan e-commerce yang menawarkan masyarakat untuk bisa melakukan pembelian maupun penjualan di websitenya secara gratis. Bukalapak memiliki para pesaing untuk terus bersaing didalam dunia e-comerce di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen dalam menggunakan layanan situs Bukalapak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dan eksploratif, dengan menggunakan teknik purposive sampling yang ditujukan khusus kepada masyarakat Kota Bandung yang pernah melakukan kegiatan belanja online di Bukalapak sebagai kriteria responden dalam penelitian ini, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden di Kota Bandung. Analisis data yang digunakan adalah conjoint analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keseluruhan responden menjadikan atribut metode pembayaran sebagai preferensi utama dalam menggunakan layanan situs Bukalapak, lalu diikuti oleh atribut tampilan website, produk dan fitur. Kata kunci: Conjoint analysis, E-commerce, Layanan, dan Preferensi.
Analisis Tanggapan Kepercayaan Pelanggan Dalam Berbelanja Di E-commerce Perusahaan D'kantin Di Telkom University Larasati Martaningtyas Utami; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis tentang kepercayaan pelanggan dalam berbelanja di website e-commerce D’Kantin. Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat , manusia bisa dengan mudah mengakses dan mendapatkan semua informasi apapun lewat gadget yang dimilikinya, tak terkecuali dunia bisnis. Pengguna internet pun semakin meningkat setiap tahunnya, ini juga dijadikan sebagai ladang untuk para pebisnis untuk membuka usaha dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menjual belikan jasa atau barang yang diperjualkan. Dengan munculnya e-commerce pada jaman sekarang ini, ternyata memiliki banyak keuntungan bagi konsumen. D’kantin merupakan perusahaan e-commerce pertama di Telkom University yang menggunakan konsep pembelian makanan lewat website dengan tujuan untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam melakukan pemesanan makanan.disini D’kantin tidak membuat makanan yang ditawarkan, naun hanya menjadi perantara dalam pembelian makanan. Jenis makanan yang dijual pun beragam mulai dari fast food seperti kfc dan mcd, hingga warung makan kecil yang berada di sekitar Telkom University. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan penilaian menggunakan skor ideal. dengan menggunakan variabel ability, integrity, benevolence dengan trust, dan custumer behavior. Sampel yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebanyak 110 responden .Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah para pelanggan tidak merasakan adanya layanan yang ada pada pihak D’Kantin. Hal itu menyebabkan juga kepercayan pelanggan pada berbelanja di D’Kantin rendah, dan sikap berbelanja pelanggan rendah. Kata kunci : pengaruh kepercayaan, e-commerce, perilaku konsumen
Efektivitas Iklan Bukalapak Di Youtube Dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Kiyeng Pamungkas Bondo Sapolo; Husni Amani; Maria Dellarosawati
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet sudah semakin berkembang dan telah menjadi salah satu media yang digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satu contoh dari kegunaan teknologi yang memanfaatkan internet adalah perdagangan elektronik atau biasa disebut e-commerce. Pada tahun 2016, Alexa.com. Menyatakan bahwa terdapat 10 situs e-commerce yang sering dikunjungi oleh orang – orang Indonesia. Hasil dari perhitungan tersebut didapatkan bahwa Bukalapak merupakan situs e-commerce yang paling sering dikunjungi. Bukalapak pada bulan Agustus 2016 mengeluarkan iklan yang digunakan sebagai promosi yang digunakan untuk menarik perhatian pembeli maupun calon pembelinya. Namun setelah iklan itu di keluarkan terjadi penurunan terhadap kunjungan pelanggan ke situs bukalapak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas iklan bukalapak dengan judul “Jadilah Pahlawan Untuk Satu Juta UKM di Bukalapak” di youtube dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan EPIC Model sebagai metode perhitungan efektivitas dan Regresi Linear Berganda sebagai metode untuk mengetahui pengaruh dari dimensi EPIC terhadap keputusan pembelian. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa iklan bukalapak dinilai efektif dengan nilai 3,001, dan juga dimensi EPIC mempengaruhi keputusan pembelian secara simultan, sedangkan untuk dimensi Persuasion mempengaruhi keputusan pembelian baik secara simultan dan juga parsial. Dimensi EPIC mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 45,9%, sedangkan sisanya 54.1% dipengaruhi oleh variabel diluar variabel penelitian. Kata Kunci: Efektivitas Iklan, EPIC Model, dan Keputusan Pembelian
Usulan Kebutuhan Layanan Website Pada Zest Hotel Dengan Menggunakan E-service Quality Dan Metode Kano Muhammad Noor Fazri; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Zest hotel merupakan perusahaan hotel berbintang tiga yang memiliki fasilitas, seperti kamar, meeting room, restoran, pusat bisnis, parkir mobil, dan meja concierge. Zest hotel memiliki arti yaitu hotel yang menawarkan keamanan dan kebersihan kamar dengan harga terjangkau. Pada peneliltian ini dilakukan wawancara kepada pengguna layanan Zest hotel, terdapat beberapa keluhan serta ketidakpuasan pelanggan terhadap layanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan analisis mengenai kebutuhan pelanggan yang mengunjungi website untuk dijadikan rekomendasi perbaikan bagi perusahaan. Terdapat 25 atribut kebutuhan pelanggan yang dikelompokan menjadi 6 dimensi berdasarkan Voice of Customer (VoC) yang didukung oleh penelitian terdahulu. Pada penelitian ini digunakan metode E-Service Quality untuk menentukan atribut lemah dan atribut kuat. Kemudian dilakukan pula penelitian Model Kano untuk mengkategorikan atribut must-be (M), one dimensional (O), attractive (A), indifferent (I), dan reserve (R). Integtasi Metode E - Service Quality dan Model Kano menunjukkan tindakan yang perlu dilakukan perusahaan, yakni pengembangan, pertahanan, dan peningkatan. Berdasarkan hasil pengolahan data dari 100 responden, didapatkan 14 atribut kuat, 11 atribut lemah, 3 atribut kategori must-be, 2 atribut kategori one dimensional, 17 atribut kategori attractive, dan 3 atribut kategori indiffirent. Integrasi Metode E-Service Quality dan Model Kano menghasilkan True Customer Needs, yakni 11 atribut yang perlu ditingkatkan dam 9 atribut yang perlu dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, Service Quality Model Kano, Integrasi Metode Service Quality dan Model Kano, Zest Hotel. Abstract Zest hotel is a three star hotel company that has facilities, such as rooms, meeting rooms, restaurants, business centers, car parking, and concierge desk. Zest hotel has the meaning of a hotel that offers security and cleanliness of rooms at affordable prices. In this research interview with users of Zest hotel services, there were several complaints and customer dissatisfaction with the service. Based on these problems, the authors conducted an analysis of the needs of customers who visited the website to be made recommendations for improvement for the company. There are 25 attributes of customer needs grouped into 6 dimensions based on Voice of Customer (VoC) supported by previous research. In this study, the E-Service Quality method was used to determine weak attributes and strong attributes. Then the Kano Model research was conducted to categorize must-be (M), one dimensional (O), attractive (A), indifferent (I), and reserve (R) attributes. Integration of EService Quality and Kano Models shows the actions that companies need to take, namely development, defense, and improvement. Based on the results of data processing from 100 respondents, 14 strong attributes, 11 weak attributes, 3 attributes of must-be categories, 2 attributes of one-dimensional category, 17 attributes of attractive categories, and 3 attributes of the indiffirent category. Integration of the E-Service Quality Method and the Kano Model produces True Customer Needs, which are 11 attributes that need to be improved and 9 attributes that need to be developed. Keywords: Needs Analysis, Service Quality, Kano Model, Integration of Service Quality Methods and Kano Model, Zest Hotel.
Co-Authors Adiba, Fadia Nur Agus Kusnayat Alan Tri Wijaya Andrea Dewi Linggani Angdini Nurillaily Anggia Ghassani Anton Abdulbasah Kamil Aprilia, Hafiza Arbidinata Setiawan Ari Prayogo Arrazzaq Bardo Batavio Asnin, Taqyya Naufinda Asri Sukma Isabari Bagja Bintang Pamungkas Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Budi Praptono Denta Elvianda Rizki Ramadhan Dewa Ayu Putu Indah Prabasari Dida Diah Damayanti Dimas Reza Pamungkas Dwita Nurhaliza Kharisma Emeliawaty, Emeliawaty Endang Chumaidiyah Erlangga Femayuga Femayuga Fandi Achmad Fauzan Ghifari Prakoso Fikri Vino Prasetya Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geofani Andreyana Badrun Hadi, Rosad Maali El Hanifah Prilia Sepnita Surosman Hasanah, Raihan Nurfitri Herfaida Nadia Ningrum Ibnu Junaresi Falah Ilma Mufidah Ima Normalia Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indrawati . Irsyad Thalib Abdillah Irsyad Thalib Abdillah Ivan Ashiva Kiyeng Pamungkas Bondo Sapolo Larasati Martaningtyas Utami Luciana Andrawina Majid, Falahal Maria Dellarosawati Meilana Fatharany Meilana Fatharany Meilana Fatharany, Meilana Mohamad Subkhi Priono Muhammad Farhan Fathurrahman Muhammad Firmansyah Putra Muhammad Januar Rasyid Muhammad Noor Fazri Ni Nyoman Putri Ayu Pramesti Ni Putu Putri Pramesti Ningrum, Herfaida Nadia Novitri Cinta Marito Hasibuan Nur Shiyaam Nurtyo Widya Kurniawan Nurul Rizki Pratiwi Nuryskha Nuryskha Prambudia, Yudha Pramesti, Ni Putu Putri Puspita Marsya Tamara Putra, Timmy Permana Putri Aprilia Qisthi Mahran Harahap Raditya Artha Prasetyo Rahmad Perdana Harianja Raihan Nurfitri Hasanah Ratnawia Ratnawia Reza Fajrul Rahmadi Rifadli Doktawiranda Agusdin Rio Aurachman Rizky Alif Pratama Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali E Rosad Ma’ali El Hadi S. K. B. Pillai Sari Wulandari Savaludin, Zein Zufar Sri Martini Sri Martini Suci Ramadhani Ully Yunita Nafizah Wawan Tripiawan Yati Rohayati, Yati Yuki Hana Putri Tejima Yunita Dewi Trianawati