Claim Missing Document
Check
Articles

Found 46 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analysis Of Patient Satisfaction Toward Clinic Services Using Integration Of Service Quality And Kano Model (a Study Of Patients At Klinik Harapan Sehat In Cianjur) Dwita Nurhaliza Kharisma; Husni Amani; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Harapan Sehat is a clinic engaged in healthcare sector. Klinik Harapan Sehat has a good performance. However, there are not many people that have discovered the advantages provided by the clinic. Despite having the good performance and implementing several targeted programs, Klinik Harapan Sehat is still experiencing fluctuation that has not been significant. In this research, the analysis of patient satisfaction towards service quality was performed using Kano model and integration method of service quality at Klinik Harapan Sehat. In addition, the attributes were also identified on several respondents to be analyzed and applied in accordance with the capacity of Klinik Harapan Sehat to find out the level of patient satisfaction and quality towards the service in order to improve service standardization of the clinic. The purpose of this research is to identify the true customer needs that are necessarily implemented by Klinik Harapan Sehat based on the level of patient satisfaction towards the service at Klinik Harapan Sehat and the service quality which include tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy dimensions and to find out the relation between patient satisfaction and service fulfillment at Klinik Harapan Sehat through Kano model. There were 5 attributes from the respondents that were needed to be maintained and 10 attributes that were needed to be prioritized. The prioritized attributes were identified and the recommendations were provided. Keywords: Need Attributes, Service Quality, Kano Model, True Customer Needs.
Usulan Perbaikan Atribut Kebutuhan Layanan Online Pada Open Library Universitas Telkom Dengan Menggunakan Metode E-servqual Dan Model Kano Puspita Marsya Tamara; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Perpustakaan adalah sebuah ruangan bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca dan bukan untuk dijual. (Syihabuddin, 2007 :287). tugas (kewajiban) yang harus dilakukan perpustakaan perguruan tinggi adalah mengembangkan koleksi, mengolah dan merawat bahan perpustakaan, memberi layanan, serta melaksanakan administrasi perpustakaan (Soeatminah, 2004:3). Open Library Universitas Telkom merupakan perpustakaan yang didirikan untuk menunjang menunjang kegiatan belajar diluar jadwal perkuliahan. Open Library Universitas Telkom menjadi sebuah pusat pengetahuan (the center of knowledge) yang didukung oleh teknologi informasi digital dan fasilitas modern. Dalam pelaksanaan operasionalnya, konsep "Open Library" didukung oleh pengembangan teknologi informasi sistem perpustakaan digital, untuk senantiasa meningkatkan layanan, database, dan koleksi perpustakaan. Untuk meningkatkan kualitas layanan online pada Open library Telkom, maka dilakukan penelitian berdasarkan metode E-SERVQUAL. Untuk mengetahui pengaruh dari tingkat kepuasan pelanggan menggunakan metode Kano. Dalam penelitian ini terdapat 24 atribut pada kebutuhan layanan Open Library, 9 merupakan atribut kuat. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan terdapat 15 atribut yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas layanan online pada Open Library Universitas Telkom. Kata Kunci: Perpustakaan, kualitas layanan, e-Service Quality, Kano.
Pengukuran Kepuasan Pelanggan Indihome Bandung Barat Menggunakan Integrasi Model Kano Dan Metode Service Quality Andrea Dewi Linggani; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak IndiHome adalah produk layanan komunikasi data multimedia yang lengkap dan praktis dari PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Secara resmi diluncurkan pada tahun 2015, IndiHome awalnya merupakan satu proyek utama Telkom, yang termasuk ke Indonesia Digital Network 2015. IndiHome berusaha memberikan layanan yang terbaik kepada setiap pelanggan serta menawarkan tarif yang sesuai dengan kualitas layanan yang diberikan. Namun, kenyataann yaIndiHome memiliki banyak keluhan karena dinilai tidak mampu memberikan layanan sesuai harapan pelanggan. Oleh karena itu, IndiHome perlu mengidentifikasi kebutuhan layanan dan meningkatkan kualitasnya agar kepuasan pelanggan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi true customer needs berdasarkan voice of customer sehingga didapatkan atribut kebutuhan yang diprioritaskan untuk ditingkatkan. Servqual digunakan untuk mendefinisikan kualitas pelayanan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dengan harapan atas layanan yang diterima pelanggan. Model Kano digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing–masing atribut dengan tingkat kepuasan yang diterjemahkan dalam kategori Kano. Dengan mengintegrasikan Servqual dan Model Kano menghasilkan rekomendasi atribut yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan oleh layanan IndiHome. Berdasarkan hasil integrasi Servqual dan Model Kano, diperoleh 26 atribut kebutuhan layanan IndiHome yang termasuk 15 atribut kuat dan 11 atribut lemah berdasarkan NKP, yang mana 15 atribut diantaranya merupakan true customer needs yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan Kata Kunci: IndiHome,Atribut kebutuhan, Servqual, Model Kano, True Customer Needs Abstract IndiHome is a complete and practical multimedia data communication service product from PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Officially launched in 2015, IndiHome was originally one of Telkom's main projects, which was included in the 2015 Indonesia Digital Network. IndiHome strives to provide the best service to each customer and offer rates that are in line with the quality of services provided. However, the fact is that IndiHome has many complaints because it is considered not able to provide services according to customer expectations. Therefore, IndiHome needs to identify service needs and improve its quality so that customer satisfaction increases. This study aims to identify true customer needs based on the voice of the customer so that the priority attributes to be prioritized to be obtained. Servqual is used to define service quality as the difference between reality and the expectation of services received by customers. The Kano model is used to find out how much influence each attribute has with the level of satisfaction translated in the Canoe category. By integrating Servqual and the Kano Model, it produces recommendation attributes that need to be developed and improved by IndiHome services. Based on the results of Servqual and Kano Model integration, 26 attributes of IndiHome service needs were obtained which included 15 strong attributes and 11 weak attributes based on NKP, of which 15 attributes including true customer needs that need to be improved and developed. Keywords: IndiHome, Attribute needs, Servqual, Kano Models, True Customer Needs
Analisis Kebutuhan Layanan Wifi Manage Service (wms) Di Pt Telkomunikasi Indonesia, Tbk Witel Lembong Bandung Menggunakan Metode Integrasi Service Quality Dan Model Kano Novitri Cinta Marito Hasibuan; Husni Amani; Ima Normalia
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Telekomunikasi Witel Lembong Bandung merupakan salah satu cabang perusahaan Telkom yang menyediakan layanan produk Wifi id yang ditangani oleh unit Personal Service. Pemasaran yang dilakukan pihak Personal Service terfokus kepada pemasangan Wifi Id Manage Service yang merupakan layanan yang diperuntukkan bagi pemilik usaha atau pemilik tempat usaha yang ingin menambahkan fasilitas layanan wifi di lokasi usahanya. Layanan ini dilatar belakangi oleh besarnya potensi dan perilaku pelanggaran ritel consumer yang berminat utnuk memiliki akses wifi berlanganan di tempat usahanya dengan SSID khusus, sehingga memberikan peluang untuk digarap secara optimal dan bersifat total solution. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi peningkatatan kualitas layanan pada produk Wifi id manage service berdasarkan 15 true customer needs menggunakan metode Service Quality dan Model Kano. Metode service quality terdiri dari 5 tahap yaitu Berwujud (Tangible), Empati (Empathy), Keyakinan (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), dan Keandalan (Assurance). Metode service quality berfungsi untuk menerjemahkan semua keinginan pelanggan terhadap pelayanan karyawan yang diberikan yang bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan berdasarkan hasil gap. Pada service quality dilakukan beberapa tahap. Yang pertama dengan mengidentifikasi true customer need, melakukan uji validitas dan reliabilitas pada pengolahan kuesioner, pengolahan data hasil kuesioner untuk dikembangkan serta dipertahankan dan yang terakhir merupakan tahap rekomendasi dan usulan perbaikan yang akan di kembangkan. Kata kunci: Wifi id manage service, Personal Service, Service Quality, Model Kano, True Customer Needs Abstarck PT Telekomunikasi Witel Lembong Bandung is one of the branches of the Telkom company that provides Wifi ID service products handled by the Personal Service unit. Marketing carried out by the Personal Service focused on installing Wifi Id Manage Service which is a service intended for business owners or business owners who want to add wifi service facilities at their business locations. This service is motivated by the large potential and violations of consumer retail behavior who are interested in having access to WiFi at their place of business with a special SSID, thus providing an opportunity to be worked on optimally and a total solution. This study aims to provide recommendations for improving the quality of services on products Wifi ID manage service based on 15 true customer needs using the Service Quality and Kano Models. The service quality method consists of 5 stages namely Tangible, Empathy, Reliability, Responsiveness, and Reliability (Assurance). The service quality method serves to translate all customer desires towards the employee services provided which aims to determine the quality of services based on the results of the gap. At service quality several stages are carried out. The first by identifying true customer need, testing the validity and reliability of the questionnaire processing, processing the data from the questionnaire to be developed and maintained and the last is the stage of recommendations and proposed improvements that will be developed. Keywords: Wifi ID manage service, Personal Service, Service Quality, Kano Model, True Customer Need
Perancangan Program Komunikasi Pemasaran Iking Kriuks Menggunakan Metode Benchmarking Dan Analytical Hierarchy Process Denta Elvianda Rizki Ramadhan; Husni Amani; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Iking Kriuks merupakan UKM (Usaha kecil dan Menengah) yang bergerak di bidang kuliner yang sedang berkembang di daerah Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat. Iking Kriuks menjual produk makanan berjenis cemilan seperti keripik basreng dan keripik lumpia. Iking Kriuks telah memasarkan produknya melalui social media, selain juga menjual produknya melalui kerja sama dengan beberapa gerai atau outlet di daerah Cimahi dan Bandung. Meskipun Iking Kriuks sudah melakukan penjualan hingga daerah Bandung, namun masih banyak yang belum mengetahui produk dari Iking Kriuks. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi program komunikasi pemasaran bagi Iking Kriuks untuk meningkatkan penjualan dan membentuk kesadaran merek atau brand awareness Iking Kriuks. Perancangan program komunikasi pemasaran tersebut menggunakan metode Benchmarking dan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memilih benchmark partner-nya beserta dengan bauran komunikasi pemasarannya. Rekomendasi rancangan program komunikasi pemasaran yang dapat diusulkan kepada Iking Kriuks diantaranya adalah: memperbaiki kualitas konten Instagram; pembuatan konten Instagram Story; memperbanyak frekuensi posting di Instagram; pembuatan website Iking Kriuks; menerapkan sistem promosi diskon; free shipping; endorsement; frekuensi promosi yang sering; menambah dan memperluas jaringan reseller atau distributor; serta mengevaluasi dan menerapkan e-commerce sebagai media penjualan Kata Kunci :Iking Kriuks, komunikasi pemasaran, benchmarking, Analytical Hierarchy Process, benchmark partner Abstract Iking Kriuks is an SME, (Small and Medium Enterprises) that is engaged in the culinary field in the Cihanjuang area, West Bandung Regency. Iking Kriuks sells food products snacks such as basreng chips and spring rolls chips. Iking Kriuks has marketed its products through social media, and sell its products through cooperation with several outlets in Cimahi and Bandung. Although Iking Kriuks has made sales in Bandung area, there are still many people who do not know about Iking Kriuks products. This study aimed to formulate a marketing communication program recommended for Iking Kriuks to increase sales and establish brand awareness Iking Kriuks. The design of the marketing communication program used the Benchmarking method and Analytical Hierarchy Process (AHP) to choose its benchmark partner along with its marketing communication mix. Recommendations on the design of the marketing communication program that can be proposed to Iking Kriuks include: improving the quality of Instagram content; creating Instagram Story content; increasing the frequency of posts on Instagram; making Iking Kriuks website; implements in a discount promotion system; free shipping; endorsement; frequent promotion frequency; expand a network of resellers or distributors; and implement e-commerce as a sales medium Keywords: Iking Kriuks, marketing communication, benchmarking, Analytical Hierarchy Process, benchmark partners
Perancangan Perbaikan Komunikasi Pemasaran Ukm Cuanki Laksana Menggunakan Metode Benchmarking Fikri Vino Prasetya; Husni Amani; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuanki Laksana adalah salah satu UKM yang bergerak di bidang Kuliner yang sedang berkembang di Kota Cimahi. Cuanki Laksana adalah bidang usaha kuliner yang memiliki harga yang ekonomis dan mempunyai kualitas yang baik. Masalah pada Cuanki Laksana yaitu penjualan Cuanki Laksana yang cenderung naik turun setiap bulan nya,dan penjualan nya paling sedikit bila dibandingkan dengan brand kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi program komunikasi pemasaran bagi Cuanki Laksana untuk meningkatkan penjualannya dan membentuk kesadaran mereknya. Perancangan program komunikasi pemasaran tersebut menggunakan metode benchmarking dan menggunakan Tools Analytical Hierarchy Process untuk memilih partner benchmark-nya beserta dengan bauran komunikasi pemasarannya. Pada penelitian ini disusun kriteria AHP yang dibentuk dari bauran komunikasi pemasaran. Alternatif partner benchmark yang digunakan dalam AHP merupakan pesaing dari Cuanki Laksana karena penelitian ini menggunakan competitive benchmarking. Rekomendasi program komunikasi pemasaran pada penelitian ini adalah menerapkan Copywriting yang sesuai, Menambah jumlah alternatif promosi yang digunakan (free shipping& Free Product), Memberikan diskon pada hari-hari besar dan event tertentu, Mengevaluasi dan menerapkan e-marketplace yang akan digunakan,Membuat sebuah website yang berguna untuk memudahkan proses transaksi dan memudahkan pemasaran produk serta fitur website nya dapat dipahami, Menjadi sponsor acara sebuah expo dengan skala daerah/regional atau Nasional, Membuat rencana untuk menentukan dan menambah frekuensi posting, Menerapkan dan memanfaatkan sarana endorsement.dan Membuat store baru atau menjalin kerjasama dengan store yang menjual produk yang sama Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process,Benchmarking,Program Komunikasi Pemasaran,UKM
Usulan Perbaikan Komunikasi Pemasaran Sepatu Geoff Max Dengan Metode Benchmarking Dan Tool Analytical Hierarchy Process Rifadli Doktawiranda Agusdin; Husni Amani; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak GMX atau biasa disebut Geoff Max merupakan salah satu merek sepatu bernuansa Old Skool yang terletak di kota Bandung. Geoff Max menjual berbagai macam jenis sepatu, dan pakaian. Saat ini, Geoff Max memiliki beberapa gejala permasalahan selama tiga tahun terakhir, salah satu gejala permasalan adalah tidak tercapainya target penjualan produk sepatu dan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat Bandung mengenai merek Geoff Max dibandingkan dengan pesaing. Geoff Max sadar harus melakukan peningkatan awareness terhadap masyarakat kota Bandung. Permasalahan yang dialami Geoff Max dapat berasal dari kurang maksimalnya program komunikasi pemasaran yang telah dilakukan oleh Geoff Max. Diperlukannya perbaikan komunikasi pemasaran Geoff Max agar mendapatkan kesadaran merek yang tinggi di masyarakat kota Bandung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan perbaikan dan rekomendasi program bauran komunikasi pemasaran pada Geoff Max menggunakan metode Benchmarking dengan tool Analytical Hierarchy Process (AHP). Perancangan yang dilakukan harus mampu memberikan dampak pada tingkat penjualan Geoff Max. Metode benchmarking digunakan untuk mendapatkan rancangan komunikasi pemasaran terbaik dari kompetitor Geoff Max dan untuk penyesuaian yang akan diterapkan pada Geoff Max. AHP digunakan untuk menentukan partner benchmark yang tepat untuk Geoff Max dan didasarkan pada bauran komunikasi pemasaran kompetitor. Pada penelitian ini dirumuskan program komunikasi pemasaran yang perlu diperbaiki Geoff Max adalah Iklan, Promosi penjualan, Pemasaran langsung & Berbasis data, Pemasaran online & Sosial media, Mobile marketing dan Hubungan masyarakat & Publisitas.. Kata kunci: Analytical Hierarchy Process, sneakers, benchmarking, komunikasi pemasaran, partner benchmark.. Abstract GMX or so-called Geoff Max is one of the nuances of brand shoes Old Skool located in the city of Bandung. Geoff Max sell various types of shoes, and clothing. Currently, Geoff Max has some symptoms of problems during the last three years. One of the symptoms of the problem lies is not achieving the sales target of shoe products and the low level of public knowledge of Bandung on Geoff Max brand compared to competitors. Geoff Max conscious must increase public awareness of the city of Bandung. The problems experienced by Geoff Max can be derived from the maximal marketing communications program that has been conducted by Geoff Max. The need for improvement of marketing communications Geoff Max in order to obtain a high brand awareness in the city of Bandung. The purpose of this research is to carry out repair and program recommendations on the marketing communications mix Geoff Max using tools Benchmarking with Analytical Hierarchy Process (AHP). The design is done to be able to have an impact on sales levels Geoff Max. Benchmarking methods used to obtain the best marketing communication design from competitors Geoff Max and for adjustments to be applied to Geoff Max. AHP is used to determine the appropriate benchmark partner for Geoff Max and based on the competitor's marketing communications mix. In this study formulated a marketing communications program that needs to be repaired Geoff Max is Advertising, sales promotion, direct marketing &-Based Data, Online Marketing & Social Media, Mobile Marketing and Public Relations & PublicityKeywords: Analytical Hierarchy Process, sneakers, benchmarking, marketing communication, partner benchmark.
Analisis Positioning Toko Ritel Modern XYZ Berdasarkan Perceptual Mapping Dengan Metode Multidimensional Scaling Muhammad Farhan Fathurrahman; Husni Amani; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Toko ritel modern XYZ merupakan salah satu toko ritel modern di Kota Bandung yang menjual berbagai jenis produk sandang. Toko ritel modern XYZ memiliki beberapa gejala permasalahan diantaranya tidak tercapainya peredaran bruto selama tiga tahun terakhir, brand awareness konsumen toko ritel modern terhadap merek toko ritel modern XYZ, dan rendahnya tingkat diferensiasi produk dengan brand lain maka disimpulkan brand toko ritel modern XYZ dikatakan lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi atribut yang digunakan dalam perceptual mapping toko ritel modern XYZ yaitu variasi produk, kelengkapan fasilitas, harga produk, kapasitas parkir, kualitas produk, pelayanan toko, lokasi toko, eksterior dan interior toko, ukuran toko, program promosi, akses toko dan layout toko. Atribut tersebut digunakan untuk mengetahui positioning toko ritel modern XYZ diantara pesaingnya di Kota Bandung berdasarkan perceptual mapping dengan metode multidimensional scaling. Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden konsumen yang datang berbelanja di toko ritel modern. Melalui perceptual mapping tersebut didapatkan toko ritel modern XYZ menempati wilayah yang sama dengan toko ritel modern Rumah Mode, Blossom, dan The Secret. Toko ritel modern Rumah Mode menjadi pesaing utama toko ritel modern XYZ. Terdapat enam atribut yang menjadi kelemahan toko ritel modern XYZ dibandingkan dengan toko ritel modern Rumah Mode yaitu pelayanan toko, harga produk, variasi produk, layout toko, eksterior dan interior toko, dan kelengkapan fasilitas. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini merupakan strategi positioning pada keenam atribut yang menjadi kelemahan toko ritel modern XYZ yang dibandingkan dengan Rumah Mode sebagai output rekomendasi perbaikan pada penelitian ini agar meningkatkan positioning yang dimiliki. Kata Kunci –Toko Ritel Modern XYZ, Positioning, Perceptual Mapping, Multidimensional Scaling Abstract The modern XYZ retail store is one of the modern retail stores in the city of Bandung that sells various types of clothing products. XYZ modern retail stores have several symptoms including the failure to achieve gross circulation over the past three years, brand awareness of modern retail store consumers towards the XYZ modern retail store brand, and the low level of product differentiation with other brands. The purpose of this study is to identify the attributes used in the XYZ modern retail store perceptual mapping namely product variation, facility completeness, product price, parking capacity, product quality, shop service, shop location, shop exterior and interior, store size, promotion program, shop access and shop layout. This attribute is used to determine the positioning of a modern XYZ retail store among its competitors in the city of Bandung based on perceptual mapping with the multidimensional scaling method. The sample of this study amounted to 60 respondents who came to shop at modern retail stores. Through this perceptual mapping, the modern XYZ retail store is located in the same area as the Rumah Mode, Blossom and The Secret retail stores. Rumah Mode's modern retail store is the main competitor of XYZ's modern retail store. There are six attributes that are weakness in modern XYZ retail stores compared to modern Rumah Mode retail stores, namely shop services, product prices, product variations, shop layouts, shop exterior and interior, and facilities The results obtained in this study are positioning strategies on the six attributes that are the weaknesses of modern retail stores XYZ compared to Rumah Mode as recommendations for improvement in this study in order to improve the positioning they have. Keywords–XYZ Modern Retail Store, Positioning, Perceptual Mapping, Multidimensional Scaling.
Perancangan Program Komunikasi Pemasaran Umkm Pikyeum Menggunakan Metode Benchmarking Dimas Reza Pamungkas; Husni Amani; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pikyeum (Keripik Peuyeum) merupakan usaha kecil yang bergerak dibidang kuliner sejak tahun 2016 dan terletak di Kab.Bandung – Jawa Barat. Pikyeum ingin memperluas area pemasaran dan meningkatkan penjualan, namun masih memiliki keterbatasan dalam biaya,SDM dan pengetahuan mengenai komunikasi pemasaranya. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk merancang program komunikasi pemasaran yang sesuai dan dapat diaplikasin oleh Pikyeum. Dalam perancangan komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode benchmarking dengan pendekatan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap produk benchmark partner. Dimana pengumpulan data melalui kuisoner dan wawancara. Kesimpulan yang didapatkan dari penilitan berupa rancangan program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Pikyeum. Diantaranya, dengan melakukan bebas biaya pengiriman, diskon dan buy one get one, memaksimalkan pengunaan instagram, menerapkan endorsement, membuat website, menggunakan e-marketplace, sering mengikuti bazar dan pameran, dan menjual produk melalui outlet. Kata Kunci: UMKM Pikyeum, bauran komunikasi pemasaran, benchmarking, Analytical Hierarchy Process. Abstract Pikyeum (Peuyeum Chips) is a small business engaged in the culinary field since 2016 and is located in Bandung Regency - West Java. Pikyeum wants to expand the marketing area and increase sales, but still has limitations in costs, HR and marketing knowledge about marketing. So, this research was conducted to design a marketing communication program that is suitable and applicable for Pikyeum. his study uses a benchmarking method with an Analytical Hierarchy Process (AHP) approach to benchmark partner products. Where is data collection through questionnaires and interviews. The conclusion obtained from the research is the design of a marketing communication program that can be implemented by Pikyeum. In designing marketing communications. This study used benchmarking method with an Analytical Hierarchy Process (AHP) approach to compare partner products or similar products that have been successful in the market through the marketing communication mix. This method was carried out to collect information from benchmark partner products through questionnaires and in-depth interviews. Among them, by doing free shipping, discounts and buy one get one, maximizing the use of Instagram, implementing endorsement, creating websites, using e-marketplaces, often participating in bazaars and exhibitions, and selling products through outlets. Keywords: UMKM Pikyeum, bauran komunikasi pemasaran, benchmarking, Analytical Hierarchy Process
Perancangan Atribut Sepatu Geoff Max Berdasarkan Preferensi Konsumen Dengan Metode Conjoint Fauzan Ghifari Prakoso; Husni Amani; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung merupakan kota industri kreatif yang mampu menciptakan berbagai macam brand lokal, salah satunya yaitu brand Geoff Max. Geoff Max merupakan salah satu brand lokal ternama yang berasal dari Kota Bandung dan bergerak di bidang industri fashion yang berdiri sejak tahun 2012. Awal mula kemunculan brand Geoff Max ini ditandai dengan memproduksi sneakers lokal dengan menggunakan konsep sepatu skateboard. Seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan kompetitor yang memiliki kesamaan segmen dengan Geoff Max yang menyebabkan tingkat penjualan belum memenuhi target hingga perubahan selera masyarakat dalam memilih brand lokal yang sesuai. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode conjoint yang bertujuan untuk mengidentifikasi atribut apa saja yang dianggap penting menurut prefensi konsumen, khususnya konsumen dari Geoff Max. Penelitian ini melibatkan aktivitas perancangan kombinasi atribut dengan orthogonal model, menyebarkan kuisioner kepada konsumen Geoff Max yang berdomisili di Kota Bandung, hingga melakukan pengolahan data menggunakan metode conjoint. Output dari penelitian ini yaitu munculnya kombinasi atribut yang banyak diminati konsumen yang nantinya akan dijadikan rekomendasi bagi Geoff Max. Kata kunci: Conjoint, Geoff Max, Atribut, Prefensi Konsumen.
Co-Authors Adiba, Fadia Nur Agus Kusnayat Alan Tri Wijaya Andrea Dewi Linggani Angdini Nurillaily Anggia Ghassani Anton Abdulbasah Kamil Aprilia, Hafiza Arbidinata Setiawan Ari Prayogo Arrazzaq Bardo Batavio Asnin, Taqyya Naufinda Asri Sukma Isabari Bagja Bintang Pamungkas Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Budi Praptono Denta Elvianda Rizki Ramadhan Dewa Ayu Putu Indah Prabasari Dida Diah Damayanti Dimas Reza Pamungkas Dwita Nurhaliza Kharisma Emeliawaty, Emeliawaty Endang Chumaidiyah Erlangga Femayuga Femayuga Fandi Achmad Fauzan Ghifari Prakoso Fikri Vino Prasetya Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geofani Andreyana Badrun Hadi, Rosad Maali El Hanifah Prilia Sepnita Surosman Hasanah, Raihan Nurfitri Herfaida Nadia Ningrum Ibnu Junaresi Falah Ilma Mufidah Ima Normalia Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indrawati . Irsyad Thalib Abdillah Irsyad Thalib Abdillah Ivan Ashiva Kiyeng Pamungkas Bondo Sapolo Larasati Martaningtyas Utami Luciana Andrawina Majid, Falahal Maria Dellarosawati Meilana Fatharany Meilana Fatharany Meilana Fatharany, Meilana Mohamad Subkhi Priono Muhammad Farhan Fathurrahman Muhammad Firmansyah Putra Muhammad Januar Rasyid Muhammad Noor Fazri Ni Nyoman Putri Ayu Pramesti Ni Putu Putri Pramesti Ningrum, Herfaida Nadia Novitri Cinta Marito Hasibuan Nur Shiyaam Nurtyo Widya Kurniawan Nurul Rizki Pratiwi Nuryskha Nuryskha Prambudia, Yudha Pramesti, Ni Putu Putri Puspita Marsya Tamara Putra, Timmy Permana Putri Aprilia Qisthi Mahran Harahap Raditya Artha Prasetyo Rahmad Perdana Harianja Raihan Nurfitri Hasanah Ratnawia Ratnawia Reza Fajrul Rahmadi Rifadli Doktawiranda Agusdin Rio Aurachman Rizky Alif Pratama Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali E Rosad Ma’ali El Hadi S. K. B. Pillai Sari Wulandari Savaludin, Zein Zufar Sri Martini Sri Martini Suci Ramadhani Ully Yunita Nafizah Wawan Tripiawan Yati Rohayati, Yati Yuki Hana Putri Tejima Yunita Dewi Trianawati