Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)

PENGGUNAAN MESIN PENUMBUK METODE MOTOR PENGGERAK GUNA PENINGKATAN PRODUKSI OPAK KETAN Wawan Tripiawan; Rosad Ma’ali E; Husni Amani; Boby Hera Sagita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.959 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17502

Abstract

Proses penumbukan nasi ketan sebagai bahan baku pembuatan opak ketan sampai saat ini ini masih menggunakan proses manual, dimana nasi ketan diletakkan di dalam media lesung dan di tumbuk dengan menggunakan alat penumbuk (alu) bergerak naik turun dengan memanfaatkan tenaga manusia. Proses penumbukan ini sangat bergantung dari ketrampilan dan fisik tenaaga kerja saat menumbuk nasi ketan agar diperoleh hasil yang optimal, selain itu pihak pengrajin opak ketan merasa kesulitan untuk mencari tenaga kerja penumbuk nasi ketan, solusinya adalah pemanfaatan mesin penumbuk nasi ketan dengan metode motor penggerak dan gearbox, untuk menggerakan alat penumbuk naik turun, lesung berputar yang dilengkapi dengan stopper untuk memindahkan nasi ketan dari pinggir ke tengan. Desain teknologi ini, fokus perhatian ditujukan pada industri yang menggunakan proses manual dalam penumbukan. Selain keterbatasan lahan dan soal higienis yang dihadapi industri kecil ini, kecepatan dan kehalusan hasil penumbukan dari proses penumbukan bisa menjadi sangan bervariasi, sehingga para pengrajin tidak bisa memenuhi permintaan yang tinggi. Mesin penumbuk nasi ketan dengan metode motor penggerak, didesain untuk dapat dijadikan media penumbukan menggunakan penggerak mesin dengan tenaga listrik, dan dengan tingkat kecepatan yang dapat disesuaikan, sehingga pengrajin dapat dengan mudah mengontrol tingkat kehalusan bahan makanan tersebut.
KAJIAN KINERJA MESIN PEMATANGAN OPAK KETAN DENGAN METODE ROLLER Husni Amani; Rosad Ma’ali El Hadi; Wawan Tripiawan; Bobby Hera Sagita; Sri Martini
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.921 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17503

Abstract

Objek penelitian ini adalah usaha rumah tangga yang membuat opak ketan dengan proses secara manual dimana opak diletakkan di atas kawat ram yang berada di atas tungku bara api. Kualitas opak yang dihasilkan sangat bergantung dari ketrampilan karyawan dan ketepatan membolak-balik opak agar memperoleh hasil yang baik. Dalam kenyataannya kualitas opak hasil pematangan bervariasi serta jumlah produksinya terbatas. Hal ini menyebabkan permintaan pelanggan sering tidak dapat dipenuhi oleh para pengrajin opak di desa Buahdua Sumedang. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti mendisain mesin pematangan opak ketan dengan metode roller yang menggunakan tenaga listrik dengan tingkat kecepatan rendah sehingga pengrajin dapat mengontrol tingkat kematangan opak dengan mudah. Kajian kinerja mesin pematang opak ini menghasilkan formulasi antara temperatur dan waktu pematangan untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Dengan adanya mesin pematang opak ini kontinuitas produksi dapat terpenuhi, tidak memerlukan lahan yang luas, jumlah karyawan lebih sedikit dan penggunaan bahan bakar arang yang cukup banyak untuk pematangan produk. Hasilnya menunjukkan opak ketan matang secara merata, produktivitas meningkat, lebih ekonomis dan proses produksi tidak terkendala oleh ketrampilan karyawan.
PETERNAKAN PUYUH TERINTEGRASI DI IKHLAS QUAIL FARM – POSYANTEKDES IKHLAS RAMAKU DESA RAJAMANDALA KULON KECAMATAN CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT Rosad Ma’ali El Hadi; Husni Amani; Wawan Tripiawan; Boby Hera Sagita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.642 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17504

Abstract

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh dalam Bahasa asingnya disebut Quail, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat pada tahun 1870, dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sementara itu di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. Usaha kecil budidaya dapat menjadi alternatif yang sangat tepat untuk memaksimalkan pendapatan rumah tangga. Budidaya puyuh pada skala rumah tangga sangat dianjurkan karena perekonomian Indonesia yang belum stabil. Peluang usaha ternak puyuh sangat menguntungkan sementara permintaan telur puyuh dari tahun ke tahun semakin naik. Telur puyuh terkenal karena mengandung banyak gizi, diantaranya adalah vitamin, mineral, bakteri salmonela dan tidak mengandung protein atau lemak jahat. Selain itu, telur burung puyuh juga memiliki citra rasa yang lezat sehingga dapat dijadikan sebagai usaha kuliner yang menguntungkan. Daging puyuh ternyata juga diminati oleh masyarakat, banyak restoran yang saat ini menyediakan menu dengan bahan dasar puyuh. Biasanya puyuh yang dijual untuk diambil dagingnya adalah jenis burung afkiran. Puyuh afkiran biasanya kurang baik untuk bertelur sehingga kemudian dijual untuk dimasak sebagai menu masalan di beberapa warung makan atau restoran. Untuk meningkatkan budidaya puyuh petelur di Desa Rajamandala Kulon Kecamatan Cipatat kabupaten Bandung Barat dilakukan upaya menggulirkan modal yang efisien dan efektif dalam bentuk budidaya Puyuh Petelur. Pelaksanaannya dilakukan secara terintegrasi mulai dari penetasan telur, pembesaran, penjualan telur puyuh, daging puyuh, kuliner puyuh, pembuatan pakan puyuh, serta pemanfaatan kotoran puyuh. Dengan pengalaman tersebut diharapkan akan lahir para wirausaha profesional dalam bidang ternak burung puyuh yang terintegrasi terintegrasi. Program ini merupakan salah satu usaha revitalisasi pengembangan peternakan puyuh disamping kegiatan lainnya yaitu pembentukan kelompok dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.
Co-Authors Adiba, Fadia Nur Agus Kusnayat Alan Tri Wijaya Andrea Dewi Linggani Angdini Nurillaily Anggia Ghassani Anton Abdulbasah Kamil Aprilia, Hafiza Arbidinata Setiawan Ari Prayogo Arrazzaq Bardo Batavio Asnin, Taqyya Naufinda Asri Sukma Isabari Bagja Bintang Pamungkas Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Budi Praptono Denta Elvianda Rizki Ramadhan Dewa Ayu Putu Indah Prabasari Dida Diah Damayanti Dimas Reza Pamungkas Dwita Nurhaliza Kharisma Emeliawaty, Emeliawaty Endang Chumaidiyah Erlangga Femayuga Femayuga Fandi Achmad Fauzan Ghifari Prakoso Fikri Vino Prasetya Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geofani Andreyana Badrun Hadi, Rosad Maali El Hanifah Prilia Sepnita Surosman Hasanah, Raihan Nurfitri Herfaida Nadia Ningrum Ibnu Junaresi Falah Ilma Mufidah Ima Normalia Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indrawati . Irsyad Thalib Abdillah Irsyad Thalib Abdillah Ivan Ashiva Kiyeng Pamungkas Bondo Sapolo Larasati Martaningtyas Utami Luciana Andrawina Majid, Falahal Maria Dellarosawati Meilana Fatharany Meilana Fatharany Meilana Fatharany, Meilana Mohamad Subkhi Priono Muhammad Farhan Fathurrahman Muhammad Firmansyah Putra Muhammad Januar Rasyid Muhammad Noor Fazri Ni Nyoman Putri Ayu Pramesti Ni Putu Putri Pramesti Ningrum, Herfaida Nadia Novitri Cinta Marito Hasibuan Nur Shiyaam Nurtyo Widya Kurniawan Nurul Rizki Pratiwi Nuryskha Nuryskha Prambudia, Yudha Pramesti, Ni Putu Putri Puspita Marsya Tamara Putra, Timmy Permana Putri Aprilia Qisthi Mahran Harahap Raditya Artha Prasetyo Rahmad Perdana Harianja Raihan Nurfitri Hasanah Ratnawia Ratnawia Reza Fajrul Rahmadi Rifadli Doktawiranda Agusdin Rio Aurachman Rizky Alif Pratama Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali E Rosad Ma’ali El Hadi S. K. B. Pillai Sari Wulandari Savaludin, Zein Zufar Sri Martini Sri Martini Suci Ramadhani Ully Yunita Nafizah Wawan Tripiawan Yati Rohayati, Yati Yuki Hana Putri Tejima Yunita Dewi Trianawati