Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Diglosia

Inferioritas Tokoh Pribumi dalam Novel "Pangeran dari Timur" Karya Iksaka Banu dan Kurnia Efendi Ratna Wulandari; Zaky Mubarok
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.041 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada permasalahan yang ditimbulkan akibat penjajahan kolonial terhadap pribumi dalam novel Pangeran dari Timur karya Iksaka Banu-Kurnia Efendi. Adanya bentuk dominasi yang ditunjukkan oleh bangsa Eropa sebagai superior menyebabkan inferioritas terhadap pribumi sebagai bangsa terjajah. Melalui pola tersebut, pribumi kemudian menjadi subjek yang tertekan atau dapat disebut sebagai kelompok Subaltern. Berdasarkan dengan kajian teori post-kolonial, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketertindasan atau inferioritas pribumi sebagai kaum terjajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data berupa Novel Pangeran dari Timur karya Iksaka Banu-Kurnia Efendi. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa bentuk superior Eropa yang meliputi dominasi kekuasaan, intelektual dan sosial budaya, mengakibatkan pribumi menjadi kaum inferior. Bangsa terjajah akan ditempatkan sebagai penopang kualitas hidup Eropa, sebagai kelompok yang tidak akan mencapai kesetaraan, terpinggirkan dan mendapat pelabelan yang buruk.Kata kunci : post-kolonial, Inferior, Superior This research is set against the problems caused by colonial colonization of the natives in Novel Pangeran dari Timur by Iksaka Banu-Kurnia Efendi. The existence of a form of domination shown by europeans as superior led to inferiority towards the natives as a colonized nation. Through this pattern, the natives then become depressed subjects or can be referred to as Subaltern groups. Based on the study of post-colonial theory, this study aims to describe the forms of order or inferiority of the natives as colonized. The method used in this study is qualitative descriptive method, with data source in the form of Novel Pangeran dari Timur by Iksaka Banu-Kurnia Efendi. The results of this study illustrate that the superior form of Europe which includes the dominance of power, intellectual and socio-cultural, resulted in the natives becoming inferior. Colonized nations will be placed as supporters of European quality of life, as groups that will not achieve equality, be marginalized and get poor labeling.Keyword : post-colonial, Inferior, Superior
UPAYA PENDOKUMENTASIAN DAN KAJIAN EKOKRITIK PADA DONGENG DAN MITOS DI RANGKASBITUNG Zaky Mubarok; Adam Muhammad Nur; Taat Budiono
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.809 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa secara deskriptif terhadap dongeng dan mitos yang ada di Rangkasbitung yang berhubungan dengan kajian Ekokritik serta melakukan dokumentasi secara menyeluruh terhadap penyebaran dongeng dan mitos tersebut. Hal ini dilakukan karena (1) sudah hilangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dongeng dan mitos sebagai bagian dari sebuah pembelajaran yang cukup fundamental khususnya pembelajaran tentang alam dan sekitarnya dan (2) Kurangnya kesadaran masyarakat saat ini dalam melestarikan dongeng dan mitos sebagai sebuah karya sastra lisan yang harusnya dapat dilestarikan dengan baik di masyarakat.  Jika dicermati, alam dan manusia merupakan dua hal yan tidak bisa dipisahkan karena kedua entitas ini selalu terhubung satu dengan yang lainnya. Manusia sebagai khalifah di bumi ditugaskan tuhan untuk menggunakan, melindungi dan menjaga alam agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hubungan alam dengan manusia ini tidak hanya diketahui secara global saja tetapi memang sudah tersirat pada tulisan-tulisan dan bahkan sejarah yang sudah berkembang semenjak dulu. Salah satunya adalah pada bentuk-bentuk karya sastra tertulis maupun tidak tertulis. Karya sastra memang selalu memiliki intensi tersendiri dalam setiap isinya, seperti pesan-pesan yang berkaitan dengan nilai moral, estika, estetika maupun mengenai alam. Sehingga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai hubungan atau keterkaitan antara alam dalam karya sastra khususnya pada dongeng dan mitos yang tersebar di suatu daerah dalam hal ini daerah Rangkasbitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan menggunakan metode observasi, data yang didapat secara observasi kemudian dikumpulkan kemudian dipilah antara yang berkenaan dengan ekokritik dan tidak, kemudian hasil dari observasi tersebut didokumentasikan. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah berbentuk deskripsi mengenai nilai-nilai yang berkenaan ekologi yang terdapat pada mitos dan dongeng yang ada di Rangkasbitung.Kata kunci : Dongeng, Dokumentasi, Rangkas, Ekokritik