Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Financial study and the relationship between farmer identity and the income of lowland rice farmers in Selubuk Village, Air Napal District, North Bengkulu Regency Sarina; Hasibuan, Ikhsan; Asfaruddin; Suzanna, Eka
AGROMIX Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v16i1.4890

Abstract

Introduction: This study aims to analyze the financial feasibility and identify the influence of total production, planting area, and farmer identity (age, education level, farming experience, number of family dependents) on the income of lowland rice farmers in Selubuk Village, Air Napal District, North Bengkulu Regency. Methods: This study used a quantitative approach with a survey method on 29 farmer respondents selected from 97 farmer families using the Slovin formula. Primary data were collected through questionnaires and interviews, while secondary data were obtained from related agencies. Data analysis included cost-revenue analysis (R/C ratio) and multiple linear regression analysis. Results: The results showed that lowland rice farming in Selubuk Village was financially feasible with an R/C ratio value of 3.39. The regression analysis results indicated that simultaneously, total production, planting area, age, farming experience, education level, and number of family dependents had a significant effect on farmer income (Sig. F = 0.000). Partially, the variables of total production, planting area, farming experience, and education level had a positive and significant effect on farmer income (p < 0.05). However, a multicollinearity problem was detected between the total production and planting area variables, which needs attention in the interpretation of their individual coefficients. The variables of age and number of family dependents did not have a significant effect on farmer income (p > 0.05). Conclusion: In conclusion, lowland rice farming in Selubuk Village is profitable, and income improvement can be focused on production factors, experience, and increasing farmer education capacity, considering the close relationship between production and land area.
Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.) Satria, Muhammad; Hasibuan, Ikhsan; Sridanti, Irma Lisa
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.144

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu sayuran penting yang umum digunakan sebagai bumbu dapur.  Produktivitasnya di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Di Provinsi Bengkulu, tingkat produksi bawang merah masih sangat rendah, hanya menyumbang sekitar 0,03% dari total produksi nasional, sementara permintaan lokal cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan produksi bawang merah, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk organik berbahan dasar limbah ikan yang diperkaya dengan bioaktivator rebung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pupuk organik limbah ikan yang dibuat dengan menggunakan bioaktivator rebung bambu serta menganalisis pengaruh dosis pupuk organik limbah ikan yang dibuat dengan bioaktivator rebung bambu yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIHAZ di Kota Bengkulu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dalam tiga ulangan. Faktor yang diuji adalah dosis pupuk (D0, D1, D3, dan D4 ton/ha). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator rebung memberikan kualitas pupuk organik yang memenuhi standar SNI. Dosis optimal yang dianjurkan adalah 30 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yaitu 7,06 ton/ha bawang merah kering.
Responses of Shallot as Influenced by Organic Fish Waste Fertilizer Ikhsan Hasibuan; Irma Lisa Sridanti; Prihanani Prihanani
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3850

Abstract

Shallot is an important horticultural commodity which its productivity needs to be increased due to their imperative role in society. The solution offered in this research is the use of fish waste organic fertilizer that has high nutrient N, P, and K levels. This study aimed to evaluate the quality of organic fish waste fertilizer and its effect on shallot growth and yield. This research had been conducted in Bengkulu City from June to November 2025. Fish waste organic fertilizer was made using anaerobically fermented method using a local bioactivator made from bamboo shoots. A field study with a completely randomized design was conducted to test the effect of the application of different doses of organic fish waste fertilizer on shallot crop plants. The main results of this study proved that organic fish waste fertilizer had high nutrient contents of N, P, and K, totally 5.62%. this amount is exceeding the national minimum standard for organic fertilizer, which is 2.0%. The application of organic fish waste fertilizer increased the growth and yield of shallot. Shallot yields increased from 1,89 to 13.33 tons per hectare, respectively with doses of 0 and 15 tons per hectare of organic fish waste fertilizer. Local bioactivator and organic fish waste fertilizer have proven to be innovative solutions for increasing shallot productivity
Respon Tanaman Bawang Merah Terhadap Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan Dengan Bioaktivator Lokal Rebung Bambu Ikhsan Hasibuan; Irma Lisa Sridanti; Farida Aryani
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 3 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i3.3891

Abstract

Currently, there were 24 provinces in Indonesia experiencing a deficit of shallots. In Bengkulu province, the deficit of shallots reached 83.37%. The productivity of shallots in this province was very low, which was less than 1 ton per hectare. This study aimed to evaluate the responses of growth and yield of shallots with the applications of fish waste-based organic fertilizer prepared with local and commercial bioactivators. The study was conducted with a Randomized Block Design in 2 factors and 3 replications. The first factor was the type of fish waste-based organic fertilizer prepared with different bioactivators, namely bamboo shoots and EM-4. The second factor was the dosages of fish waste-based organic fertilizer, namely 0, 10, 20, and 30 t/ha. The main findings from this study are as followed. Fish waste-based organic fertilizer prepared with bamboo shoot bioactivator had a better effect compared to EM-4 bioactivator in terms of plant height, number of shoots, number of bulbs, bulb diameter, fresh weight of bulbs and dry weight of bulbs. The dosage that gave the best effect was 30 tons/ha, where the increasing of the dosages was consistently increased all variables observed.
Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan dengan Bioaktivator Tanah Rumpun Bambu Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Rintis, Risa Silva; Aryani, Farida; Hasibuan, Ikhsan
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.07

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia. Ketersediaan bawang merah di dalam negeri belum mencukupi, sehingga produksi bawang merah perlu ditingkatkan. Produktivitas bawang merah dapat ditingkatkan dengan beberapa metode antara lain penggunaan pupuk organik berkualitas seperti pupuk organik limbah ikan. Limbah ikan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik karena memiliki kandungan hara yang tinggi. Proses pembuatan pupuk organik sangat tergantung pada jenis bioaktivator yang digunakan. Bioaktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah bioaktivator lokal yang dibuat dari tanah topsoil yang berada di sekitar rumpun bambu (tarumba). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bioaktivator tarumba terhadap kualitas pupuk organik limbah ikan serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di Kebun Penelitian Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIHAZ, Kota Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Non-Faktorial (RAK-NF) dalam 3 ulangan. Faktor yang diuji adalah dosis pupuk organik limbah ikan yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 10, 20, dan 30 ton ha-1.  Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain bioaktivator tarumba, limbah ikan, dedak, gula merah, dan air. Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah ember fermentasi, cangkul, meteran, timbangan, dan alat tulis. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil utama dari penelitian ini yaitu ditemukan bahwa bioaktivator tarumba memberikan pengaruh positif terhadap kualitas pupuk organik limbah ikan.  Dosis terbaik adalah 30 ton ha-1 untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang menghasilkan produksi sebanyak 7,02 ton ha-1. Aplikasi pupuk organik ikan limbah membuktikan peningkatan produktivitas bawang merah secara signifikan. Novelti dalam penelitian ini adalah penggunaan bioaktivator lokal yang dibuat dari tanah rumpun bambu yang dipadukan dengan pemanfaat ikan limbah sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik.