Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TICAK KACANG DALAM TRADISI ADAT DAYAK: TINJAUAN KESESUAIAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NO 1 TAHUN 1974 DAN HUKUM ISLAM Agus Mulyawan; Nuraliah Ali; Kristian Kristian; Oktarianus Kurniawan; Andika Wijaya
The Juris Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v7i1.789

Abstract

Perkawinan picak kacang dijadikan solusi bagi pasangan yang tertangkap kumpul kebo dan juga memberikan waktu bagi pihak laki-laki untuk mengumpulkan dana yang cukup sampai bisa memenuhi syarat utama perkawinan adat Dayak nganju. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana perkawinan picak kacang ini membatasi hal-hal yang dilegalkan oleh perkawinan, kekuatan hukum, dan kesesuaiannya ditinjau dari Undang-Undang no 1 tahun 1974 tentang perkawinan dan Hukum Islam. Penelitian hukum yuridis empiris tipe yuridis sosiologis ini bertujuan untuk melihat bagaimana tinjauan kesesuaian undang-undang no 1 tahun 1974 tentang perkawinan dan hukum Islam pada perkawinan ticak kacang dalam tradisi adat Dayak. Sumber data yang digunakan yakni data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan yakni studi Pustaka dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini lebih menekankan pada pengelolaan data primer dan data sekunder yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengakuan negara melalui Undang-Undang terhadap keberadaan hukum adat menjadi penegasan terkait keberadaan perkawinan picak kacang sebagai perkawinan lokal yang merupakan salah satu wujud adat dan tradisi karena perkawinan juga dianggap bagian dari adat dan dilaksanakan secara adat pula. Dalam hukum Islam sendiri perkawinan picak kacang yang merupakan tradisi dikatakan sebagai urf Al ‘adatu muhakamah artinya adat itu bisa diterima dan menjadi hukum jika sudah menjadi kesepakatan. Keberadaan perkawinan dalam hukum islam merupakan suatu ajaran yang penting. Kaidah-kaidah penyerapan adat dalam Islam terdiri atas tiga kaidah yakni tahrim, taghyir, dan tahmil.
PREVENTIVE STRATEGIES OF THE CENTRAL KALIMANTAN REGIONAL POLICE AGAINST NARCOTICS DISTRIBUTION AMONG UNIVERSITY STUDENTS IN ACCORDANCE WITH LAW NO. 35 OF 2009 ON NARCOTICS Jenika; Aristoteles; Andika Wijaya
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v6i2.5002

Abstract

The abuse and distribution of narcotics among university students remains a growing concern, particularly in Central Kalimantan. This study aims to analyze the Upayaes and approaches implemented by the Central Kalimantan Regional Police (POLDA Kalteng) in preventing drug circulation within academic environments, especially in reference to the enforcement of Law No. 35 of 2009 on Narcotics. Utilizing a juridical-empirical method, data were collected through interviews, field observations, and literature studies. The findings reveal that the police have initiated several preventive measures including public campaigns, educational outreach, utilization of social media platforms, and formal collaborations with universities through the formation of Anti-Narcotics Task Forces. However, these initiatives, especially those focused directly on students, remain inconsistent and often event-based. Legal enforcement has been applied equally, with no exemption for students, while still allowing for rehabilitation alternatives for non-distributing users. The main challenges faced include limited funding, low student participation, weak family reporting, and inadequate intersectoral coordination. This study recommends enhancing structured and continuous drug prevention programs on campus, strengthening institutional support from universities and student organizations, and increasing family involvement in early detection and intervention. The outcomes of this research are expected to support the development of more effective anti-narcotics policies within higher education institutions and to promote a more vigilant and resilient campus culture against drug abuse.