Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Peran Penerapan Digitalisasi Petani Milenial Terhadap Pengembangan Pertanian Kota Palopo Baharuddin Baharuddin; Annas Boceng; Hamja Abdul Halik
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5814

Abstract

The increasing role of the millennial generation in the economy, but there are still very few who become farmers, and the strengthening of the role of digitalization plus the role of the agricultural sector which continues to grow positively during this period is a strong signal for the improvement of the agricultural sector through agricultural digitalization efforts and encouraging the millennial generation to become farmers. The basic method of this research uses two approaches, namely the qualitative method. The qualitative approach referred to here is descriptive research, descriptive research is defined as research that only shows an image, description or details about the phenomenon/object being studied. From the results of the research located in South Wara District, that the millennial generation plays an important role in the agricultural sector to continue income and the economy and especially in the agricultural sector is advancing in the current pace of globalization. Increasing the interest of the millennial generation in the progressive agricultural sector is very important. Efforts to motivate the millennial generation as a driving force to support and improve agriculture. In this case, the change in the demographic structure seems to be less favorable and the millennial generation's lack of interest in the agricultural sector. 
IDENTIFIKASI RISIKO PRODUKSI SAGU BASAH PADA UMKM BERBASIS KOMODITAS LOKAL DI KABUPATEN LUWU UTARA: PENDEKATAN KUALITATIF EKSPLORATIF Sumantri Sumantri; Hamja Abdul Halik
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1915

Abstract

Sagu merupakan komoditas pangan strategis, namun pengolahannya masih menghadapi kendala yang berdampak pada keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengeksplorasi risiko produksi sagu basah pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan pemilihan informan secara purposive sampling yang melibatkan 15 orang terdiri dari petani, pelaku usaha, pekerja, akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik dan Grounded Theory melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding, serta keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menegaskan bahwa tahap pengolahan merupakan titik kritis karena melibatkan interaksi manusia, mesin, dan lingkungan yang berdampak pada mutu pati, rendemen, serta keselamatan kerja. Risiko lain muncul pada ketidakstabilan pasokan bahan baku, kontaminasi produk, keterbatasan daya simpan, serta hambatan distribusi yang menurunkan daya saing UMKM sagu. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko saling berhubungan dan memperkuat satu sama lain, sehingga mitigasi perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi. Implikasi penelitian ini mencakup penguatan kapasitas teknis dan diversifikasi pasokan, kontribusi teoretis pada literatur manajemen risiko agribisnis, serta rekomendasi kebijakan terkait infrastruktur, pembiayaan, dan kolaborasi untuk mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan lokal.