Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SPATIAL CONSERVATION STRATEGIES FOR POTENTIAL HERITAGE AT KAMPONG KAUMAN SURAKARTA Musyawaroh, Musyawaroh; Pitana, Titis Srimuda; Masykuri, Mohammad; Nandariyah, Nandariyah
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 5, No 2 (2018): In Press
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.561 KB) | DOI: 10.14710/geoplanning.0.0.191-204

Abstract

Kauman is one of the cultural heritage kampong in Surakarta which was developed when Paku Buwono III was building Masjid Agung (The Great Mosque) in 1757. Abdi dalem ulama (the religious servant courtiers), together with their santries (Islamic students boarding school), live around the mosque which later was developed into Kauman. The abdi dalem ulama wives are taught to produce batik by the palace where they evolved to be batik entrepreneurs and made Kauman be batik center at the point of time. Batik business went bankrupt and made the Kauman’s old buildings get ignored, damaged, and dirty due to the less maintenance. Kauman’s unique culture should be conserved to support the ongoing revitalization. The research’s main discussion was aimed at identifying the potential of cultural heritage at Kauman Surakarta and what strategies that can be used to conserve it. It was an applied research with the rationalistic qualitative approach. The conservation aspects discussed are tangible heritage and intangible heritage which are supported by spatial analysis using satellite imagery and Arch-GIS. The result of the research shows that tangible heritage which needs to be conserved at Kauman is ancient kampong toponym and ancient buildings. Meanwhile, intangible heritage is in the forms of social, cultural, economic, and religious aspects. The difference of this research from other researches is the involvement of Kauman community in preserving their area.
ARSITEKTUR JAWA PADA WUJUD BENTUK DAN RUANG MASJID AGUNG SURAKARTA Adityaningrum, Dewi; Pitana, Titis Srimuda; Setyaningsih, Wiwik
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.755 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10864

Abstract

Budaya tradisi memiliki estetika tersendiri. Arsitektur tradisional Jawa memiliki nilai estetika tersendiri yang merupakan manifestasi dari cara orang Jawa hidup dalam menanggapi lingkungan. Joglo sebagai bangunan arsitektur Jawa merupakan representasi simbolis dari realitas yang nilainya telah melampaui bentuk dan struktur bangunan. Masjid Agung Surakarta adalah masjid yang berkaitan dengan masuknya Islam di tanah Jawa. Pengaruh dari nilai-nilai lokal menjadikan masjid tersebut memiliki nilai-nilai arsitektur Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan mengetahui wujud representasi Arsitektur Jawa dan menemukan unsurunsur yang memuat nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa pada Masjid Agung Surakarta, sehingga nilai-nilai dari kehidupan masyarakat Jawa tersebut juga berimbas pada masjid Jawa lainnya yang mengambil prototipe dari masjid ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat unsur-unsur pada Masjid Agung Surakarta yang mengadopsi nilai-nilai budaya dan arsitektur Jawa. Berbagai elemen pembentuk masjid yang berkaitan erat dengan apa yang ada pada arsitektur Jawa, yaitu atap tajug yang menjadi penanda tipe masjid Jawa adalah unsur bentuk yang paling dominan, ruang dalem dan pendopo, soko guru, atap tajug tumpang tiga dan atap limasan, serta pajupat dan pancer.
PERAQ API TRADITION N LOMBOK: A BOURDIEU PERSPECTIVE REVIEW Zuhriah, Nur Azizah; Warto, Warto; Pitana, Titis Srimuda
Humaniora Vol 11, No 1 (2020): Humaniora (In Press)
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v11i1.6205

Abstract

The research aimed to dismantle the meaning of peraq api in its social practices involving habitus and the field in Sasak cosmology. Pierre Bourdieu?s social practice theory was used as an analysis to uncover the meanings built in the tradition of the peraq api. The meaning of peraq api in its social practice was discussed using qualitative methods and interpretative descriptive data analysis techniques and using a hermeneutic approach. The results of this research indicate that the tradition of peraq api is a manifestation of life that represents the creation of beings. This happens because the attitude and perspective of Sasak society about nature originated from the monotheism?s cosmology. This perspective gives rise to behavior to maintain the cosmological balance. Tawhid is a general view of reality, truth, the world, space and time, and human history, which is represented through the tradition of the peraq api.
CULTURAL REVIVALISM OF MANGKUNEGARA VII AND THE ISLAMISM DISCOURSE IN THE EARLY 20th CENTURY Wardhana, Adi Putra Surya; Pitana, Titis Srimuda; Susanto, Susanto
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 20, No 1 (2019): Islamic Politics and Society
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.395 KB) | DOI: 10.18860/ua.v20i1.5664

Abstract

This article aims at studying Javanese cultural revivalism of Mangkunegara VII, its function, and meaning, within the context of the rise of Islamism in the early 20th century. Mangkunegara VII was a Mangkunegaran ruler who actively participated in developing Javanese culture. When he was young, he was an essential figure in Budi Utomo, a movement organization that represented Javanese nationalism which was influenced by the complex relations between language awareness, colonialism, modernism, and Islamism. He was also involved in various Kejawen organizations. Using Michel Foucault's discourse theory, this paper argues that Javanese cultural revivalism is a Javanese nationalist success to overcome the excessive radicalism of Islamic discourse. When Islamism arose with their attacks against the abangan, he carried out counter-narratives through Javanese cultural organizations. As a ruler, he was successful in assuming legitimacy from the Mangkunegaran people as well as to influence the Dutch colonial government, and other Javanese nationalists as well.
Pemetaan Kawasan Wisata Riung Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur Muhayat, Nurul; Majid, Imam Abdul; Hadi, Syamsul; Ariawan, Dody; Pitana, Titis Srimuda; Prasetyo, Ari
Jurnal Berdaya Mandiri Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.934 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v2i2.1369

Abstract

Kawasan Riung terletak di pantai utara Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ngada. Kawasan ini memiliki banyak pulau yang membentuk suatu kawasan pariwisata yang saling melengkapi satu sama lain dan membentuk sebuah taman laut surgawi yang unik. Banyak keunikan-keunikan yang ditawarkan oleh Riung, diantaranya keanekaragaman hayati, pantai berpasir putih dengan birunya air yang sangat jernih, hingga pulau-pulau yang masih “suci” dengan keunikan alamnya yang tidak dapat ditemukan di daerah lain. Namun, keindahan akan Riung belum banyak terekspos baik secara nasional bahkan internasional, sehingga wisatawan yang datang masih cenderung sedikit. Menindaklanjuti permasalahan yang ada maka tim Kuliah Kerja Nyata, Universitas Sebelas Maret (KKN UNS) merekomendasikan untuk dilakukan pemetaan dengan menggunakan drone sehingga potensi wisata yang ada di Riung bisa disebarkan dengan lebih menarik dan secara luas di dunia. Pemetaan dilakukan secara professional menggunakan drone yang telah dimodifikasi oleh tim KKN UNS, sehingga menghasilkan video yang menarik untuk disaksikan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terdapat banyak lokasi wisata yang ada di Riung masih belum terekspos media, padahal lokasi ini mempunyai potensi besar untuk menarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Beberapa lokasi tersebut adalah pegunungan, air terjun dan rumah adat yang ada di kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Estetika Logo Magelang Kota Sejuta Bunga Galih Putra Pamungkas; Ahmad Adib Masruri; Titis Srimuda Pitana
DeKaVe Vol 11, No 1 (2018): Jurnal DeKaVe Vol.11 No.1 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.654 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v11i1.2484

Abstract

Critical Study of Sociocultural Practice in Cattle Trading Arena Sujarwa Sujarwa; Andrik Purwasito; Sri Kusuma Habsari; Titis Srimuda Pitana
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v9i2.21767

Abstract

In the cattle trading arena, it is suspected that there is a peculiarity of registers as a style and rhetorical discourse of disguised communication as a form of tactics, which is not in line between linguistic aspects and sociocultural behavior. Register as a rhetorical style of communication is built, of course not without reason, but there is motivation, intention, and achievement of communication goals. This paper attempts to reveal: the form of registers in the rhetoric of communication in the cattle trading arena, the function of the register as communication rhetoric in the cattle trading arena, the symbolic meaning of registers in the rhetorical style and discourse of sociocultural practice in the cattle trading arena. A qualitative descriptive method is used to describe substantially the aspects of the meaning of the data with an in-depth analysis related to the subject matter. In order to achieve a profound interpretation, theoretical aids are needed: sociocultural, sociolinguistic, stylistic, capitalism, hegemony, discourse theory. In addition, hermeneutic theory as a strategic method for understanding texts must be interpreted for meaning. The results showed: the form of registers in the rhetoric of communication in the cattle trading arena in the form of oratorical, deliberative, consultative, casual, and intimate. The study concludes that the register functions as a conative and emotive tactic to influence, weaken, subdue, and restrain hegemony from creating an atmosphere of domination. The register applied in the rhetoric of communication in the cattle trading arena contains the symbolic meaning of feudalism relations in the form of phenomena of sociocultural practice events influenced by the discourse of tactics for capitalist cultural domination.
Arsitektur Jawa pada Wujud Bentuk dan Ruang Masjid Agung Surakarta Dewi Adityaningrum; Titis Srimuda Pitana; Wiwik Setyaningsih
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2713.429 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10864

Abstract

Budaya tradisi memiliki estetika tersendiri. Arsitektur tradisional Jawa memiliki nilai estetika tersendiri yang merupakan manifestasi dari cara orang Jawa hidup dalam menanggapi lingkungan. Joglo sebagai bangunan arsitektur Jawa merupakan representasi simbolis dari realitas yang nilainya telah melampaui bentuk dan struktur bangunan. Masjid Agung Surakarta adalah masjid yang berkaitan dengan masuknya Islam di tanah Jawa. Pengaruh dari nilai-nilai lokal menjadikan masjid tersebut memiliki nilai-nilai arsitektur Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan mengetahui wujud representasi Arsitektur Jawa dan menemukan unsurunsur yang memuat nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa pada Masjid Agung Surakarta, sehingga nilai-nilai dari kehidupan masyarakat Jawa tersebut juga berimbas pada masjid Jawa lainnya yang mengambil prototipe dari masjid ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat unsur-unsur pada Masjid Agung Surakarta yang mengadopsi nilai-nilai budaya dan arsitektur Jawa. Berbagai elemen pembentuk masjid yang berkaitan erat dengan apa yang ada pada arsitektur Jawa, yaitu atap tajug yang menjadi penanda tipe masjid Jawa adalah unsur bentuk yang paling dominan, ruang dalem dan pendopo, soko guru, atap tajug tumpang tiga dan atap limasan, serta pajupat dan pancer.
The Aesthetics of Islamic Literature: Lesson Learned from Forum Lingkar Pena Aries Adenata; Titis Srimuda Pitana; Dwi Susanto
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 26 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v26i2.1655

Abstract

This study is to illustrate of the Islamic literature discourse. In the history of modern literature in Indonesia has always appeared Islamic works. But the presence of Islamic literature was deliberately rejected. Even the debate about the Islamic literary discourse occurred in several periods of Indonesian literature. The presence of the aesthetic discourse of Islamic literature between accepted and rejected. One party, assuming that Islamic literature is the same presence as others, for example Hindu literature also exists and is present in the Indonesian literary universe. While others say literature is a literature that does not need to be labeled.
Selling Sacredness: Representation of Sedekah Gunung Ritual in Lencoh Village, Boyolali in New Media Julianne Indah Rachmawati; Warto Warto; Titis Srimuda Pitana
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.797 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.10933

Abstract

Sedekah Gunung Ritual adalah upacara selametan yang menjadi tradisi masyarakat di Desa Lencoh, Selo, wilayah Boyolali. Ritual ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasih dan meminta untuk dijauhkan dari bahaya terutama sejak meletusnya Gunung Merapi. Ritual sakral menjadi daya tarik wisata atau mengalami komodifikasi. Proses ini membutuhkan ruang media sehingga pesan, informasi, dan pengetahuan yang dikonstruksikan dapat diterima oleh audiens. Ada tiga masalah yang dibahas. (1) Bagaimana bentuk representasi ritual Sedekah Gunung? (2) Bagaimana fungsi representasi amal ritual? (3) Apa arti representasi gunung amal ritual? Metode yang digunakanadalah analisis data kualitatif interpretatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Penelitian menunjukkan bahwa bentuk representasi ritual ritual Sedekah Gunung disajikan dalam berbagai artikel, berita, dan video di ruang media baru. Fungsinya adalah promosi pariwisata alternatif di wilayah Selo khususnya desa Lencoh, mengundang wisatawan, dan meningkatkan pendapatan ekonomi dari sektor pariwisata. Artinya adalahkonstruksi pengetahuan yang disebarluaskan sebagai daya tarik dalam konteks pariwisata alternatif untuk menarik wisatawan lokal dan asing. Pergeseran nilai-nilai ritual dari sakral ke komoditas.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adi Putra Surya Wardhana Adi Surya Kusumo, Adi Surya Adityaningrum, Dewi Afiliasi Ilafi, Afiliasi Agnes Serfozo Ahmad Adib Masruri Alfian Setya Nugraha Ananda, Wildan Purbo Andrik Purwasito Andrik Purwasito Andrik Purwasito Andrik Purwasito Anita Dianingrum Ari Prasetyo Ari Prasetyo Aries Adenata Ariwibowo, Widodo Badriah, Maulida Nabilah Bani Sudardi Budi Setiyono Deny Tri Ardianto Desi Nur Aini Dewi Adityaningrum Dody Ariawan Dolly Nofer Dwi Aries Himawanto Dwi Purbo Cahyono Nuswantoro Dwi Susanto Ernawati, Nurul Erwin Herlian Fauzan Ali Ikhsan Faviansyah, Okta Arkana Ferdiansyah Ali Firmansyah, Yusuf Galih Putra Pamungkas Gatut Wicaksono Gunawan Gunawan Habsari, Sri Kusuma Haris Supratno Hikmawati, Hanifah Imam Abdul Majid Julianne Indah Rachmawati Julianne Indah Rachmawati Kamila, Aisyah Rahma Kirana Wahyu Kinanti, Kirana Wahyu Kusumaningdyah Nurul Handayani Made Suastika Majid, Imam Abdul Marlina, Avi Maya Andria Nirawati Mohamad Muqoffa Mohammad Masykuri Muhammad Handri Aris Saputro Muhayat, Nurul Musyawaroh Musyawaroh, Musyawaroh Nandariyah, Nandariyah Nofer, Dolly Nur Azizah Zuhriah Nurul Muhayat Pande Made Sukerta Paramanandana, Satrya Prasetyo, Alif Datu Pratama, Yuwanda Budi Pratiwi Anjar Sari Putri, Salsabila Adinda Rachmawati, Julianne Indah Roudhotul Munawaroh Septi Anggita Kriskartika Setyaningsih, Wiwik Situ Asih Slamet Subiyantoro Sri Kusuma Habsari Sri Yuliani Sugara, Badra Sujarwa Sujarwa Sujarwa Sujarwa Sujarwa, Sujarwa Sulistyaningati, Endah Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto, Susanto Syamsul Hadi Syamsul Hadi Tri Joko Daryanto Triguna, IBG Yudha Virgie, Arrley Wakit Abdullah Rais Warto - Warto Warto Widodo Aribowo Widodo Ariwibowo Winny Astuti Wiwik Setyaningsih Zuhriah, Nur Azizah