Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal Orang Tua pada Anak dalam Edukasi Pinjaman Online: Studi Kasus Terkait Interpersonal Power Orang Tua pada Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah Lesmantoro, Panggah; Kusuma, Arif Surya
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v7i1.1764

Abstract

The assumption in this research is how Generation Z, as digital natives, has become a generation that is familiar and easily accesses media such as online lending applications. Several studies have shown the pros and cons within the online lending culture. Furthermore, data from the OJK indicating that Gen Z is the largest contributor to bad credit highlights the urgency of conducting this research. In the process of digital media literacy, there are gaps between parents and Gen Z, known as the digital divide phenomenon. Within these conditions, online lending innovation emerges as problematic issue, particularly in a family context. The focus of this research is the tendency of interpersonal communication between parents and children regarding Interpersonal Power and which type of power is most suitable for educating children about online lending in lower-middle-class families. This study uses a qualitative method with a descriptive approach and the Interpersonal Power theory initiated by John R. P. French and Bertram Raven, adapted by Joseph A. Devito, to explain the online lending education processes conducted by parents for Gen Z. The results of this study indicate that not all types of power possessed by parents can be applied in lower-middle-class family conditions. Reward power, coercive power, and expert power are irrelevant to be applied in these families, whereas referent power and legitimate power proved to be the dominant powers used within the lower-middle-class family scope. These two powers produce a social approach that aligns with the socio-economic reality of lower-middle-class families, with referent power used to build awareness and legitimate power used for supervision.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI STRATEGI BRANDING DAN PEMASARAN PRODUK PESANTREN DI PONDOK PESANTREN MUHAMMAD AL-FATIH SUKOHARJO Utomo, Ihsan Cahyo; Kusuma, Arif Surya; Kurniawan, Muhammad Randhy; Rahmadani , Reisya; Kafi , Ghurrotun Niswah
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammad Al-Fatih dengan di Kartasuro Kabupaten Sukoharjo merupakan ponpes yang mengkombinasikan pendidikan formal, pendidikan agama dan kewirausahaan. Selain itu Ponpes Muhammad Al-Fatih Sukoharjo merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga berupaya mengembangkan kemandirian ekonomi melalui berbagai produk hasil karya santri dan unit usaha pesantren. Karena banyak santri berasal dari kalangan yatim piatu dan dhuafa, pesantren berkomitmen membekali mereka dengan keterampilan kewirausahaan dan berbagai keahlian untuk siap terjun ke masyarakat. Salah satu tindakan nyata yang dilakukan adalah memasukkan kewirausahaan kedalam kurikulum pondok. Kegiatan kewirausahaan tidak hanya berupa teori di kelas namun diwujudkan langsung dalam pembuatan usaha santri. Produk yang dihasilkan mencakup makanan olahan seperti minuman susu kedelai, susu kedelai bubuk, produk herbal seperti jamu herbal, sabun herbal serta produk minyak wangi. Tetapi Produk hasil pondok pesatren masih dipasarkan secara manual door to door dan belum ada mereknya. Oleh karena itu, kami dari Tim pengabdian mengadakan kegiatan pengabdian dengan mengembangkan digital marketing melalui pemanfaatan teknologi menjadi solusi strategis bagi pesantren untuk meningkatkan branding, memperluas pasar, dan meningkatkan omzet. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membekali santri dan pengelola pesantren dengan keterampilan digital agar produk mereka lebih dikenal dan kompetitif. Kegiatan pada pengabdian ini adalah pelatihan santri tentang konsep branding produk, pelatihan pembuatan desain produk dan video pemasaran, serta pelatihan pengelolaan website kepada pengurus pondok pesatren muhammad al fatih. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, kemudian dilakukan evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman dan skil santri ponpes Muhammad Al Fatih di bidang branding dan desan produk. Evaluasi dilakukan dengan mengedarkan kuisioaner sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. Hasil dari quisoner didapatkan ketrampilan peserta pelatihan meningkat dengan hasil presentasi 90%. selain itu evaluasi juga dilakukan terhadap pengembangan teknologi informasi pada Ponpes Muhammad Al Fatih. Evaluasi dilakukan dengan melakukan diskusi dengan pengelola dan disimpulkan bahwa pengembangan teknologi dapat membantu proses komunikasi dan pengenalann kegiatan dan pengenalan produk santri di ponpes Muhammad Al Fatih Sukoharjo
EDUKASI KREATIF TENTANG STUNTING MELALUI VIDEOGRAFI YANG MENARIK DAN INFORMATIF DI SMP NEGERI 4 BOYOLALI Kusuma, Arif Surya; Fauzi, Roni Ari; Brillian, Naufal Raga
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi Kesehatan menjadi salah satu topik dalam sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan bentuk-bentuk komunikasi yang efektif dalam proses edukasinya. Strategi yang efektif ini memiliki fungsi penting untuk membuat pesan yang menarik dan mudah dipahami, terutama generasi muda. Generasi muda saat ini didominasi oleh gen z dan alpha yang notabene sebagai digital native. Dengan kata lain, mereka mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan media baru dengan cepat. Mitra dari pengabdian ini adalah SMP N 4 Boyolali yang diikuti oleh 34 siswa. Tim pengabdian berkolaborasi dengan penyuluh Keluarga Berencana (KB) kabupaten Boyolali untuk pembekalan dalam materi stunting. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberdayakan generasi muda untuk dapat membuat konten kreatif, khususnya edukasi stunting. Berdasarkan hasil konten yang diproduksi oleh para siswa menunjukkan bahwa baik secara substantif dan teknis mereka berhasil membuat konten dengan gaya yang kreatif dan informatif. Melalui pengabdian ini, diharapkan kedepannya siswa dapat menjadi lebih produktif dalam membuat konten kreatif yang menarik dan informatif dalam mengedukasi masyarakat, terutama dalam isu-isu kesehatan seperti stunting.