Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EVALUASI PERANCANGAN TRASE JALAN JALUR PUNCAK 2 ALTERNATIF II (DESA SUKANAGALIH PACET CIANJUR PERBATASAN KABUPATEN BOGOR) Khoerunnisa, Siti Tsana; Sekaryadi, Yudi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Momen Vol.03 No.02 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.595 KB) | DOI: 10.35194/momen.v3i2.1204

Abstract

Pembuatan jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 2 yang menghubungan Desa Sukanalagih Pacet Cianjur-Perbatasan Kabupaten Bogor bertujuan untuk memperlancar arus transfortasi, menghubungan serta membuka kawasan wisata di sepanjang Jalur Puncak 2 Alternatif 2 tersebut demi kemajuan suatu daerah serta pemerataan ekonomi. Dalam perencanaan geometrik jalan pada penulisan ini mengacu pada Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Tahun 1997. Sedangkan untuk perencanaan perkerasan lentur mengacu pada Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Moetode Analisa Komponen Bina Marga SNI 1732-1989-F dan Surat Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 02/SE/Db/2018 tentang Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Jenis jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 2 direncanakan sebagai jalan Nasional dengan kelas jalan I (satu), panjang jalan 7,97 km, lebar perkerasan 2 x 3,5 m, lebar bahu jalan 2 x 1,5 m, dengan kecepatan rencana 60 km/jam dan direncanakan semua tikungan jenis Spiral-Circle-Spiral (S-C-S). Perkerasan lentur yang digunakan berdasarkan hasil perhitungan dari data-data yang ada, diperoleh: AC-WC = 4,0 cm, AC-BC = 6,0 cm, Base Course = 20 cm, Sub Base Course = 10 cm. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 2 yaitu senilai Rp. 134.665.673.000,-.Kata Kunci : Geometrik Jalan, Perkerasan Lentur Jalan, Rencana Anggaran Biaya
KAJIAN KORELASI KECELAKAAN DENGAN KEPADATAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN CIANJUR - SUKABUMI Sekaryadi, Yudi; Setiawan, Devi; nurhalim, irman
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Momen Vol.02 No.02 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.623 KB) | DOI: 10.35194/momen.v2i2.866

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan sangat diperhatikan untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu  lintas  dan  jumlah korban kecelakaan lalu  lintas  yang  terjadi.  Hal  ini  menjadi indikator terhadap pentingnya memahami karakteristik kecelakaan. Pada penelitian ini dibahas masalah korelsi kepadatan jalan degan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan Raya Cianjur-Sukbumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan, mengetahui lokasi rawan kecelakaan (black spot),menegtahui tingkat lintas harian rata-rata jalan,dan kolerasi antara tingkat kepadatann dengan kecelakaan di Jalan Cianjur-Sukabumi,Metode yang digunakan untuk mengetahui karateristik kecelakaan adalah metode korelasi pearsoni. Metode yang digunakan untuk menentukan kepadatan jalan adalah metode MKJI . Daerah / lokasi rawan kecelakaan (black spot) adalah suatu lokasi dimana tingkat kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu dengan melihat hubungan nya dengan tingkat pelayanan jalan.Dari hasil analisis metode korelasi dan mkji disimpulkan bahwa  ada  hubungan antara  kepadatan dengan  kecelakaan tinggi  di  Jalan Raya Cianjur- Sukabumi Kata Kunci :,kecelakaan.kapasitas jalan,pelayanan jalan
PERANCANGAN TRASE JALAN JALUR PUNCAK 2 ALTERNATIF 4 RUAS JALAN DESA SUKANAGALIH PACET - PERBATASAN KABUPATEN BOGOR Hilman, Asep; Sekaryadi, Yudi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Momen Vol.05 No.02. 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/momen.v5i2.2751

Abstract

Perencanaan Trase Jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 4 (Desa Sukanagalih Pacet – Perbatasan Kabupaten Bogor)  merupakan salah satu jalan dengan tipe jalan 1 jalur, 2 arah yang berstatus jalan nasional. Pembangunan Jalur Puncak 2 berfungsi untuk mengurangi kemacetan di jalan jalur puncak 1. Jalur puncak 2 nantinya akan menjadi jalur utama. Tujuan penelitian adalah merencanakan bentuk geometrik jalan yang sesuai kelas dan fungsinya, yaitu jalan arteri kelas 1, guna menghasilkan geometrik jalan yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pemakai jalan. Metode yang di gunakan adalah metode Bina Marga No. 038 T/BM/1997. Untuk menunjang strudi ini diperlukan beberapa seperti: data volume lalu lintas, data curah hujan, data CBR, dan juga data analisa harga satuan. Dari hasil data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa pada perhitungan perkerasan lentur jalan baru dengan standar Bina Marga, analisa perkerasan jalan ini menggunakan Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen (SKBI – 2.3.26.1989). Dari hasil perencanaan geometrik jalan dengan panjang 9 km klasifikasi medan yang ada pada jalan rencana merupakan daerah bukit, kecepatan rencana 60 km/jam dan lebar jalan yang direncanakan 2 x 3 ,5 meter, direncanakan tikungan yang ditinjau tikungan PI1 dan PI2 Spiral – Circle – Spiral    (S-C-S), sedangkan hasil perhitungan diperoleh tebal lapis perkerasan lentur jalan baru denan nilai lapis permukaan LASTON (MS  744 kg) = 10 cm, lapisan pondasi atas batu pecah kelas A (CBR 100%) = 20 cm, lapisan pondasi bawah sirtu kelas A (CBR 70%) = 10 cm, total biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp.119,829,066,000,- diharapkan pada perencanaan ini bisa mendapatkan hasil analisa yang baik.
STUDI KARAKTERISTIK PENATAAN PARKIR PADA JALAN MANGUNSARKORO KABUPATEN CIANJUR Sekaryadi, Yudi; Setiawan, Devi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Momen Vol.04 No.02. 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.57 KB) | DOI: 10.35194/momen.v4i2.1907

Abstract

Wilayah Kabupaten Cianjur merupakan daerah yang cukup strategis karena berbatasan dan dekat dengan kota-kota besar. Kabupaten Cianjur merupakan daerah yang sedang berkembang terutama di bidang perdagangan. Dengan berkembangnya di bidang perdagangan, maka jumlah penduduk di Cianjur semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan akan kehidupan sehari-hari. Di jalan mangunsarkoro merupakan kawasan perdagangan yang dilengkapi dengan prasarana perpakiran yang memadai sehingga banyak pengunjung yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat parkir. Penelitian ini menggunakan metode survai lapangan  dengan melakukan pengamatan secara langsung, Pengamatan langsung dilakukan dengan pencatatan secara manual data masuk kendaraan dan keluar kendaraan Analisis penelitian menggunakan microsoft excel.Dari analisis didapat Kebutuhan luas Ruang Parkir pada jalan mangunsarkoro  adalah 688,5 m² untuk sepeda motor sedangkan untuk mobil 1437 m². Dan juga hasil kebutuhan ruang parkir yang di dapat yaitu untuk motor 454 ruang , untuk mobil di dapat 125 ruang. Kata kunci :  akumulasi,volume parkir, indeks parkir, durasi parkir, ruang parkir
EVALUASI PERANCANGAN TRASE JALAN JALUR PUNCAK 2 ALTERNATIF III DESA SUKANAGALIH PACET-PERBATASAN KABUPATEN BOGOR Pratiwi, Suci; Sekaryadi, Yudi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Momen Vol.03 No.02 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.696 KB) | DOI: 10.35194/momen.v3i2.1205

Abstract

Ruas jalan raya puncak merupakan akses jalan yang sering dilewati kendaraan baik itu dari arah Jakarta, Bogor, menuju Cianjur maupun dari arah sebaliknya, namun dengan bertambahnya volume kendaraan yang begitu pesat serta banyaknya wisatawan yang menuju kawasan puncak  menyebabkan jalur puncak selalu mengalami kepadatan dan kemacetan kendaraan terutama pada akhir pekan maupun pada setiap momen tertentu. Pembuatan jalan alternatif puncak 2 bertujuan untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas di jalur puncak, serta bisa memacu kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Cianjur dan Bogor. Dalam perencanaan geometrik jalan raya pada penulisan ini mengacu pada Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota tahun 1997 dan untuk perencanaan tebal perkerasan lentur mengacu pada Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Analisa Komponen tahun 1989 yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. Klasifikasi jalan jalur puncak 2 alternatif III merupakan jalan Arteri ( Kelas I ) dengan panjang jalan 10 km, lebar perkerasan 7 m, kecepatan rencana 60 km/jam, direncanakan jenis tikungan (Spiral-Circle-Spiral). Perkerasan Jalan jalur puncak 2 alternatif III menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan volume LHR yang telah didapat, yaitu: Lapis Permukaan = 10 cm, Lapis Pondasi Atas = 20 cm, Lapis Pondasi Bawah = 10 cm. Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Jalan Jalur Puncak 2 alternatif III sebesar Rp.150.978.359.000 .Kata kunci: Jembatan, Komposit, Beton, Baja
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN CIBUNI DENGAN BETON PRATEGANG PADA KECAMATAN CIJATI KABUPATEN CIANJUR Fajriansah, Zairofi; Sekaryadi, Yudi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Momen Vol.05 No.01. 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/momen.v5i1.2488

Abstract

AbstrakSTRUCTURAL PLANNING ON CIBUNI BRIDGE WITH PREMATURE CONCRETE IN CIJATI DISTRICT, CIANJUR REGENCYCibuni Bridge is a bridge that connects Cianjur and Sukabumi districts with a span of 30 m and a bridge width of 7 (2x0.5) meters. and the bridge is the only access for the economy of the residents in the area. it is necessary to renew/build a new bridge. The regulations for the design of the loading structure of the Cibuni bridge use the regulations of the Ministry of Public Works RSNI 2016. This plan uses prestressed concrete with predetermined dimensions, including elongated girders using dimensions H-170 cm, with support poles using dimensions of 40 x 12 cm with a distance of each backing pole 200 cm with a height of 100 cm, while the main reinforcement uses 10 mm and stirrup reinforcement -150 mm, the floor plate uses a thickness of 20 cm with the main reinforcement 10 – 200 mm and 13 – 200mm. for the quality of the concrete used on the floor slab of 30 MPa.Keywords: Prestressed Concrete Bridge, Girder Beam, VSL Cable, Superstructure AbstrakJembatan Cibuni adalah jembatan yang menghubungkan antara kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi dengan bentang 30 m dan lebar jembatan 7(2x0,5)meter. dan Jembatan tersebut adalah akses satu-satu bagi perekonomian warga yang ada di daerah tersebut. diperlukan pembaharuan/pembuatan jembatan baru.peraturan untuk perancangan pembebanan struktur atas jembatan cibuni menggunakan peraturan Departemen Pekerjaan Umum RSNI 2016 .perencanaan ini menggunakan beton prategang dengan dimensi-dimensi yang sudah di tentukan,diantaranya gelagar memanjang menggunakan dimensi H-170 cm, dengan tiang sandaran menggunakan dimensi 40 x 12 cm dengan jarak tiap tiang sandaran 200 cm dengan tinggi 100 cm,adapun tulangan utama memakai ∅ 10 mm dan tulangan sengkang ∅-150 mm,plat lantai menggunakan tebal 20 cm dengan tulangan utama ∅ 10 – 200 mm dan ∅ 13 – 200 mm. untuk mutu beton yang di gunakan pada plat lantai 30 mpa.Kata kunci: Jembatan Beton Prategang, Balok Girder, Kabel VSL, Struktur Atas
OPTIMASI BIAYA UPAH TENAGA KERJA PEMBESIAN DENGAN METODE SIMPLEKS PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG STRUKTUR ATAS Nurasiyah, Siti; Nurdiyansyah, Irsan; Sekaryadi, Yudi; Natawidjana, Rochany
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 7, No 2 (2024): JURNAL MOMEN VOL.07 NO.02. 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v7i2.4842

Abstract

Kebutuhan tenaga kerja yang terampil, serta memiliki produktivitas yang tinggi sangat diperlukan saat proyek dilaksanakan. Hal ini akan mempengaruhi berjalannya proyek tersebut sehingga perlu analisis sebelum proyek konstruksi dimulai, agar mendapatkan jumlah tenaga kerja yang efisien diperlukan alokasi jumlah tenaga kerja agar tidak meningkatnya biaya yang dikeluarkan. Metode simpleks merupakan salah satu model umum dalam teknik pemrograman linier yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah dalam mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas secara optimal untuk mencapai   hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya upah pekerjaan pembesian berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) di lapangan dan biaya upah optimum menggunakan metoda simpleks serta mengetahui besar perbedaan biaya upah berdasarkan AHSP dan analisa modern. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung FPTK COE PPPG (CWP-01). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan program LiPS untuk perhitungan metode simpleks. Dari hasil penelitian ini,  besar biaya upah pekerjaan pembesian berdasakan AHSP adalah sebesar Rp1.059.919.927. Optimasi biaya upah pekerjaan pembesian dengan metode simpleks menghasilkan selisih biaya RAB upah pekerjaan pembesian adalah sebesar Rp75.250.000 (6%). Dalam Analisa modern perbedaan diameter, dimensi, dan kerumitan pembesian diakomodir dengan produktivitas yang berbeda-beda, sehingga dilakukan analisa dengan hasil koefisien terendah yaitu Rp447.609.278 dan koefisien tertinggi Rp777.551.352. Optimasi biaya upah dengan metode simpleks  menggunakan analisa modern didapatkan hasil sebesar Rp27.860.000 (4%) untuk koefisien terendah dan Rp64.050.000 (6%) untuk koefisien tertinggi.Kata Kunci:AHSP, Optimal, Analisa Modern, Metode Simpleks
PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN Sekaryadi, Yudi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9067.63-74

Abstract

Abstract This study was conducted in Sidamulya Village, Jalaksana District, Kuningan Regency, in West Java Province. Sidamulya village is traversed by the Cirebon–Kuningan provincial road which is in good and moderate condition, the Jalaksana–Simpang Pejambon district road which is in moderate condition and slightly damaged, and several village roads are in moderate condition, lightly damaged, and heavily damaged. The road maintenance program in the Sidamulya Village environment is implemented based on the results of road condition surveys. Maintenance of the Cirebon-Kuningan Road Section is proposed using a routine maintenance program, while maintenance of the Jalaksana-Simpang Pejambon Road Section is proposed using a periodic maintenance program. Meanwhile, maintenance of village roads is proposed with a periodic maintenance and rehabilitation program. Implementation of road maintenance can be carried out by including village community participation through the Type IV self-management method, where planning is carried out by the government or community, while implementation and supervision are carried out by the community. The types of work that can be done by village communities are simple jobs and do not require high-tech equipment. Keywords: road conditions; community participation; road maintenance; road planning; self-management Abstrak Studi ini dilakukan di Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, di Provinsi Jawa Barat. Desa Sidamulya dilewati oleh jalan provinsi Cirebon–Kuningan yang berkondisi baik dan sedang, jalan kabupaten Jalaksana–Simpang Pejambon yang berkondisi sedang dan rusak ringan, dan beberapa jalan desa berkondisi sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Program pemeliharaan jalan di lingkungan Desa Sidamulya dilaksanakan berdasarkan hasil survei kondisi jalan. Pemeliharaan ruas jalan Cirebon–Kuningan diusulkan menggunakan program pemeliharaan rutin, sedangkan pemeliharaan ruas jalan Jalaksana– Simpang Pejambon diusulkan dengan program pemeliharaan berkala. Sementara itu, pemeliharaan jalan desa diusulkan dengan program pemeliharaan berkala dan rehabilitasi. Pelaksanaan pemeliharaan jalan dapat dilakukan dengan me-nyertakan partisipasi masyarakat desa melalui metode swakelola Tipe IV, yang mana perencanaan dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat, sedangkan pelaksanaan dan pengawasan dilakukan oleh masyarakat. Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa adalah pekerjaan yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan berteknologi tinggi. Kata-kata kunci: kondisi jalan; partisipasi masyarakat; pemeliharaan jalan; perencanaan jalan; swakelola
EARMARKING TAX: A SOLUTION FOR NEGLECTED PROVINCIAL ROAD MAINTENANCE Sekaryadi , Yudi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9517.127-138

Abstract

Abstract The West Java Provincial Government cannot fund the entire provincial road maintenance program due to budget constraints. Therefore, it is necessary to find revenue sources that can be used to fill the funding gap. This study examines the potential revenue from earmarking taxes that can be used to finance provincial road maintenance. The study results indicate that the potential revenue generated from earmarking taxes cannot fund the entire road maintenance program, but is only sufficient to cover 100% of the routine maintenance program and 40% of the periodic maintenance program. Keywords: road maintenance; provincial roads; earmarking tax; routine maintenance; periodic maintenance Abstrak Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak dapat membiayai seluruh program pemeliharaan jalan provinsi karena keterbatasan anggaran. Karena itu, perlu dicari sumber-sumber pemasukan yang dapat digunakan untuk mengisi kekurangan dana yang dibutuhkan. Pada studi ini dikaji potensi penerimaan yang berasal dari pajak earmarking yang dapat digunakan untuk membiayai pemeliharaan jalan provinsi. Hasil yang diperoleh dari studi menunjukkan bahwa potensi pendapatan yang diperoleh dari pajak earmarking tidak dapat membiayai seluruh program pemeliharaan jalan, tetapi hanya cukup untuk 100% program pemeliharaan rutin dan 40% program pemeliharaan periodik. Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan; jalan provinsi; pajak earmarking; pemeliharaan rutin; pemeliharaan periodik
Analysis of Hotmix AC-WC Mixture Using Materials from Lagadar Quarry and Baleendah Quarry for Road Planning Design Akbardin, Juang; Alpaqih, Nauval Fajar; Sekaryadi, Yudi
ASTONJADRO Vol. 14 No. 3 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i3.15719

Abstract

The material for the AC-WC hotmix mixture will affect the quality of the AC-WC hotmix itself. In the Bandung City area and its surroundings, materials for the AC-WC hotmix mixture are usually used which are taken from the Lagadar quarry and Baleendah quarry. Therefore, testing is carried out with the aim of comparing the quality of the material from which quarry is better between the two quarries. In addition, testing is needed on the asphalt that will be used because it will also affect the quality of the AC-WC hotmix asphalt produced, and testing is needed on the AC-WC hotmix sample itself by conducting a marshall test. Then the pavement thickness calculation is carried out using the AASTHO 1993 method to determine the thickness of the flexible pavement. Based on the results of the tests that have been carried out on the AC-WC hotmix mixture material taken from the two quarries, the results are quite good, both meet the required specifications. In addition, the test results on the 60/70 pen asphalt used also showed good results because all test results carried out met the specifications according to the existing SNI. The results of the marshall test on the two AC-WC hotmix samples produced showed good results. All marshall parameters for the two samples met the required specifications, but of the two AC-WC hotmix samples, the AC-WC hotmix sample with mixed material from the Baleendah quarry had better marshall parameter values.