Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Perancangan Time Synchronization sebagai Alat Bantu Pengujian Intertrip Relay Distance Ryan Wicaksono; R. Jasa Kusumo Haryo; Basuki Winarno; Yuli Prasetyo; Dimas Nur Prakoso
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i1.7422

Abstract

At the company PT. PLN (Persero) ULTG Madiun carried out many tests relay, one of which is intertrip testing relay distance. Intertrip testing relay distance is a test carried out between 2 (two) relay distance conducting bays in main substations that face each other. Intertrip testing relay distance must be done if replacement occursrelay, replacement of teleprotection equipment, changes to protection schemes, and changes to logic circuitsrelay which is related to the send or receive signal from the opposite substation. However, this test requires synchronization between two intertrip test tools relay distance at each substation. In this final project, it will be designed Time Syncronization As A Tool For Intertrip Relay Distance Testing, to make things easier for PT employees. PLN (Persero) ULTG Madiun when synchronizing two intertrip test equipment relay distance. All process control of this tool uses ESP32 Devkit V1. Meanwhile for displaying setting time for testing can be seen on the web assisted by GPS NEO-6M. The results obtained when testing the Dolopo by Ponorogo R and S phase distance intertrip relay were carried out at 12.00.00, experiencing a delay time of 0.0553 seconds when the PMT tripped. Meanwhile, the Dolopo by Ponorogo T phase distance intertrip relay test was carried out on 12.09.00 and experienced a delay of 0.0529 seconds when the PMT tripped. From two intertrip relay distance tests, the trip time delay is no more than 0.1 second.
Enhancing Power Factor Performance of Capacitor Bank Systems through Control Circuit Reconfiguration Yuli Prasetyo; Budi Triyono; Dimas Nur Prakoso; Santi Triwijaya; Muhammad Marco Dwi Yoga
International Journal of Engineering Continuity Vol. 5 No. 1 (2026): IJEC
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijec.v5i1.454

Abstract

This study investigates a practical method to enhance the efficiency of a campus electrical distribution system by optimizing the control and power circuitry of a capacitor bank panel. The research addresses the persistent issue of low power factor and phase imbalance resulting from non-standard wiring configurations in existing installations. Unlike conventional maintenance procedures, the proposed rewiring strategy systematically redesigns the control and power connections to ensure accurate capacitor switching and reactive power compensation in accordance with operational load variations. A diagnostic improvement evaluation framework was employed, involving pre- and post-rewiring measurements of power factor, load current balance, and reactive power under both normal and full-load conditions. The rewiring intervention increased the power factor from 0.97 to 0.99 during normal operation and from 0.70 to 0.95 under full-load simulation (1100 kVA). These improvements corresponded to a measurable reduction in reactive power demand and overall system losses, indicating a substantial gain in energy efficiency and voltage stability. The findings confirm that targeted control circuit reconfiguration can significantly enhance the operational reliability of capacitor bank systems beyond conventional maintenance practices. This work contributes a replicable, technically validated approach for improving power quality in educational and industrial electrical installations.
Rancang Bangun Kapasitor Bank Menggunakan PLC dengan Beban 3 Fasa Dimas Nur Prakoso; Yuli Prasetyo; Budi Triyono; Hanifah Nur Kumala Ningrum; Renna Melinda
Jurnal JEETech Vol. 6 No. 1 (2025): Nomor 1 May
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jeetech.v6i1.6104

Abstract

Biaya produksi merupakan hal yang harus diperhatikan dalam suatu industri. Biaya produksi tersebut disebabkan salah satunya karena kualitas daya seperti faktor daya dan rugi-rugi daya. Pemakaian beban induktif seperti motor induksi dan tranformator dapat menyebabkan kelebihan pemakaian daya reaktif, dan akan berdampak pada meningkatnya denda PLN yang harus dibayar apabila power factor < 0,85. Hal ini dapat diatasi dengan pemasangan beban yang bersifat kapasitif seperti kapasitor bank untuk menurunkan biaya pemakaian KVAR dan meminimalisir drop tegangan. Tujuan penelitian ini adalah pengoptimalan penggunaan kapasitor bank menggunakan PLC. Stepping otomatis menggunakan cos φ meter sebagai input analog PLC yang akan digunakan untuk penentuan metode yang sesuai dan mengaktifkan kapasitor. Stepping manual dilakukan dengan menekan tombol switch untuk mengaktifkan kapasitor. Hasil dari pengujian, baik stepping manual maupun otomatis sesuai dengan program PLC dan display. Metode sudah dapat bekerja secara otomatis dan penentuan akan sesuai dengan kombinasi kapasitor. Dengan hasil cos φ pada motor 1 yang awalnya sebesar 0,56 menjadi naik sebesar 0,86, pada motor 2 nilai cos φ yang awalnya sebesar 0,74 menjadi naik sebesar 0,93, pada motor 3 nilai cos φ yang awalnya sebesar 0,6 menjadi naik sebesar 0,97 dan pada motor 4 nilai cos φ yang awalnya sebesar 0,65 menjadi naik sebesar 0,95
Analisis Pengaturan Relay Diferensial Siemens 7UT5121 pada Transformator Menggunakan Simulasi ETAP untuk Meningkatkan Sistem Proteksi Nur Prakoso, Dimas; Prasetyo, Yuli; Triyono, Budi
Jurnal FORTECH Vol. 7 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v7i1.7102

Abstract

Transformator merupakan komponen utama dalam sistem kelistrikan untuk menyalurkan energi listrik ke konsumen. Dalam pengoperasiannya, transformator sering mengalami gangguan sehingga diperlukan pengamanan dan pengaturan proteksi yang andal guna menjaga kelancaran sistem. Sistem proteksi dirancang untuk memutus arus gangguan yang terjadi, melindungi peralatan dari kerusakan akibat arus gangguan. Salah satu perangkat proteksi utama pada transformator adalah relay diferensial, yang bekerja cepat tanpa memerlukan koordinasi dengan relay lain. Relay diferensial beroperasi berdasarkan perbedaan vektor antara dua atau lebih besaran listrik yang melebihi nilai ambang tertentu. Dalam penelitian ini, digunakan relay proteksi Siemens 7UT5121. Untuk mempermudah pengujian dan analisis gangguan pada pengaturan relay proteksi tersebut, dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Penyetelan relay proteksi dilakukan untuk melindungi transformator apabila terjadi perbedaan arus pada CT sisi primer dan sekunder dalam zona proteksi. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai rasio CT untuk arus nominal (I₁) sebesar 230,94 A dan arus nominal (I₂) sebesar 1905,25 A. Arus sekunder CT dihitung masing-masing sebesar 0,769 A untuk I₁ dan 0,866 A untuk I₂. Pada relay diferensial, arus diferensial tercatat sebesar 0,097 A, sedangkan arus restrain adalah 0,817 A. Hasil analisis presentase slope menunjukkan nilai sebesar 11,18% pada slope 1 dan 23,74% pada slope 2. Nilai setting arus diferensial yang diperoleh adalah 0,379 A. Relay tidak akan bekerja jika gangguan terjadi di luar zona proteksi, sehingga memastikan keandalan sistem proteksi transformator
Analisis Pengaturan Relay Diferensial Siemens 7UT5121 pada Transformator Menggunakan Simulasi ETAP untuk Meningkatkan Sistem Proteksi Nur Prakoso, Dimas; Prasetyo, Yuli; Triyono, Budi
Jurnal FORTECH Vol. 7 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v7i1.7102

Abstract

Transformator merupakan komponen utama dalam sistem kelistrikan untuk menyalurkan energi listrik ke konsumen. Dalam pengoperasiannya, transformator sering mengalami gangguan sehingga diperlukan pengamanan dan pengaturan proteksi yang andal guna menjaga kelancaran sistem. Sistem proteksi dirancang untuk memutus arus gangguan yang terjadi, melindungi peralatan dari kerusakan akibat arus gangguan. Salah satu perangkat proteksi utama pada transformator adalah relay diferensial, yang bekerja cepat tanpa memerlukan koordinasi dengan relay lain. Relay diferensial beroperasi berdasarkan perbedaan vektor antara dua atau lebih besaran listrik yang melebihi nilai ambang tertentu. Dalam penelitian ini, digunakan relay proteksi Siemens 7UT5121. Untuk mempermudah pengujian dan analisis gangguan pada pengaturan relay proteksi tersebut, dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Penyetelan relay proteksi dilakukan untuk melindungi transformator apabila terjadi perbedaan arus pada CT sisi primer dan sekunder dalam zona proteksi. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai rasio CT untuk arus nominal (I₁) sebesar 230,94 A dan arus nominal (I₂) sebesar 1905,25 A. Arus sekunder CT dihitung masing-masing sebesar 0,769 A untuk I₁ dan 0,866 A untuk I₂. Pada relay diferensial, arus diferensial tercatat sebesar 0,097 A, sedangkan arus restrain adalah 0,817 A. Hasil analisis presentase slope menunjukkan nilai sebesar 11,18% pada slope 1 dan 23,74% pada slope 2. Nilai setting arus diferensial yang diperoleh adalah 0,379 A. Relay tidak akan bekerja jika gangguan terjadi di luar zona proteksi, sehingga memastikan keandalan sistem proteksi transformator
SISTEM CHARGING 110 VDC SEBAGAI SUPPLY CONTROL CIRCUIT VOLTAGE KUBIKEL 20 KV Dimas Nur Prakoso; Yuli Prasetyo; Basuki Winarno; Budi Triyono; Santi Triwijaya
ELECTRON Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 6 No 2: Jurnal Electron, November 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/electron.v6i2.322

Abstract

The 110VDC supply at the substation serves as a supply for the control and protection system at the cubicle panel. In addition, the 110VDC battery used as a backup supply plays an important role when the main supply source is lost. Loss of supply 110VDC is fatal to the electrical system. Causes electrical interference cannot be monitored and protection failure. 110VDC batteries may experience voltage drops. There are several ways to keep the battery in good condition when used, one of them with a charging system which functions to maintain the condition battery. This system uses a Buck converter circuit with charging pulses through the duty cycle can distribute high electric current to battery. With a Buck converter output voltage of 111 Volt 6.54 A at duty cycle 55% using dummy load. Test results with a voltage of 110VDC and a current of 5A in testing with dummy load of 10Ω480W obtained voltage output of 103VDC and current of 8.40A, in testing with dummy load of 10Ω400W received voltage output of 136VDC and current of 6.28A, in testing with dummy load of 12Ω500W received voltage output of 122VDC and current of 6.00 A, in testing with dummy load of 15Ω500W received voltage output of 127VDC and current of 5.88 A, in testing with dummy load of 11Ω500W received voltage output of 111VDC and current of 6.54A. From the overall test data by providing a load in the form of a dummy load, an average error of 9.86% was obtained.
Perancangan dan Pengujian PLTS Off-Grid Portabel Berbasis IoT untuk Aplikasi Darurat Infrastruktur Transportasi Budi Triyono; Dimas Nur Prakoso; Yuli Prasetyo; Basuki Winarno; Ryan Wicaksono; Santi Triwijaya; Satrio Nugroho
Nucleus Journal Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/nucleus.v5i1.5109

Abstract

Ketersediaan catu daya yang andal pada infrastruktur transportasi sangat penting untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kontinambungan layanan, khususnya pada kondisi darurat ketika pasokan listrik dari jaringan terganggu. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid portabel berbasis Internet of Things (IoT) sebagai sumber daya darurat untuk infrastruktur transportasi berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan rekayasa sistem yang meliputi studi literatur, perancangan perangkat keras, integrasi sistem monitoring IoT, perakitan prototipe, serta pengujian laboratorium dan lapangan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas tiga panel surya dengan total kapasitas 300 Wp, baterai lithium 12 V 100 Ah, solar charge controller PWM 20 A, inverter 1000 W, serta dashboard monitoring berbasis Ubidots. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran panel surya berada pada rentang 19,5–20,5 V dengan daya tertinggi mencapai 89,3 W pada pukul 11.00. Tegangan keluaran solar charge controller relatif stabil pada rentang 13,37–13,43 Vdc selama proses pengisian. Pada pengujian baterai saat pelepasan beban, tegangan menurun dari 13,46 Vdc menjadi 13,37 Vdc, diikuti penurunan tegangan AC inverter dari 205 Vac menjadi 198 Vac. Sistem IoT berhasil menampilkan parameter kelistrikan secara real-time, meliputi tegangan, arus, daya, status charging-discharging, dan state of charge baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai solusi catu daya darurat yang portabel, efisien, dan mudah dipantau
Peningkatan Produktivitas Penjualan UMKM Kerajinan Kulit Akasia Industry melalui Live Streaming Interaktif dan Manajemen Campaign Marketplace Handika Asep Kurniawan; Sasmito Widi Nugroho; Dimas Nur Prakoso; Zaenal Alwan Said; Berliana Arieska Budianto
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i2.11777

Abstract

This community service program aimed to improve the sales productivity of Akasia Industry, a leather craft small and medium enterprise (SME) located in Ringinagung Village, Magetan Regency, East Java, through the implementation of interactive live streaming and structured marketplace campaign management. The partner has operated since 2019 with 15 workers and a production capacity of 2-5 products per day, with a monthly revenue baseline of IDR 10,000,000 and approximately 100 transactions per month. The program applied a participatory action research (PAR) approach implemented across five stages: socialization and baseline mapping, technology procurement and studio setup, training, mentoring and evaluation, and program sustainability. Key outputs included a 2x2-meter mini live studio equipped with Sony ZV-E10 camera, Boya BY-V10 microphone, and LED lighting; standardized live streaming SOPs and host scripts; product photo guidelines; and structured monthly campaign calendars. Post-program outcomes showed a significant improvement in multi-platform digital presence: TikTok @akasiaindustry reached 3,655 followers with videos garnering up to 81,000 views; Instagram @akasiaindustry grew to 1,839 followers; the Shopee store achieved a 98.6% positive review rate with successful flash sale campaigns at 49% discount; and the Tokopedia store listed standardized handmade vegetable-tanned leather products. Monthly transactions increased from 100 to an estimated 160-220 orders, with market reach expanding beyond Magetan Regency.