Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Exploration of Ergonomic Aspect in Nursing Care through Participatory Ergonomic Approach Ni Ketut Guru Prapti; Putu Oka Yuli Nurhesti; I Wayan Suwirja
Journal of A Sustainable Global South Vol 7 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jsgs.2023.v07.i02.p05

Abstract

The participatory ergonomics approach is a process that involves people who aim to explore in depth the aspects that influence the problems faced in a group. Nurses are a professional group of health workers who have a high potential for experiencing musculoskeletal disorders as a result of manual activities. Nurse activities such as lifting, pushing and moving patients in an effort to provide nursing care require great energy. This research is an explorative study with a cross-sectional study design that aims to explore problems and conduct studies based on eight ergonomic aspects of providing nursing care. The research was conducted at RSU (General Hospital) Bangli with 30 respondents as implementing nurses who worked in services. Focus Group Discussion (FGD) is a method used to obtain information about ergonomic aspects that have the potential to cause complaints to nurses in providing nursing care. The instrument used in this research is the steps of the workshop implementation from Manuaba. Problem analysis is carried out then prioritized based on Urgent, Important and essential. Six (6) issues were raised in the discussion, including; work attitudes, work facilities, workload, nutrition, work environment, information conditions and social conditions. Based on the priority scale, the improvement of work attitudes is the top priority to be addressed and improvement suggestions in the form of socializing ergonomic work postures to nurses at RSUD (General Hospital) Bangli. This research was carried out up to the proposed improvement stage, so that in further research the implementation stage could be carried out in order that an evaluation of the effectiveness of the proposed improvements could be carried out. Further research can be focused on proposed improvements for aspects that still have potential hazards apart from aspects of work attitude that have been discussed in this study.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI PADA PENGEMUDI BUS DI KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GIANYAR Putu Ariyanti Swandewi; I Kadek Saputra; Ni Ketut Guru Prapti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p16

Abstract

Pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar merupakan pekerjaan yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Sebanyak 9 dari 14 pengemudi mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya keluhan muskuloskeletal. Pengemudi yang mengalami keluhan muskuloskeletal dapat merasakan nyeri, kaku, dan kelemahan pada otot serta sendi, sehingga menurunkan konsentrasi mereka dalam mengemudikan kendaraan. Faktor yang dapat mempengaruhi keluhan ini antara lain usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, kesesuaian beban kerja, postur tubuh yang tidak ergonomis, durasi mengemudi, pajanan getaran, dan masa kerja. Situasi tersebut dapat membahayakan keselamatan pengemudi serta penumpangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pengemudi bus yang bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian kuesioner, yaitu kuesioner data demografi, Nordic Body Map, dan kuesioner faktor risiko. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 71,4% responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil ini, saran yang dapat diberikan kepada instansi terkait adalah melakukan evaluasi terkait desain ergonomis dari kursi, roda kemudi, dan pedal bus untuk meningkatkan kenyamanan dan meminimalisir keluhan muskuloskeletal yang terjadi pada pengemudi bus.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA NELAYAN DI DESA KUSAMBA Komang Alit Try Saputra; Ni Ketut Guru Prapti; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p03

Abstract

Kasus keluhan muskuloskeletal menempati urutan kedua dengan prevalensi sebanyak 469.000 kasus atau 34,54% selama 3 tahun terakhir dari semua kasus penyakit akibat kerja yang ada. Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang memerlukan tenaga yang cukup besar. Aktivitas yang sering dilakukan nelayan seperti memikul, mendorong, mengangkat, menarik, dan memindahkan peralatan nelayan serta dilakukan dengan gerakan yang sama secara berulang kali. Kegiatan tersebut akan dapat menimbulkan terjadinya cidera atau keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Desa Kusamba. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 64 nelayan. Data dianalisis menggunakan uji univariat menunjukkan hasil bahwa mayoritas nelayan di Desa Kusamba berusia >35 tahun (64,1%), berdasarkan masa kerja paling banyak bekerja selama >10 tahun (70,3%) dan berdasarkan keluhan muskuloskeletal paling banyak mengalami keluhan pada tingkat risiko sedang (54,7%) terutama di bagian punggung, pinggang, lengan atas dan lengan bawah. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Kusamba menemukan bahwa nelayan berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal pada tingkat risiko sedang sehingga diharapkan para pekerja nelayan melakukan peregangan atau pemanasan baik sebelum dan sesudah melakukan perkerjaan dan dapat memberikan edukasi mengenai pengetahuan nelayan terkait postur kerja yang ergonomis agar mengurangi ketegangan otot dan menghindari terjadinya cedera pada sistem muskuloskeletal.
GAMBARAN SIKAP ORANG TUA MENGENAI PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI TK NEGERI PEMBINA DENPASAR Gaby Margaretha; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p07

Abstract

Berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, eksploitasi seksual, dan pelecehan seksual di dunia maya, dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Salah satu bentuk untuk mencegah kekerasan seksual, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan seksual yang komprehensif. Tujuan studi ini ialah untuk menganalisis gambaran sikap orang tua mengenai pemberian pendidikan seksual pada anak di TK Negeri Pembina Denpasar. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah responden pada studi ini yakni 85 responden. Pengumpulan data didapatkan dengan pengisian kuesioner sikap orang tua dijalankan secara online. Adapun analisis data penelitian ini memanfaatkan analisis statistik deskriptif. Hasil studi ini menyampaikan mayoritas responden pada studi ini memerankan sikap netral mengenai pemberian pendidikan seksual anak di TK Negeri Pembina Denpasar total 39 responden (45,9%). Sedangkan total 4 responden (4,7%) memiliki sikap positif, 21 responden (24,7%) memiliki sikap cenderung positif, 14 responden (16,5%) memiliki sikap cenderung negatif, dan 7 responden (8,2%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan orang tua dan sekolah mampu bekerja sama agar melakukan pembekalan kepada orang tua serta anak mengenai pendidikan seksual anak usia dini.
GAMBARAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS II NEGARA Muhamad Yuslim Wajidal Muiz; Desak Made Widyanthari; Ni Ketut Guru Prapti; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p03

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan insulin yang menyebabkan hiperglikemia yang jika tidak tertangani dalam waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya Peripheral Artery Disease (PAD). PAD memiliki kecenderungan asymptomatic sehingga penanganan PAD yang tidak adekuat mengakibatkan kondisi yang serius seperti amputasi, gangguan kapasitas fungsional, dan kualitas hidup. Pemeriksaan yang dapat mendeteksi PAD adalah pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai ABI berdasarkan jenis kelamin, usia, lama menderita, riwayat hipertensi, IMT, GDP, status merokok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang pasien DM di wilayah kerja Puskesmas II Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM berjenis kelamin wanita sebesar 56,7%, usia tengah (44-59 tahun) 46,7%, tidak merokok 100%, memiliki GDP tinggi 66,7%, IMT kategori normal 76,7%, memiliki riwayat hipertensi 73,3%, lama menderita  tahun 83,3% dan nilai ABI pasien pada rentang normal sebesar 56,7% dan PAD Ringan 43,3%. Pasien DM yang mengalami PAD berjenis kelamin perempuan sebanyak 26,7%, usia lansia 20%, hipertensi 3,3%, IMT normal 30%, GDP tinggi 30%, tidak merokok 43,3% dan lama menderita  tahun 33,3%. Kesimpulan penelitian ini yaitu mayoritas pasien DM yang mengalami PAD memiliki hipertensi, GDP tinggi, pada IMT normal, tidak merokok, lama menderita  tahun dan berjenis kelamin wanita. Diharapkan pada penelitian selanjutnya mengkaji status kesehatan masa lalu seperti status kolesterol, status merokok masa lalu, tingkat aktivitas, hiperlipidemia, dan riwayat penyakit gagal ginjal kronik.
HUBUNGAN STIGMA DAN PERILAKU CARING PERAWAT PADA PASIEN DENGAN HIV DAN AIDS Luh Gede Suryaniti Artha; Nyoman Agus Jagat Raya; Ni Ketut Guru Prapti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p01

Abstract

Stigma menjadi hambatan dalam pencegahan dan pengendalian transmisi HIV. Perilaku caring yang dilakukan perawat merupakan salah satu komponen pendukung dalam pengobatan pasien dengan HIV dan AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stigma dan perilaku caring perawat pada pasien dengan HIV dan AIDS. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif cross sectional. Sampel ditentukan dengan total sampling yang berjumlah 53 orang dan seluruhnya merupakan perawat yang pernah merawat pasien HIV dan AIDS. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur stigma HIV pada perawat mengacu pada Nurse AIDS Attitude Scale (NAAS) dan perilaku caring perawat mengacu pada Inventaris Perilaku Caring. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rank yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan stigma dan perilaku caring perawat pada pasien dengan HIV dan AIDS (p-value = 0,000 ; r = -708). Semakin tinggi stigma maka semakin rendah perilaku caring. Hubungan stigma dan perilaku caring perawat dalam penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam memberikan asuhan keperawatan yang lebih optimal kepada pasien dengan HIV dan AIDS.