Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN PELAT BAJA PADA SERAT TARIK TERLUAR BALOK DENGAN VARIASI JARAK SHEAR CONNECTOR TERHADAP KAPASITAS PENAMPANG BALOK Chica Oktavia
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i1.2320

Abstract

Beton kuat menahan tekan tetapi tidak kuat menahan tarik oleh karena itu agar beton bekerja dengan baik perlu dibantu dengan memberinya tambahan perkuatan penulangan yang bertugas menahan gaya Tarik. Struktur komposit antara balok beton dengan pelat baja merupakan struktur yang memanfaatkan kelebihan dari beton dan baja yang bekerja bersama-sama sebagai satu kesatuan.  Shear Connectors digunakan untuk menahan slip yang terjadi pada bidang pertemuan beton dengan pelat baja. Pemasangan Shear Connectors sebagai antisipasi slip perlu dilakukan sehingga dapat mengetahui bagaimana pengaruh pelat baja pada serat tarik terluar terhadap kapasitas penampang balok beton.Penambahan pelat baja pada serat tarik terluar balok memiliki nilai momen maksimum yang lebih besar dibandingkan dengan balok tanpa penambahan pelat, Karena tebal pelat baja berpengaruh terhadap meningkatnya kapasitas penampang balok.Balok tanpa pelat dan shear connector yang diberi nama balok BB sebagai acuan kekuatan memberikan hasil momen maksimum rata-rata sebesar 3,51 KNm, Balok dengan penambahan pelat baja menggunakan tambahan pelat baja dan shear connector jarak 5 cm yang di beri nama Balok FB-50 diperoleh nilai rata-rata momen maksimum 8,82 KNm meningkat sebesar 151,56% untuk balok dengan penambahan pelat baja menggunakan tambahan shear connector jarak 7,5 cm yang diberi nama balok FB-75 diperoleh nilai rata-rata momen maksimum 9,23 KNm meningkat sebesar 163,18% sedangkan untuk balok dengan penambahan pelat baja menggunakan tambahan shear connector jarak 10 cm yang diberi nama balok FB-100 diperoleh nilai rata-rata momen maksimum 8,45 KNm meningkat sebesar 140,82% dari nilai momen maksimum balok tanpa penambahan pelat dan shear connector
PENYEDIAAN AIR BERSIH BERBASIS KUALITAS, KUANTITAS DAN KONTINUITAS AIR Eva Rolia; Chica Oktavia; Sri Retnaning Rahayu; Muhaimin Fansuri; Mufidah Mufidah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i2.2594

Abstract

Salah satu masalah yang sering kita hadapi saat ini adalah rendahnya suplai air ke masyarakat sehingga berdampak pada tingkat kesehatan manusia yang semakin menurun. Hingga saat ini, penyediaan air bersih bagi masyarakat Indonesia pun masih menghadapi sejumlah permasalahan kompleks yang belum terselesaikan secara tuntas. Upaya penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan manusia baik secara kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas perlu didasarkan pada faktor-faktor Komunitas, Lingkungan, Infrastruktur, dan sistem penyediaan air itu sendiri.
REDESAIN GEDUNG ASIMETRIS PADA GEDUNG SISTEM ONLINE UNIVERSITAS TERBUKA Chica Oktavia; Feby Aristia Putri; Aris Sujiani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i2.2591

Abstract

Perilaku bangunan bertingkat selama gerakan gempa tergantung pada konfigurasi struktural yang mana konfigurasi tidak teratur,  baik dalam rencana atau elevasi diakui sebagai salah satu penyebab utama kegagalan selama gempa bumi. Sedangkan dimensi struktur gedung yang besar juga menjadi beban sendiri terhadap bangunan. Oleh karena itu, analisis konfigurasi tidakberaturan struktur Gedung Sistem Ujian Online Universitas Terbuka Lampung dilakukan untuk mengetahui kinerja gedung terhadap simpangan antar tingkat akibat beban gempa  dan  perhitungan pembebanan dilakukan untuk menghasilkan struktur yang lebih optimal dan efisien
ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK KEBERLANGSUNGAN BIDANG KONSTRUKSI Chica Oktavia; Ahmad Nurkholis
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2022): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v3i2.4114

Abstract

Artificial Intelligence terhadap bidang konstruksi sangat mempengaruhi kemajuan keberlangsungan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Perkembangan Artificial Intelligence dalam bidang konstruksi mendorong banyak peneliti untuk terus mengeksplorasi kecerdasan buatan jauh ke dalam ilmuan teknik sipil. Berdasarkan literlatur yang dibahas pada artikel ini proses perencanaan, administrasi, analisis resiko, perhitungan struktur, desain arsitektur, dapat menjadi bagian yang terhubung dengan penggunaan Artificial Intelligence.
IMPLEMENTASI DESAIN RAMAH ANAK BERBASIS WASH PADA SARANA CTPS DI PUSKESMAS YOSODADI METRO Eva Rolia; Chica Oktavia; Sri Retnaning Rahayu; Muhammad Zikri Mulyadi; Arrifah Sunaryo; Diana Puspita; Muhaimin Fansuri
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi sanitasi ramah anak merupakan hal yang perlu diperhatikan. Karena berpengaruh dengan tingkatkeamanan, kenyamanan dan kesehatan anak. Hal ini dapat diwujudkan pada sebuah fasilitas kesehatan yangmana komponen utamanya adalah sanitasi dasar. Sanitasi menyangkut beberapa aspek yaitu pengolahansampah, pengolahan limbah, kebersihan, toilet, jamban dan sarana CTPS. Masalah utama yang dialami padaanak-anak ialah kurangnya informasi tentang cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Pada UPTDPuskesmas Yosodadi Metro belum memiliki fasilitas khusus sanitasi ramah anak dikarenakan kurangnyapendanaan dan masih perlu digiatkan promosi kesehatan edukasi tentang PHBS. Tujuan penelitian ini agar dapatmemberikan sebuah perubahan rancangan atau desain sarana CTPS, memberikan pendampingan dalam halupgrading desain ramah anak, fasilitas kesehatan dengan Program WASH In HCF serta pendampingan dalamhal promosi kesehatan. Metode yang digunakan selama pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan,pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil penelitian menemukan ada responden yang berperilaku kurangartinya masih ada masyarakat yang belum terbiasa mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dalamkehidupan sehari-hari; Jumlah wastafel di dalam gedung ada 5 buah dan diarea luar gedung ada 3 wastafel;perabot permainan pada ruang ramah anak UPTD Puskesmas Yosodadi kurang lengkap bahkan banyak yangsudah tidak layak pakai.
INVESTIGASI PEMANFAATAN TANAH LEMPUNG DAN ABU AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOCK Chica Oktavia; Syta Afina; Yusuf Amran
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i1.2955

Abstract

Bahan penyusun paving block terbuat dari semen portland, agregat halus (pasir) dan air. Karena meningkatnya penggunaan paving block dengan semen sebagai bahan perekat sangat tinggi berdampak terhadap harga jual dan pasir sebagai agregat halus memiliki dampak bagi lingkungan. untuk mengurangi dampak tersebut, penulis membuat penelitian dengan manfaatkan tanah lempung dan abu ampas tebu untuk pembuatan paving block. Tahapan yang dilakukan tahapan penyiapan alat, pengambilan dan pengumpulan tanah lempung dan abu ampas tebu, tahapan pengujian bahan, tahapan pencampuran, tahapan pembuatan sampel dan tahapan akhir pengujian paving block. Hasil pengujian pembuatan paving block dengan menggunakan campuran 5% abu ampas tebu daya serap air paving block 29,994%, kuat tekan paling tinggi pada suhu pemanasan 100c selama 120 menit sebesar 24,263 Kg/Cm, dan beban kejut dengan suhu pemanasan 125c, 150c selama 100 menit dan 60 menit sebesar 105,95 joule. Pada campuran 15% abu ampas tebu terjadi peningkatan daya serap air, penurunan kuat tekan, dan beban kejut paving block
MODIFIKASI CAMPURAN BATA MENGGUNAKAN TANAH LEMPUNG DAN ABU BATU APUNG Chica Oktavia; Indra Prabowo; Yusuf Amran
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3400

Abstract

Meningkatnya minat konsumen terhadap penggunaan bata, karena bata merupakan konstruksi yang ramah lingkungan. Bata sangat baik membantu konservasi air tanah, pelaksanaannya yang lebih cepat, mudah dalam pemasangan, pemeliharaan, dan memiliki aneka ragam bentuk yang menambah nilai estetika dari bangunan. Berdasarkan penjelasan diatas maka penelitian ini memodifikasi campuran bata dengan tanah lempung dan abu batu apung untuk meningkatkan kualitas bata yang digunakan sebagai pasangan dinding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan SNI 15-2094-2000. Variasi campuran tanah lempung dan abu batu apung untuk sampel 1, 2, 3 masing-masing 100% tanah lempung, 90% tanah lempung + 10% abu batu apung, 80% tanah lempung + 20% abu batu apung. Karateristik yang dilakukan terhadap benda uji yaitu karakteristik fisis (daya serap air) dan karateristik mekanis (kuat tekan) dengan suhu dan waktu pemanasan yang bervariasi (100˚ C waktu pemanasan 120 menit, 125˚ C waktu pemanasan 100 menit dan 150˚ C waktu 60 pemanasan menit). Secara mekanis bata dengan campuran tanah lempung dan abu batu apung belum memenuhi standar bata konvensional dikarenakan nilai hasil daya serap air yang tinggi mencapai 22,930% pada campuran 80% tanah lempung + 20% abu batu apung. Untuk kuat tekan masih terbilang rendah yaitu 26,959% kg/cm2 pada campuran 90% tanah lempung + 10% abu batu apung dengan suhu pemanasan 100°C dalam waktu pemanasan 120 menit.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF (Black Soldier Fly) di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro Siti Hajar Aswad; Septyanto Kurniawan; Leni Sriharyani; Yusuf Amran; Eri Prawati; Ida Hadijah; Chica Oktavia; Feby Aristia Putri
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3187

Abstract

RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro merupakan salah satu RW yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) non-organik. Hasil survei awal diketahui bahwa RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat mengalami kendala dalam hal pengolahan sampah organik. Hingga saat ini hasil dari pemilahan timbulan sampah domestik berupa sampah organik masih ikut dibuang menuju TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sementara) Karang Rejo Kota Metro. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik yang dapat membantu masyarakat khususnya RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat dalam mengolah timbulan sampah organiknya.Permasalahan dalam pengolahan sampah organik yang terdapat di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat dapat diselesaikan dengan menerapakan penggunaan maggot BSF dalam proses pengolahan sampah organik warga. Berdasarkan hal tersebut diatas dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF, (2) meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan wadah tumpuk maggot BSF serta Biopond, (3) memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik agar dapat bernilai ekonomi tinggi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktik. Pada tahapan sosialisasi, narasumber menjelaskan mengenai maggot BSF yang meliputi siklus hidup, proses penguraian sampah organik, serta nilai ekonomis dari maggot BSF. Pada tahapan sharing knowledge masyarakat berkonsultasi mengenai jenis sampah organik yang dapat diolah, sedangkan pada tahapan praktik, dilakukan praktik pembuatan wadah tumpuk dan kolam biopond.Kegiatan pengabdian di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktik menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini.
Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Paving Block Berbahan Baku Limbah Plastik HDPE Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro Dadang Iskandar; Septyanto Kurniawan; Yusuf Amran; Chica Oktavia; Leni Sriharyani; Eri Prawati; Eva Rolia; Ida Hadijah; Feby Aristia Putri; Arif Wahyu Permana
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3515

Abstract

Karang Taruna dan bank sampah Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur Kota Metro merupakan salah satu Karang Taruna dan bank sampah yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) sesuai dengan Peraturan Pemerintahan No 81 Tahun 2012 hal ini berlaku untuk pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) maupun no-domestik (industri) baik kategori organik maupun non-organik. Sudah banyak prestasi yang diperoleh oleh Karang Taruna Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur Kota Metro, salah satunya adalah berhasil mewakili Kota Metro pada lomba desa tingkat Provinsi Lampung dimana karang taruna ini bekerjasama dengan bank sampah Mutiara 21 yang berada di Kelurahan Yosodadi Kota Metro dan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro dalam pengembangan dan pemanfaatan limbah plastik jenis  HDPE yang dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan paving block .Permasalahan dalam pengolahan dan pemanfaatan limbah sampah plastik jenis HDPE yang dapat membantu masyarakat khususnya Kelurahan Yosodadi dalam mengatasi permasalahan sampah plastik serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat baik berupa edukasi maupun ekonomi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktek serta pendampingan pengembangan teknologi. Pada tahapan sosialisasi dan sharing knowledge narasumber menjelaskan mengenai sifat fisik dan mekanis paving block, pemilihan bahan baku utama dan tambahan,  termasuk konsultasi mengenai jenis sampah plastik yang dapat diolah, pada tahapan praktek, dilakukan praktek dan simulasi pembuatan sampel/contoh paving block, sedangkan padas tahap pendampingan dan pengembangan teknologi, nara sumber memberikan pemahaman terkait parameter dan standar mutu paving block serta pemaparan data-data hasil pengujian sifat fisik dan mekanis paving block di laboratorium. Kegiatan pengabdian masyarakat di karang taruna dan bank sampah mutiara 21 Kelurahan Yosodadi berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktek menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini.
ANALISIS PEMANFAATAN SERBUK KAPUR DAN TANAH LEMPUNG SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PAVING BLOCK BERDASARKAN SNI 03-0691-1996 Taufig Hanafi; Yusuf Amran; Chica Oktavia
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2023): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v4i2.5186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh serbuk kapur terhadap sifat fisik dan mekanis paving block. Tanah yang dipakai berasal dari Gading Rejo, Pesawaran. Penelitian ini menggunakan campuran serbuk kapur 10% dan 20% sebagai pengganti semen. Benda uji yang digunakan berbentuk persegi panjang dimensi 20 x 10 x 6 cm, dan balok 5 x 5 x 6 cm. Pengujian daya serap air, beban kejut, kuat tekan dilakukan setelah dilakukan proses pemanasan dengan oven pada suhu 100˚C, 125˚C, 150˚C selama 120 menit, 100 menit, 60 menit. Hasil pengujian dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pada penambahan 10% serbuk kapur daya serap air paving block 27,653%, beban kejut dengan suhu 125˚C dan waktu 100 menit sebesar 105,95 joule, dan kuat tekan tertinngi pada suhu 100˚C waktu 120 menit sebesar 32,351 Kg/cm². Pada campuran 20% serbuk kapur terjadi kenaikan pada daya serap air, pada kuat tekan terjadi kenaikan pada suhu 125˚C waktu 100 menit sebesar 31,003 Kg/cm², dan pada beban kejut terjadi penurunan. Hasil pengujian daya serap air dan kuat tekan belum memenuhi standar paving block sesuai SNI 03-0691-1996