Yatin Suwarno, Yatin
Peneliti Madya Bidang Penginderaan Jauh

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PEMETAAN LAHAN KRITIS KABUPATEN BELITUNG TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Suwarno, Yatin
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.174 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-1.69

Abstract

ABSTRAKPulau Belitung dikenal sebagai pulau timah, dimana aktivitas penambangan timah telah dimulai sejak tahun 1852,sejak zaman kolonial Belanda hingga sekarang. Permasalahan penambangan timah adalah lahan bekaspenambangan timah yang banyak ditinggalkan begitu saja sehingga lahan menjadi rusak, terbuka bahkan banyakyang menjadi kolong. Kondisi tersebut merupakan indikasi bahwa lahan kritis telah terjadi di seluruh Pulau Belitung.Tujuan penelitian adalah melakukan inventarisasi lahan kritis dengan melakukan pemetaan lahan kritis. Sisteminformasi geografis telah digunakan untuk mengetahui luas lahan kritis yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Metodeyang digunakan yaitu analisis spasial atas berbagai parameter dengan menggunakan sistem informasi geografis.Hasil pemetaan lahan kritis Kabupaten Belitung Timur diperoleh bahwa Lahan Kritis 30.865,75 ha (12%), Lahan AgakKritis 109.862,05 ha (43%), Lahan Potensial Kritis 72.864,58 ha (28%), dan Lahan Tidak Kritis 44.271,03 ha (17%).Kata Kunci: Lahan Kritis, Sistem Informasi Geografis, Kabupaten Belitung Timur.ABSTRACTBelitung Island is known as the tin island, where tin mining activity began in 1852, during the Dutch colonial eraupto the present day. Problems on the tin mining land happen when former tin mining land abandoned the lotresulting in an open damage land, and eventually turned into pit. The condition indicated that critical land has occurredin the entire island of Belitung. The purpose of this research is to conduct an inventory of critical land areas throughcritical land mapping using geographic information systems, in order to know the extent of critical lands in EastBelitung Regency. The method used is a spatial analysis that was applied in a various parameters using a geographicinformation system. The results of the critical land mapping of East Belitung Regency werw obtained as follows:Critical Lands 30,865.75 ha (12%), Near Critical Lands 109,862.05 ha (43%), Potential Critical Lands 72,864.58 ha(28%), and Non Critical Lands 44,271.03 ha (17%).Keywords: Critical Land, Geographic Information Systems, East Belitung Regency.