Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA DI SMA SWASTA BUDI AGUNG MEDAN Mulidan; Dedi, Novia Ananda Putri
Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 9 (2024): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is lower abdominal pain which sometimes extends to the waist and lower back, occurring 2 or 3 years after menarche or the first menstruation. In Indonesia, the incidence of primary dysmenorrhea is around 54.89%, while the rest are sufferers with secondary dysmenorrhea. This study aims to find out the relationship between knowledge and attitudes with levels of anxiety about the incidence of dysmenorrhea at Budi Agung Medan Private High School in 2022. This type of research is an analytic survey with a correlation study time approach (cross-sectional). The population in this study were all young women who had experienced dysmenorrhea at Budi Agung Medan Private High School as many as 67 people by means of purposive sampling. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed that out of 67 respondents it was found that 48 respondents (71.6%) had less knowledge, and 19 respondents (28.4%) had good knowledge. Then from the results of the attitude it is known that those who have less attitude are 48 respondents (71.6%), and the good ones are 19 respondents (28.4%). While the level of anxiety is less about dysmenorrhea in young women as many as 40 respondents (59.7%). The level of good anxiety about dysmenorrhea in young women was 27 respondents (40.3%). The  results of the Chi-square statistical test using the SPSS application obtained a p-value = 0.03, which means a p-value <0.05. The conclusion is that there is a significant relationship between the knowledge and attitudes of young women and the level of anxiety about dysmenorrhea at Budi Agung Medan Private High School.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pasien Congestive Heart Failure Amelia Elisabeth Naibaho; Dedi Dedi; Lia Mayang Sari Sijabat
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.237

Abstract

Gagal Jantung Kongestif (CHF) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis pasien, salah satunya berupa kecemasan yang dapat mempengaruhi mekanisme koping dalam menghadapi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien CHF di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Poli Jantung Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia pada tanggal 9 Maret hingga 8 Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 96 responden dengan menggunakan rumus slovin dari populasi sebanyak 2.174 pasien CHF dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menguji hubungan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Mayoritas pasien CHF mengalami tingkat kecemasan sedang hingga sangat berat. Ditemukan 51,0% responden dengan mekanisme koping adaptif, sedangkan 49,0% lainnya memiliki mekanisme koping maladaptif. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping pasien CHF (p=0,000). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan intervensi yang berfokus pada pengelolaan kecemasan dan peningkatan mekanisme koping pasien CHF.
Hubungan Status Hemodinamik dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Jantung di RS Mitra Medika Tanjung Mulia: Correlation Between Hemodynamic Status and Quality of Life in Patients with Heart Failure at Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital Ani Rahmadhani Kaban; Dedi; Lia Mayang Sari Sijabat; Debi Lestari2
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.435

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemui dan berdampak pada kehidupan sehati-hari. Banyak pasien mengeluhkan cepat lelah sesak napas, hingga sulit melakukan aktivitas ringan. Kondisi ini tidak hanya mengguanggu fisik, tetapi juga membuat pasien merasa terbatas dalam menjalani rutinitas.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status hemodinamik dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status hemodinamik berat sebanyak 39 responden (40,6%). Mayoritas responden juga memiliki kualitas hidup yang buruk sebanyak 67 responden (69,8%). Nilai p- value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara status hemodinamik dengan kualitas hidup pasien gagal jantung atau pasien dengan kondisi hemodinamik stabil memiliki kualitas hidup yang cukup baik, sedangkan pasien dengan kondisi hemodinamik berat menunjukkan kualitas hidup yang buruk.
Pengaruh Foot Massage terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di RS Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2026: The Effect of Foot Massage on Lowering Blood Pressure in Hypertensive Patients at Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital in 2026 Mulidan Mulidan; Dedi; Angenia Itoniat Zega
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.449

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global utama ditahun 2026, yang memerlukan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis. Foot massage (pijat kaki) merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang diyakini dapat menstimulasi sistem saraf parasimpatis untuk menurunkan tekanan darah melalui efek relaksasi dan perbaikan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  foot massage terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi di RS Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi-Experiment menggunakan rancangan Pre-test and Post-test with Control Group. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kelompok terbagi menjadi kelompok intervensi (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Intervensi foot massage dilakukan selama 20 menit sebanyak 3 kali seminggu. Instrumen penelitian menggunakan sfigmomanometer digital yang terkalibrasi. Analisis data dilakukan dengan uji Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah yang signifikan pada kelompok intervensi. Tekanan sistolik turun dari 155,4 mmHg menjadi 142,8 mmHg (p < 0,005), dan diastolik turun dari 95,2 mmHg menjadi 86,5 mmHg (p < 0,005). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik.  Kesimpulan: Terdapat perbedaan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang bermakna pada kelompok intervensi. Disarankan intervensi foot massage sebagai salah satu terapi komplementer dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pasien hipertensi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND THE QUALITY OF LIFE OF NURSES AT MITRA MEDIKA TANJUNG MULIA HOSPITAL MEDAN IN 2025 Afina Muharani Syaftriani; Maya Ardilla Siregar; Hizrah Hanim Lubis; Dedi; Siti Aisyah; Andika Herlina Marda Prawata
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1533

Abstract

Occupational stress is a common problem experienced by nurses due to high job demands, heavy workloads, and responsibility for patient safety. Poorly managed stress can negatively impact nurses' physical and psychological health, ultimately affecting their quality of life. Therefore, research is needed to determine the relationship between stress levels and the quality of life of nurses in hospitals. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and the quality of life of nurses at Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital, Medan, in 2025. This study used a quantitative design with a correlational approach and cross-sectional methods. The study population was all 175 nurses working at Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital, Medan, with a sample size of 64 respondents determined using the Slovin formula and quota sampling techniques. Data collection was conducted using a stress questionnaire and the WHOQOL-BREF questionnaire to measure quality of life. Data analysis included univariate and bivariate analyzes using the chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents experienced mild and moderate stress (31 respondents (48.4%), respectively), and the majority of nurses (40 respondents (62.5%) reported a good quality of life. Bivariate levels analysis revealed a significant relationship between stress and nurses' quality of life. Medika Tanjung Mulia Hospital, Medan.
Hubungan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure Di Rumah Sakit Umum Wulan Windy Tahun 2025 Anggi Hanafiah Syanif; dedi dedi
Journal of Nursing Update Vol 7, No 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jnu.v7i1.6724

Abstract

Pendahuluan : Congestive Heart Failure didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala kompleks yang diakibatkan adanya gangguan pada proses kerja jantung, baik itu secara struktural maupun fungsional. Congestive Heart Failure merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia. CHF adalah penyakit progresif yang dapat menyebabkan rehospitalisasi dan menjadi salah satu masalah kesehatan dalam system kardiovaskuler yang jumlahnya semakin meningkat. Penyakit ini,menjadi masalah kesehatan yang progresif, dimana angka mortalitas dan morbiditas tinggi. Tujuan; mengetahui hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit Umum Wulan Windy. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berjumlah 97 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan mengacu pada rumus slovin. Hasil: hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square di peroleh nilai p – value = ( 0,05) maka lebih kecil atau tidak lebih dari α=0,05 yang artinya Ho ditolak H1 diterima hal ini bisa di katakan ada hubungan. self care management dengan kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit Umum Wulan Windy. Kesimpulan : secara statistik ada self care management dengan kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit Umum Wulan Windy tahun 2025
Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Tingkat Nyeri Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan Mulidan Mulidan; Anggi Hanafiah Syanif; Dedi Syaiful; Muflih Muflih
Journal of Nursing Update Vol 7, No 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jnu.v7i2.6843

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung kongestif (congestif  heart  failure) merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan ketidak mampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada jaringan tubuh. Gagal jantung dapat ditandai dengan adanya kelebihan (overload) volume darah, perfusi jaringan yang tidak adekuat dan toleransi aktivitas yang buruk. Gagal jantung  kongestif  terjadi  karena  gangguan  kontraktilitas  jantung (disfungsi sistolik)  atau  pengisian  jantung  (diastole)  sehingga curah jantung lebih rendah dari normal. Tujuan: mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat nyeri pada pasien gagal jantung kongestif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian analisis deskriptif metode survei analitik dengan pendekatan cros-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berjumlah 88 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dalam penelitian tentang hubungan karakteristik (independent) dan tingkat nyeri (independent) pada pasien gagal jantung kongestif (dependent). Analisa data yang digunakan adalah uji statistik dengan menggunakan uji chi-square  dengan nilai p-value0,05.Berdasarkan dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dari setiap karakteristik terdapat 1 karakteristik yang saling berhubungan yaitu jenis kelamin mayoritas pengelaman nyeri sedang 36 orang (40,9%), nyeri berat 9 orang (10,2%) dan berat sekali 11 orang (12,5%), sedangkan laki-laki pengalaman nyeri berat 9 orang (10.2%) dan berat sekali 12 orang (13,6%), dengan hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik usia dan jelnias kelamin dnegan pengalaman/tingkat nyeri yang di rasikan oleh pasien dengan gagal jantung kongestif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien memiliki dampak atau hubungan yang signifikan dari karekteristik usia dan jenis kelamin dalam mengahadapi nyeri pada pasien gagal jantung kongestif. Implikasi Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen nyeri bagi pasien dan keluarga yang mengalami gagal jantung kongestif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya intervensi yang meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen nyeri untuk meminimalkan nyeri tersebut.