Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN e-Test SEBAGAI SARANA BELAJAR MANDIRI PESERTA DIDIK BERBASIS MOODLE Heni Jusuf
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 15, No 1: Februari 2019
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.57 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v15i1.325

Abstract

Abstrak Test berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia dapat berarti sesuatu yg dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dsb). Test selain dilaksanakan secara tertulis maupun lisan dapat pula dilaksanakan menggunakan alat bantu komputer. Jika pelaksanaan test menggunakan komputer dilaksanakan dalam sebuah jaringan komputer baik itu jaringan intranet maupun internet maka bisa dikategorikan sebagai test online. Simulasi etest berbasis web ini dibuat dengan menggunakan software Moodle sebagai platform. Langkah pembuatan e-test ini dimulai dari pembuatan struktur navigasi, perancangan web agar memudahkan dalam melakukan proses pembuatan, pembuatan database sebagai penyimpan data pada web dan proses pembuatan website. Web ini dibagi menjadi 2 bagian halaman, yaitu halaman untuk user dan halaman untuk admin. Fungsi admin disini adalah untuk melakukan update tehadap web. Website ini dapat menjadi alternative bagi peserta didik untuk mengukur kemampuan hasil belajar peserta didik dengan menjawab soal-soal yang disediakan, sebelum mengikuti test sebenarnya. Kata kunci: e-test, Moodle, hasil belajar Abstract Test based on a large Indonesian dictionary can mean something that is used to test the quality of something (intelligence, ability, learning outcomes, etc.). Tests other than being carried out in writing or verbally can also be carried out using computer aids. If the implementation of a test using a computer carried out in a computer network be it an intranet or internet network, it can be categorized as an online test. This web-based e-test simulation was created using Moodle software as a platform. steps to make this e-test starts from making a navigation structure, designing the web to make it easier to make the process of making, creating a database as a data store on the web and the website creation process. This web is divided into 2 parts pages, namely pages for users and pages for admin. The admin function here is to update the web. This website can be an alternative for students to measure the ability of learning outcomes of students by answering the questions provided, before taking the actual test. Keywords: e-test, Moodle, learning outcomes
Penggunaan Secure Shell (SSH) Sebagai Sistem Komunikasi Aman Pada Web Ujian Online Heni Jusuf
Bahasa Indonesia Vol 2 No 2 (2015): Bina Insani ICT Journal (Oktober 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.298 KB)

Abstract

Abstract: Network security becomes a critical need for the administrator to manage the website.One example is the online test web. Security is needed in order to take precautions againstsystem attacks that could harm certain parties. The use of SSH (secure shell) can minimize therisk of attack on the computer network. With encryption and decryption techniques that workautomatically in the connection, SSH provides confidentiality and integrity of data across anetwork. Support of SSH port forwarding can be used to establish a secure communication tunnelto the web administrator to online exams. Support SSH port forwarding function proved to be ableto secure the communication that occurs when accessing web administrator exams online,through dynamic port forwarding and local port forwarding in the local network.Keywords: Network security, secure shell (SSH), Port forwading, Private network.Abstrak: Keamanan jaringan menjadi kebutuhan penting bagi administrator dalam mengatur website. Salah satu contohnya adalah web ujian online. Keamanan dibutuhkan sebagai upayauntuk melakukan pencegahan terhadap penyerangan sistem yang dapat merugikan pihaktertentu. Penggunaan SSH (secure shell) dapat meminimalisir resiko terjadinya serangan didalam jaringan komputer. Dengan teknik enkripsi dan dekripsi yang bekerja secara otomatis didalam koneksinya, SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data di dalam jaringan.Dukungan port forwarding dari SSH dapat dimanfaatkan untuk membentuk sebuah tunnel yangdapat mengamankan komunikasi administrator ke dalam web ujian online. Dukungan SSHterhadap fungsi port forwarding terbukti dapat mengamankan komunikasi yang terjadi saat administrator mengakses web ujian online, melaui dynamic port forwarding maupun localport forwarding di dalam jaringan lokal (private network). Kata kunci: Keamanan jaringan, SSH, Port forwading, Private network.
Open Course Ware Untuk Membantu Persiapan Uji Profisiensi Bagi Mahasiswa Heni Jusuf
INFORMATICS FOR EDUCATORS AND PROFESSIONAL : Journal of Informatics Vol 1 No 2 (2017): INFORMATICS FOR EDUCATORS AND PROFESSIONAL : JOURNAL OF INFORMATICS (Juni 2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.618 KB)

Abstract

Abstrak: Sesuai dengan peraturan Kemenristek nomor 44 tahun 2015 tentang StandarNasional Pendidikan Tinggi, bahwa proses belajar mengajar mengacu kepada bentuk StudentLearning Centered (SCL), dimana siswa harus aktif dalam proses belajar mengajar. Mahasiswadinyatakan lulus berhak memperoleh ijazah, sertifikat profesi, dan sertifikat kompetensi.Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi,lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi profesi yang terakreditasi. Dengan adanya peraturanKemenristek tersebut, maka mahasiswa akan kesulitan jika ingin mendapatkan SKPI, karenatidak semua perguruan tinggi mempunyai kerjasama dengan organisasi profesi dan lembagasertifikasi beberapa baru terbentuk, sehingga belum terakreditasi. Dari permasalahan tersebut,harus ada upaya untuk menyelesaikannya, munculnya konsep Open Course Ware (OCW)sebagai platform baru dibidang teknologi pendidikan memiliki beberapa karakteristik umumyang membedakan dengan manajemen sistem pembelajaran lainnya, diantaranya adalah (1)Offered Free, (2) No Register, (3) Openly Lisenced, (4) Accessible to anyone, (5) Extraordinary,penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan sumbangan sebagai solusi dalammeningkatkan kompetensi mahasiswa, model perancangan system yang digunakan adalahmodel Dick and Carey. Diharapkan dengan dibangunnya open course ware (OCW) dapatmembantu mahasiswa di Indonesia untuk dapat belajar dan menguji kompetensinya dalamrangka persiapan uji profisiensi.Kata kunci: Content Management Application (CMA), Pemodelan Open Course Ware (OCW),Uji profisiensiAbstract: In accordance with Kemenristek Regulation No. 44 of 2015 on National Standards ofHigher Education, that teaching and learning process refers to the form of Student LearningCentered (SCL), where students must be active in the learning process. Students are graduatedwith the right to obtain a diploma, professional certificate, and certificate of competence.Certificates of competence are published by universities in cooperation with professionalorganizations, training institutes, accredited professional certification bodies. With the regulationKemenristek, the students will be difficult if you want to get SKPI, because not all universitieshave cooperation with professional organizations and several new certification agencies areformed, so it has not been accredited. From this problem, there must be an effort to solve it, theemergence of the concept of Open Course Ware (OCW) as a new platform in the field ofeducational technology has some common characteristics that distinguish the management ofother learning systems, such as (1) Offered Free, (2) No Register, (3) Openly Lisenced, (4)Accessible to anyone, (5) Extraordinary, this research is expected to help contribute as asolution in improving student competence, model system design used is Dick and Carey model.It is hoped that the construction of open course ware (OCW) can help students in Indonesia tolearn and test their competence in preparation of proficiency test.Keywords: Content Management Application (CMA), Open Course Ware (OCW) modeling,Proficiency test
PENGEMBANGAN BLENDED LEARNING UNTUK MEMOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI MATERI AJAR Heni Jusuf
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.15 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol3.iss1.2016.118

Abstract

[Id]Penggunaan blended learning dibidang pembelajaran telah banyak dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer, penelitian tentang efek kognitif dan implikasi blended learning terhadap desain instruksional sudah banyak dilakukan, namun penelitian tentang efek motivasi dalam konteks penggunaan blended learning pada proses pembelajaran masih sangat sedikit. ?Salah satu tujuan utama penggunaan blended learning dalam proses pembelajaran adalah untuk memotivasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh blended learning terhadap hasil belajar algoritma pemrograman menggunakan motivasi model ARCS. Hasil kajian literatur tentang motivasi dalam konteks pembelajaran dengan blended learning dan penggunaan multmedia, menunjukkan bahwa peneliti dan praktisi mempertimbangkan sejumlah aspek penting untuk memastikan bahwa motivasi merupakan bagian yang tergabung dalam sumber pembelajaran untuk mengoptimalkan pengalaman peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46% peserta didik menyukai penggunaan multimedia dalam pembelajaran, diikuti selanjutnya senang yaitu 35%. Media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan adalah media pembelajaran yang dapat membantu pengajar dan peserta didik dalam proses transfer of knowledge.Kata kunci: blended learning, motivasi, desain instruksional[en]The use of blended learning in learning and education has became popular. Along with the usage of computer technology, research on the cognitive effects and implications of blended learning on instructional design has been done, but research on the effects of motivation in the context of the use of blended learning in the learning process is still very little. One of the primary goal of blended learning in the learning process is to motivate learners. This study aimed to examine the effect of blended learning on learning outcomes programming algorithms using ARCS model of motivation. Literature review in topic of motivation in the context of learning to blended learning and the use of multmedia, show that researchers and practitioners to consider a number of important aspects to ensure that the motivation is part incorporated in the learning source for optimizing the experience of learners. The results showed that 46% of students liked the use of multimedia in teaching, followed by further pleased that 35%. Instructional media that suits your needs is the media that can help teachers and learners in the process of transfer of knowledge.Keywords: blended learning, motivation, instructional design
Pengembangan Aplikasi Sistem Absensi Dosen dengan Menggunakan Fingerprint (Sidik Jari Digital ) di Universitas Nasional Heni Jusuf; Ariana Azimah; Winarsih ST
Rekayasa Teknologi Vol. 5 No. 1 (2013): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3318.179 KB)

Abstract

Kedisiplinan Dosen dalam hal mematuhi jadwal mengajar merupakan salah satu bagian kecil pada proses belajar mengajar, selain kualitas mengajar Dosen itu sendiri.Faktor ini dapat diukur dengan akumulasi tingkat kehadiran Dosen per bulan, persemester dan periode-periode lain yang dibutuhkan. Tingkat kehadiran Dosen dapatdilakukan berdasarkan Presensi. Presensi Dosen harus dilakukan secara mudah, akuratdan tepat. Sehingga mudah dan sederhana di sisi pengguna dan informatif di sisimanajemen atau pengambil keputusan.Begitu pentingnya presensi Dosen, sehingga dapat digunakan untuk memonitoringdan mengevaluasi kinerja dosen. Hal ini dapat terlihat pada banyaknya perguruan tinggiyang menggunakan tingkat kehadiran Dosen sebagai salah satu point dalam hal prosesbelajar mengajar.Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme presensi Dosen yang tepat.Teknologi fingerprint merupakan teknologi alternatif pendukung mesin absensi padaperguruan tinggi, selain menggunakan smartcard.
Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Siswa SMA Di Era Covid-19: - Heni Jusuf; Ahmad Sobari; Mohamad Fathoni
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Khusus Tema: Covid-19
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.36 KB) | DOI: 10.31599/jki.v1i1.212

Abstract

Era Covid-19 adalah suatu era dimana terjadi bencana Nasional covid-19 di Indonesia, dengan penyebaran yang cepat sehingga pemerintah berusaha memutus rantai penularannya dengan cepat, mengubah pola hidup menjadi baru, karena cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, budaya, sosial hingga pendidikan dan pembelajaran. Tujuan dari penelitian untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa SMANU M.H. Thamrin sebagai upaya menekan penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. Sesuai Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Kebijakan Belajar dari rumah, yang intinya adalah melalui pembelajaran jarak jauh, memberikan pengalaman belajar yang bermakna, tanpa terbebani tuntuntan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi covid-19, aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antar siswa termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah, bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang sifat kualitatif dan berguna dari guru. Semua Sekolah langsung melaksanakan edaran Mendikbud tersebut tanpa persiapan dan strategi bagaimana pembelajaran jarak jauh tersebut dilaksanakan, termasuk SMANU M.H. Thamrin yang menjadi Subjek dalam penelitian ini meliputi siswa dan guru SMANU M.H. Thamrin. Data dikumpulkan dengan mengirimkan kuisioner online melalui google form dan observasi saat pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis model interaktif Milles & Huberman dengan siklus mulai pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verfikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: (1) Siswa, Guru, Tenaga Kependidikan dan Kepala Asrama telah memiliki dan telah menggunakan perangkat dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh; (2) pembelajaran jarak jauh yang telah dilakukan, awalnya sesuai dengan jam belajar normal, namun sekolah merubah strategi belajar sehingga pembelajaran jarak jauh memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaan dan dapat memotivasi untuk lebih aktif dalam belajar, baik belajar mandiri maupun berkelompok; dan (3) pembelajaran jarak jauh memungkinkan terjadinya social distancing dan dapat meminimalisir siswa berkumpul di lingkungan sekolah sehingga dapat mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah
Perancangan Prototype Tempat Sampah Pintar Berbasis Internet of Things Heni Jusuf; Moch Lazuardi Ichsan Ma’ruf; Idris Kusuma
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 3: Desember 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v11i3.1017

Abstract

Every day the campus environment always produces waste, both garbage in the yard, in the canteen and even garbage in office buildings and lectures. Trash cans are also available in various places. for outdoor locations such as courtyards and canteens, there are trash bins with different colors to distinguish the types of waste that enter, namely organic waste and non-organic waste, while for office spaces and lecture halls, only one trash can is available for various types of waste. Under these conditions, there are difficulties when disposing of waste, because the types of waste are not separated between organic and non-organic waste. The purpose of this research is to support the automatic sorting of organic and non-organic waste using the Internet of Things (IoT). The design of an IoT-based smart trash can prototype is carried out using Arduino Uno as a microcontroller that retrieves data from sensors that detect each type of waste. The test results using three sensors were successful and can be used with a sensor reading deviation of 3.33%.Keywords: Internet Of Things; Sensors; organic waste; Non-organic waste AbstrakSetiap hari di lingkungan kampus selalu memproduksi sampah, baik sampah di halaman, di kantin bahkan sampah di dalam gedung perkantoran dan perkuliahan. Tempat sampah pun tersedia di berbagai tempat. untuk lokasi outdoor seperti halaman dan kantin, tersedia tempat sampah dengan warna berbeda untuk membedakan jenis sampah yang masuk yaitu sampah organik dan sampah non-organik, sedangkan untuk ruang perkantoran dan ruang kuliah, tempat sampah yang tersedia hanya satu untuk berbagai jenis sampah. Dengan kondisi tersebut, terdapat kesulitan saat akan membuang sampah, karena jenis sampahnya tidak terpisah antara sampah organik dan sampah non-organik. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendukung pemilahan sampah organik dan non-organik secara otomatis menggunakan Internet of Things (IoT). Perancangan prototype tempat sampah pintar berbasis IoT dilakukan menggunakan Arduino uno sebagai mikrokontroler yang melakukan pengambilan data dari sensor-sensor yang mendeteksi setiap jenis sampah. Hasil pengujian menggunakan tiga sensor behasil baik dan dapat digunakan dengan penyimpangan pembacaan sensor sebesar 3,33%.
Rancang Bangun Sistem informasi Rekognisi Pembelajaran Lampau Menggunakan Metode Waterfall Ariana Azimah; Heni Jusuf
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v12i2.1480

Abstract

Starting from the 2023/2024 academic year, the National University (UNAS) accepts students from the Recognition of Past Learning (RPL) pathway. The purpose of implementing the RPL program at UNAS is to provide the widest possible opportunity for every individual who has received formal, non-formal or informal education through lifelong learning facilities, as well as providing equal opportunities for certain qualifications to a higher level, which in turn obtains proof of results. study in the form of a diploma. An information system is needed to manage the administration of RPL implementation from registration to obtaining credit (SKS) that are recognized to be able to continue education. The design method uses Waterfall because it is suitable for generic systems, namely the system can identify all its needs, starting from the beginning of building a system according to the chosen research topic until the product is tested. The test results show that the developed RPL information system application is running well in accordance with the system design.Keywords: Information system application; Recognition of past learning; Waterfalls AbstrakMulai tahun akademik 2023/2024 Universitas Nasional (UNAS) menerima mahasiswa jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Tujuan dari penyelenggaan program RPL di UNAS adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap individu yang telah menempu pendidikan formal, nonformal atau informal melalui fasilitas pembelajaran sepanjang hayat, serta memberikan kesempatan penyetaraan terhadap kualifikasi tertentu ke jenjang yang lebih tinggi, yang pada akhirnya memperoleh bukti hasil belajar berupa Ijazah. Diperlukan sistem informasi untuk mengelola administrasi pelaksanaan RPL mulai pendaftaran hingga perolehan kredit (SKS) yang diakui untuk dapat meneruskan pendidikan. Metode perancangan menggunakan Waterfall karena sesuai untuk sistem yang bersifat generik, yaitu sistem dapat mengidentifikasi semua kebutuhannya mulai dari awal membangun sebuah sistem sesuai dengan topik penelitian yang dipilih sampai dengan produk tersebut diuji. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi sistem informasi RPL yang dikembangkan berjalan baik sesuai dengan rancangan sistem. 
Pelatihan Pembuatan Modul Pembelajaran Untuk Mendukung Pembelajaran Online Heni Jusuf; Ahmad Sobari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat TEKNO (JAM-TEKNO) Vol 2 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah hampir satu tahun, terjadi bencana Nasional covid-19 di Indonesia, dengan penyebaran yang cepat sehingga pemerintah berusaha memutus rantai penularannya dengan cepat, mengubah pola hidup menjadi baru, karena cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, budaya, sosial hingga pendidikan dan pembelajaran. Sesuai Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Kebijakan Belajar dari rumah, Pembelajaran jarak jauh tetap harus dilaksanakan dengan berbagai solusi yang memang harus diputuskan oleh sekolah. Penggunaan sarana pembelajaran online seperti Google Classroom, Edmodo, Schoology, Moodle, dan lainnya dapat dianggap menjadi solusi untuk saat ini. Pandemi Covid-19 belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir. Namun kegiatan pembelajaran harus terus berjalan dengan menerapkan kondisi New Normal. Tujuan dari pengabdian kepada masyarat yang dilakukan yaitu untuk memberikan pelatihan bagaimana membuat modul pembelajaran yang dapat memfasilitasi pembelajaran online sebagai upaya menekan penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah dan kampus agar proses belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan tanpa membebani kurikulum
Pelatihan Membuat Ruang Belajar Metaverse Bagi Guru-Guru Di Wilayah Tangerang Selatan Heni Jusuf; Magdalena, Maria; Istiyowati, Lucia Sri; Dazki, Erick; Santoso, Handri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBJ Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/p86vz820

Abstract

After covid passed, many schools innovated in the learning process, so that the learning process could still run well. Students who have become accustomed to online learning need to be innovative again after COVID-19 has passed. The use of the metaverse has now been widely discussed for use in the learning process. Metaverse, a 3D digital space mixed with the real and virtual worlds, has been heralded as a future educational trend with great potential. However, as an emerging item, existing studies rarely discuss the metaverse from an educational perspective, so far, the metaverse is still used for games or product promotion. The community service that will be carried out is, so that teachers understand the concept of the metaverse, explain the role of the metaverse in the world of education and learning, design and build a simple metaverse ecosystem, operate metaverse applications, manage metaverse administration, choose pedagogic models that are suitable in the metaverse and represent the results of metaverse design. Thus, teachers are expected to make online learning fun. Training is held for ten (10) meetings, and each meeting is held for seven (7) hours. The results of the 100% training of participants consisting of 23 teachers ranging from kindergarten teachers to high school teachers, succeeded in creating a virtual learning space in the metaverse world.