Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA PADA MASYARAKAT DI DESA KARYAMUKTI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT Atun Farihatun; Zulazmi Mamdy
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.157

Abstract

Desa Karyamukti merupakan desa yang paling bermasalah dengan penyakit malaria di Kabupaten Garut. Selama dua tahun berturut-turut Annual Parasite Incidence (API) Desa Karyamukti menunjukan High Case Incidence (HCI). Pada tahun 2001 didapatkan API 0,931 ‰. Tahun 2002 naik menjadi 13,737 ‰. Tahun 2003 naik lagi menjadi 40,279 ‰. Perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap terjadinya penularan malaria. Pencegahan sederhana terhadap penyakit malaria dapat dilakukan antara lain dengan cara tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kassa pada lubang-lubang angin, mengolesi badan dengan obat anti nyamuk, memakai obat nyamuk bakar dan pada malam hari tidak berada di luar rumah.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang diantaranya faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap dan keterpajanan penyuluhan. Untuk mengembangkan strategi pendidikan kesehatan terhadap perilaku masyarakat, perlu dilakukan identifikasi masalah perilaku sasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk itu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor tersebut.Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan besar sampel 220 responden yang dipilih secara simple random sampling. Untuk memperkaya informasi dilakukan focus group discussion terhadap tokoh masyarakat. Analisis data mencakup univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi analisis chi-square.Hasil analisis memperlihatkan bahwa distribusi responden yang melakukan tindakan pencegahan proporsinya lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak melakukan pencegahan. Analisis bivariat menunjukan bahwa faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit malaria adalah jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Sedangkan umur, pendapatan, sikap dan keterpajanan penyuluhan terbukti tidak berhubungan.
Overview of Reticulocyte Counts in Patients with Chronic Kidney Failure at Ciamis Regional General Hospital Farihatun, Atun; Setiawan, Doni; Mentari, Dallya
Mukhtabar Journal of Medical Laboratory Technology Vol 3 No 2 (2025): Mukhtabar: Journal of Medical Laboratory Technology (October 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/mjmlt.v3i2.789

Abstract

Background & Objectives: The prevalence of chronic kidney failure in Ciamis Regency based on medical records data from Ciamis Regional General Hospital in 2023 was 318 patients. Chronic kidney failure often causes complications, one of which is anemia. Reticulocyte examination in patients with chronic kidney failure can help diagnose complications such as anemia and determine the response to bone marrow. The purpose of this study was to determine the number of reticulocytes in patients with chronic kidney failure. Method: This research method is descriptive with purposive sampling technique. The respondents in this study were 39 people with chronic kidney failure at Ciamis Regional General Hospital.  This study was conducted at the Hematology Laboratory of STIKes Muhammadiyah Ciamis in May 2024. The examination technique was carried out using brilliant crystal blue solution staining and examined under a microscope. The examination results were compiled into tables and explained narratively. Results: The results of this examination showed that 34 people (87%) had normal reticulocyte counts and 5 people (13%) had above-normal reticulocyte counts. Conclusion: It can be concluded that the average reticulocyte count in patients with chronic kidney failure is normal.
Skrining Talasemia Beta Minor pada Pelajar SMK di Kecamatan Ciamis Setiawan, Doni; Farihatun, Atun; Nurmalasari, Ary
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.57621

Abstract

Latar Belakang: Frekuensi talasemia beta minor di Indonesia mencapai 6–10%. Talasemia beta minor bersifat asimtomatik sehingga peran deteksi dini perlu dilakukan untuk mencegah kelahiran talasemia mayor. Pemeriksaan hematologi telah diketahui dan teruji dapat digunakan untuk skrining talasemia beta minor pada populasi beresiko. Meningkatnya penderita talasemia beta mayor di Kabupaten Ciamis dikarenakan belum maksimalnya skrining dilakukan. Tujuan: Mengetahui frekuensi talasemia beta minor pada pelajar SMK di Kecamatan Ciamis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik cross‑sectional, yang telah dilakukan sejak bulan Maret‑Juni 2020. Subjek penelitian adalah pelajar SMK di Kecamatan Ciamis. Parameter pemeriksaan yang digunakan untuk skrining talasemia beta minor adalah MCV, Indeks Men3er, Indeks RDW, dan OTOFT. Hasil: Dari seluruh pelajar yang mengisi kuesioner sebanyak 238 pelajar, hanya 60 pelajar yang bersedia dan memenuhi kriteria penelitian. Hasil pemeriksaan parameter skrining talasemia beta minor didapatkan 5 (8,3%) pelajar MCV < 80 fL, 3 (5%) pelajar Indeks Men8er <13, Indeks RDW < 220 6 (10%) pelajar dan 9 (15%) pelajar dengan OTOFT positif. Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan 3 (5%) pelajar sebagai talasemia beta minor.