Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of multi-hop lora network for centralized remote display of running text message based on IoT Morlan Pardede; Elferida Hutajulu; Regina Sirait; Junaidi Junaidi; Arnold Pakpahan
Jurnal Mantik Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v7i2.4117

Abstract

Running text is a promotional and information billboard made by LED. It can be programmed by using a computer to display text, images, and animations. Running text makes people interested to read some message because a color of the lights and animation. For wide location such as campuses, airports and many more place, several running texts are needed. It’s difficult to change some message manually one by one. It will spend energy and time. To solve the problem, this research was conducted to create a system to display of messages on three running texts centrally using a multihop LoRa wireless network. Each running text board consists of four P10 panel boards, an ESP 32 as a microcontroller, and a LoRa SX1276 as a sender and receiver. Message setting is done from a computer connected to the Gateway or from an android phone via Telegram bot. The results are LoRa power 10 dBm, distance between nodes can be reached 110 m. The amount of round-trip time (RTT) for point to point is 103 ms and for two hops of 1221 ms. The length of the message that can be sent 256 characters with the character patterns available in the DMD 32 library. This system is very suitable to support areas where internet is not available. The signal emitted by LoRa is Line of sight for achieve maximum coverage. The antenna between the nodes must be installed facing without obstruction
PKM Pelatihan Simulasi Listrik Menggunakan Proteus di SMK Markus 2 Medan Sumatera Utara Henry Toruan; Junaidi; Morlan Pardede; Elferida Hutajulu; Regina Sirait
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan Desa Volume 3, Nomor 2, Januari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/passa.v3i2.2807

Abstract

Latar belakang permasalahan SMK Markus 2 Medan yang ditemukan adalah kurang tertariknya para siswa mempelajari kelistrikan karena kurangnya kemampuan guru membuat simulasi rangkaian elektronika serta keterbatasan jumlah infokus. Tujuan kegiatan tim pengabdian Politeknik Negeri Medan di SMK Markus 2 Medan untuk mentransfer pengetahuan menggunakan Proteus membuat simulasi rangkaian elektronika agar para guru dan siswa memiliki pengetahuan dalam membuat simulasi rangkaian dan menambah infokus di sekolah. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di SMK Markus 2 dengan menggunakan 20 buah perangkat komputer dengan peserta sebanyak 20 orang terdiri dari guru dan perwakilan siswa dari kelas Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan kelas Audio Video di SMK Markus 2 Medan Sumatera Utara. Pada hari pertama, tim pengabdian pada masyarakat menyebarkan kuisioner pada peserta sebelum pelatihan dimulai serta menjelaskan dan membimbing peserta mengoperasikan software Proteus untuk membuat simulasi meliputi pengenalan Proteus, pemahaman fungsi dan menu serta pembuatan simulasi dasar. Pada hari kedua tim membuat simulasi lanjut yang meliputi materi rangkaian listrik kendaraan sepeda motor dan rangkaian lampu berjalan serta menyebarkan kuisioner yang isinya sama dengan yang disebarkan hari pertama pada peserta.  Dari hasil kuisioner yang disebarkan dapat dilihat bahwa para peserta mengalami peningkatan dalam katagori baik dalam pengenalan software simulasi proteus dari 0% menjadi 100%, pemahaman lembar kerja proteus untuk simulasi listrik dari 0% menjadi 60%, penggunaan proteus untuk simulasi listrik 0% menjadi 50%. Partisipasi mitra SMK Markus 2 Medan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini sangat antusias dengan mendirikan plang, mempersiapkan ruang praktek komputer sebagai tempat kegiatan pelatihan ini serta berperan aktif sebagai peserta. Setelah selesai kegiatan tim pengabdian menyerahkan proyektor sebagai tanda mata menambah proyektor yang ada dalam menunjang pembelajaran di sekolah.