Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS BAKI Wati, Retna; Igiany, Prita Devy; Pertiwi, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26515

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kesiapan Puskesmas Baki dalam mengimplementasikan rekam medis elektronik untuk pengganti rekam medis manual berbasis kertas. Rekam medis elektronik telah diimplementasikan di Indonesia berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan untuk mentransformasikan sistem rekam medis dari manual menjadi berbasis komputer. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data pada periode Juni-Juli 2023. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa di Puskesmas Baki terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam kesiapan implementasi rekam medis elektronik. Kendala utama yang dihadapi adalah aspek keuangan dan metode. Menyediakan sumber daya finansial yang memadai untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik yang efektif merupakan tantangan yang dihadapi. Selain itu, transformasi rekam medis manual menjadi elektronik juga menjadi kendala dalam hal material, mesin, dan sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan Puskesmas Baki dalam mengadopsi rekam medis elektronik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam implementasi rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengatasi kendala finansial dan metode yang dihadapi guna memastikan kesuksesan dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan.
PENGGUNAAN MOBILE HEALTH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Andriani, Rika; Pertiwi, Julia; Johar, Syefira Ayudia
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i4.25960

Abstract

Pemantauan pertumbuhan anak merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Aplikasi berbasis mobile health dapat dimanfaatkan untuk pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Pengguna mengeluhkan kendala teknis seperti tidak dapat menghubungkan ke akun lama saat update versi terbaru dan aplikasi mengalami restart saat digunakan. Hal tersebut dapat menyebabkan pengguna enggan menggunakan aplikasi. Kebaruan penelitian ini yaitu mengeksplorasi sudut pandang pengguna mobile health untuk pencegahan stunting menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang dimodifikasi. Penelitian bertujuan mengeksplorasi determinan penggunaan aplikasi mobile health untuk pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 91 pengguna aplikasi mobile health di Kabupaten Sukoharjo yang terpilih dengan incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode survey secara daring. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukan determinan yang mempengaruhi penggunaan aplikasi mobile health yaitu social influence dan trust berpengaruh terhadap behaviour intention; facilitating condition berpengaruh terhadap satisfaction; facilitating condition dan behavioural intention berpengaruh terhadap use behaviour. Performance expectancy, effort expectancy, dan satisfaction tidak berpengaruh terhadap behavioural intention. Effort expectancy), performance expectancy, social influence, dan trust  tidak berpengaruh terhadap satisfaction. Kesimpulan penelitian bahwa mobile health dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, tetapi diperlukan dukungan teknis berupa penambahan fitur FAQ pada aplikasi dan regulasi terkait keamanan data penggunaan mobile health.
Kesiapan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode Technology Readiness Index (TRI) di Rumah Sakit Islam Surakarta Yarsis Az-Zahro, Khumairoh; Andriani, Rika; Pertiwi, Julia
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v10i2.1840

Abstract

Indonesian Ministry of Health Regulation Number 24 of 2022 states that all health service facilities was required to implemented Electronic Medical Records no later than December 31 2023. However, the implementation of Electronic Medical Records at the Surakarta Yarsis Islamic Hospital still found unpreparedness in health service facilities both in terms of human resources and software. Measuring readiness to implement a new technology can be done using the Technology Readiness Index (TRI) method. This study aimed to measure readiness to use Electronic Medical Records at RSIS Yarsis. This research was a of descriptive research using a quantitative approach. The research instrument is a closed questionnaire with a Likert scale. The total research population was 293 people, the sample used was 152 people, calculated using the cross sectional formula. Research data was collected by means of interviews and data analysis in research, namely descriptive statistics. The results showed that readiness of Electronic Medical Records using the TRI method obtained a result of 3.28 in the medium technology readiness index category.
Variabel Dan Metadata Rekam Medis Elektronik Sebagai Standar Interoperabilitas Data Kesehatan di Rumah Sakit Andriani, Rika; Pertiwi, Julia; Alfitasari, Arum; Salima, Tri Anita Restu; Wijayanti, Triya
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v10i2.1946

Abstract

Electronic Medical Records (EMRs) require interoperability capabilities to effectively integrate with other health information systems. For EMRs integration, it is crucial to adhere to the guidelines outlined in KMK HK.01.07/MENKES/1423/2022. The implementation of EMRs was carried out in 2019 at Hospital X. Until now, Hospital X has not adjusted the EMRs’ variables and metadata. This study aimed to analyze EMRs’ variables and metadata for health data interoperability. This was a quantitative study. Data collection used a documentation study guideline instrument. Data analysis used descriptive statistic. This study showed that variables and metadata from 5 datasets consisting of emergency, outpatient, inpatient, laboratory, and pharmacy datasets, there were 45,3% exist and appropriate; 20% exist and inappropriate, and 34,7% do not exist compared to KMK HK.01.07/MENKES/1423/2022. To improve the quality of EMRs, it is necessary to adjust variables and metadata in accordance with KMK HK.01.07/MENKES/1423/2022; identify users’ data and information needs; and conduct periodic quality audits and evaluations of EMRs.
SISTEM KEWASPADAAN DINI (SKD) KLB DBD DI KABUPATEN SRAGEN Pertiwi, Julia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.456

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral disease that is transmitted by mosquitoes, so there is the potential for outbreak. The aim of this study are to determine the implementation of DHF’s outbreak response conducted by “Posko DBD Sragen”. The study design is case study using qualitative studies. Variables that are data collection and processing; data presentation and analysis; and conclusions and follow-up. The study was conducted in August - October 2019 with 6 respondents. “Posko DBD Sragen” is 35 units and reporting dengue cases regularly on the same day, the collection is done by Whats App group. Presentation of data using tabulations and combined with graphs to make it easy to do descriptive analysis. Data analysis has been carried out since making weekly tabulations, so that any abnormalities that occur in the work area can be immediately identified precautions. Presentation and analysis of data is done by analyzing people, places and times.
ANALISIS PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN SRAGEN Nurbaya, Fiqi; Pertiwi, Julia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.663

Abstract

ABSTRAK Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengue hemorrhagic fever adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk sehingga berpotensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Penanggulangan KLB DBD sudah diatur dalam Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Secara nasional, kasus DBD mengalami penurunan. Tahun 2017 dilaporkan 22.000 kasus, menurun pada tahun 2018 menjadi 11.000 kasus. Kasus DBD di Jawa Tengah sejak awal tahun 2019 hingga akhir Januari 2019 tercatat 1.204 kasus. Beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah yang telah mengalami peningkatan kasus DBD adalah Kabupaten Sragen (200 kasus). Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mencatat bahwa ratusan kasus DBD tersebut ditemukan di 19 kecamatan dengan 3 kecamatan yang menyumbang angka tertinggi adalah Gemolong 11 kasus, Sumberlawang 15 kasus dan Mondokan 21 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa situasi penanggulangan DBD di Kabupaten Sragen menggunakan pendekatan GAP Analysis Critical Succes Factor (CSF) penelian ini merupakan penelitian Case study dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan menggali kesenjangan antara pedoman dan realita pada penanggulangan DBD di Kabupaten Sragen. Penelitian dilakukan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen di bagian P2PL. Jumlah kasus DBD di Kabupaten Sragen sejak tahun 2014 sampai Juni 2019 sebanyak 2.462 dengan kasus tertinggi tahun 2016 sebanyak 875. Komponen yang dilakukan dinas kesehatan kabupaten sragen untuk mengatasi KLB DBD adalah komponen input dan komponen proses dan komponen output. Kata kunci : Kejadian Luar Biasa, Demam Berdarah Dengue ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dengue hemorrhagic fever is a viral disease that is transmitted by mosquitoes, so there is the potential for Extraordinary Events (KLB). The handling of DHF outbreaks has been regulated in the Guidelines for Investigation and Management of Extraordinary Events published by the Indonesian Ministry of Health. Nationally, dengue cases have decreased. In 2017 there were 22,000 cases reported, decreasing in 2018 to 11,000 cases. DHF cases in Central Java since the beginning of 2019 until the end of January 2019 recorded 1,204 cases. Some districts in Central Java that have experienced an increase in dengue cases are Sragen District (200 cases). Sragen District Health Office (DKK) noted that hundreds of DHF cases were found in 19 sub-districts with 3 sub-districts contributing the highest number to Gemolong 11 cases, Sumberlawang 15 cases and Mondokan 21 cases. The purpose of this study is to analyze the situation of DHF prevention in Sragen Regency using the GAP Analysis Critical Success Factor (CSF) approach. This research is a case study research using a qualitative approach. This research will explore the gap between guidelines and reality in the handling of DHF in Sragen District. The study was conducted in the scope of the Sragen Regency Health Office in the P2PL section. The number of dengue cases in Sragen District from 2014 to June 2019 was 2,462 with the highest cases in 2016 as many as 875. Components performed by the Sragen District Health Office to deal with DHF outbreaks are input components and process components and output components. Keywords: Extraordinary Events, Dengue Hemorrhagic Fever.
ANALISIS DESAIN FORMULIR RESUME MEDIS DITINJAU DARI ASPEK FISIK ISI DAN ANATOMI DI UNIT RAWAT INAP UPTD PUSKESMAS KARTASURA Okta, Yustika Ayu; Nisaa, Arifatun; Pertiwi, Julia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i2.1002

Abstract

The medical resume form is included in the immortalized medical record form and is an important document because it contains a summary of the patient's admission until after the patient goes home. Complete information can make it easier for officers to provide health services to patients and can be used as a basis for consideration in further care for patients. Incomplete filling out inpatient forms can lead to loss of informative function of medical record documents. One of the causes of incomplete form filling is ineffective and efficient form design. The purpose of this study was to analyze the design of the medical resume form at the UPTD Puskesmas Kartasura in terms of anatomy, physical and content aspects. The benefit of this research is that the results of this study can be used as a measure of the extent to which medical record science is applied, especially regarding the analysis of the medical resume form design for inpatients in terms of anatomy, physical, and content aspects. This study used a qualitative research design with a case study approach. This research was conducted in March-April 2020 at the UPTD Puskesmas Kartasura. The research subjects were emergency room doctors, nurses and medical record officers. The object of this research is inpatient medical resume form. Data collection was carried out by observation and interviews. The validation technique of data validity in this qualitative study used triangulation of sources. The results of the study concluded that the medical resume form design was not yet effective and efficient because 100% of the forms were not completely filled. The conclusion in this research is that a new form design is needed by completing the missing form items such as the form edition number and page number, introduction, notes and instructions.
SISTEM ERGONOMI DI UNIT KERJA REKAM MEDIS RS. X SURAKARTA Pertiwi, Julia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i1.4108

Abstract

Ergonomi merupakan kajian interaksi antara manusia dan mesin. Tujuan penelitian ini mencapai system kerja yang produktif dan kualitas yang terbaik tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif pada salah satu rumah sakit swasta di Kota Surakarta. Subjek penelitian melitputi petugas rekam medis dan ruang pelayanan rekam medis. Penelitian dilakukan pada bulan Juni–Septebmer 2021. Alur kerja rekam medis di RS. X dibagi menjadi pelayanan rekam medis pasien baru dan lama. Hasil pengamatan di area unit kerja rekam medis sudah memadai. Dari 9 faktor terdapat 4 faktor saja yang memenuhi standar. Faktor manusia belum memenuhi kriteria. Antropometri belum memenuhi, sikap tubuh dalam bekerja memenuhi, manusia dan mesin memenuhi, pengorganisasian kerja tidak memenuhi, pengendalian lingkungan kerja belum memenuhi, kelelahan kerja tidak memenuhi, CTD sudah memenuhi, kesegaran jasmani dan musik sudah terpenuhi. Kata kunci: ergonomi, rekam medis, rumah sakit
Gambaran Pending Klaim di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tipe C Pertiwi, Julia; Rika Andriani; Iik Sartika
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin aksesibilitas dan kualitasnya, termasuk pelayanan rawat inap di rumah sakit. Dalam konteks sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Tipe C yang melayani sebagian besar rujukan tingkat pertama, memiliki peran vital dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Implikasi dari sistem JKN adalah perlunya mekanisme pembiayaan yang terstruktur, dimana klaim biaya pelayanan diajukan rumah sakit kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Keberlanjutan operasional dan kualitas pelayanan rumah sakit sangat bergantung pada kelancaran proses klaim ini.