Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

RELATIONSHIP CHARACTERISTICS AND COMMUNITY BEHAVIOR WITH THE INCIDENCE OF SCHISTOSOMIASIS IN THE WORK AREA OF WUASA COMMUNITY HEALTH CENTER IN 2022 Rosamey Elleke Langitan
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 7 No 2 (2023): VOLUME 7 ISSUE 2 AUGUST 2023
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2023/Vol7/Iss2/481

Abstract

Schistosomiasis is a zoonotic disease and a public health problem. The cause is a type of worm parasite from the schistosomatidae family which has a habitat in the blood vessels around the intestines or bladder. Schistosomiasis is a parasitic disease caused by blood trematode worms of the genus Schistosoma. Chronic schistosomiasis can reduce the ability of sufferers to work, and in some cases cause death. This study aims to get an overview of the factors that cause recurrent schistosomiasis or reinfection that occurs in the community. Descriptive correlation with the analytic case control study approach, namely retrospective observational analytic research where effects or outcomes are traced back to identify relationships by comparing cases and controls. Sampling in this study were patients who were infected with schistosomiasis as case respondents and those who were not infected with schistosomiasis as control respondents. There is a relationship between the behavior of the community or respondents who are often active in rivers or ditches, often passing through conch focus areas and not utilizing health service facilities with the incidence of respondent schistosomiasis in the community in North Lore District, Poso Regency, Central Sulawesi Province. Conversely, there is no relationship between the characteristics of the respondents which include age, gender, education level, marital status and employment with the incidence of schistosomiasis. Conclusion, the habitual behavior of respondents who often move in the river is related to the incidence of disease schistosomiasis, so that it can be concluded that the main factor causing someone to suffer from schistosomiasis is not due to the characteristics of the respondents in the community in North Lore sub-district, Poso Regency, Central Sulawesi Province.
The Application of Rheumatic Gymnastics to Increase Range of Joint Motion in the Elderly at Tentena Social Werdha Home Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Khaira, Nuswatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2313

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia di dunia saat ini sejalan dengan peningkatan jumlah kasus nyeri sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Tujuan dari senam rematik ini adalah umtuk mengurangi nyeri sendi dan mejaga kesehatan fisik penderita rematik. Dan adapun manfaat untuk meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian senam rematik pada lansia. Setelah menemukan dan menentukan permasalahan, selanjutnya mahasiswa keperawatan mengajukan kepada dosen untuk mendapatkan persetujuan dan arahan yang akan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa senam rematik pada lansia terdapat ada perubahan pada nyeri sendi. Selain mengurangi rasa sakit, kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai dampak yang sangat baik, namun juga mempunyai dampak lain yaitu olahraga juga memberikan efek kebugaran fisik pada lansia sehingga lansia dapat lebih rileks dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Berdasarkan hasil kerja komunitas dapat disimpulkan bahwa senam rematik yang dilakukan secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita osteoarthritis. Selain mengurangi nyeri sendi, olahraga rematik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan. Diharapkan kepada pihak pelayanan Panti Sosial Tresna Werdha dapat melaksanakan senam rematik ini dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Kata Kunci: senam rematik; rentang gerak; lansia
Empowering Patients and Families in Efforts to Prevent Recurring Foot Wounds in Sintuwulemba Village, Tagolu Health Center Working Area, Lage District, Poso Regency Langitan, Rosamey Elleke; Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Ndama, Metrys; Pangaribuan, Helena
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2359

Abstract

Ulkus diabetik berulang terjadi karena lama menderita DM, kadar gula darah yang tidak terkontrol, obesitas, neuropati sensorik, pola diet, aktifitas fisik, dan perawatan kaki. Ulkus diabetik berulang memberikan berbagai dampak seperti menurunnya kualitas hidup pasien, beban ekonomi, beban psikologis, dampak social, bahkan luka berulang yang tidak tertangani dengan baik dapat berlanjut pada kondisi infeksi, amputasi bahkan kematian. Perawatan kaki merupakan sebagian dari upaya pencegahan primer pada pengelolaan kaki diabetik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya luka awal bahkan luka berulang. Dukungan dan pendampingan keluarga akan memudahkan pasien dalam kehidupan sehari-hari karena akan merasa diperhatikan sehingga tercapai perawatan kaki yang baik, maka pasien akan terhindar dari luka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan pasien dan keluarga dalam melakukan upaya pencegahan luka kaki berulang. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini akan dilaksanakan di Puskesmas Tagolu Kecamatan Lage pada bulan Juli 2024. Khalayak sasarannya adalah pasien ulkus diabetic dan keluarga di Kecamatan Lage. Metode pelaksanaan PkM ini adalah melaksanakan edukasi pencegahan luka melalui perawatan kaki praktikum dan pendampingan. Evaluasi kegiatan melalui pre-posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan luka kaki berulang. Keterampilan menggunakan lembar observasi cheklist praktikum. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan kaki dan meningkatkan peran keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan ulkus diabetik. Kata Kunci: Pencegahan; luka kaki; DM
The Relationship between Family Support and Foot Care Compliance with Recurrent Diabetic Foot Wounds Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.11444

Abstract

As many as 15-25% of Diabetes Mellitus (DM) patients have the potential to experience diabetic foot ulcers and the rate of recurrence or recurrence of diabetic ulcers is 50% to 70% over 5 years.  A quarter of patients with Diabetes Mellitus have the potential to develop diabetic foot sores or diabetic ulcers and more than half to 70% have a recurrence of diabetes mellitus over 5 years. Recurrent diabetic ulcers have various impacts such as reduced quality of life, economic burden, and psychological, and social effects, even if not treated properly, they can lead to infection, amputation, and even death. The study aimed to analyze the relationship between family support and foot care compliance with the incidence of recurrent diabetic ulcers. The study design was a cross-sectional study, with a sample size of 50 diabetic ulcer patients and the family support measurement instrument was the Hensaring Diabetes Family Support Scale (HDFSS). The results of statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.013. Patients who adhere to foot care experience recurrent wounds (12%) and those who do not comply with foot care experience recurrent wounds (34%). Statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.039. It can be concluded that family support and compliance with foot care are related to the incidence of recurrent diabetic foot injuries, so it is recommended to comply with foot care and provide support for DM patients to prevent recurrent foot injuries.
The Effects of Visual Arts and Animated Film Therapy in Managing Emotional Fatigue in Preschool Children Hospitalized in the Pediatric Ward of RSUD Poso Supetran, I Wayan; Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Ndama, Metrys; Rantesigi, Nirva
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i2.3243

Abstract

Preschool-aged children who experience hospitalization in a pediatric ward often face a variety of emotional challenges, including emotional exhaustion. Hospitalization is a frightening and stressful experience for children, especially when they are separated from their family and peers. Visual art and animation film therapy have been recognized as effective therapeutic methods for addressing children's emotional exhaustion and stress. Visual arts play therapy allows children to express their feelings, overcome anxiety, and build emotional connections with their surroundings. The study aimed to look at the effects of visual art play therapy and animated films on managing emotional exhaustion in hospitalized preschool-age children. The data were collected through observation, interviews, and questionnaires given to parents. The result obtained by the treatment group's mean emotional exhaustion score before the action was 32.20, and after the action was 21.80. Wilcoxon statistical analysis, p-value = 0.001. So, it is concluded that there is a significant decrease in children's emotional exhaustion before and after therapy. The conclusion of this study can help improve the care and well-being of preschool children who experience hospitalization, as well as provide valuable insights for health practitioners and educators in supporting the emotional development of children in challenging medical situations.
PENINGKATAN KAPASITAS PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA MODERN DI PUSKEMAS KAYAMANYA KABUPATEN POSO Manggasa, Dafrosia Darmi; Langitan, Rosamey Elleke; Hermanto, Raden Bagus Bambang
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1758

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggungjawab terhadap masalah kesehatan termasuk masalah luka kaki diabetik diwilayah kerjanya. Perawatan luka kaki diabetik oleh perawat puskesmas masih menggunakan teknik konvesional seperti penggunaan kasa langsung pada luka sehingga menyebabkan nyeri dan perdarahan pada saat mengganti balutan, perawatan luka setiap hari dan penggunaaan povidone iodine atau rivanol dalam mencuci luka.  Teknik perawatan luka modern terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka, mencegah bau, meningkatkan kenyamanan sehinagn quality of life pasien meningkat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perawat Puskesmas dalam perawatan luka kaki diabtik menggunakan teknik modern. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso yaitu di Puskesmas Kayamanya pada tanggal 30-31 Mei 2024. Khalayak sasarannya adalah seluruh perawat di Puskesmas Kayamanya yang berjumlah 22 orang. Metode pelaksanaan PkM ini adalah melaksanakan workshop perawatan luka modern dan praktikum perawatan luka modern pada pasien dengan luka. Evaluasi kegiatan melalui pre-posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta tentang perawatan luka modern. Keterampilan menggunakan lembar observasi cheklist praktikum. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat puskesmas Kayamanya dalam melakukan perawatan luka modern. Kegiatan PkM ini diharapkan meningkatkan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) terutama layanan kesehatan pada pasien dengan luka di Puskesmas sehingga mempercepat penyembuhan luka dan meningkatka kualitas hidup pasien.
Edukasi Mitigasi Bencana Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Menghadapi Bencana Gempa Bumi Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto , Agusrianto; Oktavia, Dwi Sintia; Manggasa, Dafrosia Darmi
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i2.1096

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan daerah rawan gempa termasuk Kabupaten Tojo Una-Una dengan riwayat gempa 6,0 magnitudo. Desa Tete B  salah satu desa yang mengalami dampak akibat gempa tersebut. Masyarakat panik, cemas, berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke pegunungan. Masyarakat belum mengetahui tindakan mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian masyakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyakat tentang mitigasi bencana gempa bumi, dengan sasaran masyakart di desa Tete. Metode pengabdian yaitu edukasi dan demonstrasi, hasil kegiatan menunjukkan 80% masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang mitigasi bencana setelah dilakukan edukasi dan mampu mendemonstrasikan tindakan mitigasi bencana. Saran bagi pemerintah setempat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui kegiatan edukasi dan simulasi secara berkala dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat    
Pengetahuan Komprehensif HIV/AIDS pada Usia 15-24 Tahun Melalui Sosialisasi Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) di Desa Sintuwulemba Kabupaten Poso Hermanto, Raden Bagus Bambang; Langitan, Rosamey Elleke; Manggasa, Dafrosia Darmi
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i1.3429

Abstract

Salah satu sasaran pengendalian HIV/AIDS yang masih belum tercapai adalah peningkatan pengetahuan komprehensif anak sekolah dan remaja tentang HIV/AIDS. Pengetahuan orang muda tentang HIV telah mengalami peningkatan, tetapi masih terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan secara komprehensif anak usia 15-25 tahun tentang HIV/AIDS sehingga mereka dapat menjaga dirinya agar tidak tertular HIV, bersikap tidak diskriminatif kepada pengidap dan penderita HIVIDS. Metode kegiatan yaitu edukasi, pemutaran film animasi ABAT dengan judul Bunga Semusim dan diskusi. Sasaran yaitu remaja usia 15-24 tahun yang berjumlah 35 partisipan. Hasil kegiatan menunjukkan setelah sosialisasi ABAT remaja memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang HIV/AIDS (77,14%) mendapatkan skor 100. Melalui kegiatan sosialisasi Aku Bangga Aku Tahu ini ada pesan moral yang dikemas menjadi pesan kunci adalah jiwa yang tegar no narkoba dan hati yang murni no seks bebas. Kaum muda dapat membangun dirinya menjadi pribadi yang menghargai budaya, progresif, berpikiran terbuka dan mandiri
Optimalisasi Kesehatan Keluarga Melalui Edukasi Penanganan Hipertensi Dengan Pola Konsumsi Jus Mentimun Di Desa Sintuwulemba Kabupaten Poso Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i2.3438

Abstract

Latar belakang hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat di atas120/80 mmHg secara persisten dan menjadi masalah serius meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, Ketika satu atau lebih anggota keluarga memiliki hipertensi, hal ini dapat memengaruhi seluruh dinamika keluarga. Penanganan hipertensi selain dengan intervensi secara farmakologi tetapi dapat pula ditangani secara non farmakologis. Salah satu cara yang dapat di berikan terapi non farmakologis adalah dengan pemanfaatan jus mentimun yang di konsumsi oleh penderita hipertensi karena jus mentimun mengandung nutrisi penting seperti kalium, magnesium, dan serat, serta memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan pelaksanaan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mengelola hipertensi menggunakan jus mentimun. Metode yang digunakan adalah edukasi, demonstrasi dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan dari 33 peserta, 23 (69,7%) memberikan jawaban belum memahami dengan baik bagaimana mengelola penyakit hipertensi dan 28 orang (84,8%) dan memilih alternatif pengobatan non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang hipertensi pengetahuan. Bagi layanan kesehatan memerlukan informasi kesehatan yang lebih aktif menjalin kontak langsung dengan masyarakat. Agar masyarakat mengetahui dan memahami penyakit dan pengobatannya, terutama tekanan darah
Enhancing the Capacity of Village Disaster Teams Through Community-Based Emergency Management Training Suharto, Dewi Nurviana; Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Langitan, Rosamey Elleke; Hermanto, Raden Bagus Bambang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i1.4243

Abstract

Background: Sintuwulemba Village, Poso Regency, is a high-disaster-risk area where community emergency response capacity is limited. The local Village Disaster Team lacks specific training in managing critical conditions like severe bleeding, respiratory arrest, and shock, often leading to fatal delays.  Objectives:  This community service initiative aimed to enhance the team's emergency response capabilities through integrated training.Methods:  The two-day intensive program utilized lectures, demonstrations, realistic field simulations, and group discussions.Results: Pre- and post-training assessments demonstrated a marked improvement in participant competency, with the average test score increasing from 52% to 88%. The outcomes of this activity include a comprehensive training module, an instructional video, and this report Conclusion: These resources are designed to bolster the long-term resilience and self-sufficiency of the Sintuwulemba community in disaster situations, contributing to the ultimate goal of reducing disaster-related morbidity and mortality.