Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyuluhan Makanan Empat Sehat Lima Sempurna untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi dan Pencegahan Diare pada Siswa Sekolah Dasar Deswita, Salsa; Rantesigi, Nirva; Manggasa, Dafrosia Darmi; Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v4i2.4048

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah, terutama akibat kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan kebersihan makanan. Edukasi gizi melalui konsep 4 Sehat 5 Sempurna (4S5S) merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat. Meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang makanan 4 Sehat 5 Sempurna untuk pencegahan diare melalui kegiatan penyuluhan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Oktober 2024 di SDN 6 Kasiguncu dengan sasaran 45 siswa kelas 4–6. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45%, dari nilai rata-rata pre-test 40% menjadi 85% pada post-test. Siswa mampu menyebutkan komponen 4S5S dan hubungannya dengan pencegahan diare. Penyuluhan gizi 4S5S efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang dan pencegahan diare. Disarankan adanya program tindak lanjut dan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan orang tua dan guru
The Application of Rheumatic Gymnastics to Increase Range of Joint Motion in the Elderly at Tentena Social Werdha Home Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Khaira, Nuswatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2313

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia di dunia saat ini sejalan dengan peningkatan jumlah kasus nyeri sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Tujuan dari senam rematik ini adalah umtuk mengurangi nyeri sendi dan mejaga kesehatan fisik penderita rematik. Dan adapun manfaat untuk meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian senam rematik pada lansia. Setelah menemukan dan menentukan permasalahan, selanjutnya mahasiswa keperawatan mengajukan kepada dosen untuk mendapatkan persetujuan dan arahan yang akan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa senam rematik pada lansia terdapat ada perubahan pada nyeri sendi. Selain mengurangi rasa sakit, kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai dampak yang sangat baik, namun juga mempunyai dampak lain yaitu olahraga juga memberikan efek kebugaran fisik pada lansia sehingga lansia dapat lebih rileks dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Berdasarkan hasil kerja komunitas dapat disimpulkan bahwa senam rematik yang dilakukan secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita osteoarthritis. Selain mengurangi nyeri sendi, olahraga rematik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan. Diharapkan kepada pihak pelayanan Panti Sosial Tresna Werdha dapat melaksanakan senam rematik ini dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Kata Kunci: senam rematik; rentang gerak; lansia
Pelayanan Kesehatan pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Madago Tentena Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke; Manggasa, Dafrosia Darmi Manggasa; Suharto, Dewi Nurviana; Ndama, Metrys; Rantesigi, Nirva; Parwata, Ni Made Ridla Nilasanti; Hermanto, Raden Bagus Bambang
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i4.2877

Abstract

Elderly individuals generally undergo various physical and health changes. They tend to be more susceptible to various chronic diseases, such as diabetes, hypertension, arthritis, and neurological disorders like dementia. Therefore, they require specialized care and ongoing monitoring. These efforts can help prevent diseases and enhance the quality of life for the elderly. Some of the main issues frequently faced by elderly individuals living in nursing homes are related to their health, including chronic diseases, mental disorders, and physical decline. The goal of this community service is to make a tangible contribution to improving elderly healthcare services through collaboration between the community service team and the staff of the independent living facility.The target of this community service team is 63 elderly individuals residing at PTSW Madago Tentena. The results of the community service activities indicate that most of the elderly residents at PTSW suffer from chronic diseases, including 13 individuals (20.64%) with diabetes mellitus, 41 (65.1%) with hypertension, 2 (3.2%) with severe cognitive impairment, and 5 (7.9%) with mild cognitive impairment. The health status is categorized as severe for 8 (12%), moderate for 30 (48%), and mild for 25 (40%). Therefore, the outcomes of this community service can serve as a reference for the nursing home staff to strive for improved health among the elderly and collaborate with other institutions to provide healthcare services in the facility.
Penerapan Senam Lansia Terhadap Kebugaran Jasmani di Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete Ndama, Metrys; Langitan, Rosamey Elleke; Supetran, I Wayan; Khaira, Nuswatul
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i4.3147

Abstract

Aging is a natural process that occurs in every individual throughout his life. One aspect that is closely related to aging is a change in physical fitness. Physical fitness is an important factor that affects the quality of life and well-being of the elderly. The growth rate of the elderly population by the year 2030 is estimated to be greater than the age of adolescents and young people by about 2.1 billion, compared to 2 billion worldwide. The goal of the community dedication is to improve the quality of life of the elderly by improving their physical fitness through the exercise of the elders, because exercising can increase muscle strength and flexibility and thus help them to live a healthier and more fit life in their communities. The activity was carried out in the village of Tete B. Ampana Tete was followed by 15 people, along with 5 people. The results of the activity can be described as follows: all the seniors who attended the gym can follow well and walk smoothly, with no obstacles or injuries. There are three elderly people who have arthritis and hearing loss and are so slow to follow instructions, but they can finish the activity well. The conclusion that can be drawn is that the more frequently doing gymnastics with the elderly, the better the older's health.
The Relationship between Family Support and Foot Care Compliance with Recurrent Diabetic Foot Wounds Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.11444

Abstract

As many as 15-25% of Diabetes Mellitus (DM) patients have the potential to experience diabetic foot ulcers and the rate of recurrence or recurrence of diabetic ulcers is 50% to 70% over 5 years.  A quarter of patients with Diabetes Mellitus have the potential to develop diabetic foot sores or diabetic ulcers and more than half to 70% have a recurrence of diabetes mellitus over 5 years. Recurrent diabetic ulcers have various impacts such as reduced quality of life, economic burden, and psychological, and social effects, even if not treated properly, they can lead to infection, amputation, and even death. The study aimed to analyze the relationship between family support and foot care compliance with the incidence of recurrent diabetic ulcers. The study design was a cross-sectional study, with a sample size of 50 diabetic ulcer patients and the family support measurement instrument was the Hensaring Diabetes Family Support Scale (HDFSS). The results of statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.013. Patients who adhere to foot care experience recurrent wounds (12%) and those who do not comply with foot care experience recurrent wounds (34%). Statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.039. It can be concluded that family support and compliance with foot care are related to the incidence of recurrent diabetic foot injuries, so it is recommended to comply with foot care and provide support for DM patients to prevent recurrent foot injuries.
The Effectiveness of The Nursing Care Approach in Healing Diabetic Ulcers: A Case Study of Mrs. F in Sintuwulemba Village, Lage District, Poso Regency, Central Sulawesi Province Langitan, Rosamey Elleke; ., Agusrianto; Rantesigi, Nirva
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 12 No 01 (2024): JUNI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v12i01.2309

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Ulkus diabetik adalah salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien dengan diabetes mellitus. Ulkus merupakan luka terbuka pada kulit, sering kali terjadi pada kaki atau kaki bagian bawah, yang sulit sembuh dan berpotensi menjadi infeksi yang serius jika tidak ditangani dengan tepat. Asuhan keperawatan pada pasien ulkus diabetik di desa sintuwulemba dapat di lakukan dengan melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa, perencanaan intervensi, melakukan implementasi dan evaluasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan mengkaji efektifitas penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan ulkus diabetik dalam upaya mempercepat proses penyembuhan, mencegah infeksi sekunder, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus 1 orang pasien yang memilik ulkus diabetik dengan derajat 2 di mana kedalaman luka mencapai ligament, tendon dan otot. Hasil penelitian : didapatkan pasien mengeluh terdapat luka pada kaki sebelah kanan dibagian telapak kaki dan sela-sela jari dengan ukuran PxL: 8,8cm kondisi luka terdapat jaringan nekrotik 50% menutupi luka, warna luka kekuningan dan luka berbau, di dapatkan data terjadi peningkatan kadar glukosa darah 264/gdl, data mengatakan klien cemas dan takut karena luka yang tak kunjung sembuh. Diagnosa keperawatan : (1) gangguan integritas kulit, (2) ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah,(3)ansietas. Intervensi keperawatan: integritas/kulit, perawatan luka, manajemen hiperglikemia, reduksi ansietas. Implementasi keperawatan : dilakukan tindakan perawatan luka modern, edukasi diet dan dukungan perkembangan penyembuhan luka. Evaluasi : yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 hari pasien mengatakan perasaan lebih rileks dan perasaan cemas berkurang. Jaringan nekrotik berkurang, dan bau berkurang, pasien sudah melakukan diet karbohidrat dan juga mengurangi makanan yang mengandung gula lebih, perasaan lebih rileks. Kesimpulan : bahwa dengan perawatan integritas kulit, perawatan luka, manajemen hiperglikemia, edukasi diet, dukungan perkembangan luka dan terapi relaksasi efektif di lakukan pada pemberian asuhan keperawatan. Kata Kunci: Perawatan; Luka; DM
Anxiety Levels Among Elderly With Comorbidities: A Descriptive Study In Ujung Tibu Village Rafqia, Alifa; Suharto, Dewi Nurviana; Manggasa, Dafrosia Darmi; Langitan, Rosamey Elleke
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i1.3770

Abstract

Background: The elderly with comorbidities are vulnerable to psychological problems such as anxiety, which can worsen their health and reduce their quality of life. This study aimed to describe the anxiety levels and demographic characteristics of elderly individuals with comorbidities in Ujung Tibu Village. Methods: This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. A sample of 37 elderly people who met the inclusion criteria was selected via purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Geriatric Anxiety Scale (GAS) questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as frequency distributions and percentages. Results: Most respondents experienced mild anxiety (73.0%), followed by moderate anxiety (21.6%), and severe anxiety (5.4%). The dominant demographic characteristics were female (78.4%), married (64.9%), living with their husband (45.9%), having a illness duration of 1-5 years (70.3%), and suffering from hypertension (64.9%). Conclusion: The anxiety level of elderly people with comorbidities in Ujung Tibu Village is predominantly mild. Community activities like the Integrated Health Post (Posyandu) and family support are suspected to be protective factors. Focused nursing interventions are recommended for the minority experiencing moderate to severe anxiety
Evaluasi Ketersediaan Dan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Pasien Tuberkulosis Paru Diwilayah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah Langitan, Rosamey Elleke; Parwata, Ni Made Ridla Nilasanti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3361

Abstract

Tuberkulosis merupakan satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan penyakit TBC tertinggi setelah India dan China. Pemerintah Indonesia berupaya mengeliminasi TBC pada 2030 dengan target laju insiden 65 per 100.000 penduduk dan angka kematian enam per 100.000 penduduk. Demikian pula halnya tuberkulosis paru diwilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah menduduki urutan pertama tertinggi dengan jumlah kasus 718 pada tahun 2023. Penyakit TB Paru tidak hanya menimbulkan beban kesehatan yang besar, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang serius bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam upaya mengatasi masalah ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi pasien tuberkulosis paru menjadi faktor kunci yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini petugas kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuntitatif dengan wawancara mendalam kepada berbagai pemangku kepentingan terkait, seperti petugas kesehatan, pasien, dan keluarga pasien. Hasil penelitian menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam akses terhadap pelayanan kesehatan TBC, termasuk kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai, jarak geografis yang jauh, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang TBC. Selain itu, ketersediaan obat-obatan dan peralatan diagnostik juga menjadi perhatian utama. Studi ini memberikan wawasan yang berharga untuk perbaikan sistem pelayanan kesehatan TBC di wilayah ini, dengan menekankan perlunya upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat: Memberikan gambaran nyata tentang ketersediaan fasilitas kesehatan dan aksesibilitas layanan TB di Kota Palu. Kata kunci: Ketersediaan; Aksesibiltas Yankes: TB Paru
Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting Rantesigi, Nirva; Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3377

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Faktor pengasuhan diduga kuat memengaruhi perkembangan tersebut, bahkan dalam kondisi stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan kognitif anak balita stunting di Desa Buyumpondoli. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilaksanakan diPosyandu Desa Buyumpondoli, Wilayah Kerja Puskesmas Tentena, pada 21-22 Juli 2025. Sebanyak 35 ibu yang memiliki balita stunting dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20-30 tahun (51,4%), berpendidikan SMA (62,9%), dan bekerja di sektor swasta (57,1%). Pola asuh demokratis dominan diterapkan (74,3%). Namun, sebagian besar anak (74,3%) memiliki kemampuan kognitif yang tidak baik, meskipun interaksi sosialnya baik (68,6%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dan perkembangan kognitif (p-value=0,005), dimana pola asuh yang baik meningkatkan peluang memiliki kognitif yang baik sebesar 2,6 hingga 3 kali. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan perkembangan kognitif (p-value=0,685). Kesimpulan: Pola asuh merupakan faktor kritis yang berhubungan signifikan dengan perkembangan kognitif anak stunting. Diperlukan intervensi berbasis parenting education untuk memperkuat kualitas pola asuh demokratis, yang dikombinasikan dengan intervensi gizi dan kesehatan yang komprehensif untuk menangani stunting. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Kognitif, Pola Asuh, Interaksi Sosial, Balita.