Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Telenursing Sebagai Solusi Self Management Pada Klien Dengan Diabetes Melitus : Studi Literatur Kurniawan, Rahmat; Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty; Khaira, Nuswatul
Madago Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v5i1.3802

Abstract

Teknologi dapat digunakan untuk mendukung layanan kesehatan penyedia perawatan diabetes dengan memberikan dukungan pendidikan dan motivasi. Pendidikan dapat diberikan dengan menggunakan teknologi yang memungkinkan pasien untuk mempelajari praktik dan rutinitas baru terkait manajemen diabetes. Teknologi dapat mendukung aktivitas self management diabetes setiap hari termasuk pemantauan kadar glukosa darah, olahraga, makanan sehat, minum obat, memantau komplikasi, dan menyelesaikan masalah. Artikel ini menjelaskan tentang integrative. Ulasan yang dilakukan untuk mengevaluasi jenis teknologi yang digunakan untuk memfasilitasi self management diabetes dan efek dari teknologi tersebut pada self management dan hasil diabetes untuk orang dewasa yang hidup dengan DM tipe 2. Tinjauan pustaka dilakukan dengan mencari basis data Medline, PubMed, dan Psych INFO menggunakan istilah pencarian: manajemen mandiri diabetes, teknologi, diabetes tipe 2, telepon pintar, ponsel, dan diabetes mellitus yang mencakup tahun-tahun 20012-2022. Artikel yang mengandalkan data sekunder (editorial, tinjauan sistematis) dan artikel yang menggambarkan protokol studi hanya dikeluarkan. Sepuluh studi termasuk kualitatif, quasiexperimental, dan desain uji coba terkontrol acak diidentifikasi dan dimasukkan dalam ulasan. Tinjauan tersebut menemukan bahwa intervensi teknologi memiliki dampak positif pada hasil diabetes termasuk peningkatan kadar hemoglobin A1C, perilaku manajemen mandiri diabetes, dan efikasi diri diabetes. Hasil menunjukkan bahwa intervensi teknologi dapat bermanfaat bagi orang yang hidup dengan diabetes bila digunakan bersama dengan perawatan diabetes yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan.
EDUKASI RISIKO TERJADINYA PENULARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA SANTRI PONDOK PESANTREN : Education on the Risk of Tuberculosis Transmission in Islamic Boarding School Students Collein, Irsanty; aminuddin, Aminuddin; Sasmita, Hanum; Nurhanisa, Eka; Nafatina, Salwa; Jihan, Nurul; Khaira, Nuswatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3831

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC banyak terjadi pada usia produktif diatas 25 tahun, akan tetapi pada beberapa kasus banyak terjadi pada anak-anak. Penularan kuman TB terjadi melalui saluran pernapasan dan banyak terjadi di lingkungan pesantren karena lingkungan kamar yang padat, sirkulasi kurang baik. Sehingga perlu diberikan edukasi yang maksimal kepada santri di Pondok pesantren. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan Edukasi risiko terjadinya penularan penyakit Tuberkulosis pada santri Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Palu. Sasaran kegiatan pengabdian adalah santri Pondok pesantren Hidayatullah Tondo terdapat 46 orang yang berpartisipasi, usia termuda 12 tahun, usia tertua 26 tahun. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian didapatkan santri yang tinggal di Pondok Pesantren <2 th sebanyak 30 orang (65%), > 2 tahun sebanyak 16 orang (35). terbanyak pada usia < 15 tahun sebanyak 29 orang (63%). Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dari 18 orang (39%) meningkat menjadi 36 orang (78%). Dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi terkait risiko penularan TB di Pondok Pesantren. Saran ditujukan bagi petugas pondok untuk melakukan pengawasan lebih kepada santri pondok pesantren Hidayatullah dan bagi santri untuk menjaga kebersihan diri.
The Application of Rheumatic Gymnastics to Increase Range of Joint Motion in the Elderly at Tentena Social Werdha Home Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Khaira, Nuswatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2313

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia di dunia saat ini sejalan dengan peningkatan jumlah kasus nyeri sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Tujuan dari senam rematik ini adalah umtuk mengurangi nyeri sendi dan mejaga kesehatan fisik penderita rematik. Dan adapun manfaat untuk meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian senam rematik pada lansia. Setelah menemukan dan menentukan permasalahan, selanjutnya mahasiswa keperawatan mengajukan kepada dosen untuk mendapatkan persetujuan dan arahan yang akan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa senam rematik pada lansia terdapat ada perubahan pada nyeri sendi. Selain mengurangi rasa sakit, kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai dampak yang sangat baik, namun juga mempunyai dampak lain yaitu olahraga juga memberikan efek kebugaran fisik pada lansia sehingga lansia dapat lebih rileks dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Berdasarkan hasil kerja komunitas dapat disimpulkan bahwa senam rematik yang dilakukan secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita osteoarthritis. Selain mengurangi nyeri sendi, olahraga rematik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan. Diharapkan kepada pihak pelayanan Panti Sosial Tresna Werdha dapat melaksanakan senam rematik ini dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Kata Kunci: senam rematik; rentang gerak; lansia
Overview of Nutritional Status of Patients with Chronic Kidney Disease Who Undergoing Hemodialisis Ismunandar, Ismunandar; Collein, Irsanty; Khaira, Nuswatul
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i2.3892

Abstract

Patients undergoing hemodialysis for a period of more than 3 years tend to experience malnutrition due to inadequate food intake, diseases of the digestive tract, eating restrictions, drugs that cause impaired nutrient absorption, inadequate dialysis, and comorbidities. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and the quality of life of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis in Palu. This study used a quasy experiment design to determine the the 2-mean difference test.. The sample formula determined the number of samples to test the hypothesis on the average of two populations with 100 respondents. This study was carried out in 2 hemodialysis units in Palu. The samples involved in this study were selected by simple random sampling. The KDQOL SF-36 is used to measure quality of life, whereas the malnutrition inflammation score is employed in the questionnaire used to assess nutritional status. The results of this study show that most respondents are in the age range of > 55 years, with 60 people (60%); are female, with 48 people (48%). 48% have a poor quality of life, and 52% have a good quality of life. The p-value for MIS is 0.001, so it can be concluded that at 5% alpha, there is a significant difference between the malnutrition inflammation score before and after education, while there is no significant difference for quality of life and kt/v values. There is an influence of health education on patient nutrition, there is no influence of health education using the KADOic application on quality of life and kt/v.
Sosialisasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Posyandu IBI Jabal Nur Khaira, Nuswatul; Faisal, T Iskandar; Lisnawati; Mangun, Mardiani; Saripah, Eli
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.47

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang dari sel-sel payudara yang mengalami pertumbuhan tidak terkendali. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, meskipun pria juga dapat terkena penyakit ini dengan prevalensi yang jauh lebih rendah. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita, yang menekankan urgensi pentingnya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini. Di Indonesia kasus kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Salah satu langkah efektif dalam mendeteksi dini kanker payudara adalah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Pemeriksaan SADARI terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi perubahan yang mencurigakan pada jaringan payudara sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui sosialisasi SADARI dalam upaya mendeteksi dini kanker payudara. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan edukasi 1 hari yaitu tanggal 7 September 2024 kemudian di lakukan observasi dan evaluasi satu kali kunjungan kepada peserta yaitu pada tanggal 21 September 2024 dalam melakukan SADARI. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pretest. Jika dilihat hasil postest 100% pengetahuan peserta tentang SADARI mengalami peningkatan.
The Influence of Using Whatsapp Community Channels on Weight Gain in Stunted Children in Lambaro Neujid, Aceh Besar Nilawati; Nurhayati*; Supriyanti; Khaira, Nuswatul; Manaf, Salmiani Abdul
Journal of Health, Medicine and Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Health, Medicine and Nursing
Publisher : Raudhah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a significant public health challenge affecting children's physical and cognitive development, with long-term consequences for human resource quality. This study aims to examine the influence of using a Whatsapp Group community on weight gain among stunted children in Lambaro Neujid Village, Peukan Bada District, Aceh Besar Regency. An analytical survey with a cross-sectional approach was conducted, involving 40 families selected through random sampling. The findings reveal that factors such as parental education, family income, maternal height, and mothers' attitudes significantly impact children's weight gain. The use of communication technology, particularly Telegram groups, proved effective in delivering education and motivating behavioral changes among mothers in childcare and nutritional fulfillment. The integration of digital media in public health intervention programs offers an innovative solution to reduce stunting rates. This study recommends optimizing the role of community health workers and sustaining government support in leveraging technology for public education. In conclusion, technology-based approaches can increase awareness and community practices in reducing stunting prevalence, supporting the national target of lowering stunting rates to 14% by 2024.
Hubungan pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan penyembuhan luka post sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh Syahlina, Cut Amelia; Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Helmi, Alfian
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i1.834

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak diperlukan untuk mempertahankan homeostasis biologis dan kelangsungan hidup bagi setiap manusia. Pentingnya perawatan pasca operasi sectio caesarea merupakan suatu perawatan yang dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri dengan cara merawat luka serta meningkatkan asupan makanan tinggi protein dan vitamin. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan penyembuhan luka post op sectio caesarea. Metode: penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik chi square dengan menggunakan aplikasi komputer diperoleh nilai P sebesar 0,024 < a = 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan fisiologis terhadap penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Kesimpulan: Pemenuhan kebutuhan fisiologis pada pasien post operasi sectio caesarea harus terpenuhi agar proses penyembuhan luka menjadi cepat.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Kesehatan Mental pada Remaja Kurniawan, Rahmat; Fitriani, Dhia Diana; Sirait, Pretty Lorenza; Nurmiaty, Nurmiaty; Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul
Kelimutu Nursing Journal Vol 4 No 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v4i1.2006

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental dapat terganggu akibat penggunaan media sosial terlalu lama dan hal tersebut sering melanda anak- anak dan remaja. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kesehatan mental pada remaja di SMP N 22 Tangerang Selatan. Metode penelitian: Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (penggunaan media sosial) dengan variabel terikat (kesehatan mental remaja). Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 218 orang dan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik Proposionate Stratified random sampling. Hasil penelitian: Diperoleh nilai (p value 0.021 kurang dari 0.05) maka dikatakan ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap depresi. Hasil uji chi square kecemasan diperoleh nilai (p value 0.035 kurang dari 0.05) maka ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap kecemasan pada remaja. Hasil uji chi square stress diperoleh nilai (p value 0.000 kurang dari 0.05) maka ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap tingkat stress pada remaja. Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kesehatan mental remaja di SMP N 22 Tangerang Selatan.
Kombinasi Bridging dan Kegel Exercise Untuk Menurunkan Inkontinensia Urine Pada Lansia Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul; Veri, Nora
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.369 KB)

Abstract

Urinary incontinence is a person's inability to hold out urine and if it is not handled properly it will lead to complications, namely urinary tract infections, infections of the skin, especially the pubic area, disturbed sleep patterns, pressure sores, and redness. Kegel and Bridging exercises are exercises to strengthen the pelvic muscles for the treatment of urinary incontinence. The aim of the study was to determine the effect of a combination of Bridging exercise and Kegel Exercise on urinary incontinence. Quasy experimental research design with pretest posttest control group design. The elderly were divided into four groups, namely the control group, the bridging exercise treatment, the Kegel exercise group, the combination bridging group and the Kegel exercise group with a total sample of 24 elderly people. Research Results Bridging exercise, Kegel exercise and a combination of bridging and Kegel exercise were able to reduce urinary incontinence scores, however, the combination Bridging exercise was the fastest treatment in reducing urinary incontinence scores in the elderly compared to bridging and Kegel exercises which were carried out separately.
The Effect of Religious Music Therapy on Reducing the Degree of Menstrual Pain in Adolescent Girls Rahmat, Rahmat Kurniawan; Dhia Diana Fitriani, Dhia; Putri Wulandari, Putri; Nurmiaty; Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2025): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v14i2.2784

Abstract

Human growth and development into adulthood undergo a stage called puberty. One of the signs that a woman has entered the age of puberty is the occurrence of menstruation. One of the disorders that occur during menstruation is dysmenorrhea. Dysmenorrhea is pain or during menstruation, this is one of the most common gynecological problems in adolescent girls. Behavior in dealing with dysmenorrhea pain in adolescents can be done in a non-pharmacological way, namely religious music therapy. When listening to music, our brain will automatically produce a certain amount of serotonin. so that we can feel calm and divert attention. The purpose of this study was to determine the effect of religious music therapy on decreasing the degree of menstrual pain in adolescent girls in RT 09 kp. New Mekar kab. Tangerang. Research method The type of research used in this study is a quasi-experimental (quasi-experimental) research design with a one group comparison pretest-posttest design, data collection instruments using NRS pain measurement questionnaires and music therapy SOPs. The population in this study were young women in RT 09 Kp. Mekar Baru Kab. Tangerang amounted to 50 young women with a total sample of 15 young women. The technique used is purposive sampling technique. Data analysis using Wilcoxon test, based on data analysis with Wilcoxon test with a significance degree of p <0.05 (5%). The results of the statistical test obtained a value (pvalue = 0.001), so it can be concluded that there is an effect of giving religious music therapy on decreasing the degree of menstrual pain in adolescent girls in RT 09 Kp. Mekar Baru Kab. Tangerang. Suggestions from the results of this study are expected for respondents who experience menstrual pain, to do religious music therapy as an alternative way by using non-pharmacological therapy for pain reduction because it is very easy to do alone.