Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pendampingan Pokdarwis Desa Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dalam Peningkatan Promosi dan Layanan Pemesanan Paket Wisata Berbasis Sistem Informasi Digital Sutisna, Herlan; Firdaus, Reyhan Andrea; Hikmah, Agung Baitul; Warnilah, Ai Ilah; Fatah, Haerul; Kurniasih, Nisa; Nabila, Mega Selsa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2267

Abstract

Pariwisata desa merupakan salah satu strategi pengembangan ekonomi lokal yang berbasis pada potensi alam, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Pariwisata desa di Desa Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki potensi besar, bahkan telah meraih Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori Digital & Kreatif , namun kendala efisiensi layanan dan penyampaian informasi timbul karena proses pemesanan paket wisata masih dilakukan secara manual melalui pesan singkat (WhatsApp). Kondisi ini menyebabkan proses yang tidak terstruktur, rawan miskomunikasi, layanan yang lambat, serta pencatatan data pengunjung dan transaksi yang terpisah di Microsoft Excel, sehingga Pokdarwis kesulitan mengukur data kunjungan secara akurat dan melakukan evaluasi berbasis data. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan, promosi, dan implementasi sistem informasi pemesanan paket wisata berbasis web yang dirancang untuk mengintegrasikan manajemen tiga jenis paket wisata utama dan mengakomodasi pembayaran daring (online) yang komprehensif melalui E-Wallet, Virtual Account, dan QRIS. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan strategi Digital Marketing , pelatihan aplikasi teknis, dan evaluasi yang melibatkan Uji Coba Pengguna (User Acceptance Test/UAT) serta pengumpulan umpan balik melalui kuesioner.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem ini mempermudah dan memfasilitasi alur pemesanan secara digital dan terstruktur. Tingkat penguasaan fitur dasar sistem oleh anggota Pokdarwis mencapai 85% selama pelatihan end-to-end (pemesanan hingga konfirmasi pembayaran). Dampak yang dirasakan mitra adalah peningkatan efisiensi pelayanan wisatawan, dengan waktu konfirmasi pemesanan terpangkas drastis dari rata-rata 30-60 menit menjadi hanya 5-10 menit per transaksi, berkat adanya otomatisasi konfirmasi dan manajemen data transaksi, pengunjung, serta laporan yang kini terpusat pada satu dashboard. Implementasi sistem ini juga mendorong kemandirian Pokdarwis dalam promosi dan pengelolaan digital, serta Pokdarwis telah berkomitmen untuk menjadikan sistem ini sebagai Standar Operasional Utama (SOP) dalam melayani wisatawan.
Implementasi Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Diagnosa Sindrom Tourette Herlan Sutisna; Fitri Amelia
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 3 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v3i2.1575

Abstract

Pentingnya perkembangan seorang anak membuat orang tua harus semakin cerdas dan teliti dengan segala perubahan-perubahan yang terjadi pada anak, baik perubahan secara fisik maupun mental. Sering kali para orang tua tidak menyadari perubahan-perubahan yang terjadi pada anak terutama perubahan mental, karena perubahan tersebut mungkin dianggap biasa dan bukanlah hal yang krusial, namun perubahan tersebut justru dapat menyebabkan seorang anak mengidap sebuah sindrom, jika hal tersebut tanpa penanganan dan pola asuh yang tepat seperti Sindrom Tourette yang memiliki gejala berupa tik motor seperti mengedipkan mata, mendengus, menyentakan kepala, dll, dan juga tik vokal seperti berdehem, membuat suara binatang, mengulang-ulang perkataan orang lain atau yang lebih parah penderita mengucapkan perkataan yang kotor, sara, dan vulgar secara frontal dan tidak disadari maka bisa menyebabkan complex motor tics dan menyebabkan terganggunya aktivitas dan membahayakan diri. Gejala sindrom ini biasa muncul pada anak usia 7 sampai 10 tahun dimana 70% penderita sindrom tourette akan mengalami penurunan gejala dan dapat muncul kembali saat penderita memasuki usia remaja dan menjadi semakin parah akibat adanya stressor psikologi. Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem pakar yang dapat mendiagnosa Sindrom Tourette. Metode inferensi yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar ini adalah forward chaining. Berdasarkan program yang penulis buat diperoleh kesimpulan bahwa sistem pakar diagnosa sindrom Tourette ini dapat mengidentifikasi gejala dari Sindrom Tourette lebih dini.
Pendampingan optimalisasi manajemen usaha dan pemasaran produk anyaman pandan laut berbasis teknologi informasi pada UMKM RIMA Craft Tasikmalaya Herlan Sutisna; Tuafik Wibisono; Ratningsih Ratningsih; Reyhan Andrea Firdaus; Zamzam Permana Maulana Sidik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40230

Abstract

Abstrak UMKM Rima Craft di Tasikmalaya merupakan kelompok pengrajin anyaman pandan laut yang memiliki potensi ekonomi sirkular tinggi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah pencatatan keuangan yang masih manual sehingga rentan kesalahan, serta strategi pemasaran yang konvensional tanpa pemanfaatan digital branding dan kemasan yang memadai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mentransformasi sistem manajemen UMKM dari konvensional menuju ekosistem digital yang mandiri. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 20 orang pengrajin di bawah naungan Rima Craft. Metode pelaksanaan program mencakup tahapan sosialisasi (FGD), pelatihan teknis, pendampingan intensif, dan implementasi teknologi. Solusi yang diberikan meliputi penerapan aplikasi SIMKURING berbasis web untuk otomasi laporan keuangan dan inventaris stok, pelatihan digital marketing, pembuatan konten menggunakan Artificial Intelligence (AI), serta pengembangan smart packaging dengan integrasi QR code. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mitra mengenai manajemen usaha, efisiensi pencatatan stok dan kas, serta perluasan jangkauan pasar hingga skala nasional. Inovasi kemasan kantong serut tile souvenir dengan label informasi digital berhasil meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk. Kesimpulannya, pendampingan berbasis teknologi informasi ini berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi mitra dan mendukung keberlanjutan usaha pengrajin pandan laut. Kata kunci: anyaman pandan laut; sistem informasi; digital marketing; smart-packaging; manajemen keuangan UMKM. Abstract      UMKM Rima Craft in Tasikmalaya is a group of sea pandanus woven craft artisans with high circular economy potential. However, the main problems faced are manual financial recording which is prone to errors, and conventional marketing strategies without the use of digital branding and adequate packaging. The purpose of this community service activity is to transform the MSME management system from conventional to an independent digital ecosystem. The target partners of this activity are 20 artisans under Rima Craft. The program implementation method includes the stages of socialization (FGD), technical training, intensive mentoring, and technology implementation. The solutions provided include the application of the web-based SIMKURING application for the automation of financial reports and stock inventory, digital marketing training, content creation using Artificial Intelligence (AI), and the development of smart packaging with QR code integration. The results of the activity show a significant increase in partners' understanding of business management, efficiency of stock and cash recording, and the expansion of market reach to a national scale.  Innovative Drawstring Tile Souvenir Packaging with digital information labels successfully increased the value-added and competitiveness of the product. In conclusion, this information technology-based mentoring successfully increased the economic independence of partners and supported the sustainability of the sea pandanus artisans' business. Keywords: sea pandanus woven; information systems; digital marketing; smart-packaging; msme financial management.