Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH JENIS LIMBAH ORGANIK YANG DIKOMBINASIKAN KOTORAN BURUNG PUYUH TERFERMENTASI SEBAGAI PAKAN TERHADAP BIOMASSA DAN KELIMPAHAN CACING SUTRA (Tubifex sp) Lenni Wahyuni Batubara; Sakti Yonni Hamongan Purba; Marissa Marito Esterlina Siburian
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v7i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pengaruh jenis limbah organik yang dikombinasikan kotoran burung puyuh terfermentasi sebagai pakan terhadap biomassa dan kelimpahan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2024 dengan metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran burung puyuh terfermentasi dengan limbah organik yang berbeda sebagai pakan secara signifikat dapat meningkatkan biomassa dan kelimpahan cacing Sutra (Tubifex sp). Limbah organik yang terbaik terdapat pada perlakuan P2 yaitu fermentasi kotoran burung puyuh (FKBP) 70% + ampas tahu (AT) 30% dengan bobot mutlak sebesar 65 gram serta kelimpahan sebanyak 78 individu/m2.
PENGARUH TEPUNG IKAN YANG BERBEDA SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Lenni Wahyuni Batubara; Nalom Santun Sihombing; Waruwu, Filla Charismatika
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v7i1.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung ikan yang berbeda sebagai bahan baku pakan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Metode penelitian eksperimen bersifat kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu yang dilakukan secara tradisional menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 4 perlakuan dan masing-masing memiliki 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh tepung ikan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan spesifik panjang benih ikan patin, laju pertumbuhan spesifik bobot benih ikan patin, pertumbuhan panjang mutlak benih ikan patin, pertumbuhan bobot mutlak benih ikan patin, sebagai bahan baku pakan memberikan perbedaan yang signifikan dengan hipotesa H0 ditolak dan H1 diterima. Tepung ikan yang terbaik terdapat pada perlakuan P2 (tepung ikan rucah) dengan hasil LPS panjang adalah 2,67±0,2b, LPS bobot adalah 3,22±0,1c, pertumbuhan mutlak panjang 4,27±4,2c, pertumbuhan mutlak bobot 15,02±5,1b. Sedangkan kelulushidup benih ikan patin dan FCR tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Batubara, Lenni Wahyuni; Padang, Wendi Suprapto; Maharaja, ferdinand Crismonyco
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) merupakan salah satu ikan konsumsi yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ikan patin termasuk salah satu ikan air tawar yang proses budidayanya tidak terlalu sulit dan tidak rentan terhadap penyakit. Ikan patin memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan sebagai produk ekspor, baik dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk daging tanpa tulang (fillet). Ikan ini termasuk ikan yang rakus dalam mengkonsumsi pakan, sehingga budidaya yang sekarang dilakukuan sudah mencapai sistem budidaya intensif (Marantika, 2017).Adapun tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan baku jeroan ikan pada pakan komersial terhadap pertumbuhan Benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus) dan untuk mengetahui dosis penambahan bahan baku jeroan ikan pada pakan komersial yang paling baik terhadap pertumbuhan Benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian adalah Metode penelitian yang dilakukan adalah Eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini mengacu kepada Apu et al. (2021) yaitu Kontrol P0 Pakan tanpa jeroan ikan, Perlakuan I 25 % Pakan jeroan ikan, Perlakuan II 50 % Pakan jeroan ikan, Perlakuan III 75 % Pakan jeroan ikan.Berdasarkan hasil analisis sidik ragam pada pertumbuhan bobot mutlak menyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan sehingga Hipotesis H0 diterima dan H1 ditolak, sedangkan pada pertumbuhan panjang mutlak menyatakan ada pengaruh yang signifikan dengan hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Dosis pakan jeroan ikan yang terbaik adalah pada Perlakuan P1 (25 Jeroan Ikan + 75 Pelet) dengan bobot mutlak rata-rata sebesar 0,587, panjang mutlak sebesar 0,564, SR sebesar 100%, FCR sebesar 86,05, Suhu sebesar 27,70C, pH sebesar 6,9.
Pola Pertumbuhan Dan Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) Di Perairan Hutan Mangrove Desa Aek Horsik Kabupaten Tapanuli Tengah Sinaga, Henry; Batubara, Lenni Wahyuni; Nazara, Trilin Novitasari
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan populasi kepiting bakau (Scylla serrata) Diperairan Hutan Mangrove Desa Aek Horsik Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni-juli 2023. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan penyajian data secara deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dilapangan dengan pembagian stasiun menjadi 3 stasiun yang terdiri dari stasiun I pada kawasan substrat berlumpur, satasiun II pada kawasan substrat berlumpur berpasir, stasiun III pada kawasan substrat berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) jantan maupun betina diperairan hutan mangrove Desa Aek Horsik mempunyai hubungan b<3 (allometrik negatif) yaitu pertambahan lebar kerapas lebih dominan dari bobot tubuhnya dan faktor kondisi populasi dari kepiting bakau yang tertangkap tergolong buruk dengan nilai rata-rata betina 0,41 dan jantan dengan nilai 0,63.
Kelimpahan dan Pola Sebaran Kerang Lokan (Geloina Erosa) Diperairan Hutan Mangrove Kelurahan Aek Horsik Kabupaten Tapanuli Tengah Batubara, Lenni Wahyuni; Sihombing, Nalom Santun; Daeli, Justice Saveriana
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran kerang lokan (Geloina erosa) yang ada dalam perairan hutan mangrove Kelurahan Aek Horsik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2023. Metode yang digunakan adalah Metode survey dengan penyajian data secara deskriptif, pengambilan sampel kelimpahan dan pola sebaran kerang lokan langsung dilakukan dilapangan dengan pembagian stasiun menjadi 3 stasiun yang terdiri dari stasiun I pada kawasan substrat berlumpur, stasiun II pada kawasan substrat berlumpur berpasir, stasiun III pada kawasan substrat berpasir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelimpahan kerang lokan (Geloina erosa) diperairan hutan mangrove masih tergolong baik dengan kelimpahan berkisaran antara 0,10 ind/m2 sampai 0,99 ind/m2. Pola sebaran kerang lokan (Geloina erosa) memperoleh indeks sebaran kerang lokan (Geloina erosa) dari setiap stasiun adalah sama, yaitu mengelompok. Pada stasiun I pola sebaran dengan nilai 1,95 dengan jenis pola distribusi populasi mengelompok, dikarenakan nilai yang di peroleh lebih besar dari 1 (Id >1). Pada stasiun II pola sebaran yang diperoleh dengan nilai 1,05 dan stasiun III sebesar 1,12.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN PASTA YANG DIPERKAYA Bacillus sp. DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Nalom Santun Sihombing; Lenni Wahyuni Batubara; Situmorang, Hotmauli
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu komoditas unggulan budidaya ikan air tawar yang sudah lama dikenal oleh masyarakat dan memiliki peluang pasar yang cukup luas meliputi pasar domestik dan ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pasta yang diperkaya Bacillus sp.dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2024 di Balai Budidaya Perikanan Air Tawar Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Masing-masing perlakuan diberikan penambahan Bacillus sp. sebanyak P0 (0 ml/kg), P1 (5 ml/kg), P2 (10 ml/kg) dan P3 (15 ml/kg). Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada P2 (10 ml/kg) menghasilkan laju pertumbuhan spesifik 9,5%, pertumbuhan berat mutlak 0,816 gr, pertumbuhan panjang mutlak 2,4cm, efisiensi pakan 1,40 % dan kelulushidupan 98%.
Optimisation of the Use of Cultivation System Technology to Increase Tilapia (Oreocromis niloticus) Production in Intensive Cultivation in the Era of Modernisation Santikawati, Susi; Batubara, Lenni Wahyuni
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.3.409-414

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the main commodities in freshwater aquaculture because it is highly adaptable and easy to breed. In intensive aquaculture systems, production success is highly dependent on fish growth, which is closely related to feed availability and water quality. This study aims to analyze the effectiveness of modern aquaculture technologies, namely the biofloc system, aquaponics, and the Recirculating Aquaculture System (RAS), in supporting the success of tilapia aquaculture. The research was conducted in August 2025 at the Freshwater Aquaculture Center of the Sibolga College of Fisheries, North Sumatra. The research method used a completely randomised design with four treatments and three replicates. The results showed that the aquaponics technology (P3) produced the highest absolute weight growth (9.97±0.02 g), specific growth rate (4.26±0.00%/day), and absolute length (1.77±0.06 cm), followed by RAS (P2), control (P0), and biofloc (P1). The survival rate across all treatments ranged from 95.33% to 97.33%, indicating Tilapia's good adaptability to various farming systems. Water quality parameters were within optimal ranges: 29-30°C, pH 6.1-7.6, dissolved oxygen 4.5-5.0 mg/L, and ammonia 0.0001-0.0005 mg/L. The aquaponic system showed the most stable water quality with the lowest ammonia concentration (0.0001-0.0003 mg/L). This study demonstrates that aquaponic technology provides the best treatment for modernised intensive tilapia farming
Optimisation of the Use of Cultivation System Technology to Increase Tilapia (Oreocromis niloticus) Production in Intensive Cultivation in the Era of Modernisation Santikawati, Susi; Batubara, Lenni Wahyuni
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.3.409-414

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the main commodities in freshwater aquaculture because it is highly adaptable and easy to breed. In intensive aquaculture systems, production success is highly dependent on fish growth, which is closely related to feed availability and water quality. This study aims to analyze the effectiveness of modern aquaculture technologies, namely the biofloc system, aquaponics, and the Recirculating Aquaculture System (RAS), in supporting the success of tilapia aquaculture. The research was conducted in August 2025 at the Freshwater Aquaculture Center of the Sibolga College of Fisheries, North Sumatra. The research method used a completely randomised design with four treatments and three replicates. The results showed that the aquaponics technology (P3) produced the highest absolute weight growth (9.97±0.02 g), specific growth rate (4.26±0.00%/day), and absolute length (1.77±0.06 cm), followed by RAS (P2), control (P0), and biofloc (P1). The survival rate across all treatments ranged from 95.33% to 97.33%, indicating Tilapia's good adaptability to various farming systems. Water quality parameters were within optimal ranges: 29-30°C, pH 6.1-7.6, dissolved oxygen 4.5-5.0 mg/L, and ammonia 0.0001-0.0005 mg/L. The aquaponic system showed the most stable water quality with the lowest ammonia concentration (0.0001-0.0003 mg/L). This study demonstrates that aquaponic technology provides the best treatment for modernised intensive tilapia farming