Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Polycam dalam Dokumentasi Warisan Digital: Fotogrametri Mobile pada Bangunan Bersejarah: Polycam in Digital Heritage Documentation: Mobile Photogrammetry of Historical Building Dharmatanna, Stephanus Wirawan
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/wastu.v7i1.63

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan teknologi mobile photogrammetry menggunakan aplikasi Polycam sebagai metode dokumentasi digital warisan arsitektur kolonial di Indonesia. Studi kasus difokuskan pada patung singa pada fasad Gedung Singa Surabaya, karya kolaboratif tiga maestro seni Belanda: Hendrik Petrus Berlage, Joseph Mendes da Costa, dan Jan Toorop. Sebagai elemen artistik yang memiliki nilai simbolik dan historis tinggi, patung ini didokumentasikan untuk mendemonstrasikan potensi teknologi berbasis ponsel dalam pelestarian warisan budaya. Proses dokumentasi dilakukan menggunakan perangkat Samsung A55 dengan mode photo capture pada Polycam. Tantangan utama dalam akuisisi data adalah getaran kendaraan berat, gangguan visual lalu lintas, serta perubahan intensitas cahaya akibat lokasi gedung yang berada di kawasan padat Jalan Rajawali, Surabaya. Strategi pemindaian dilakukan secara presisi pada waktu pagi hari untuk meminimalkan gangguan lingkungan. Hasil model 3D menunjukkan representasi bentuk dan tekstur yang akurat, meskipun terdapat keterbatasan pada detail mikro dan pencahayaan tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Polycam memiliki potensi signifikan sebagai alat dokumentasi digital yang mudah diakses, efisien, dan inklusif, terutama untuk objek arsitektur kolonial berukuran sedang. Pendekatan ini dapat mendukung pelestarian digital warisan budaya serta mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi arsitektur bersejarah di Indonesia.
Warisan Visual dalam Komposisi Fasad Bangunan Kolonial sebagai Identitas Arsitektural di Jalan Jembatan Merah Surabaya Soegiarto, Rayden Lauwirya; Dharmatanna, Stephanus Wirawan
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v12i2a10

Abstract

Colonial buildings in Surabaya are an important part of the city's architectural heritage, representing its visual identity and the result of acculturation between European and Indonesian cultures. This study aims to examine the composition of facades as elements that shape the visual character of colonial buildings in the Jembatan Merah area. The study uses a qualitative-descriptive approach with a case study method, involving field observations, visual documentation, and analysis based on D.K. Ching's theory of visual composition and Hamid Shirvani's theory of visual character of the environment. Four colonial buildings were selected as objects of study: Singa Building, PTPN X Building, Maybank Building, and NILLMIJ Building. The results of the study show that the four buildings share common principles in terms of geometry, symmetry, scale, and façade rhythm, which create visual cohesion in the urban landscape. The proportion of openings ranging from 25–40% reflects the design adaptation to the tropical climate through the optimisation of natural ventilation, while the dominant proportion of massive surfaces reinforces the monumental impression characteristic of colonial architecture. Façade elements such as prominent main doors, limasan roofs, and decorative ornaments play an important role in shaping the visual identity of the buildings. These findings confirm that façade composition is an integral part of the visual heritage that must be preserved in efforts to conserve and revitalise historic areas. Understanding this visual composition structure is expected to serve as a reference in contextual design planning that is sensitive to the city's historical values.
BIM UNTUK MASA DEPAN BANGUNAN BERSEJARAH : METODE DOKUMENTASI DAN PERMODELAN DI INDONESIA: BIM FOR THE FUTURE OF HISTORIC BUILDINGS: DOCUMENTATION AND MODELLING METHODS IN INDONESIA Stephanus Wirawan Dharmatanna
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol. 5 No. 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9180

Abstract

Perkembangan kota yang pesat sering kali mengancam kelestarian bangunan bersejarah, terutama yang belum memiliki dokumentasi yang memadai. Tanpa dokumentasi arsitektur yang akurat, informasi tentang bentuk, struktur, dan elemen arsitektural dapat hilang, menghambat upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dokumentasi dan pemodelan digital yang diterapkan pada bangunan bersejarah di Indonesia serta mengevaluasi kelebihan, keterbatasan, dan prospek teknologi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber akademik terkait Building Information Modeling (BIM), fotogrametri, pemindaian laser (LiDAR), dan teknologi digital lainnya. Analisis dilakukan terhadap efektivitas, tantangan implementasi, serta potensi pengembangan ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digital seperti BIM dan LiDAR memberikan akurasi tinggi dalam dokumentasi dan pemodelan bangunan bersejarah. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan tenaga ahli, biaya investasi tinggi, serta kurangnya standar regulasi nasional dalam digitalisasi cagar budaya. Kesimpulannya, meskipun teknologi digital berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian bangunan bersejarah, diperlukan strategi holistik yang mencakup regulasi, edukasi, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan digitalisasi warisan budaya di Indonesia.
Cross-Platform Mobile Photogrammetry for Heritage Preservation: Evaluating Low-Cost and Premium Devices in Sustainable Architecture Research: Fotogrametri Seluler Multi-Platform untuk Pelestarian Warisan Budaya: Evaluasi Perangkat Berbiaya Rendah dan Premium dalam Penelitian Arsitektur Berkelanjutan Dharmatanna, Stephanus Wirawan; Agustianti, Stefani Widya
RUAS Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2025.023.02.12

Abstract

Digital heritage preservation is often hampered by high costs and limited access to cutting edge technologies such as laser scanning, especially for communities in developing countries. The emergence of mobile photogrammetry supported by smartphone applications such as Polycam offers a low cost and sophisticated solution for documenting architectural heritage. This study aims to compare the comparative reliability of Android (Samsung A55) and iOS (iPhone 13 Pro with LiDAR) devices in documenting architectural heritage elements in Indonesia. Data collection was conducted by evaluating the comparative features of Polycam on both platforms based on features, image upload capacity, processing time, output quality, and the strength and weaknesses of both platforms. The findings show that Android devices provide more efficient and user-friendly data collection while iPhone (iOS) devices produce more detailed and refined outputs, although the reconstruction process takes longer than Android. This study concludes that cross-platform mobile photogrammetry can play an important role in sustainable architecture research, enabling community based participation and academic exploration. This research positions mobile photogrammetry as a transformative tool for heritage preservation in the era of Society 5.0.
KECERDASAN BUATAN UNTUK MANAJEMEN ENERGI DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN MENUJU KOTA PINTAR Stephanus Wirawan Dharmatanna; Elvina Shanggrama Wijaya; Angela Jasmine Tanya Tjahyana
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.170

Abstract

Urbanisasi telah memberikan dampak tekanan pada sistem energi kota dan kualitas lingkungan, yang mengakibatkan kebutuhan akan pendekatan yang efisien, adaptif dan integratif untuk menanganinya. Sistem pengelolaan konvensional biasanya memisahkan sektor per sektor, yang berakibat membatasi pembuatan keputusan yang holistik. Menggunakan kerangka berpikir smart city, artificial intelligence (AI) telah menjadi teknologi kunci untuk mengelola data kota yang kompleks dan real time, serta memberikan respon yang prediktif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran AI tersebut dengan menggunakan metode literature review naratif dari publikasi lima tahun terakhir. Studi ini mensintesiskan penggunaan AI dalam manajemen energi, proses monitoring lingkungan dan integrasi lintas sektor, serta menggarisbawahi perubahan penggunaan AI dari reaktif ke prediktif. Studi ini menemukan bahwa AI lebih sering digunakan per sektor spesifik. Penggunaan AI secara integratif seperti pada data fusion, decision support system dan digital twin masih terbatas, namun menunjukkan potensi besar untuk pengelolaan kota yang holistik. Beberapa tantangan dalam implementasi adalah ketersediaan infrastruktur data interoperability dan kesiapan sumber daya manusia, selain perimbangan lain. Paper ini menunjukkan arah strategis untuk penggunaan AI secara bertahap untuk mendukung perkembangan kota yang adaptif, efisien dan berkelanjutan.
UPCYCLING KINETIK : INTEGRASI LIMBAH CD DALAM DESAIN FASAD ADAPTIF PADA BANGUNAN WISATA MULTIKULTURAL Stephanus Wirawan Dharmatanna; Anik Juniwati; Elvina Shanggrama Wijaya
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v16i1.10655

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi limbah compact disc (CD) daur ulang ke dalam desain modul fasad kinetik yang diterapkan pada gedung pariwisata multikultural di Desa Jarak, Indonesia. Menggunakan metode desain kualitatif-eksploratif, studi ini melibatkan prototipe panel kinetik yang terbuat dari limbah CD, dirancang untuk merespons gerakan angin sambil memantulkan warna-warna cerah yang melambangkan keragaman budaya. Proses penelitian mencakup pemodelan konseptual, simulasi 3D, pembuatan mock-up skala penuh, dan uji pemasangan. Hasilnya menonjolkan daya tarik estetika, responsivitas fungsional, dan nilai lingkungan dari penggunaan limbah CD sebagai material fasad adaptif. Inovasi ini tidak hanya mempromosikan keberlanjutan melalui daur ulang, tetapi juga berfungsi sebagai representasi visual pluralisme dan kesatuan dalam ekspresi arsitektur. Pengembangan lebih lanjut disarankan melalui evaluasi berbasis pengguna dan analisis kinerja jangka panjang.
Artificial Intelligence in Architecture: History, Evolution, and Future Prospects Stephanus Wirawan Dharmatanna
Rumoh Journal of Architecture Vol. 16 No. 1 (2026): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has brought significant transformations to the field of architecture, ranging from the digitalization of design processes to the application of machine learning and deep learning technologies in various aspects of design, construction, and building management. These technological advancements have not only changed the way architects work but have also created new opportunities for developing more efficient, adaptive, and sustainable built environments. This study aims to examine the evolution of AI in architecture, evaluate its implementation in contemporary architectural practice, and identify the challenges and future prospects of its development. The research employs a literature review using a descriptive qualitative approach through the analysis and synthesis of various academic sources, scientific publications, and relevant case studies. The findings indicate that AI has evolved from Computer-Aided Design (CAD)-based drafting support into intelligent systems capable of facilitating design optimization, decision-making, smart building management, and the conservation of historic buildings. Various case studies demonstrate that AI contributes to improving design efficiency, structural optimization, building energy management, as well as the documentation and reconstruction of architectural heritage. Although AI offers considerable opportunities for realizing more innovative and sustainable architecture, its implementation still faces several challenges related to data quality, ethical concerns, the interpretation of creativity, and the readiness of the industry to adopt such technologies. The findings suggest that AI has substantial potential to become a strategic partner for architects in supporting the design process and the management of built environments that are more innovative, responsive, and oriented toward future needs.
Opportunities and Challenges of Implementing Kinetic Façade Typology in Indonesia Stephanus Wirawan Dharmatanna; Rani Y Wulandari; Ismail Salam
Indonesian Journal of Energy Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Energy
Publisher : Purnomo Yusgiantoro Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33116/ije.v7i2.187

Abstract

The application of kinetic facade technology is gaining popularity worldwide as an innovative solution to enhance the environmental quality of buildings. However, in Indonesia, the implementation of kinetic facades remains limited and requires further in-depth study. Thus, our research aims to fill this gap by exploring the opportunities and challenges of implementing kinetic facade typologies in Indonesia. The research method involves a literature review and descriptive analysis. We collect data on the use of kinetic facades globally, analyze the factors influencing their implementation, and identify the opportunities and challenges encountered. The analysis results are expected to provide a better understanding of the implementation of kinetic facades in Indonesia. The identified opportunities include the potential to improve energy efficiency, reduce carbon emissions, and enhance the interior and exterior environmental quality of buildings. The challenges identified may encompass technical aspects, regulations, financial issues, as well as market awareness and acceptance of this new technology. Our study contributes a foundation for further development of kinetic facades in Indonesia. With a better understanding of the opportunities and challenges, architecture practitioners, engineers, and policymakers can take appropriate steps to address the challenges and capitalize on the opportunities to integrate kinetic facades into building designs in Indonesia, promoting sustainable and innovative development in the architecture sector.
Dinamika Geografis, Iklim, dan Budaya dalam Standar Bangunan Hijau: Studi Komparatif Global Stephanus Wirawan Dharmatanna; Nicholas Nathanael; Steven Gunawan; Nicole Florencia; Jessica Theresia Nauli M
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/alsaba.v3i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor geografis, iklim, dan sosial-budaya terhadap pembentukan dan penerapan standar bangunan hijau di tiga negara dengan konteks berbeda, yaitu Belanda, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Meskipun ketiganya berkomitmen terhadap prinsip keberlanjutan global, implementasi di masing-masing wilayah menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan karakter sosial setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif, melalui peninjauan terhadap dokumen kebijakan, sistem sertifikasi bangunan hijau nasional (BREEAM-NL, Three Star, dan Green Star SA), serta studi kasus proyek arsitektur berkelanjutan di ketiga negara. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kesamaan prinsip, perbedaan pendekatan, dan tingkat adaptasi terhadap konteks geografis dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara Belanda dengan pendekatan integratif berbasis inovasi teknologi dan tata kelola air; Tiongkok menerapkan model sentralistik dengan fokus pada efisiensi energi dan skala nasional; sedangkan Afrika Selatan mengedepankan pendekatan adaptif-sosial yang menempatkan keadilan ekologis dan partisipasi masyarakat sebagai inti keberlanjutan. Ketiganya merepresentasikan variasi strategi dalam menerjemahkan prinsip hijau global menjadi praktik arsitektur kontekstual. Kesimpulannya, tidak ada model bangunan hijau yang bersifat universal. Efektivitas penerapannya bergantung pada kemampuan untuk menyesuaikan prinsip keberlanjutan dengan faktor geografis, iklim, dan budaya lokal. Pembelajaran dari ketiga negara ini dapat menjadi dasar bagi penguatan sistem Greenship di Indonesia menuju arsitektur hijau yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan konteks tropis.
JEJARING DESTINASI WISATA SEJARAH DI JALUR PESISIR PANTURA JAWA TENGAH; STUDI KASUS REMBANG - LASEM Stephanus Wirawan Dharmatanna; Rayden Lauwirya Soegiarto; Anthony Srestha Rares
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.108

Abstract

Koridor pusaka Rembang Lasem di pesisir utara Jawa menyimpan lanskap budaya yang kaya, dipengaruhi oleh tradisi Jawa, Tionghoa, dan kolonial. Meskipun memiliki signifikansi sejarah yang tinggi, kajian tentang kawasan ini sebagian besar hanya berfokus pada Lasem, sementara keterhubungannya dengan Rembang masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jejaring spasial dan historis destinasi heritage di Rembang – Lasem guna memperkuat dasar pengembangan pariwisata pusaka yang terpadu. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi digital, kemudian dianalisis melalui pemetaan spasial serta analisis jejaring graf. Hasil penelitian menunjukkan pola linear–klaster, di mana Rembang berfungsi sebagai gateway node dan Lasem sebagai heritage core. Simpul penting seperti Museum R.A. Kartini, Klenteng Cu An Kiong, dan Situs Perahu Kuno menempati posisi strategis sebagai penghubung rute tematik, mencakup sejarah maritim, akulturasi budaya, dan warisan religius. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis melalui penerapan perspektif jejaring pada pariwisata heritage di kota kecil–menengah, sekaligus kontribusi praktis berupa rekomendasi bagi pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk mengembangkan rute budaya serta kebijakan pariwisata berkelanjutan.