Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM ONE STUDENT ONE CLIENT (OSOC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN Fauziah, Ani Nur
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): MEI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.105 KB) | DOI: 10.30787/gemassika.v2i1.247

Abstract

Maternal Mortality Ratein the Central Java in 2012-2014 has significantly increased in 2012: 675 of cases, 2013: 668 of cases, 2014: 711 of cases, while in 2015 and 2016 decreased: 2015: 619 of cases and 2016: 602 of cases. One Student One Client Program (OSOC) is a program launched by the Governmentof Central Java Provinceas an effort to decrease The Rate of Maternal Mortality in Central Java.The targets and outcomes of this activity are scientific publications and? journals continuously also midwifery care process to the mother; pregnant, childbirth, childbirth, birth control and newborn care.The cooperation between healths professional in midwifery process later can contribute in decreasing Maternal Mortality Rate.The method used is direct learning experience in the community. Each learner will get one client (pregnant mother) through a midwife coordinator in Work Area of Puskesmas Sidoharjo to achieve one student one client.The techniques of data collection are forms of; pregnancy midwifery care , delivery, puerper, new baby born and KB. This accompaniment was carried out for 5 months from April - August 2017 in the working area of Puskesmas of Sidoharjo.The result of this are the majority of pregnant mothers can be through pregnancy with healthy and the increase of awareness and knowledge of pregnant women.?
Efektivitas Penyuluhan Berbasis Whatsapp Terhadap Pengetahuan dan Praktek SADARI Saat Pandemi Corona Fauziah, Ani Nur; Maesaroh, Siti; Suparti, Sri
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v7i1.417

Abstract

SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri (Breast Self-Examination / BSE) adalah pilihan cara pencegahan kanker payudara yang baik dilakukan, khususnya mulai usia 20-an. SADARI rutin memainkan peran besar dalam menemukan benjolan kanker payudara. Banyak mitos yang mengatakan bahwa kanker payudara lebih sering menyerang wanita yang sudah  berusia di atas 30 tahun, tetapi kini banyak  wanita pada usia remaja sudah menderita kanker payudara. Berdasarkan laporan WHO, pada tahun 2011 jumlah wanita khususnya remaja penderita kanker payudara mencapai 1.150.000 orang, 700.000 diantaranya tinggal di negara berkembangtermasuk Indonesia.Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang kanker payudara membuat pencegahan dan penanganan secara dini mengalami kesulitan, apalagi disaat pandemi Corona memerlukan aplikasi media sosial untuk mendukungnya diantaranya adalah whatsapp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan kesehatan SADARI berbasis Whatsapp terhadap pengetahuan dan praktek SADARI saat pandemi Corona. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Subyek penelitian adalah mahasiswi Prodi S1 Farmasi STIKES Mamba’ul Ulum Surakarta sejumlah 37 orang. Selanjutnya analisis data menggunakan uji Uji -t berpasangan (peried t-test) dengan bantuan Program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan SADARI berbasis Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan SADARI berbasis aplikasi whatsapp efektif dalam peningkatan pengetahuan dan praktek SADARI saat pandemi Corona nilai ρ = 0.000
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA MAHASISWI AKBID MAMBA’UL ULUM SURAKARTA Fauziah, Ani Nur
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 8 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.611 KB)

Abstract

HIV/ AIDS tidak saja menjadi masalah kesehatan tetapi sudah menjadi persoalan politik dan ekonomi yang serius di negara sedang berkembang, Penderita HIV AIDS urutan terbanyak pada kelompok usia 20 – 29 tahun merupakan generasi muda penerus bangsa. Generasi muda yang dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa akan menjadi sia - sia karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang baik mengenai penyakit HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswi tentang HIV AIDS.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada 38 mahasiswi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Kendall Tau. Penelitian membuktikan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan dan sikap mahasiswi tentang HIV / AIDS p =0,003
Hypertension Treatment Education on Medication Adherence and Control to Health Care Facilities Fauziah, Ani Nur; Bintari, Siti Harnina; Widowati, Evi; Cahyati, Widya Hary
Journal of Creativity Student Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jcs.v8i1.24602

Abstract

Hypertension is a leading cause of cardiovascular disease, stroke and premature death. It is a serious public health problem. Reports show that only 54% of adults with hypertension are diagnosed, 42% receive treatment and 21% can control their hypertension. These statistics show how important it is to increase awareness and control of hypertension. This study aims to evaluate the effectiveness of providing hypertension treatment education on medication adherence and control to health care facilities in Indonesia. This study is a cross-sectional analytical study using secondary data from the Indonesia Health Survey (SKI) 2023. The independent variable is hypertension treatment education, the dependent variable is adherence to taking medication and control to health care facilities. Bivariate data analysis used simple linear regression test. The results of providing hypertension education is effective on the regularity of taking anti-hypertensive drugs with statistical test results obtained p-value 0.002, as well as hypertension education is also effective on routine control to health care facilities with p value 0.000. In addition, the factors of age, education, employment and economic status affect the regularity of taking antihypertensive drugs with p value < 0.05. Hypertension treatment education is effective on the regularity of taking medication and control to health care facilities in Indonesia. The characteristics of age, education, employment and economic status affect the regularity of taking antihypertensive drugs.
TINJAUAN PRODUKTIVITAS GAWAT DARURAT PER TRIBULAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WARAS WIRIS BOYOLALI PADA TAHUN 2023 Fauziah, Ani Nur; Rachmawati, Harnafa Nur; Suprawita, Budi
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v4i2.3889

Abstract

RSUD Waras Wiris Boyolali merupakan rumah sakit tipe C yang berlokasi di Desa Andong Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali. Berdasarkan survei pendahuluan RSUD Waras Wiris Boyolali belum pernah dilakukan perhitungan produktivitas gawat darurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produktivitas gawat darurat. Penelitian ini mengguanakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan tekhnik observasi dan wawancara. Produktivitas gawat darurat RSUD Waras Wiris Boyolali tahun 2023, rerata kunjungan pasien gawat darurat tahun 2023 terendah pada triwulan I dan II yaitu 23 pasien per hari, tertinggi pada triwulan IV 27 pasien perhari. Rasio kasus bedah gawat darurat terendah pada triwulan IV 0,222, tertinggi pada triwulan I 0,226. Rasio non bedah gawat darurat terendah pada triwulan III 0,566, tertinggi pada triwulan IV 0,573. Rasio kasus gawat darurat yang dirujuk terendah pada triwulan I 0,01, tertinggi pada triwulan III 0,02. Rasio kasus kebidanan gawat darurat terendah pada triwulan IV 0,187 dan tertinggi pada triwulan I dan II yaitu 0,191. Rasio kasus gawat darurat terhadap tenaga perawat tertinggi pada triwulan II dan IV yaitu 1 perawat menangani 2 pasien gawat darurat perhari nya. Perhitungan trend rerata kunjungan pasien gawat darurat terendah pada triwulan I 23,4 dan tertinggi pada triwulan IV 26,1. Trend rasio kasus bedah gawat darurat terendah pada triwula IV 0,2222 dan tertinggi pada triwulan I 0,2258. Trend rasio kasus non bedah gawat darurat terendah pada triwulan IV 0,489 dan tertinggi triwulan I 0,6495. Trend rasio kasus gawat darurat yang dirujuk terendah pada triwulan I 0,0124 dan tertinggi pada triwulan IV 0,0196. Trend rasio kasus kebidanan gawat darurat terendah pada triwulan IV 0,1874, tertinggi pada triwulan I 0,1916. Trend rasio kasus gawat darurat terhadap tenaga perawat terendah pada triwulan I 1,8152 dan tertinggi pada triwulan IV 1,9358. Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas dan trend GD di RSUD Waras Wiris Boyolali per triwulan tahun 2023 mengalami kenaikan dan penurunan kembali jumlah kunjungan pasien, maka diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien khususnya pada IGD.