Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Borax analysis with spectrophotometry on meat bakso of frozen food that sold in modern markets and traditional markets in Palembang Siti Rohani; Yanti Rosita; Vina Pramayastri; Lutfiah Hafidzah
International Journal of Ecophysiology Vol. 5 No. 1 (2023): International Journal of Ecophysiology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijoep.v5i1.12342

Abstract

Meatballs are one of the processed meat products that are in great demand by all levels of society. Along with the times and changes in public consumption trends, currently meatballs are turning into frozen food which is more simple and practical for cooking anytime. As processed frozen meat, making frozen food meatballs are often added with food additives (BTP) to maintain food quality such as preservatives, thickeners, and dyes. Borax is a dangerous chemical that is often added to food as a thickening agent. This study aims to determine and compare frozen food meatballs sold in modern markets and traditional markets in Palembang City which contain borax based on physical tests and to analyze borax levels using UV-Vis spectrophotometry. In this study, the maximum wavelength obtained to measure the absorbance of the 10 samples that have been prepared is 423,50 nm. Determination of the standard borax solution curve that has been made with various concentrations were 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, and 30 ppm. The obtained linear equation y = 0,0352x + 0,2047 with coefficient correlation (r) 0,9631. The levels of borax contained in the frozen food meatballs as the research samples were sample A contained 13,322 µg/ml, sample B contained 9,392 µg/ml, sample C contained 12,688 µg/ml, sample D contained 23,379 µg/ml, sample E contained 29,127 µg /ml, sample F was 24,821 µg/ml, sample G was 17,583 µg/ml, sample H was 15,595 µg/ml, the sample I was 26,665 µg/ml, sample J was 12,460 µg/ml. Based on physical tests, the characteristics of frozen food meatballs containing borax showed a brighter color, an unnatural smell, very chewy, and hard texture that is difficult to destroy. In conclusion, the ten samples of frozen food meatballs tested all contained borax with varying levels.
PERBANDINGAN NILAI EOSINOFIL ANTARA PENDERITA RINITIS ALERGI DAN PENDERITA ASMA BRONKIAL Utama, Budi; Dwiryanti, Rizki; Rohani, Siti; Raisha, Zafira Ananda
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v13i2.4066

Abstract

Rinitis alergi dan asma bronkial merupakan penyakit saluran pernapasan yang memiliki kesamaan dalam hal anatomi dan mediator inflamasi. Inflamasi  pada rinitis alergi dan asma bronkial melibatkan akumulasi eosinofil dalam membran mukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan nilai eosinofil antara penderita rinitis alergi dan penderita asma bronkial. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik desain cross sectional. Pemeriksaan nilai eosinofil menggunakan Automated Hematology Analyzer Sysmex XS-800i di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Teknik consecutive sampling sebanyak 31 penderita rinitis alergi dan 31 penderita asma bronkial yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata nilai eosinofil penderita rinitis alergi 2,26% dan penderita asma bronkial 5,74% dengan hasil Mann-Whitney test diperoleh p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan, terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai eosinofil antara penderita rinitis alergi dan penderita asma bronkial.
Isolation and Characterization of Wound Healing Compounds from Chloroform Extract of Binahong Leaves (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Rohani, Siti; Purwoko, Mitayani
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.415 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.8.1.2021.40-59

Abstract

The leaves of Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) have been widely studied to have benefits and uses in various medical purposes, one of which is in the wound healing process. The existence of several active compounds contained in the leaves of the Binahong tree plant have an important role in wound healing, such as flavonoids, terpenoids, alkaloids, saponins, ascorbic acid and citrate compounds, these compounds are the targeted for further process of this natural product. The eminence of the extraction method that is used repeatedly and consistently to obtain pure compounds from Binahong leaves to be isolated is the one of topics discussed in this literature study. The perspective of implementation from liquid-solid extraction followed by liquid-liquid extraction using chloroform as a solvent is discussed comprehensively in this article. The identification of the isolation of compounds are able to conducted by implemented a thin layer chromatography (TLC) techniques, and for the further structural determination by UV, MS, FTIR, NMR spectroscopy and separation techniques using GC-MS. Respectively, the components are successfully to be identified and reported in previous research, for the following criteria that have been completed, some isolated active compound are purposed as the candidate for the wound healing agent. For the further application it is reasonable to implied these matters for some pharmaceutical products.
PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI PENGGUNAAN HERBAL OLEH MASYARAKAT KELURAHAN MARIANA, KECAMATAN BANYUASIN 1, SUMATERA SELATAN: STUDI KUALITATIF Rohani, Siti; Fadillah, Yudhi
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 3, No 1 (2022): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v3i1.3868

Abstract

Peningkatan kasus positif pada pandemi COVID-19 menjadi perhatian khusus dunia farmakologi di Indonesia. Kelimpahan sumber daya alam dalam bentuk sediaan herbal menjadi salah satu keuntungan yang dimiliki Indonesia. Namun, pemanfaatannya sebagai salah satu langkah pencegahan pada pandemi COVID-19 masih belum optimal. Pemahaman masyarakat terkait dengan pemanfaatan sediaan herbal perlu dievaluasi untuk mengetahui pemahaman penggunaan herbal sejak dini. Pada penelitian ini dilakukan studi kualitatif penggunaan herbal untuk pencegahan COVID-19 khususnya di wilayah Mariana, kecamatan Banyuasin 1, Sumatera Selatan. Dilakukan observasi tanggapan masyarakat terkait penggunaan herbal, dipilih 10 responden yang memenuhi kriteria dan dilakukan wawancara secara ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat pada wilayah pengamatan telah memahami dan menerapkan penggunaan herbal sebagai langkah preventif dalam menangani COVID-19. Sebagian besar digunakan jenis herbal yaitu jahe, jeruk nipis, sambiloto, meniran, lemon, sereh, kayu manis, temulawak, kunyit, kencur, daun pandan, dan biji jintan. Upaya penggunaan herbal dinilai oleh masyarakat di wilayah pengamatan cukup efektif dalam mencegah penularan COVID-19 karena memberikan efek lebih segar untuk beraktifitas sehari-hari dan meningkatkan imunitas tubuh, serta menambah stamina untuk bekerja.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper Betle L.) pada Larva (Aedes aegypti) Instar III Rahmawati, Laila; rohani, siti; Suarni, Ertati; ramayanti, indri
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 5, No 1 (2024): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v5i1.9081

Abstract

Daun sirih (Piper betle L) adalah tanaman herbal yang memiliki beragam metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Senyawa tersebut memiliki efek larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi efektivitas ekstrak etanol daun pada larva Aedes aegypti instar III. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian posttest only control group. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun sirih dengan konsentrasi 25%, 75%, 50%,100%, abate sebagai kontrol positif, dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Data dianalisis dengan uji one away annova selanjutnya perhitungan lethal concentration menggunakan analisis probit. Hasil dari efektivitas ekstrak etanol daun sirih terhadap larva Aedes aegypti didapatkan kematian larva pada konsentrasi 25% (0,3%), 50% (0,46%), 75% (0,63%), 100% (0,95%), kontrol positif (100%) dan 0% pada kontrol negatif. Hasil analisis probit didapatkan nilai lethal concentration (LC50) sebesar 37,849% berada pada konsentrasi 37,849% dan nilai LC90 berada pada konsentrasi 97,393%, ini bermakna pada konsentrasi 97,393% dalam waktu 24 jam mampu membunuh 90 larva. Ekstrak daun sirih efektif sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti instar III
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Potensi Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Herbal Medicine di Kenten Laut Sumatera Selatan: Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Potensi Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Herbal Medicine di Kenten Laut Sumatera Selatan Kaswijan, Siti Rohani; Trisnawati; Astri, Yesi; Zilda, Malika; Melianti, Agnes
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 2 (2024): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i2.35000

Abstract

Pemanfaatan rosella sebagai herbal medicine telah banyak dilakukan dalam beberapa dekade ini. Penggunaan rosella telah diteliti sebagai antioksidan, antibakteri, dan lainnya. Pemahaman masyarakat dalam penggunaan rosella sebagai herbal medicine perlu dilakukan sebagai tindakan mengedukasi potensi dan peluang budidaya rosella, salah satunya melalui sosialisasi. Sosialisasi telah dilakukan di desa Kenten Laut, Sumatera Selatan terkait potensi, pengolahan, pemanfaatan dan pengembangan rosella sebagai herbal medicine. Hasil kegiatan dievaluasi dari responden terhadap capaian nilai berdasarkan pretest dan posttest. Menggunakan pendekatan statistik, didapatkan peningkatan nilai pemahaman responden tentang rosella sebagai herbal medicine. Hasil analisis didapatkan 25 orang responden, sebanyak 64% memiliki nilai posttest lebih besar daripada pretest. Hasil uji wilcoxon signed rank test dari nilai negative ranks menunjukkan perbedaan hasil setelah dilakukan penyuluhan dengan nilai asymp.sig. (2-tailed) pada angka 0,001. Nilai Zscore dari wilcoxon signed rank test menunjukan nilai Z (-3,300) < Ztabel(60) (P=0,05), terdapat korelasi peningkatan pengetahuan responden setelah sosialisasi. Sosialisasi lanjutan diperlukan untuk membangun kapabilitas masyarakat dalam pemanfaatan rosella sebagai herbal medicine pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) secara komersial.
Peran Keluarga Dalam Pola Penggunaan Herbal Kepada Balita Posyandu Puskesmas 16 Ulu Humaidi, Irfan Ahmad; Rohani, Siti; Chairani, Liza
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 02 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i02.858

Abstract

Obat herbal atau obat tradisional adalah setiap bahan yang berupa tumbuhan, hewan, mineral, atau campuran dari bahan-bahan tersebut, yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan secara turun-temurun. Keluarga berperan sebagai pengasuh utama balita dan bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dengan pola penggunaan herbal oleh orang tua kepada balita. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil penelitian didapatkan dari 31 narasumber, dalam frekuensi pemberian herbal kepada balita persentase terbesar yakni 1x sebulan sebesar 58,1%. Memanfaatkan herbal untuk pemulihan penyakit ISPA sebesar 35,5%. Herbal yang banyak diberikan kepada balita yakni jahe sebesar 29%. Sebesar 67,7% narasumber memanfaatkan herbal dengan diminum. Sebesar 100% narasumber menilai keadaan balita membaik setelah diberi herbal dan tidak ada efek samping. Sebesar 64,5% narasumber sumber informasi penggunaan herbal dari keluarga. Peran keluarga dalam pola penggunaan herbal didapatkan hasil sebesar 64,5% keluarga berperan sebagai informasional. Sebesar 35,5% berperan secara instrumental dalam hal peracikan herbal. Sebesar 64,5% keluarga berperan secara emosional dengan memberikan nasihat dan peringatan efek samping herbal. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya menggunakan desain kuantitatif untuk menganalisis hubungan peran keluarga dengan pola penggunaan herbal kepada balita.
The Potential of Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) for Diabetes Mellitus Model Rats: Histopathological Focus on Pancreatic Organ Putria, Sinta Julia Liona; Rohani, Siti; Suarni, Ertati; Astri, Yesi; Mundijo, Trisnawati
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v11i1.236

Abstract

Introduction. Ethanolic extract of rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L.) contains secondary metabolite compounds: flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. This study aims to determine whether the ethanol extract of rosella flowers has the potential to regenerate pancreatic β cells in white rats (Rattus norvegicus) with alloxan-induced diabetes mellitus models.  Methods. The type of research used was an in vivo laboratory experimental study with a true experimental design. The experimental animals used as test objects in this study were male rats (Rattus norvegicus L.), weighing 100-110 grams. The test objects were 30 rats, divided into 6 groups randomly, each containing 5 rats, the groups consisted of K (N), K (-), K (+), P (1), P (2), and P (3). The level of histopathological damage to the pancreas was observed with HE staining at 400x magnification, using binocular light microscope type CX23 and BX51. Results. The study showed that the ethanol preparation of rosella flower extract at a dose of 1500 mg/kgBW and 3000 mg/kgBW BB was effective in regenerating pancreatic β cells with a damage value of 0 and at a dose of 750 mg/kgBW with a damage value of 2 did not provide a maximum regeneration effect on pancreatic β cells in male white rats induced by alloxan. Conclusion. The results of this research show that the ethanol extract of rosella flowers has an influence on the regeneration of pancreatic β cells so that it can be used for supportive treatment in the management of diabetes mellitus.
Identification of Secondary Metabolites in Ethyl Acetate Extract of Ki Encok Plant Roots (Plumbago zeylanica Linn) and In Silico Cytotoxicity Activity Purwoko, Mitayani; Mundijo, Trisnawati; Astri, Yesi; Rohani, Siti
Chimica et Natura Acta Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v13.n2.50815

Abstract

The Ki Encok plant (Plumbago zeylanica Linn) has been extensively studied and is known to have cytotoxic activity. However, no research has yet investigated the compound content of the ethyl acetate extract from that plant. This study aims to identify the secondary metabolite content in the ethyl acetate extract of Plumbago zeylanica L. roots and to determine the potential of these secondary metabolites to bind with the Caspase-3 protein in silico. The ethyl acetate extract of Plumbago zeylanica roots was tested for its phytochemical properties and examined using GC-MS. The compounds found were then searched for their structures in Pubchem, tested in silico using the CB-Dock2 software, and evaluated for drug-likeness with SwissADME. Qualitative phytochemical tests indicate the presence of alkaloid and tannin compounds. The GC-MS test showed the presence of Plumbagin, Gamma sitosterol, and 4-ethoxybenzaldehyde. In the in silico test, docking between Gamma sitosterol, Plumbagin, and 4-ethoxybenzaldehyde with the target protein Caspase-3 has free binding energies of -8.5, -7.0, and -6.1. The Gamma sitosterol-Caspase-3 complex shows the best free-binding energy among the three ligands. Further in vitro or in vivo studies are needed to assess whether the interaction between Gamma sitosterol and Caspase-3 is inhibition or activation.
Edukasi Penyakit Infeksi Pada Anak Dan Demonstrasi Pengolahan Jahe Dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh Masyarakat Di Kelurahan 13 Ulu Palembang Rohani, Siti; Kesuma, Putri Zalika Laila Mardiah; Al Farizi, Ahmad Bayu; Zilda, Malika; Umar, Muhammad
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023586

Abstract

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh patogen berupa virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Penyakit ini bisa terjadi pada anak-anak serta orang dewasa. Salah satu upaya pencegahan penyakit infeksi dengan cara memanfaatkan tanaman herbal yaitu jahe. Jahe berfungsi sebagai antioksidan, antipiretik, anti-inflamasi, antimikroba maupun antivirus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlokasi di Kelurahan 13 Ulu Palembang. Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu yang memiliki anak balita mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit infeksi dan upaya pencegahannya.  Kegiatan ini berupa penyuluhan secara langsung mengenai penyakit infeksi pada anak, jenis- jenis penyakit infeksi, serta upaya pencegahannya yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan olahan herbal jahe dalam bentuk makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuisioner yang terkait dengan materi penyuluhan dan demonstrasi kepada 22 orang peserta. Hasil pengukuran didapatkan peningkatan pengetahuan peserta dari 22,7 % menjadi 72,7%. Peserta antusias mengikuti kegiatan serta aktif pada sesi diskusi. Seluruh peserta mengikuti proses penyuluhan dan demonstrasi hingga selesai. Selain itu minuman dan makanan yang dibuat pada sesi demonstrasi telah dicoba dan dapat diterima karena rasanya enak. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit infeksi dan pencegahannya menggunakan jahe.