Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) Peserta Didik Menggunakan Modul Pembelajaran Fisika Yang Berbasis Pendekatan Saintifik Materi Suhu Dan Perubahannya Midah Nurhidayah; Febri Listianingrum; Wahyu Kumala Sari
Jurnal Fisika Papua Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v2i1.24

Abstract

The purpose of this study is to find out the increase in the HOTS of students using learning modules based on a scientific approach to the material of temperature and its changes. The sample taken in this study was 34 students of grade 7 MTs. Jayapura City State. This study uses a classroom action research method that uses 3 cycles to determine the increase in HOTS. The results showed that in learning using the module, students' HOTS increased with the n-Gain value of the cycle (1) of 0.57, (2) of 0.58, and (3) of 0.64 with an average n-Gain value. of 0.60 medium categories. Based on this, it can be concluded that students have sufficient higher-order thinking skills (HOTS).
IDENTIFIKASI EKOSISTEM MANGROVE DAN PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT KAWASAN TAMAN WISATA ALAM TELUK YOUTEFA Midah Nurhidayah; Taufik Mubarak; Febri Listianingrum
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis vegetasi penyusun ekosistem mangrove, pemanfaatan ekosistem mangrove dan partisipasi masyarakat adat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa Kota Jayapura. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara tokoh kunci untuk mendapatkan data primer dan studi literatur untuk mendapatkan data sekunder. Hasil penelitian menemukan beberapa hal yakni, (1) Jenis vegetasi penyusun ekosistem mangrove di TWA Teluk Youtefa terdiri dari 17 spesies, (2) Pemanfaatan ekosistem mangrove oleh masyarakat adat setempat antara lain sebagai sumber pangan, tumbuhannya sebagai bahan obat tradisional, satwa liarnya sebagai bahan pembuatan tifa dan bio-indikator pendukung mata pencaharian, keindahan alam ekosistem mangrove dijadikan obyek wisata alam, kulit mangrove sebagai pengawet jaring, dan biomassa kayu sebagai sumber energi dan konstruksi bangunan, serta ekstrak kayu sebagai bahan dempul dan pengecatan perahu. (3) Bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove antara lain rehabilitasi atau reboisasi pohon mangrove yang terdegradasi, pengembangan produk berbahan dasar tumbuhan mangrove dan pembersihan sampah yang mencemari ekosistem mangrove.
Komunikasi Lingkungan Interaktif melalui Pelatihan Ecobrick untuk Membangun Generasi Sekolah Peduli Sampah Midah Nurhidayah; Ardian Hangga Kelana; Sittin Masawoy; Febri Listianingrum; Pusmiati Pusmiati; Retno Wuri Sulistyowati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4584

Abstract

Permasalahan sampah plastik global telah merambah wilayah perbatasan negara termasuk di Kampung Skouw, Kota Jayapura. Kurangnya pemahaman tata kelola sampah anorganik di kalangan remaja menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan sekolah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi komunikasi lingkungan interaktif melalui pelatihan pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick dan membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik SMA Negeri 6 Skouw. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan terstruktur yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi observasi kondisi tata kelola sampah sekolah dan perizinan; (2) tahap pelaksanaan berupa sosialisasi komunikasi lingkungan interaktif serta praktik langsung (hands-on experience) pembuatan ecobrick oleh peserta didik; dan (3) tahap evaluasi menggunakan metode triangulasi yang menggabungkan instrumen angket partisipasi, observasi motorik, serta wawancara mendalam. Hasil analisis data pre-program menunjukkan adanya action-gap, di mana 90% peserta didik belum pernah membuat ecobrick meskipun 89% telah memahami perbedaan jenis sampah secara konseptual. Pasca-pelatihan, program komunikasi lingkungan ini terbukti berhasil memberikan dampak positif yang signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya tingkat pemahaman peserta didik dan kemudahan adopsi metode ecobrick dengan rata-rata persentase kelayakan mencapai 97,8%. Selain itu, aspek keberlanjutan perilaku menunjukkan hasil rata-rata 93,3% peserta didik berkomitmen untuk mengaplikasikan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari serta merasa puas terhadap kegiatan PkM yang telah dilakukan. Hasil wawancara mengonfirmasi kesiapan sekolah untuk mengintegrasikan pelatihan membuat ecobrick ini ke dalam agenda kokurikuler sebagai bagian dari proyek berkelanjutan.