Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Buah Pepaya Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Mabuun Dwi Ayu Wikastry; Ika Friscila; Ika Mardiatul Ulfa; Frani Mariana
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i1.541

Abstract

Pemberian ASI merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi anak pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Upaya meningkatkan status gizi bayi usia 0 hingga 6 bulan dengan meningkatkan status gizi ibu yang memberikan ASI eksklusif. Di Puskesmas Maboun Kabupaten Tabaron, kinerja pemberian ASI eksklusif mengalami penurunan sebesar 65,4% pada tahun 2021 dan 59,8% pada tahun2022. Penelitian ini berupaya menjawab masalah rendahnya produksi ASI di wilayah Puskesmas Mabuun dengan mengoptimalkan potensi buah pepaya yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara terukur Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 19dalam asuhan kebidanan lokal. Fokus utamanya adalah memberikan bukti ilmiah yang aplikatif agarkearifan lokal ini bisa menjadi solusi praktis dan terjangkau bagi ibu nifas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pepaya terhadap produksi ASI ibu nifas di wilayah kerjaPuskesmas Mabun. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental dengan menggunakan desain perbandingan kelompok. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Pada kelompok perlakukan, diberikan buah pepaya sebanyak ±100g, 2 kali sehari. Analisis uji-t dengan sampel independen. Hasil penelitian rata-rata skor laktasi ibu nifas yangdiberi makan pepaya adalah 7,8 yang berarti kelancaran sekresi ASI Kata Kunci: buah pepaya, nifas, produksi ASI
PENGARUH PIJAT AKUPRESURE TERHADAP PENGURANGAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TM 1 DI TPMB DELIMA WINDA MAOLINDA Futri Yani; Dwi Rahmawati; Eirene Eunike Mediana Gaghauna; Frani Mariana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5307

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 80% pada wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah berlebihan. Hiperemesis gravidarum menyebabkan komplikasi berbahaya pada kehamilan. Terapi akupresure memiliki pengaruh besar dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil.Tujuan: Menganalisis Pengaruh Pijat Akupresure Terhadap Pengurangan Mual Muntah Pada Ibu Hamil TM 1 di TPMB Delima Winda Maolinda.Metode: Berjenis kuantitatif, dengan rancangan pre-eksperimental dan pendekatan one group pretest – posttest design. Sampel sebanyak 30 orang. Teknik sampel purposive sampling . Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Semua responden menderita mual muntah sebelum mendapatkan terapi (100%). Mayoritas responden tidak menderita mual muntah setelah mendapatkan terapi dengan jumlah 24 dari 30 responden (86,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = <0,001 < 0,05 artinya terdapat pengaruh terapi pada ibu hamil trimester 1 dengan mual muntah.Simpulan: Ibu dengan frekuensi ringan menurun menjadi tidak mual muntah. Ibu dengan frekuensi sedang menurun menjadi ringan. Ibu harus tetap melakukan akupresure secara mandiri sebagai tindak lanjut dari terapi akupresure di TPMB Delima Winda Maolinda.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMUNTI Sakalesi Sari Yuliana; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Dwi Rahmawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4625

Abstract

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan produk yang istimewa dan sangat spesifik. Menurut UNICEF (United Natioon Children Fund) ASI Eksklusif kedapat menekan angka kematian bayi diIndonesia. Dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2022, jumlah ibu nifas yang menyusui bayinya adalah 17,3% dan ibu yang tidak menyusui bayinya sama sekali sebanyak 20,7% dan ibu yang berhenti menyusui bayinya adalah 62%.Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik ibu nifas dengan Kelancaran Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas LamuntiMetode : Penelitian ini adalah jenis survey analitik dengan pendekatan cross sectional, Dengan tehnik sampling Porposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Nifas di Puskesmas Lamunti bulan Januari 2024 sebanyak 32 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas hari ke-7 sampai dengan hari ke- 14 dengan jumlah 30 orang.Hasil : usia ibu yang paling banyak adalah usia 20-35 yaitu sebanyak 17 orang (56,7%) yang ≤20 - ≥35tahun sebanyak 13 orang (43,3%), Paritas ibu yang paling banyak adalah >1 sebanyak 19 orang (63,3%) yang paritas 1 sebanyak 11 orang (36,7%), sedangkan pendidikan ibu paling banyak adalah SMA-PT sebanyak 17 orang (56,7%) dan SD-SMP sebanyak 13 orang (43,3%), dan pekerjaan terbanyak adalah yang bekerja sebanyak 16 orang (53,3%), ibu yang tidak bekerja sebanyak 14 orang (46,7%).Simpulan : Adanya hubungan karakteristik responden (usia dengan p-value 0,021, paritas dengan p-value 0,022, pendidikan dengan p-value 0,025, pekerjaan dengan p-value 0,020) dengan kelancaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Lamunti Kata kunci: kelancaran asi, paritas, pendidikan, pekerjaan, usia.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang Arbainah Arbainah; Frani Mariana; Fitri Yuliana; Dede Mahdiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1074

Abstract

Pendahuluan: Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil minimal 6 kali meliputi 1 (satu) kali pada trimester pertama, 2 (dua) kali pada trimester kedua, dan 3 (tiga) kali pada trimester ketiga. Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang capaian kunjungan ANC K1 sebanyak 71,6%, K4 sebanyak 60,42% dan kunjungan K6 sebanyak 48,48%, dari data ini dapat diketahui bahwa capaian kunjungan ANC jauh di bawah target dinas kesehatan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel seluruh ibu nifas di bulan Februari-April 2024 di wilayah UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang berjumlah 72 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas responden kategori usia risiko rendah sebanyak 53 orang (73,6%), kategori pendidikan rendah sebanyak 40 orang (55,6%), kategori pengetahuan kurang sebanyak 38 orang (52,8%), kategori primipara sebanyak 33 orang (45,8%), dukungan suami kategori positif sebanyak 59 orang (81,9%), frekuensi kunjungan ANC K6 kategori lengkap sebanyak 37 orang (51,4%). Terdapat hubungan dengan usia (p-value 0,005 < 0,05), nilai OR sebesar 2,092, tingkat pendidikan (p-value 0,011 < 0,05), pengetahuan (p-value 0,001 < 0,05), dan dukungan suami (p-value 0,001 < 0,05). Tidak ada hubungan paritas dengan kunjungan ANC ke-6 dengan nilai signifikansi p-value 0,343 > 0,05. Simpulan: Ada hubungan antara umur, pendidikan, dan pengetahuan dengan dukungan suami pada kunjungan ANC ke-6. Tidak ada hubungan antara paritas dan kunjungan K6 ANC.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Makmur Heldawati; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1246

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan fisiologis selama kehamilan. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab utama anemia pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Metode: Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II–III sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ibu yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 14 orang (40%), sedangkan yang tidak anemia sebanyak 5 orang (14,3%). Pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet Fe, sebanyak 12 orang (34,3%) tidak mengalami anemia dan 4 orang (11,4%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara benar dan teratur.
Hubungan Pengetahuan dengan Peran Kader Kesehatan dalam Mendukung Kesehatan Mental Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Psikologis Masa Nifas Putri Yuliantie; Frani Mariana; Amelia Kartika; Salwa Auliya Shafa Marwa; Noor Arimby; Aurelya Zhira Ananta Natalya
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1459

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan mental selama kehamilan berpotensi meningkatkan risiko masalah psikologis hingga masa nifas. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada ibu hamil, namun efektivitas peran tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dengan peran kader kesehatan dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis pada masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 15 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan peran kader, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Sebagian besar kader memiliki pengetahuan baik (80,0%) dan peran positif (86,7%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan kader dengan peran kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil (p = 0,029). Simpulan: Pengetahuan kader berhubungan dengan peran kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Penguatan kapasitas kader melalui pelatihan kesehatan mental maternal perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan deteksi dini, edukasi, dan pendampingan sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis hingga masa nifas.
Senyum (Senam Nyaman Untuk Menurunkan Tekanan Darah) Di Desa Tajau Landung Ayu Marliana; Ika Friscila; Frani Mariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 4 No 1 (2026): ABDINUSA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bina Usada Bali
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/abdinusa.v4i1.625

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah pada kelompok usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta melatih lansia melakukan SENYUM (Senam Nyaman Untuk Menurunkan Tekanan Darah) sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tajau Landung dengan sasaran lansia yang aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam, dan pendampingan praktik senam secara langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia mampu memahami manfaat aktivitas fisik serta dapat mengikuti gerakan senam dengan baik. Selain itu, sebagian peserta mengalami penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan senam secara rutin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi hipertensi.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMUNTI Sakalesi Sari Yuliana; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Dwi Rahmawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4625

Abstract

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan produk yang istimewa dan sangat spesifik. Menurut UNICEF (United Natioon Children Fund) ASI Eksklusif kedapat menekan angka kematian bayi diIndonesia. Dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2022, jumlah ibu nifas yang menyusui bayinya adalah 17,3% dan ibu yang tidak menyusui bayinya sama sekali sebanyak 20,7% dan ibu yang berhenti menyusui bayinya adalah 62%.Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik ibu nifas dengan Kelancaran Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas LamuntiMetode : Penelitian ini adalah jenis survey analitik dengan pendekatan cross sectional, Dengan tehnik sampling Porposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Nifas di Puskesmas Lamunti bulan Januari 2024 sebanyak 32 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas hari ke-7 sampai dengan hari ke- 14 dengan jumlah 30 orang.Hasil : usia ibu yang paling banyak adalah usia 20-35 yaitu sebanyak 17 orang (56,7%) yang ≤20 - ≥35tahun sebanyak 13 orang (43,3%), Paritas ibu yang paling banyak adalah >1 sebanyak 19 orang (63,3%) yang paritas 1 sebanyak 11 orang (36,7%), sedangkan pendidikan ibu paling banyak adalah SMA-PT sebanyak 17 orang (56,7%) dan SD-SMP sebanyak 13 orang (43,3%), dan pekerjaan terbanyak adalah yang bekerja sebanyak 16 orang (53,3%), ibu yang tidak bekerja sebanyak 14 orang (46,7%).Simpulan : Adanya hubungan karakteristik responden (usia dengan p-value 0,021, paritas dengan p-value 0,022, pendidikan dengan p-value 0,025, pekerjaan dengan p-value 0,020) dengan kelancaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Lamunti Kata kunci: kelancaran asi, paritas, pendidikan, pekerjaan, usia.
PENGARUH PIJAT AKUPRESURE TERHADAP PENGURANGAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TM 1 DI TPMB DELIMA WINDA MAOLINDA Futri Yani; Dwi Rahmawati; Eirene Eunike Mediana Gaghauna; Frani Mariana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5307

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 80% pada wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah berlebihan. Hiperemesis gravidarum menyebabkan komplikasi berbahaya pada kehamilan. Terapi akupresure memiliki pengaruh besar dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil.Tujuan: Menganalisis Pengaruh Pijat Akupresure Terhadap Pengurangan Mual Muntah Pada Ibu Hamil TM 1 di TPMB Delima Winda Maolinda.Metode: Berjenis kuantitatif, dengan rancangan pre-eksperimental dan pendekatan one group pretest – posttest design. Sampel sebanyak 30 orang. Teknik sampel purposive sampling . Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Semua responden menderita mual muntah sebelum mendapatkan terapi (100%). Mayoritas responden tidak menderita mual muntah setelah mendapatkan terapi dengan jumlah 24 dari 30 responden (86,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = <0,001 < 0,05 artinya terdapat pengaruh terapi pada ibu hamil trimester 1 dengan mual muntah.Simpulan: Ibu dengan frekuensi ringan menurun menjadi tidak mual muntah. Ibu dengan frekuensi sedang menurun menjadi ringan. Ibu harus tetap melakukan akupresure secara mandiri sebagai tindak lanjut dari terapi akupresure di TPMB Delima Winda Maolinda.
Senyum (Senam Nyaman Untuk Menurunkan Tekanan Darah) Di Desa Tajau Landung Ayu Marliana; Ika Friscila; Frani Mariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 4 No 1 (2026): ABDINUSA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bina Usada Bali
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/abdinusa.v4i1.625

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah pada kelompok usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta melatih lansia melakukan SENYUM (Senam Nyaman Untuk Menurunkan Tekanan Darah) sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tajau Landung dengan sasaran lansia yang aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam, dan pendampingan praktik senam secara langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia mampu memahami manfaat aktivitas fisik serta dapat mengikuti gerakan senam dengan baik. Selain itu, sebagian peserta mengalami penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan senam secara rutin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi hipertensi.