Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

H, Hubungan Hubungan Persepsi, Sumber Informasi Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Margasari Ria Puspita Eka Sari; Susanti Suhartati; Putri Yuliantie; Yayuk Puji Lestari
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.324

Abstract

The triple elimination program is the government's effort to break the chain of transmission of infection from mother to child. The initial risk location of HIV, syphilis and hepatitis B infections can be resolved through blood tests at least once during pregnancy. The achievement of pregnant women who underwent triple elimination check-ups at the Margasari Community Health Center in January-September 2023 was 58.5%. to determine the relationship between perceptions, sources of information and attitudes of pregnant women towards triple elimination examinations at the Margasari Community Health Center. The type of research used is an analytical survey using quantitative data with a cross sectional approach. Samples were taken using accidental sampling technique as many as 40 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. Bivariate data analysis using chi-square. 21 pregnant women who had undergone triple elimination examination (52.5%), 21 pregnant women with positive perceptions (52.5%), 22 pregnant women with bad information sources (55%), pregnant women with positive attitude 34 people (85%). The results of the analysis show that there is a relationship between perception (p value = 0.000), source of information (p value = 0.000) and attitude (p value = 0.007) towards the triple elimination examination. There is a relationship between perceptions, sources of information and attitudes of pregnant women towards triple elimination examinations at the Margasari Community Health Center.
Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Penggunaan Kontrasepsi IUD di UPT Puskesmas Lanjas Maya Sari; Putri Yuliantie; Istiqamah Istiqamah; Nurul Hidayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1072

Abstract

Pendahuluan: Pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan masalah utama yang dihadapi oleh rakyat Indonesia dibidang kependudukan. Upaya untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas sasaran utamanya pertumbuhan penduduk yang terkendali dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien yakni penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Melihat dari pengetahuan dan persepsi dalam penggunaan kontrasepsi, salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi IUD adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang manfaat, cara kerja, serta risiko dan manfaatnya. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD di UPT Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian kuantitatif metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 30 orang ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi AKDR. kajian data menggunakan kuesioner pada variabel pengetahuan dan persepsi, Dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil: karakteristik yaitu sebagian besar berusia 20-35 tahun 25 orang atau (83.3), memiliki pendidikan yang rendah sebanyak 26 orang atau (86,7%), mayoritas responden tidak bekerjan 21 orang atau (70%), sebagian besar paritas multipara 22 orang atau (73,3%), Jenis kontrasepsi yang digunakan adalah sebagian besar sunti 23 orang atau (76.7%). Responden memiliki pengetahuan yang sebagian besar adalah kategori baik 18 orang atau 60%, dan persepsi yang sebagian besar adalah kategori baik 17 orang atau 58,7%. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas (p value = 0,001 < 0,05).
Identifikasi Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas Januriah Januriah; Putri Yuliantie; Putri Vidiasari Darsono; Fitri Yuliana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1073

Abstract

Pendahuluan: Capaian pemberian ASI eksklusif menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Hal ini disebabkan rendahnya cakupan pemberian ASI secara eksklusif. Di Puskesmas Lanjas didapatkan cakupan ASI eksklusif 65% di tahun 2023, sedangkan target SPM 100%, target RENSTRA 75%, dan cakupan ASI eksklusif 64,2% di tahun 2022 serta 63% di tahun 2021. Banyak faktor yang memengaruhi ibu dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah efikasi diri, Efikasi diri merupakan satu keyakinan yang mendorong individu untuk melakukan dan mencapai sesuatu. Pentingnya mengetahui keyakinan ibu dalam pemberian ASI eksklusif, khususnya dalam menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan: Mengidentifikasi Breastfeeding Self-Efficacy pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi 30 orang ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan. Pengkajian data dilakukan menggunakan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mengidentifikasi Breastfeeding Self Efficacy Pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas didapatkan kategori responden mayoritas dengan usia ibu 20-35 tahun sebanyak 30 responden atau 100%, usia anak responden sebagian besar berusia 6 bulan yaitu 9 orang atau 30%, jumlah anak responden mayoritas 2 anak dengan jumlah responden 22 orang atau 73.3% Dan efikasi diri ibu menyusui sebagian besar ditemukan dengan efikasi tinggi yaitu 19 responden atau 63.3%. Simpulan: Terdapat efikasi yang tinggi pada ibu yang memiliki keinginan dan niat untuk menyusui bayinya, yang diidentifikasi berdasarkan pola pikir, reaksi emosional dalam menghadapi kesulitan menyusui, usaha kegigihan, dan pemilihan perilaku menyusui.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Aromaterapi Dari Tanaman Serai (Cymbopogon Citratus) Sebagai Anti Depresan Pada Wanita Menopause DiDesa Tajau Landung RT 03 Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar Fauza Anjaly; Rabia Wahdah; Elysa Marini; Putri Yuliantie
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.5282

Abstract

Pada masa menopause terdapat beberapa masalah yang terjadi yaitu gangguan sulit tidur, rasa panas dibagian wajah, leher serta bagian dada (hot flashes), dan perubahan emosional yang mengakibatkan lebih sensitif. Salah satu terapi alternative yang dapat digunakan yaitu dengan aromaterapi minyak esensial yang berasal dari tanaman yang mengandung minyak atsiri. Penggunaan aromaterapi dilakukan dengan cara dihirup, sehingga kandungan di dalam minyak atsiri ditangkap oleh otak, yang dapat memberikan kenyamanan serta efek relaksasi. Tumbuhan serai adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan dan memperbaiki kenyamanan emosional. Maka dari itu pada kesempatan kali ini yang dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan aromaterapi dari minyak serai (Cymbopogon Citratus) sebagai anti depresan pada wanita menopause di Desa Tajau Landung Rt 03 Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar. Dilakukannya penyuluhan serta demonstrasi menggunakan media power point kepada para wanita menopause mengenai pengolahan aromaterapi dari tanaman serai (Cymbopogon Citratus) sebagai anti depresan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada masa menopause.
HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN TINGKAT DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS Natasya Putri Suryadi; Putri Yuliantie; Siti Noor Hasanah; Novalia Widiya Ningrum
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.460

Abstract

Postpartum depression is a psychological condition often experienced by mothers after childbirth, characterized by feelings of sadness, anxiety, and fatigue. This condition is closely related to physical and mental exhaustion during the postpartum period. To determine the relationship between fatigue and the level of postpartum depression in postnatal mothers at the Pekauman Health Center, Banjarmasin. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The population included 56 postpartum mothers, and 30 were selected using quota sampling. Data were collected using the Postpartum Fatigue Scale (PFS) and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), then analyzed using the Chi-Square test. Most respondents were 20–35 years old (87.9%), unemployed (63.6%), had secondary education (50.0%), and were multiparous (63.3%). The majority experienced moderate fatigue (63.3%) and were at risk for postpartum depression (63.6%). Chi-Square test results showed a significant relationship between fatigue and postpartum depression levels (p = 0.000 < 0.05). There is a significant relationship between the level of fatigue and postpartum depression. The higher the level of maternal fatigue, the greater the likelihood of postpartum depression. Abstrak: Depresi postpartum merupakan kondisi psikologis yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, dan kelelahan. Kondisi ini erat kaitannya dengan kelelahan fisik dan mental selama masa nifas. Mengetahui hubungan antara kelelahan dengan tingkat depresi postpartum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 56 ibu nifas, dengan sampel 30 responden yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Postpartum Fatigue Scale (PFS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (87,9%), tidak bekerja (63,6%), berpendidikan SMA (50,0%), dan multipara (63,3%). Mayoritas ibu mengalami kelelahan sedang (63,3%) serta berisiko depresi postpartum (63,6%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelelahan dan depresi postpartum (p = 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kelelahan dengan tingkat depresi postpartum. Semakin tinggi tingkat kelelahan, semakin besar risiko mengalami depresi postpartum.
Factors Influencing Motivation for Exclusive Breastfeeding in Infants Aged 6-12 Months In the Work Area of ​​Karang Intan 2 Community Health Center Anisa Fitri; Ika Friscila; Putri Yuliantie; Siti Noor Hasanah
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jkm.v5i1.2032

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding for the first six months of life is essential to improve maternal and child health. However, the coverage of exclusive breastfeeding has not fully reached the national target. Maternal motivation plays an important role in the success of exclusive breastfeeding and may be influenced by knowledge, family support, and the role of midwives. Objective: This study aimed to determine the level of maternal motivation and to analyze the relationship between knowledge, family support, and the role of midwives with maternal motivation in exclusive breastfeeding among mothers with infants aged 6–12 months at Karang Intan 2 Public Health Center. Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 40 mothers with infants aged 6–12 months, and all were included as samples using total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis with Kendall’s Tau test at a significance level of 0.05. Results: Most respondents had high motivation (40%). Good knowledge (37.5%), high family support (37.5%), and good midwife role (40%) were observed. There were significant relationships between knowledge (p<0.05; τ=0.61), family support (p<0.05; τ=0.68), and the role of midwives (p<0.05; τ=0.72) with maternal motivation in exclusive breastfeeding. Conclusion: Knowledge, family support, and the role of midwives are significantly associated with maternal motivation in exclusive breastfeeding, with the role of midwives showing the strongest correlation.