Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Influence of Effective Communication and Patient Safety Culture on Physician Behavior in Filling Out Medical Records with Work Engagement as an Intervening Variable in a Type B Private Hospital in West Jakarta Evi Andani; Hosizah; Rina Mutiara
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v2i2.18

Abstract

This research is based on doctors' disciplinary problems in filling in complete patient medical record data, which has caused several patient safety incidents to occur. The aim of this research is to empirically reveal the influence of effective communication and patient safety culture on doctor behavior with work engagement as an intervening variable. This research is included in quantitative research with a causality approach, the population used is doctors, the sampling technique uses purposive sampling with determining the number of samples using the Slovin formula with an error rate of 5%, so that a sample size of 97 respondents is obtained, with a sampling technique using non-probability sampling . The analysis method uses the three box method and PLS-SEM with the help of the samrt-PLS program. The results of the analysis conclude that work engagement positively intervenes in the influence of effective communication and patient safety culture on doctor behavior, effective communication and patient safety culture have a positive and significant effect on work engagement and doctor behavior, and work engagement is able to influence doctor behavior positively and significant, and also dominates its influence compared to effective communication and patient safety culture.
Design of Electronic Medical Record Data Quality Indicator Dictionary at National Brain Center Hospital Jakarta Fatia Fiqri Wahyuni; Hosizah; Sri Jumiati Agustina
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13218

Abstract

To ensure the quality of Electronic Medical Records (EMR), indicators are needed that function as measuring tools and performance evaluations. These indicators are formulated in the form of an indicator dictionary, which describes operational information to measure performance systematically. Currently, the National Brain Center Hospital (RSPON) does not have an EMR indicator dictionary. Therefore, this study aims to design and test an EMR indicator dictionary, especially in outpatient service units. The study used the Research and Development (R&D) method with the RAND/UCLA Appropriateness Method approach, implemented from November 2024 to January 2025. Based on the method above, the research stages include designing an EMR indicator dictionary using data collection methods through interviews with heads of medical record work units, testing the feasibility of the EMR indicator dictionary using the Delphi technique through a questionnaire involving four experts, and testing EMR indicators through document review of 64 EMR samples. Data analysis used content and descriptive analysis. The results show that the designed indicator dictionary contains operational definitions, data sources, data collection methods, and achievement targets of 100% which are made in accordance with applicable standards. Four experts in the Delphi method agreed that the draft RME indicator dictionary was feasible to use. From the results of the review of 64 RMEs, 50 RMEs (78.13%) were declared complete and on time, while the timeliness indicator separately reached 96.88%. In conclusion, the dictionary of completeness and timeliness indicators is feasible to use as an evaluation tool for filling RMEs in RSPON.
Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Amelia Febriana; Hosizah; Arief Ichwani; Tria Saras Pertiwi
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13841

Abstract

RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati telah mengimplementasikan RME sejak tahun 2017 dengan SIMRS Khanza, namun penggunaannya belum optimal. Meskipun sistem ini telah memiliki fitur yang tergolong lengkap dan memudahkan rumah sakit untuk penggunaan RME. Beberapa fitur RME dalam SIMRS Khanza belum sesuai dengan kebutuhan pengguna. Setiap update modifikasi sistem harus dilakukan secara mandiri dan memerlukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh perangkat yang digunakan. Dalam rangka mengupdate RME diperlukan asesmen kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan RME dalam 4 aspek meliputi aspek alur kerja, aspek infrastruktur teknologi (IT), aspek sumber daya manusia (SDM), aspek organisasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 – Januari 2025. Jenis penelitian Kualitatif menggunakan Metode Qualitative Content Analysis (QCA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi dengan 4 informan yang terdiri dari kepala instalasi rawat jalan, kepala tim IT dan staf IT, kepala SDI yang relevan dan keterlibatan langsung dalam proses implementasi RME di instalasi rawat jalan. Analisis data menggunakan MAXQDA Software. Hasil penelitian dari 4 aspek tersebut menunjukkan bahwa pada aspek alur kerja, implementasi RME belum sepenuhnya siap karena belum tersedianya SOP yang sesuai dengan sistem RME, dimana kebijakan yang digunakan masih mengacu pada pedoman rekam medis manual. Pada aspek infrastruktur teknologi (IT), bahwa hardware masih diperlukan adanya UPS (Uninterruptible Power Supply), software sudah memadai namun fitur RME seperti asesmen awal rehabilitasi medik dan asesmen fisioterapi belum sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu fitur pendataan hasil echo jantung dan format laporan TB juga belum tersedia. Pada aspek SDM, terdapat 59 pengguna RME yang secara kuantitas dan kompetensi sudah memadai. Penguatan dilakukan melalui pelatihan terstruktur, kolaborasi, dan pendampingan intensif, serta evaluasi berkala oleh bagian SDI. Selain pengguna, terdapat tim pengelola SIMRS yang terdiri dari 19 orang tim adhoc dan 22 orang tim pengembangan. Pada aspek SDM, terdapat 59 pengguna RME dengan kompetensi dan jumlah yang memadai. Penguatan dilakukan melalui pelatihan, kolaborasi, pendampingan intensif, serta evaluasi berkala oleh bagian SDI. Tim pengelola SIMRS terdiri dari 19 orang tim adhoc dan 22 orang tim pengembangan, sementara tim IT berjumlah tiga orang dan masih membutuhkan dua programmer tambahan. Pada aspek organisasi, manajemen menunjukkan komitmen melalui pembentukan kedua tim tersebut yang bertugas mengkoordinasi kendala, menyediakan solusi, dan mengembangkan sistem guna memastikan implementasi RME berjalan optimal.
PENGARUH KUALITAS DOKUMENTASI KLINIS TERHADAP KETEPATAN WAKTU KODEFIKASI KLINIS PASIEN JKN DI INSTALASI CASEMIX RSU KABUPATEN TANGERANG Hesti Yuniarti; Husni Abdul Muchlis; Hosizah; Mieke Nurmalasari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/yf2jxx52

Abstract

Abstract: Timeliness of coding is crucial and requires attention, as failure to do so will delay the coding process and even impact financing claims. Initial observations indicate that 38.88% of coding is inaccurate. This study aims to analyze the effect of clinical documentation quality on the timeliness of clinical coding in the Casemix Installation of Tangerang Regency General Hospital. The study was conducted from August to October 2025 using a quantitative approach with a cross-sectional case study. A sample of 96 medical records was obtained using a random sampling technique. Data collection was carried out by reviewing medical records. The analysis technique used binary logistic regression. The results of the study showed that there was a 52.08% inaccuracy in the timeliness of coding and only 12.5% ??met the 7 criteria of clinical documentation quality. The Nagelkerke R Square value of 0.346 was obtained, which means that the quality of clinical documentation (Independent Variable) contributed 34.6% in explaining the timeliness of clinical coding (Dependent Variable), while 65.4% was explained by other factors outside the research model such as hospital information systems, doctor workloads and other internal policies. The Wald test showed a significant influence between the quality of clinical documentation on the timeliness of clinical coding with a p-value of 0.000 (p = <0.05). It is necessary to update the SIMRS coding system and optimal socialization in filling in the completeness and timeliness of clinical documentation.   Keywords: Medical Record Data. Timeliness of Coding, Quality of Clinical Documentation Abstrak: Ketepatan waktu kodefikasi merupakan hal penting dan perlu mendapatkan perhatian, jika tidak akan menyebabkan keterlambatan proses pengkodean salah satunya diakibatkan oleh kualitas dokumentasi, bahkan berdampak pada klaim pembiayaan. Hasil observasi awal menunjukkan terdapat 38,88% ketidaktepatan waktu kodefikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas dokumentasi klinis terhadap ketepatan waktu kodefikasi klinis di Instalasi Casemix RSU Kabupaten Tangerang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - Oktober 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kasus potong lintang (Cross- Sectional). Didapatkan Sampel sebanyak 96 rekam medis dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara telaah rekam medis. Teknik analisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat ketidaktepatan waktu kodefikasi sebesar 52,08% dan hanya terdapat 12,5% yang memenuhi kriteria 7 kriteria kualitas dokumentasi klinis, Diperoleh nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,346, dapat diartikan kualitas dokumentasi klinis (Variabel Independen) memiliki konstribusi sebesar 34,6% dalam menjelaskan ketepatan waktu kodefikasi klinis (Variabel Dependen), sedangkan 65,4% dijelaskan oleh faktor lain diluar model penelitian seperti sistem informasi rumah sakit, beban kerja dokter dan kebijakan internal lainnya. Uji wald menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kualitas dokumentasi klinis terhadap ketepatan waktu kodefikasi klinis dengan nilai p-value 0,000 (p = < 0,05). Perlu dilakukan update sistem SIMRS kodefikasi dan sosialisasi optimal dalam pengisian kelengkapan dan ketepatan waktu dokumentasi klinis.   Kata Kunci: Data Rekam Medis, Ketepatan Waktu Kodefikasi, Kualitas Dokumentasi Klinis
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI (CPPT) RAWAT INAP DI RS SOEHARTO HEERDJAN Gheary Artha Sitanggang; Mieke Nurmalasari; Hosizah; Witri Zuama Qomarania; Ifah Muzdalifah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6319

Abstract

Abstract: Electronic Medical Records (EMR) is a form of health information service that is carried out and recorded computerized. In 2024, at Soeharto Heerdjan Hospital, obstacles encountered in filling out the Integrated Patient Progress Notes (CPPT) were its completeness, where 25.6% of patient data documents were incomplete. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' knowledge of electronic medical records and the completeness of the Integrated Patient Progress Notes (CPPT) at Soeharto Heerdjan Hospital. This study was conducted at Soeharto Heerdjan Hospital from February 2024 to June 2025 using a quantitative method with a cross-sectional research design with a sample of 58 inpatient nurses at Soeharto Heerdjan Hospital. The instruments in this study were the CPPT completeness observation sheet and the nurses' knowledge questionnaire about EMR. The data collection technique in this study was non-probability sampling with an accidental sampling method with univariate and bivariate analysis using chi-square. The analysis of the completeness of the CPPT showed that 53.4% (31 respondents) completed the form completely, and 46.6% (27 respondents) incompletely. Regarding nurses' knowledge of EMR, 33 nurses (56.9%) had sufficient knowledge, and 25 nurses (43.1%) had good knowledge. Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a correlation between nurses' knowledge of EMR and the completeness of the CPPT (p-value 0.000). To improve nurses' knowledge of EMR use at Soeharto Heerdjan Hospital, routine technical training on the use of EMR and nursing documentation is recommended at least twice a year to achieve the completeness of the CPPT. Keywords: CPPT Completeness, Nurse Knowledge, Electronic Medical Records. Abstrak: Rekam Medis Elektronik merupakan salah satu bentuk layanan informasi kesehatan yang dilakukan dan tercatat secara komputerisasi. Tahun 2024 di RS Soeharto Heerdjan kendala yang terjadi dalam pengisian CPPT terdapat pada kelengkapannya dimana terdapat 25,6% dokumen data pasien yang belum terisi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang rekam medis elektronik dengan kelengkapan Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) di RS Soeharto Heerdjan. Penelitian ini dilakukan di RS Soeharto Heerdjan pada bulan Februari 2024-Juni 2025 dengan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 58 perawat rawat inap RS Soeharto Heerdjan. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi kelengkapan CPPT dan Kuesioner pengetahuan perawat tentang RME. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan metode accidental sampling dengan analisi univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil analisis kelengkapan CPPT didapatkan sebanyak 53,4% (31 responden) terisi lengkap dan sebanyak 46,6% (27 responden) tidak terisi lengkap. Pada variabel pengetahuan perawat tentang RME, sebanyak 33 perawat (56,9%) memiliki pengetahuan cukup dan 25 perawat (43,1%) memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan hasil uji bivariat menggunakan uji Chi-Square terdapat hubungan antara pengetahuan perawat tentang RME dengan kelengkapan pengisian CPPT (p- value 0.000). Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan RME pada perawat di RS Soeharto Heerdjan sehingga kelengkapan CPPT dapat tercapai diharapkan untuk menyelenggarakan pelatihan teknis rutin minimal dua kali dalam setahun tentang penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) dan pendokumentasian keperawatan. Kata Kunci: Kelengkapan CPPT, Pengetahuan Perawat, Rekam Medis Elektronik.
ASESMEN KESIAPAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS AIRGEGAS DAN SUN CLINIC MENGGUNAKAN CALIFORNIA ACADEMY OF FAMILY PHYSICIANS Septia; Hosizah; Tria Saras Pertiwi; Mieke Nurmalasari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.7131

Abstract

Abstrak: Dalam implementasi Rekam Medis Elektronik, penilain kesiapan sebagai bagian dari pra-implementasi menjadi persyaratan penting untuk mendukung keberhasilan implementasi, Penilaian kesiapan RME perlu diketahui karena untuk mengetahui kesiapan penerapan rekam medis elektronik antara fasilitas kesehatan milik pemerintah (puskesmas) dan swasta (klinik) dengan menggunakan metode California Academy of Family Physicians (CAFP). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, wajib menerapkan RME dengan prinsip keamanan dan kerahasiaan data dan informasi. Seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik sesuai dengan ketentuan diterapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Airgegas dan Sun Clinic Menggunakan California Academy of Family Physician. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna rekam medis elektronik di Puskesmas Airgegas berjumlah 30 orang, dan Sun Clinic yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala interval. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Independent T-Test. Nilai rata-rata skor pada kesiapan penerapan RME di Puskesmas Airgegas adalah 55,40, sedangkan median pada kesiapan di Sun Clinic Pangkalpinang adalah 48,33. Hasil penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara asesmen kesiapan penerapan rekam medis elektronik di Puskesmas Airgegas dan Sun Clinic Pangkalpinang, dengan nilai (P-value) = 0,000 p-value < α (0.05).