Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual dan Perilaku Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi Pada Mata Pelajaran Akuntansi Dasar di SMKS Muhammadiyah 04 Medan Isti Maunida Hanum; Andri Zainal; Choms Gary G.T. Sibarani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Rini Herliani
-
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/liabilities.v6i2.14994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan perilaku belajar terhadap pemahaman akuntansi pada mata pelajaran akuntansi dasar. Populasi sebanyak 112 siswa kelas X AKL Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Muhammadiyah 04 Medan dimana seluruh populasi menjadi responden penelitian ini. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan soal tes pemahaman akuntansi. Metode analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan model regresi telah memenuhi uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan perilaku belajar berpengaruh positif terhadap pemahaman akuntansi.
ANALISIS PERSEPSI KULIAH KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMBENTUK MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA Tapi Rumondang Siregar; Ramdhansyah Ramdhansyah; Esa Setiana
NIAGAWAN Vol 13, No 2 (2024): NIAGAWAN VOL 13 NO 2 Juli 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/niaga.v13i2.58533

Abstract

This study aims to examine the effect of perceptions of entrepreneurship lectures on students' entrepreneurial intention in the Department of Entrepreneurship, Faculty of Economics, Universitas Negeri Medan. This study is important because the Department of Entrepreneurship is a department that has the vision of creating new entrepreneurs among undergraduates. The purpose of this department to form graduates who are not job seeking oriented but focus on entrepreneurship and creating jobs. Given that this department is just operating in the 2020-2021 academic year and does not yet have alumni, it is necessary to conduct research on the effectiveness of lectures in the department of entrreprenership as measured by students' entrepreneurial intention. The survey was conducted using a Likert scale questionnaire. The collected data were analysed using Structural Equation Modelling (SEM) using Smart PLS. The results found that the perception of entrepreneurship lectures has a positive effect on students' entrepreneurial intention. The results of this study emphasise the importance of providing good perceptions of entrepreneurship lectures to students to develop their entrepreneurial intention.
the PENGARUH PERSPEKTIF FACTOR INFLUENCING TEACHING (FIT)-CHOICE THEORY TERHADAP MOTIVASI MENJADI GURU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Olive Ondita Sibarani; Ramdhansyah Ramdhansyah
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.673

Abstract

Rendahnya minat generasi muda terhadap profesi guru menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi, keputusan memilih karier mengajar dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan perseptual sebagaimana dijelaskan dalam kerangka FIT-Choice. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran persepsi profesi guru, efikasi mengajar, nilai utilitas, dan pilihan karier alternatif dalam menjelaskan motivasi menjadi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi profesi guru dan efikasi mengajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi menjadi guru (p < 0,05). Nilai utilitas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan pilihan karier alternatif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi menjadi guru (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi mahasiswa untuk berkarier sebagai guru lebih ditentukan oleh keyakinan terhadap kemampuan diri dan pemaknaan terhadap profesi dibandingkan pertimbangan manfaat praktis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan efikasi mengajar dan citra profesi guru dalam pendidikan calon guru.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMKS PAB 2 HELVETIA Maria Finsensia Sihaloho; Rini Herliani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11408

Abstract

This study was motivated by the low motivation and accounting learning outcomes of eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia, as indicated by limited participation in classroom activities, low learning enthusiasm, and the inability of many students to achieve the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). The study aimed to improve students’ motivation and accounting learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the Kahoot application. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles involving 17 eleventh-grade accounting students as research subjects. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. The findings revealed that the implementation of the PBL model assisted by Kahoot significantly improved students’ learning motivation. In the first cycle, 10 students (58.8%) demonstrated good learning motivation, which increased to 14 students (82.4%) in the second cycle. This improvement was reflected in greater participation in discussions, increased confidence in asking questions, and higher enthusiasm during learning activities. Learning outcomes also improved substantially, with the percentage of students achieving mastery increasing from 29.4% (5 students) in the pre-test to 64.7% (11 students) in the first cycle and 88.2% (15 students) in the second cycle. Therefore, the Problem Based Learning model assisted by Kahoot proved effective in enhancing both learning motivation and accounting learning outcomes among eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar akuntansi peserta didik kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia yang ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan dalam pembelajaran, kurangnya semangat belajar, serta belum tercapainya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) oleh sebagian besar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Kahoot. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 17 peserta didik kelas XI Akuntansi sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Kahoot mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I, sebanyak 10 siswa (58,8%) menunjukkan motivasi belajar yang baik, kemudian meningkat menjadi 14 siswa (82,4%) pada siklus II. Peningkatan motivasi ditandai dengan bertambahnya keaktifan dalam diskusi, keberanian bertanya, dan antusiasme selama pembelajaran. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, dari 5 siswa (29,4%) yang tuntas pada pre-test menjadi 11 siswa (64,7%) pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 15 siswa (88,2%) pada siklus II. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE DENGAN METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKL DI SMKS PAB 2 HELVETIA Rini Natalina Sitanggang; Choms Gary Ganda Tua Sibarani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11857

Abstract

The problem underlying this study was the low learning achievement of students in the Financial Accounting and Institutions subject in Class XI AKL at SMKS PAB 2 Helvetia. This research aimed to determine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method. The study was conducted at SMKS PAB 2 Helvetia during the 2025/2026 academic year, involving all 17 students of Class XI AKL as the research subjects. The method employed was Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interviews, learning achievement tests, and documentation, while data analysis was conducted quantitatively based on the percentage of students' learning mastery. The results indicated a continuous improvement in students' learning outcomes across each cycle. In the preliminary stage (pre-test), 7 students (41.2%) achieved learning mastery, with an average score of 66.5. After the implementation of the action in Cycle I, the number of students achieving mastery increased to 11 students (64.7%), with an average score of 76.5. In Cycle II, learning mastery further improved to 16 students (94.1%), with an average score of 84.7. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method was effective in improving the learning outcomes of Class XI AKL students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Permasalahan yang mendasari dilaksanakannya penelitian ini berkaitan dengan rendahnya capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan dan Lembaga di kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle yang dipadukan dengan metode Peer Teaching. Penelitian dilaksanakan di SMKS PAB 2 Helvetia pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI AKL yang berjumlah 17 orang sebagai subjek penelitian. Adapun metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, tes hasil belajar, serta dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap pelaksanaan siklus. Pada tahap awal (pre-test), tercatat 7 siswa atau 41,2% yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata nilai 66,5. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang dinyatakan tuntas meningkat menjadi 11 orang atau 64,7% dengan rata-rata nilai 76,5. Pada siklus II, ketuntasan belajar kembali meningkat menjadi 16 siswa atau 94,1% dengan rata-rata nilai 84,7. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle yang dikombinasikan dengan metode Peer Teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN PENGALAMAN PEMBELAJARAN MICROTEACHING TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nia Syahfitri; Ramdhansyah Ramdhansyah; Jufri Darma; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12216

Abstract

Teaching readiness is a fundamental competency that education students must possess before entering the school environment. Field conditions indicate that some Accounting Education students at Universitas Negeri Medan still face challenges in conducting optimal instruction, reflected in unstable self-confidence and classroom management skills that still require improvement. This study aimed to examine the effect of self-efficacy and microteaching learning experience on students' teaching readiness. A quantitative approach with an ex post facto design was employed. The population and sample comprised all 2022-cohort Accounting Education students who had completed the microteaching course, totaling 60 individuals, determined through total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-efficacy and microteaching learning experience simultaneously had a significant effect on teaching readiness, with an F value of 31.579 (sig. < 0.001) and a model contribution of 50.9%. Partially, self-efficacy had a positive and significant effect with a regression coefficient of 0.527, while microteaching experience also had a positive and significant effect with a coefficient of 0.258. These findings indicate the need to strengthen microteaching programs and develop strategies to enhance students' self-efficacy as prospective professional educators. ABSTRAK Kesiapan mengajar merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki mahasiswa kependidikan sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan masih mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, tampak dari rasa percaya diri yang belum stabil serta kemampuan pengelolaan kelas yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh efikasi diri dan pengalaman pembelajaran microteaching terhadap kesiapan mengajar mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2022 yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching, berjumlah 60 orang, ditetapkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri bersama pengalaman pembelajaran microteaching secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan mengajar, dengan nilai F sebesar 31,579 (sig. < 0,001) dan kontribusi model sebesar 50,9%. Secara parsial, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,527, sementara pengalaman microteaching juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,258. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan program microteaching serta strategi peningkatan efikasi diri mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.