Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Intergrasi Karakter Religius Pada Mata Pelajaran UAN Ida Rahmawati; Syafik Ubaidilla
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 3 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March, 2022
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v3i1.2831

Abstract

This paper aims to take a deeper look at how to inculcate religious character in subjects that must have a national final examination at Madrasah Ibtidaiyah. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Key informants are school principals, curriculum representatives, subject teachers, and religious teachers. The results of this study indicate that the inclusion of character education values ​​has appeared in the syllabus and lesson plans, often called the syllabus and character lesson plans in which the expected religious character values ​​appear. This activity started from the concept of routine activities at school, which are always directly related to religious values. This integration can also be seen in the RPP for sports subjects.
Peran Guru dalam Mengoptimalkan Sumber Belajar di MA Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri Nurul Atikoh; Syafik Ubaidila
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, July, 2023
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v4i2.4335

Abstract

Learning resources have an important role in determining the learning process so that learning becomes effective and efficient in achieving goals. This research uses a type of field research with a descriptive-qualitative approach. The results of optimizing learning resources: (1) In terms of conditions, the addition of laboratory space, the projector originally numbered 6 to 17. There are 8 internet sources that can be accessed. Addition of laboratory inventory 116 practical tools & 44 experimental materials in the science laboratory, 13 inventory for the social studies laboratory, 41 laptops in the Language / Multimedia laboratory, 14 inventory in the religion laboratory and one glass cabinet. (2) How teachers optimize learning resources by using existing tools and materials, such as chemicals, corpse menekin, projectors, and textbooks. (3) There is an increase in laboratory usage & projector loans. Reading interest has increased due to the addition of reference materials other than LKS books, several novels and 2 computers that can be used to access books or other assignment needs.
Implementasi Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Dalam Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pai Kelas X Semester Genap Di SMK Al Huda Kediri Bambang Priyono; Syafik Ubaidila
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. `1 (2018): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, April 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/intelektual.v8i`1.693

Abstract

Abstrak. Implematasi strategi pembelajaran kooperatif perlurah terus dikembangkan, karena ditengarai dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Di sisi lain strategi pembelajaran kooperatif diharapatkan dapat mengembangkan hasil belajar berupa toleransi, menerima keberagaman, dan pengembangan keterampilan sosial. Fokus penelitian dalam tesis ini adalah: bagaimana langkah-langkah pembelajaran PAI dalam Kurikulum 2013 dengan metode cooperative learning, (2) bagaimana implementasi metode cooperative learnin, hasil belajar siswa setelah menggunakan metode cooperative learning, dan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode cooperative learning kelas X Semester genap dalam kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMK Al-Huda Kediri tahun pelajaran 2015/2016?. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Sebagaimana arahan jenis penelitian kualitatif, maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana disampaikan pada bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interpretatif sesuai kaidah penelitian ilmiah yang logis dan rasional atas data yang terkumpulkan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Langkah-langkah pembelajanan PAI dalam Kurikulum 2013 dengan metode cooperative learning dilakukan guru dengan sejumlah langkah seperti, membuat perencanaan berupa RPP, kompetensi inti dan komptendi dasar dan semua aspek yang ada di dalam RPP sudah terlaksana menurut rencana yang diinginkan. (2) Implementasi metode cooperative learning dalam kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMK Al-Huda Kediri, antara siswa dan guru sudah melakukan hal-hal yang menjadi unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif. (3) Hasil belajar siswa setelah menggunakan metode cooperative learning kelas X Semester genap dalam kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMK Al-Huda Kediri berupa hasil tes kognitif siswa mendapat nilai rata-rata 84,14. (14) Peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode cooperative learning, siswa terlihat meningkat rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dengan dibuktikan pada aspek kognitif yaitu melaksanakan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dan berperilaku al-amanah (berlaku jujur), al-rahman (kasih sayang), al-haya’ (sifat malu), al-shidq (berlaku benar), al-syaja’ah (berani), qana’ah atau zuhud , al-ta’awun (tolong-menolong).
Implementasi Metode Tematik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Tunagrahita Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem Kabupaten Kediri Ubet Nashrul Kamal; Syafik Ubaidila
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. 3 (2018): Intektual:Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/intelektual.v8i3.734

Abstract

Penelitian ini dibingkai dalam topik besar implementasi metode tematik pada anak tunagrahita yang secara khusus melihat praktek pendidikan di sekolah menengah pertama luar biasa ngasem kabupaten Kediri dari keterkaitan antara pembelajaran tematik yang diterapkan oleh guru pada anak tunagrahita dengan hasil dari proses pembelajaran anak tunagrahita dengan metode tematik di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem Kabupaten Kediri. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan metode tematik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem kabupaten Kediri, 2) Hasil pembelajaran metode tematik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem kabupaten Kediri. Jenis pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, sebagaimana arahan jenis penelitian kualitatif, maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana ditampilkan dalam Bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interpretatif sesuai kaidah penelitian ilmiah yang logis dan rasional atas data yang dikumpulkan. Akhirnya, penelitian ini berhasil memperoleh hasil temuan sesuai pertanyaan permasalahan yang pada garis besarnya dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Pembelajaran tematik dalam pelajaran pendidikan agama Islam pada anak tunagrahita relatif baik. 2) hasil dari dari model pembelajaran tematik pada anak tunagrahita dalam pelajaran pendidikan agama Islam dapat disimpulkan relatif baik dan mereka merasa lebih mudah memahami pelajaran pendidikan agama Islam.
Urgensi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kegiatan Pencak Silat Gasmi di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri Shohibul Faza; Syafik Ubaidilah
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, April 2020
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v10i1.1037

Abstract

This research is motivated by the large number of people who assume that in the activities of pencak silat there are many negative things especially to their members. This research is a descriptive qualitative research. The results of this study found interesting facts that in this martial arts activities there are Islamic educational values, namely the value of faith (I'tiqodiyyah), moral values ​​(khuluqiyyah), and amaliyah values. The form of internalization of Islamic education values ​​towards pencak silat activities is to teach the values ​​of faith by inviting prayer together before holding exercises and also sparring, inviting that to always trust Allah SWT. Always respect people who are older both in terms of age and knowledge. Always maintain brotherhood and create benefit for the people of the nation's progress. After the researcher gets the data, the writer gives a few suggestions: 1) a trainer or chairman should discipline the training time so that the results of the exercise can be as expected. 2) More emphasis on the values ​​of Islamic education so that its adherents can achieve the basic objectives of the GASMI martial arts. [Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang beranggapan bahwasanya dalam kegiatan pencak silat itu banyak mengandung hal-hal negatif terlebih pada anggotanya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan fakta menarik bahwasanya dalam kegiatan pencak silat ini terdapat nilai-nilai pendidikan Islam yaitu nilai keimanan (I’tiqodiyyah), nilai akhlak (khuluqiyyah), dan nilai amaliyah. Adapun bentuk internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam terhadap kegiatan pencak silat ini adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keimanan dengan cara mengajak do’a bersama sebelum diadakannya latihan danjuga latih tanding, mengajak agar supaya selalu tawakal kepada Allah SWT. Selalu menghormati orang yang lebuh tua baik baik dari segi umur maupun ilmunya.Selalu menjaga persaudaraan dan menciptakan kemaslahatan masyarakat kemajuan bangsa. Setelah peneliti mendapatkan data-data maka penulis memberikan sedikit saran: 1) hendaknya seorang pelatih maupun ketua lebih mendisiplinkan waktu latihan agar hasil dari latihan tersebut bisa seperti apa yang di harapkan. 2) Lebih menekankan lagi nilai-nilai pendidikan islam agar para penganutnya bisa mencapai tujuan dasar dari pencak silat GASMI tersebut]