Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisa Efektivitas Kerja Bulldozer Terhadap Pengisian Rangkaian di Area Stockpile OPB 4 PT. Bukit Asam, Tbk Sarmidi, Sarmidi; Aken Derisman
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v10i1.5057

Abstract

Heavy equipment is a tool that functions to transport or move materials in a large capacity and in a relatively short time. The use of heavy equipment is also a way to increase company productivity. One example of heavy equipment used by the east block of the PT. Bukit Asam Tbk is a Bulldozer. According to the penambang.com website, the Bulldozer is a crawler tractor that is useful for digging, displacing, pushing soil and pulling an object, which can be operated by rocky, hilly, and mud fields in various work sectors such as mining, construction, logging, industrial plantation forests (forestry) and plantations. This study aims to find out how to determine the effectiveness of bulldozer work, find out what factors affect the effectiveness of bulldozer work and find out the percentage of bulldozer work effectiveness and coal production results on the circuit in the OPB 4 PT stockpile area. Bukit Asam Tbk. Final results display data in the form of bulldozer working time tables and coal delivery report data as well as operating and working hours graphs and coal delivery charts.
Kajian Produktivitas Alat Gali-Muat dan Alat Angkut pada Pengupasan Overburden di PIT TSBC, Tambang Air Laya, PT. Bukit Asam, Tbk. Sarmidi, Sarmidi; Mases, Yulius; Nuryanneti, Indra
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v10i2.6400

Abstract

Production targets are the parameters for whether a mining company is successful or not in carrying out its activities to achieve profits every year, without forgetting occupational safety and health, which are two important factors in the movement of a mining industry. There are so many other factors such as weather factors, human factors, equipment factors and even the roads used by transport equipment that transports overburden materials and coal. By knowing the inhibiting factors and supporting factors to increase productivity and overcome obstacles that occur in the field so that the company's production targets can be achieved and exceed the expected targets. In order for the process of extracting overburden material to be maximized, it is necessary to calculate the required number of loading and conveying equipment, as well as the effective time used in mining activities. Based on this information, the author took the title regarding a study of the productivity of the Komatsu PC 2000 Excavator digging and loading equipment and the Komatsu HD 785-7 Dump Truck transport equipment in overburden stripping at the TSBC Pit, Tambang Air laya, PT. Bukit Asam.
Analisa Produktivitas Excavator di Area PIT 2 Swakelola Tambang Banko Barat PT Bukit Asam, Tbk Ghony, Muhammad Abdul; Aristo; Sarmidi
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v10i2.6430

Abstract

A good coal mining process is assessed by productivity and efficiency. Productivity can also be increased by using heavy equipment accompanied by competent operators. As one of the largest coal mining companies in Indonesia, PT Bukit Asam, Tbk is required to always be at the best performance, including at the heavy equipment operator level. This research aims to determine the factors of heavy equipment use as assessed by cycle time on coal productivity. Productivity is limited to the overburden loading process by the Komatsu PC3000SE excavator at PIT 2 Swakelola Tambang Banko Barat. The greatest productivity obtained was 1099 m3 per hour and the average percent productivity was 79.4%. In this research, a match factor of 0.8 was also obtained as a basis for further research that needs to be carried out to optimize the overburden loading and dumping process for PT Bukit Asam
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Operator Pada Saat Mengoperasikan Unit Bulldozer Di Stockpile OPB 4 PT. Bukit Asam, Tbk Sarmidi Sarmidi; M. Al Haadiy Rivan
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.62

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Stockpile OPB 4 PT Bukit Asam, Tbk untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operator bulldozer dalam kegiatan operasional di lapangan. Permasalahan yang ditemukan adalah adanya penurunan produktivitas kerja yang disebabkan oleh berbagai faktor dari sisi operator maupun kondisi lingkungan kerja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kinerja operator. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung di lokasi kerja, dokumentasi, dan studi literatur terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa faktor internal seperti keterampilan, pengalaman, serta kondisi fisik dan mental operator sangat memengaruhi efisiensi kerja dan keselamatan saat mengoperasikan unit. Sedangkan faktor eksternal yang dominan adalah kondisi cuaca dan karakteristik area kerja seperti kemiringan dan kepadatan material. Operator dengan pengalaman tinggi mampu beradaptasi lebih baik dan bekerja lebih optimal, sementara kondisi area kerja yang tidak stabil cenderung meningkatkan risiko kecelakaan dan memperlambat proses kerja. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas operator serta perbaikan kondisi kerja lapangan dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan keselamatan kerja di area stockpile.
Penerapan Sensor proximity Untuk Sistem Monitoring Gate Weigh Bin Di TLS 1-02 PT. Bukit Asam, Tbk. Apriansyah Zulatama; Dilvera Putih Zahra Valencia; Sarmidi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.66

Abstract

Pemanfaatan sensor proximity induktif diterapkan pada sistem monitoring posisi gate Weigh Bin di Train Loading Station (TLS) 102 PT Bukit Asam Tbk guna meningkatkan akurasi pemantauan dan efisiensi operasional. Sistem sebelumnya yang masih bersifat manual berpotensi menimbulkan keterlambatan respons dan kesalahan pembacaan posisi gate. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi otomatis dengan memanfaatkan sensor proximity induktif untuk mengidentifikasi tiga kondisi utama posisi gate, yaitu terbuka penuh, tertutup penuh, dan terbuka sebagian. Metode penelitian meliputi observasi langsung di lapangan, analisis dokumentasi teknis, serta studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa integrasi sensor proximity dengan Human Machine Interface (HMI) dan sistem kendali Programmable Logic Controller (PLC) mampu meningkatkan akurasi deteksi, menyediakan visualisasi posisi secara real-time, dan mempercepat pengambilan keputusan operasional. Kendala teknis yang ditemukan meliputi gangguan pembacaan akibat debu batubara, getaran mekanis, serta gangguan kelistrikan pada panel kontrol. Secara keseluruhan, penerapan sensor proximity induktif terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja sistem monitoring dan mendukung efisiensi proses pemuatan batubara di TLS 102 PT Bukit Asam Tbk
Perbandingan Perbandingan Produktivitas dan Biaya Operasional Pompa Tambang Engine dan Listrik Di Tambang Air Laya PT. Bukit Asam, Tbk. Indra Nuryanneti; Putra Putra; Sarmidi Sarmidi; Randy Dinata
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.68

Abstract

Dewatering merupakan kegiatan penting dalam pertambangan terbuka untuk menjaga kestabilan lereng, mencegah genangan air, serta memastikan keselamatan kerja. Salah satu metode dewatering yang umum digunakan adalah penggunaan pompa untuk mengalirkan air dari sump menuju kolam pengendapan. Penelitian ini dilakukan di Tambang Air Laya PT Bukit Asam Tbk dan bertujuan untuk membandingkan produktivitas serta biaya operasional dua jenis pompa, yaitu pompa listrik (Sulzer A55-200) dan pompa engine (Wilo FD 150). Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi langsung di lapangan, dokumentasi operasional, serta analisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pompa listrik memiliki kapasitas 1.000 m³/jam atau 22.000 m³/hari, sedangkan pompa engine hanya mampu mengalirkan 600 m³/jam atau 13.200 m³/hari. Dari segi biaya operasional, pompa listrik memerlukan Rp 5.160.256 per hari, lebih hemat dibandingkan pompa engine yang mencapai Rp 6.366.800 per hari. Selain itu, pompa listrik juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penggunaan pompa listrik sebagai alat utama dalam proses dewatering, sementara pompa engine dapat dijadikan sebagai pompa cadangan.
Analisis Efisiensi Jam Kerja Excavator CAT 345 GC di Area Penambangan Pit E Banko Barat PT. Rifansi Dwi Putra Sarmidi Sarmidi; Yulius Mases; Age Palogan Kesuma
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i1.3

Abstract

Excavator berfungsi untuk menggali tanah, memuat material, mengangkat material, mengikis tebing dan lain sebagainya sehingga dapat mempercepat produksi dan mengurangi biaya produksi. Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya). Efisiensi adalah ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya) atau kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya). Jam kerja efektif adalah banyaknya jumlah jam kerja yang benar-benar digunakan untuk kegiatan produksi. Suatu pekerjaan yang menggunakan alat berat diperlukan perencanaan yang akurat agar bisa mencapai suatu target dengan biaya dan waktu yang optimal oleh karena itu diperlukan suatu analisis terhadap pemakaian alat berat yang akan digunakan, sehingga dapat menghasilkan efisiensi kerja yang efisien. Efisiensi kerja excavator adalah perbandingan kerja antara jam kerja yang tersedia. Sehingga tingkat keberhasilan suatu operasi alat berat excavator pada suatu pekerjaan tertentu dipengaruhi oleh semakin tinggi nilai efisiensinya maka semakin efesien pula penggunaan excavator tersebut dalam suatu pekerjaan
Evaluasi Produktivitas Alat Gali Muat Excavator Volvo 480 dan Alat Angkut Dump Truck Volvo 400 Pada Penambangan Batubara Di PIT 2 Tambang Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk. Sarmidi Sarmidi; Indra Nuryanneti; Rego Dwi Prayoga
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.11

Abstract

Bukit Asam Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang berada di Tanjung Enim. Kegiatan penambangan PT. Bukit Asam Tbk. menggunakan alat gali muat Excavator Volvo 480 untuk kegiatan penggalian batubara (coal getting) dan alat angkut Dump Truck Volvo 400 untuk kegiatan pengangkutan batubara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu produktivitas itu tidak tercapai. Oleh karena itu, objek penelitian ini ditekankan untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab tidak tercapainya suatu produktivitas yang telah ditentukan oleh perusahaan. Data aktual yang telah didapatkan terhadap produktivitas alat gali muat yaitu sebesar 229 ton/jam dari target yang telah ditentukan sebesar 250 ton/jam artinya pada saat pengambilan data, data yang didapatkan tidak mencapai target yang telah ditentukan karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya. Begitu juga terhadap alat angkut, data aktual yang didapatkan sebesar 29 ton/jam dari target yang telah ditentukan sebesar 30 ton/jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu tidak tercapainya produktivitas ialah lama waktu edar alat gali muat dan alat angkut, lama waktu tunggu pada saat loading dan dumping, kondisi jalan, dan perbaikan jalan serta perbaikan area front loading.
Identifikasi Risiko Pengoperasian Bulldozer Di Area Live Stockpile OPB 4 PT. Bukit Asam, Tbk. Sarmidi Sarmidi; Yulius Mases; Rifky Aryadho Prananda
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.12

Abstract

Alat berat adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengangkut atau memindahkan material dalam kapasitas besar dan dalam waktu relatif singkat. Penggunaan alat berat juga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Salah satu contoh alat berat yang dipakai satuan kerja penbara blok timur PT. Bukit Asam Tbk yaitu Bulldozer. Menurut situs penambang.com Bulldozer merupakan sebuah traktor rantai (crawler tractor) yang berguna untuk pekerjaan menggali, menggusur, mendorong tanah dan menarik suatu objek, yang dapat dioperasikan medan berbatu, berbukit, maupun tanah lumpur pada berbagai sektor pekerjaan seperti pertambangan, konstruksi, logging, hutan tanaman industri (forestry) dan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat membahayakan pengoperasian Bulldozer, mengetahui Standar Operasional Prosedur pengoperasian Bulldozer di area livestock OPB 4 dan mengetahui pengaruh adanya bahaya yang dapat menimbulkan bahaya pengoperasian Bulldozer terhadap jam kerja dan efektivitas kerja Bulldozer di area stockpile OPB 4 PT. Bukit Asam Tbk. Hasil akhir menampilkan data berupa tabel waktu kerja bulldozer dan data laporan halangan yang dialami oleh bulldozer saat pengoperasian di area stockpile OPB 4 yang menyebabkan unit tersebut dilakukan adanya maintenance.
Analisis Kerja Operator Wheel Loader Komatsu Wa 200-5 Di Pabrik Briket Batubara Tanjung Enim PT. Bukit Asam, Tbk. Indra Nuryanneti; Sarmidi Sarmidi; Deftrianto Oddy Gustira
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.13

Abstract

Berdasarkan pengembangan usaha di satuan kerja Briket Tanjung Enim terkait dengan produksi Karbon Aktif dan Anoda Karbon maka untuk menunjang produksi diperlukannya efisiensi kerja pada unit alat berat yaitu Wheel Loader. Selain itu, dengan mendapatkan data efisiensi kerja ini dapat mengevaluasi kerja wheel loader dalam operasionalnya di Pabrik Briket Tanjung Enim PT. Bukit Asam Tbk. Sehingga adanya peningkatan dan pengoptimalan kualitas kerja/ operasional dari Wheel Loader untuk mencapai target produksi.Pada pabrik Briket Tanjung Enim ini sendiri unit wheel loader sangat berperan penting dalam menunjang produksi Briket Karbonisasi, Non Karbonisasi dan melayani berbagai jenis pekerjaan yang ada di pabrik briket seperti mengisi hopper, pencampuran material atau blending, mengangkut clay dan memuat stock batubara mentah. Proses pengambilan data selama 20 hari dimulai pada tanggal 22 Agustus sampai dengan tanggal 16 September 2022 dengan hasil rata-rata efisiensi kerja wheel loader adalah 68,21% dalam kategori kurang efektif.