Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ISTORIA

KURIKULUM PENDIDIKAN SEJARAH DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Zulkarnain Zulkarnain
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 11, No 2 (2015): ISTORIA Edisi September 2015, Vol. 11, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v11i2.7560

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui eksistensi pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013, dan (2) mengetahui bagaimana pengorganisasian pembelajaran sejarah dalam kurikulum pembelajaran sejarah dilihat dari perspektif historis. Metode yang digunakan peneliti dalam penulisan sejarah ini adalah metode penelitian menurut Kuntowijoyo. Adapun tahapan penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo mempunyai lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi sejarah dimasukkan dalam kurikulum sekolah untuk membangun kohesi dan identitas nasional, serta pewarisan nilai, etika, dan budaya kepada peserta didik. Pengorganisasian materi berkaitan dengan penguasaan konsep atau tema besar yang diambil dari disiplin ilmu sosial serta penggunaan teori sejarah atau disiplin ilmu sosial. Konsep perubahan (change), kesinambungan (continuity), konflik, revolusi, interdependensi, relasi sosial, status dan peranan, budaya, masyarakat, peradaban, dan lain-lain dapat menjadi tema dalam pembelajaran sejarah. Konsep dapat membantu memahami berbagai objek, peristiwa, gagasan, fenomena, serta dapat digunakan untuk memecahkan masalah.Kata Kunci: kurikulum, pendidikan, sejarah, historis.  AbstractThis study aims to: (1) know the existence of the teaching of history in the curriculum of 2013, and (2) determine how to organize the teaching of history in the curriculum of history teaching viewed from a historical perspective. The method the researchers used in the writing of this history is a research method according to Kuntowijoyo. The stages of historical research according to Kuntowijoyo has five stages, namely the selection of topics, heuristic, verification, interpretation, and writing. The results showed that the historical material included in the school curriculum to build cohesion and national identity, as well as the inheritance of values, ethics, and culture to students. Organizing the material related to the mastery of concepts or major themes drawn from social science disciplines as well as the use of the theory of history or social science discipline. The concept of change (change), continuity (continuity), conflict, revolution, interdependence, social relations, status and roles, culture, society, civilization, and others can become a theme in the teaching of history. The concept could help understand a variety of objects, events, ideas, phenomena, and can be used to solve problems.Keywords: curriculum, education, history, historical.
PENGARUH HINDU BUDHA DAN KRISTEN DI ASIA TENGGARA Zulkarnain Zulkarnain
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 16, No 1 (2020): ISTORIA Edisi Maret 2020, Vol 16, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui pengaruh Hindu Buddha di Asia Tenggara dan pengaruh Kristiani di Asia Tenggara. Letak geografis Asia Tenggara merupakan letak yang startegis dan kaya akan sumber daya alam. Peradaban di Asia Tenggara terpangaruh kuat oleh budaya bangsa asing. Kebudayaan India dan Eropa mempengaruhi masa awal peradaban di Asia Tenggara. Kebudayaan Hindu Buddha mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yaitu agama, sosial, dan pemerintahan. Kedatangan bangsa Eropa membuat tatanan yang ada di masyarakat Asia Tenggara berubah. Bangsa Eropa mempunyai semangat Gold, Glory, Gospel ke Asia Tenggara. Mereka dengan semangat Gospel menyebarkan agama Kristen Katolik dan Protestan.