Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI ANAK SEKOLAH MELALUI FISSURE SEALANT SEBAGAI SALAH SATU PROGRAM UKGS (SCHOOL BASED DENTAL PROGRAM) DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Wirza Wirza; Henny Febriani; Ratna Wilis; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu strategi dalam upaya penanggulangan resiko terjadinya karies gigi pada masyarakat adalah penerapan upaya preventif melalui fissure sealent sebagai salah satu program UKGS (School-Based Dental Program). Upaya ini diharapkan dapat membantu dalam pemecahan dan penanganan awal terhadap resiko terjadinya karies pada anak usia sekolah di masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pada 15 orang, ternyata 12 orang  (80%) menderita karies gigi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan penyuluhan pelayanan promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut (fissure sealent) yang di lakukan pada upaya kesehatan berbasis anak usia sekolah di masyarakat. Peningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik mengenai kesehatan gigi yang terkait dengan faktor risiko karies. Kegiatan ini juga dapat dijadikan upaya puskesmas dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan UKGMD dan pelaksana program UKGS dalam kegiatan promosi kesehatan gigi di masyarakat. Penerapan pencegahan melalui fissure sealeant kesehatan gigi pada masyarakat dapat menyadarkan anak-anak tentang faktor risiko karies serta upaya pencegahan sejak dini resiko terjadinya karies. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara terpadu di sekolah SDN 22 Neusu Jaya wilayah Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah adalah masyarakat khususnya anak usia sekolah dasar yang berusia 6-8 tahun yang memiliki gigi molar satu yang baru erupsi sebagai subjek yang dilakukan intervensi di Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil evaluasi akhir yang dilakukan menunjukkan bahwa pencegahan yang dilakukan melalui fissure sealent sebagai salah satu program UKGS Berbasis Sekolah sangat efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya karies pada gigi molar satuKata kunci : Fissure Sealent, Resiko Karies dan Kesehatan GigiOne strategy in efforts to overcome the risk of dental caries in the community is the implementation of preventive efforts through fissure sealants as one of the UKGS (School-Based Dental Program) programs. It is hoped that this effort can help in solving and early treatment of the risk of caries in school-aged children in the community. Based on the results of initial examinations on 15 people, it turned out that 12 people (80%) suffered from dental caries. This activity aims to improve the level of dental and oral health by providing promotional and preventive services on dental and oral health (fissure sealants) which are carried out in health efforts based on school-aged children in the community. Increasing knowledge, attitudes and practices regarding dental health related to caries risk factors. This activity can also be used as an effort by community health centers and schools to carry out UKGMD activities and implement UKGS programs in dental health promotion activities in the community. Implementing prevention through dental health fissure sealant in the community can make children aware of the risk factors for caries and efforts to prevent the risk of caries from an early age. This community service is carried out in an integrated manner at the SDN 22 Neusu Jaya school in the Baiturrahman District, Banda Aceh City. The target of this service activity is the community, especially elementary school age children aged 6-8 years who have newly erupted first molars as subjects for intervention in Baiturrahman District, Banda Aceh City. Based on the results of the final evaluation carried out, it shows that prevention carried out through fissure sealant as one of the School Based UKGS programs is very effective in preventing caries in first molar teeth.Keywords: Fissure Sealent, caries risk and dental health
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI GAMPONG CADEK KECAMATAN BAITUSSALAM Finaul Asyura; Cut Ratna Keumala; Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Henny Febriani; Wirza Wirza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Gampong Cadek, Kecamatan Baitussalam, berfokus pada upaya memperkenalkan masyarakat terhadap bahaya dan dampak PTM yang semakin meningkat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung bukan hanya menyebabkan penurunan kualitas hidup, tetapi juga mengakibatkan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat luas. Di wilayah pedesaan seperti Gampong Cadek, kesadaran mengenai PTM dan faktor risikonya sering kali masih rendah, yang menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tersebut. Tujuan Kegiatan : untuk mengurangi angka kejadian PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan pola hidup sehat dan pencegahan proaktif. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini berhasil mencapai target sasaran utama, yaitu meningkatkan kesadaran kesehatan bagi warga desa dan mendorong penerapan pola hidup sehat. Lebih dari 80% peserta memahami faktor risiko PTM, dan sekitar 70% menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan selama kegiatan, seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, yang berperan penting dalam mendeteksi dini risiko PTM.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Pencegahan, PengendalianBackground: Socialization of prevention and control of non-communicable diseases (NCDs) in Gampong Cadek, Baitussalam District, focuses on efforts to introduce the community to the increasing dangers and impacts of NCDs. Diseases such as hypertension, diabetes, and heart disease not only cause a decrease in quality of life, but also result in an economic burden for families and the wider community. In rural areas such as Gampong Cadek, awareness of NCDs and their risk factors is often still low, which causes an increase in the incidence of these diseases. Activity Objectives: to reduce the incidence of NCDs and improve the quality of life of the community through changes in healthy lifestyles and proactive prevention. Community Service Method: Increasing knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: This activity succeeded in achieving the main target, namely increasing health awareness for villagers and encouraging the implementation of healthy lifestyles. More than 80% of participants understood the risk factors for NCDs, and around 70% showed a change in attitude towards the importance of proactively maintaining health. In addition, participants also showed enthusiasm for the basic health checks provided during the activity, such as measuring blood pressure and blood sugar levels, which play an important role in early detection of NCD risk.Keywords: Non-Communicable Diseases, Prevention, Control
PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI DALAM MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT PASCA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Wirza Wirza; Henny Febriani; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Kader kesehatan gigi dalam meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut pasca pandemi covid-19 pada kader dapat menumbuhkan komitmen dari kalangan masyarakat dalam pelaksaan keselamatan pasien dan pengendalian infeksi yang sama sekali tidak boleh di abaikan. Kader kesehatan sebagai ujung tombak masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal Kader ini harus di berikan penyeluhan /diklat yang berksimbungan dan terprogram. Selain sebagai pelaksaan rutin kader juga bertugas memberikan penyeluhan terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, kader harus mengusai berbagai tehnik keterampilan dan pengetahuan. Dalam kegiatan ini di lakukan pelatihan pada kader dengan harapan kader dapat mentransfer pengetahuan yang di terima untuk di sampaikan kembali pada masyarakat terutama pada kelompok resiko tinggi penyakit gigi dan mulut. Kegiatan yang di lakukan lebih di arahkan pada pelayanan promotif, preventif yang di lakukan pada upaya kesehatan berbasis masyarakat, yang merupakan suatu bentuk kegiatan yang peran serta nya masyarakat di bidang kesehatan yang di kelola oleh kader dengan sasaran seluruh masyarakat. Metode yang di gunakan dalam pelatihan ini yaitu dengan pemberian kegitan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan skill kader posyandu disertai dengan mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya peningkatan yang signifikan sesudah dilaksanakan pelatihan kader di kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh TIM pelaksana maka dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap materi kesehatan gigi dan mulut, keterampilan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan Pelatihan menyikat gigi dengan tehknik yang baik dan benar. Kata kunci: dental health Education, Tooth brushing technique  Training dental health cadres in improving the status of dental and oral health after the Covid-19 pandemic among cadres can foster commitment from the community in implementing patient safety and infection control which must not be ignored. Health cadres as the spearhead of society need to equip themselves with knowledge and help efforts to increase the level of optimal dental and oral health. These cadres must be provided with ongoing and programmed counseling/training. Apart from carrying out routine activities, cadres are also tasked with providing counseling related to maternal and child health. Therefore, cadres must master various technical skills and knowledge. In this activity, training is carried out for cadres with the hope that cadres can transfer the knowledge they receive to be conveyed back to the community, especially in groups at high risk of dental and oral diseases. The activities carried out are more directed at promotional and preventive services carried out in community-based health efforts, which are a form of activity in which community participation in the health sector is managed by cadres targeting the entire community. The method used in this training is by providing training activities to improve the skills of posyandu cadres accompanied by holding outreach activities to the community. The results of community service activities carried out showed a significant increase after cadre training was carried out in Meukek sub-district, South Aceh Regency. From the results of the community service carried out by the implementing TEAM, it can be concluded that there has been an increase in knowledge of dental and oral health materials, dental and oral health education skills and training in brushing teeth using good and correct techniques. Keywords: dental health education, tooth brushing technique