Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Masyarakat Menggunakan Gigi Tiruan Di Desa Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar Yandi Saputra; Cut Ratna Keumala
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Kehilangan gigi dapat menurunkan kenyamanan dan kepercayaan diri, sehingga membutuhkan penggunaan gigi tiruan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan motivasi masyarakat dalam menggunakan gigi tiruan di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kutamalaka, Kabupaten Aceh Besar.  Metode penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, yaitu 45 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 08 sampai dengan 14 juni 2024. Hasil penelitian dengan uji statistic chi-square, yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dengan motivasi masyarakat dalam menggunakan gigi tiruan di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta malaka, Kabupaten Aceh Besardengan p value = 0,003 (p<0,05). degan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi masyarakat dalam menggunakan gigi tiruan di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kutamalaka, Kabupaten Aceh Besar
Aplikasi Pasta Gigi Yang Mengandung Baking Soda Untuk Meningkatkan Ph Saliva Dalam Mencegah Karies Pada Murid SDN 2 Mata Ie Cut Ratna Keumala; Mardelita, Sisca
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.529 KB) | DOI: 10.30867/jeumpa.v1i1.63

Abstract

Caries are a dental hard tissue disease in the form of a demineralization process of dental hard tissue caused by bacterial activity in the oral cavity. Caries are the most common dental and oral health problem in society. One of the causes of caries is bacteria. Bacteria break down carbohydrate substrates attached to the oral cavity and form plaque. Bacterial activity continues as the pH of the oral cavity becomes more acidic. This condition causes decalcification of the enamel, forming white spot lesions that signal the start of the caries process. Prior to the counseling, a pre-test was first conducted, then interviewed the students to measure their level of knowledge. The realization of activities can increase salivary pH by using toothpaste containing baking soda in preventing caries and increasing students' ability to brush their teeth properly and correctly. The results of community service activities showed that knowledge before counseling was in a good category as many as 7 students (23.3%) increased by 26 students (86.7%) after counseling. It was concluded that there was an increase in children's knowledge about toothpaste containing baking soda which had the effect of increasing salivary pH.  Keywords: Caries, Saliva pH, Baking Soda
Peningkatan Status Kebersihan Gigi Melalui Home Visit Pada Balita Lheu Blang Suryani, Linda; Cut Ratna Keumala; Sisca Mardelita; Eka Sri Rahayu
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.093 KB) | DOI: 10.30867/jeumpa.v1i1.68

Abstract

Public dental health, especially in children, really needs to be considered, because childhood is very susceptible to dental and oral diseases. Dental nursing care carried out by dental nurses is aimed at improving the degree of dental health. The role of the family by motivate children to get used to maintaining dental hygiene. Community service aims to improve the status of dental and oral hygiene through home visits to toddlers in Lheu Blang village, Aceh Besar. This community service is carried out using a descriptive method, with the target of 30 children under five in Lheu Blang village. The intervention is a visit to a toddler's house by providing guidance, direction, demonstration, and training children to brush their teeth properly and correctly. The results obtained that the dental and oral hygiene status of toddlers before the intervention was in the very bad category (53.3%), and the results after the intervention were in a good category (66.7%). The conclusion is that there is an increase in the status of dental hygiene in the good category (66.7%). Suggestions that children under five are able to brush their teeth properly and correctly and on time. Keywords: Dental Hygiene Status, Home Visit, Toddler
Pemberdayaan Keluarga Dalam Peningkatan Upaya Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Lansia Di Desa Kandang Darul Imarah Aceh Besar Liana, Intan; Andriani; linda Suryani; Cut Ratna Keumala; sisca Mardelita; Elfi Zahara; Anwar Arbi
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i1.207

Abstract

Di Indonesia penyakit periodontal menduduki urutan kedua (96,5%). Penyebab lain yang dapat menyebabkan periodontitis adalah  ginggivitis, debris pada gigi yang tidak dibersihkan dalam waktu yang lama. Pemberdayaan diri berarti proses peningkatan kemampuan atau daya yang dilakukan oleh individu yang bersangkutan. Lansia di Desa Kandang, memiliki kebiasaan mengunyah sirih dan beranggapan kesehatan giginya tidak bermasalah,  dan memiliki kebiasaan menyikat gigi hanya waktu mandi saja. Hasil  pemeriksaan pada 15 orang lansia, menunjukkan 85% memiliki kalkulus dan kehilangan gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kandang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar, berupa memberikan informasi melalui pembekalan buku saku, kegiatan melibatkan 30 orang lansia dan pendampingan, Tujuan kegiatan ini untuk dapat meningkatkan pengetahuan keluarga, serta meningkatnya kemampuan lansia secara mandiri untuk melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Berdasarkan hasil kegiatan disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan keluarga Lansia  setelah di berikan penyuluhan kesehatan dan pemberian buku saku. 
Intervensi Menyikat Gigi Pada Anak Usia 6 – 12 Tahun Dengan Pendampingan Oleh Ibu Di Desa Keude Ulee Glee Kabupaten Pidie Jaya Cut Ratna Keumala; Mardelita, Sisca; Liana, Intan; Andriani; Suryani, Linda; Nur, Arnela; Nurdin
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v3i1.382

Abstract

Dental and oral hygiene can be achieved well by cleaning the teeth and mouth from food debris. The target activities of children aged 6-12 years in Keude Ulee Glee village, a total of 20 respondents are mothers. The first day's activities were in the form of health counseling on brushing techniques and maintenance of dental and oral health, starting with pretest and post test after counseling. Results of community service activities show an increase in knowledge before and after counseling. At the time of the demonstration of brushing, the child can do brushing his teeth properly and correctly, it is known that the plaque index before and after brushing teeth there is a difference (P<0.05). The results of this community service activity are expected to parents, especially mothers, to accompany their children to maintain dental and oral health as an effort to prevent caries.
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Bunga Pala Kabupaten Aceh Besar Putri Rahmatul Yulia; Nurdin; Cut Ratna Keumala; Nasri
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data awal di TK Bunga Pala, Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan bahwa dari 20 anak yang diperiksa, sebanyak 16 anak (80%) mengalami karies gigi dengan tingkat keparahan bervariasi, yaitu 6 anak (30%) mengalami karies ringan dengan 2 gigi berlubang, 5 anak (25%) mengalami karies sedang dengan 3–4 gigi berlubang, dan 5 anak (25%) mengalami karies berat dengan lebih dari 5 gigi berlubang, sedangkan hanya 4 anak (20%) yang tercatat memiliki gigi sehat. Meskipun pihak sekolah telah melakukan upaya pencegahan, kebiasaan di lingkungan rumah tetap menjadi faktor dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies, termasuk kebiasaan makan, kebiasaan menyikat gigi, dan pengetahuan orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian meliputi 112 anak dan orang tua di TK Bunga Pala, dengan sampel 53 responden yang diperoleh melalui simple random sampling menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan (p = 0,006), kebiasaan menyikat gigi (p = 0,046), dan pengetahuan orang tua (p = 0,003) berhubungan signifikan dengan status karies anak. Dari ketiga faktor tersebut, pengetahuan orang tua merupakan determinan paling dominan. Kesimpulannya, peran orang tua sangat penting dalam pencegahan karies pada anak, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan, media edukasi, serta kerja sama dengan sekolah dan tenaga kesehatan dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini.
PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA PEMANFAATAN BUAH BERSERAT SEBAGAI SELF CLEANSING GIGI DAN MULUT MELALUI HOME VISIT DALAM MENURUNKAN SKOR DEBRIS PADA MASYARAKAT MEUNASAH BARO ACEH BESAR Linda Suyani; Andriani Andriani; Nonong Hanis; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Cut Ratna Keumala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home visit merupakan sebuah program yang berorientasi pada kunjungan rumah  dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dengan strategi adalah pendekatan dan dukungan keluarga. Melihat hasil pemeriksaan pada data awal 75% anak di desa Meunasah Baro mengalami karies gigi dan rata-rata nilai debris indek dengan kategori buruk dengan skor 2,5. Data tersebut masih jauh dari harapan karena tidak sesuai dengan ketetapan WHO bahwa status kebersihan gigi dan mulut  skor (OHI-S) < 1,2. Debris adalah salah satu penyebab utama pembentukan karang gigi dan gigi berlubang. Usaha promotif dan preventif sangat perlu diberikan kepada masyarakat. menurunkan angka debris indeks sebagai status kebersihan gigi, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan keluarga dalam menyikat gigi yang baik dan benar, meningkatkan kesadaran keluarga pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi. Metode Pengabdian dilakukan kegiatan home visit dilakukan 3 kali kunjungan. Memberikan edukasi kesehatan gigi tentang pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dan cara pengunyah yang benar. Menjelaskan dan mendemontrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. nilai. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan nilai Debris Indek dari kriteria buruk 31 orang (51%) menjadi kategori baik yaitu 52 orang (87%). Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan anak mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan membiasakan mengkonsumsi buah dengan mengunyah buah yang baik dan benar sehingga dapat membantu self cleansing gigi pada masyarakat desa Meunasah Baro Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Home Visit, Self Cleansing, Debris IndekHome visit is a program that is oriented towards home visits in providing dental health maintenance education on the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth with a strategy of family approach and support. Looking at the results of the examination of the initial data, 75% of children in Meunasah Baro village experienced dental caries and an average debris index value in the poor category with a score of 2.5. The data is still far from expectations because it does not comply with WHO's provisions that the dental and oral hygiene status score (OHI-S) <1.2. Debris is one of the main causes of tartar formation and cavities. Promotive and preventive efforts are very necessary to be given to the community. reducing the number of debris indexes as dental hygiene status, increasing family knowledge about dental and oral health maintenance, increasing family skills in brushing teeth properly, increasing family awareness of the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth. The Community Service Method is carried out by home visit activities carried out 3 times. Providing dental health education about the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth and the correct way to chew. Explaining and demonstrating good and correct tooth brushing techniques. value. The results of community service obtained results that there was a decrease in the Debris Index value from the bad criteria of 31 people (51%) to the good category of 52 people (87%). Increasing the knowledge and behavior of parents and children regarding the maintenance of dental and oral hygiene by getting used to consuming fruit by chewing fruit properly and correctly so that it can help self-cleansing teeth in the Meunasah Baro village community, Aceh Besar Regency.Keywords: Home Visit, Self Cleaning, Debris Index
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI GAMPONG CADEK KECAMATAN BAITUSSALAM Finaul Asyura; Cut Ratna Keumala; Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Henny Febriani; Wirza Wirza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Gampong Cadek, Kecamatan Baitussalam, berfokus pada upaya memperkenalkan masyarakat terhadap bahaya dan dampak PTM yang semakin meningkat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung bukan hanya menyebabkan penurunan kualitas hidup, tetapi juga mengakibatkan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat luas. Di wilayah pedesaan seperti Gampong Cadek, kesadaran mengenai PTM dan faktor risikonya sering kali masih rendah, yang menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tersebut. Tujuan Kegiatan : untuk mengurangi angka kejadian PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan pola hidup sehat dan pencegahan proaktif. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini berhasil mencapai target sasaran utama, yaitu meningkatkan kesadaran kesehatan bagi warga desa dan mendorong penerapan pola hidup sehat. Lebih dari 80% peserta memahami faktor risiko PTM, dan sekitar 70% menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan selama kegiatan, seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, yang berperan penting dalam mendeteksi dini risiko PTM.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Pencegahan, PengendalianBackground: Socialization of prevention and control of non-communicable diseases (NCDs) in Gampong Cadek, Baitussalam District, focuses on efforts to introduce the community to the increasing dangers and impacts of NCDs. Diseases such as hypertension, diabetes, and heart disease not only cause a decrease in quality of life, but also result in an economic burden for families and the wider community. In rural areas such as Gampong Cadek, awareness of NCDs and their risk factors is often still low, which causes an increase in the incidence of these diseases. Activity Objectives: to reduce the incidence of NCDs and improve the quality of life of the community through changes in healthy lifestyles and proactive prevention. Community Service Method: Increasing knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: This activity succeeded in achieving the main target, namely increasing health awareness for villagers and encouraging the implementation of healthy lifestyles. More than 80% of participants understood the risk factors for NCDs, and around 70% showed a change in attitude towards the importance of proactively maintaining health. In addition, participants also showed enthusiasm for the basic health checks provided during the activity, such as measuring blood pressure and blood sugar levels, which play an important role in early detection of NCD risk.Keywords: Non-Communicable Diseases, Prevention, Control